scieee Science in your language
[en] (orig)

Pengaruh Tingkat Pengangguran, Indeks Pembangunan dan Pertumbuhan Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025

Author: Depina Br Tumangger
Publisher: Zenodo
DOI: 10.5281/zenodo.17328590
Source: https://zenodo.org/records/17328590/files/207-214.pdf
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-Ilmu Sosial
Volume 3, Nomo 2, Ok obe 2025, Halaman 207-214
E-ISSN: 3025-6704
DOI: h ps://doi.o g/10.5281/zenodo.17328590
*Co esponding au ho
Email: depina umangge [email protected]
Penga uh Tingka Penganggu an, Indeks Pembangunan dan Pe umbuhan
Te hadap Tingka Kemiskinan di P o insi Suma e a U a a Tahun 2025
Depina B Tumangge
P odi Pendidikan Ekonomi, Fakul as Ekonomi,Uni e si as Nege i Medan
A B S T R A K
Kemiskinan me upakan masalah kompleks yang e us menjadi an angan
global, e masuk di Indonesia. S udi ini be ujuan un uk menganalisis
ak o - ak o penyebab kemiskinan, dampaknya e hadap masya aka , dan
upaya-upaya yang elah dilakukan un uk menga asinya. Me ode peneli ian
melipu i injauan pus aka, analisis da a s a is ik, dan s udi kasus. Hasil
peneli ian menunjukkan bahwa kemiskinan disebabkan oleh be bagai
ak o sepe i ku angnya akses e hadap pendidikan, keseha an, lapangan
ke ja, dan sumbe daya ekonomi. Dampaknya melipu i masalah keseha an,
pendidikan endah, k iminali as, dan ke idaks abilan sosial. Peme in ah
dan be bagai lembaga elah melakukan be bagai upaya sepe i p og am
ban uan sosial, pela ihan ke e ampilan, dan pengembangan in as uk u ,
namun e ek i i asnya masih pe lu di ingka kan. Peneli ian ini
menyimpulkan bahwa penanggulangan kemiskinan meme lukan
pendeka an mul idimensional yang meliba kan semua pihak, dengan okus
pada peningka an kuali as sumbe daya manusia, pencip aan lapangan
ke ja, dan peme a aan pembangunan.
A B S T R A C T
Po e y is a complex p oblem ha con inues o be a global challenge,
including in Indonesia. This s udy aims o analyze he ac o s causing
po e y, i s impac on socie y, and he e o s ha ha e been made o
add ess i . Resea ch me hods include a li e a u e e iew, s a is ical da a
analysis, and case s udies. The esul s indica e ha po e y is caused by
a ious ac o s, such as lack o access o educa ion, heal h, employmen , and economic esou ces. I s impac s
include heal h p oblems, low educa ion, c ime, and social ins abili y. The go e nmen and a ious ins i u ions
ha e implemen ed a ious e o s, such as social assis ance p og ams, skills aining, and in as uc u e
de elopmen , bu hei e ec i eness s ill needs o be imp o ed. This s udy concludes ha po e y alle ia ion
equi es a mul idimensional app oach in ol ing all pa ies, wi h a ocus on imp o ing he quali y o human
esou ces, c ea ing jobs, and equi able de elopmen .
PENDAHULUAN
Kemiskinan me upakan kondisi mul idimensional yang di andai oleh ke idakmampuan indi idu
a au kelompok un uk memenuhi kebu uhan dasa sepe i pangan, sandang, papan, pendidikan, dan
keseha an. Aka penyebab kemiskinan sanga kompleks, melipu i kelangkaan sumbe daya, ke e ba asan
akses e hadap pendidikan dan lapangan peke jaan, se a ak o - ak o s uk u al yang menghamba
mobili as sosial dan ekonomi.Pemahaman mengenai kemiskinan sanga be agam, mence minkan pe spek i
subjek i , kompa a i , mo al, e alua i , hingga ilmiah. Seca a umum, kemiskinan dapa dikaji melalui
bebe apa dimensi u ama:
1. Keku angan Ma e i: Dimensi ini menekankan pada ke idakmampuan un uk mengakses ba ang dan jasa
esensial, sepe i makanan be gizi, pakaian layak, empa inggal yang aman, dan pelayanan keseha an
yang memadai. Kemiskinan dalam kon eks ini diuku be dasa kan s anda kebu uhan minimum yang
idak e penuhi.
2. Ke e kucilan Sosial: Kemiskinan idak hanya e ba as pada aspek ekonomi, e api juga mencakup
dimensi sosial. Ke e kucilan sosial me ujuk pada kondisi indi idu a au kelompok yang e pinggi kan
da i pa isipasi ak i dalam masya aka , e masuk akses e hadap pendidikan, in o masi, dan ja ingan
sosial yang mendukung.
3. Keku angan Penghasilan dan Kekayaan: Dimensi ini menguku kemiskinan be dasa kan
ke idakcukupan pendapa an dan ase yang dimiliki un uk memenuhi kebu uhan hidup yang layak.
A R T I C L E I N F O
A icle his o y:
Recei ed Sep embe 20, 2025
Re ised 25 Sep embe 2025
Accep ed 25 Sep embe 2025
A ailable online 04 Ok obe . 2025
Ka a Kunci:
Kemiskinan, Tingka Penganggu an
Te buka, Indeks Pembangunan Manusia
Keywo ds:
Po e y, Open Unemploymen Ra e,
Human De elopmen Index
This is an open access a icle unde he CC BY-SA license.
Copy igh © 2023 by Au ho . Published by Yayasan
Daa ul Huda
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Socius E-ISSN: 3025-6704
Konsep "kelayakan" sanga be a iasi e gan ung pada kon eks sosial, ekonomi, dan budaya di be bagai
belahan dunia.
Menu u F iedmann, (1979: 101), kemiskinan dide enisikan sebagai ke idaksamaan kesempa an
un uk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial melipu i ( idak e ba as pada)
modal yang p oduk i a au asse s (misalnya anah, pe umahan, pe ala an, keseha an, dan lainnya) sumbe -
sumbe keuangan, o ganisasi sosial dan poli ik yang dapa digunakan un uk mencapai kepen ingan
be sama, ja ingan social un uk mempe oleh peke jaan, ba ang-ba ang: penge ahuan, ke e ampilan yang
memadai dan in o masi yang be guna.
Ten unya masalah kemiskinan ini e jadi di se iap nega a di belahan dunia , e masuk Suma a u a a
. Adapun pe kembangan jumlah penduduk miskin yang ada di Suma a u a a cukup be luk usi da i ahun
ke ahun.
Gamba . 1 jumlah penduduk miskin di Suma a u a a pada ahun 2001- 2021
Kemiskinan me upakan masalah mul idimensional ka ena saling be hubungan Ke idakmampuan
un uk mengakses dan be pa isipasi seca a ekonomi, poli ik, sosial budaya Publisi as. Bebe apa kebijakan
dan p og am yang ada dinilai ku ang e ek i un uk mengu angi jumlah penduduk yang hidup di bawah ga is
kemiskinan.Hal ini di unjukkan dengan en peningka an jumlah penduduk miskin wak u pengepakan
Peneli ian ini me upakan peneli ian desk ip i analisis yang be ujuan menca i solusi masalah Selain i u,
dapa di a ik kesimpulan en ang s a egi be dasa kan hasil peneli ian yang dapa be ujuan un uk
mengu angi peningka an kemiskinan, yai u pe ama melalui kebijakan idak langsung yai u mempe baiki
in as uk u penyebab kemiskinan, Kedua, in e ensi peme in ah dipe lukan un uk menga u kegia an
ekonomi.
Kemiskinan me upakan salah sa u masalah se ius dalam p oses pembangunan nasional di
Indonesia. masalah ini seolah-olah idak dapa di un askan seca a se ius padahal upaya peme in ah elah
mempe kenalkan be bagai pake dan p og am yang meliba kan sejumlah paka en ang
kemiskinan.Hakeka nya, belum ada kebe lanju an (sus ainabili y) sis em penanganan kemiskinan baik
dalam sa u ezim kekuasaan maupun pada saa pe alihan ezim. Be dasa kan u aian e sebu Pe masalahan
dalam pengen asan kemiskinan di Indonesia memang e us dilakukan sampai saa ini, baik melalui
kebijakan peme in ah pusa maupun peme in ah dae ah.Te api penu unan penduduk miskin idak e lalu
signi ikan dan ela i masih cukup banyak. Peme in ah sudah be juang e us menu unkan penduduk miskin
didae ahnya dengan be bagai s a egi, baik melalui kebijakan iskal dalam APBD, maupun dengan
meliba kan masya aka miskin i u sendi i. Salah sa u s a egi yang dilakukan adalah menjadikan penduduk
miskin sebagai subjek bukan sebagai objek sehingga penduduk miskin dapa me asakan man aa langsung
da i pembangunan yang dilakukan.
Tujuan un uk mensejah e akan kehidupan bangsa seolah hanya wacana saja. Semakin ma aknya
pe encanaan dan kegia an pembangunan belum mampu menanggulangi kemiskinan di Nege i Indonesia
sehingga un uk menca i al e na i solusi kebijakan kedepan dalam upaya mempe cepa mengen askan
kemiskinan dipe lukan pemiki an da i be bagai lin as disiplin ilmu sosial.Kemiskinan adalah keadaan
dimana e jadi keku angan hal-hal yang biasa un uk dipunyai sepe i makanan, pakaian, empa be lindung
dan ai minum, halhal ini be hubungan e a dengan kuali as hidup. Kemiskinan kadang juga be a i idak
adanya akses e hadap pendidikan dan peke jaan yang mampu menga asi masalah kemiskinan dan
mendapa kan keho ma an yang layak sebagai wa ga nega a.
Da i de inisi e sebu dipe oleh penge ian bahwa kemiskinan i u me upakan kondisi dimana
seseo ang idak dapa menikma i segala macam pilihan dan kesempa an dalam pemenuhan kebu uhan
dasa nya sepe i idak dapa memenuhi keseha an, s anda hidup layak, kebebasan, ha ga di i, dan asa
0
500000
1000000
1500000
2000000
12345678910 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
Jumlah penduduk miskin di suma a u a a
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Depina B Tumangge / Penga uh Tingka Penganggu an,
diho ma i sepe i o ang lain.Penge ian kemiskinan dalam a i luas adalah ke e ba asan yang disandang
oleh seseo ang, sebuah kelua ga, sebuah komuni as, a au bahkan sebuah Nega a yang menyebabkan
ke idaknyamanan dalam kehidupan, e ancamnya penegakan hak dan keadilan, e ancamnya posisi awa
(ba gaining) dalam pe gaulan dunia, hilangnya gene asi, se a su amnya masa depan bangsa dan nega a.
Nega a- Nega a maju yang lebih menekankan pada “kuali as hidup” yang dinya akan dengan pe ubahan
lingkungan hidup meliha bahwa laju pe umbuhan indus i idak mengu angi bahkan jus u menambah
ingka polusi uda a dan ai , mempe cepa penyusu an sumbe daya alam, dan mengu angi kuali as
lingkungan.
Belanja peme in ah salah sa u komponen a iabel yang dapa mengubah pendapa an nasional.
Richa dson (Jhingan, 2013) be pendapa bahwa sua u hal yang sanga be guna da i model ini adalah
kenaikan pendapa an dapa meningka jika belanja belanja peme in ah dipusa kan pada dae ah - dae ah
yang masih e belakang. Sebagaimana eo i Lewis dalam a in les a i(2008), kondisi pa e o op imal akan
e capai bila e jadi mobili as ak o - ak o p oduksi (labou ) anpa hamba an un uk memacu
pe umbuhan ekonomi. Dae ah - dae ah yang memiliki ingka mobili as ak o - ak o p oduksian a
dae ah endah akan menyebabkan pe umbuhan ekonominya endah.
Dae ah - dae ah dengan ingka kemiskinan inggi menunjukkan bahwa ak o - ak o p oduksi di
dae ah yang be sangku an memiliki mobili as an a dae ah yang endah. In as uk u dapa digolongkan
sebagai modal a au capi al. In as uk u e golong sebagai social o e head capi al, be beda dengan modal
yang be penga uh seca a langsung e hadap kegia an p oduksi, pe luasan in as uk u idak hanya
menambah s ok da i modal e api juga sekaligusmeningka kan p oduk i i as pe ekonomian dan a a hidup
masya aka luas.
Kemiskinan idak hanya e jadi di Suma a u a a saja melainkan banyak p o insi – p o insi di
Indonesia masih e kai dengan masalah yang be kai an dengan kemiskinan . Be iku ada g a ik da a
pe kembangan kemiskinan ,pengangu an ,LPE,IPM Di p i insi Suma a u a a .
Gamba . 1 Pe kembangan Jumlah penduduk Miskin ,Pengangu an ,LPE,IPM Di
p o insi Suma a u a a ahun 2001- 2021
Be dasa kn G a ik Di a as ki ab isa liha bahwa da a penduduk Miskin,Pengangu an ,LPE,IPM yang
e jadi di p o insi Suma a u a a. Ada banyak ac o _ ac o yang di duga mempenga uhi jumlah
peningka an penduduk miskin menajdi sebuah pengangu an .
Menu u Suki no (2006) penganggu an adalah seseo ang yang sudah digolongkan dalam angka an
ke ja yang seca a ak i sedang menca i peke jaan pada sua u ingka upah e en u, e api idak dapa
mempe oleh peke jaan yang diinginkannya. Be dasa kan penge ian e sebu , un uk dika akan sebagai
penganggu an seseo ang idak cukup idak memiliki peke jaan dan idak beke ja
Menu u Man a (2009) penganggu an adalah bagian da i angka an ke ja yang seka ang ini idak
beke ja dan sedang ak i menca i peke jaan. Konsep ini se ing dia ikan sebagai keadaan penganggu an
e buka. Seca a umum ada empa jenis penganggu an jika di injau da i penyebabnya, yakni penganggu an
iksional, penganggu an s uk u al, penganggu an musiman dan penganggu an siklikal.
Peneli ian ini memiliki esea ch gap yang e liha da i pe bedaan hasil dengan peneli ian-peneli ian
sebelumnya. Hasil peneli ian menunjukkan bahwa ingka penganggu an, Indeks Pembangunan Manusia
(10,00)
-
10,00
20,00
30,00
40,00
50,00
60,00
70,00
80,00
90,00
0
500000
1000000
1500000
2000000
2500000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
G a ik Fenomena Va iabel Te kai Dan Ne asi G a ik
Tahun Miskin Penganggu an LPE IPM
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Socius E-ISSN: 3025-6704
(IPM), dan pe umbuhan ekonomi idak be penga uh signi ikan e hadap kemiskinan di P o insi Suma e a
U a a. Temuan ini be beda dengan hasil peneli ian Ramadhani dan Gin ing (2022) yang menya akan bahwa
penganggu an be penga uh posi i dan signi ikan e hadap kemiskinan di Suma e a U a a, se a peneli ian
El ie a dan I awan (2020) yang menemukan bahwa IPM be penga uh nega i e hadap kemiskinan di
Indonesia. Selain i u, peneli ian Lubis dan Sihombing (2019) juga menunjukkan bahwa pe umbuhan
ekonomi memiliki penga uh signi ikan dalam menu unkan ingka kemiskinan di bebe apa wilayah di
Suma e a U a a. Namun, hasil peneli ian ini jus u menunjukkan a ah hubungan yang posi i dan idak
signi ikan, yang be a i peningka an IPM dan pe umbuhan ekonomi belum mampu menu unkan angka
kemiskinan seca a nya a. Pe bedaan hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan empi is ( esea ch gap)
an a a eo i dan kenya aan di lapangan.
Peneli ian ini mena ik ka ena membahas masalah kemiskinan di P o insi Suma e a U a a yang
hingga kini masih menjadi pe soalan pen ing dalam pembangunan dae ah. Meskipun pe umbuhan
ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di p o insi ini e us meningka , namun angka
kemiskinan belum menunjukkan penu unan yang signi ikan. Hal e sebu menimbulkan pe anyaan
mengapa kemajuan ekonomi dan peningka an kuali as hidup masya aka belum mampu mengu angi jumlah
penduduk miskin. Selain i u, peneli ian ini mena ik ka ena mencoba meliha hubungan an a a ingka
penganggu an, IPM, dan pe umbuhan ekonomi e hadap kemiskinan dengan pendeka an empi is, sehingga
hasilnya dapa membe ikan gamba an nya a en ang kondisi ekonomi masya aka di Suma e a U a a.
Peneli ian ini membahas penga uh ingka penganggu an, Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
dan pe umbuhan ekonomi e hadap ingka kemiskinan di P o insi Suma e a U a a. Da a yang digunakan
me upakan da a sekunde da i Badan Pusa S a is ik (BPS) dengan pe iode ahun 2021 sampai 2024.
Peneli ian ini hanya di okuskan pada wilayah P o insi Suma e a U a a dan idak membahas ak o lain di
lua a iabel yang elah di en ukan.
KAJIAN PUSTAKA
Teo i Kemiskinan
Kemiskinan me upakan pe masalahan sosial dan ekonomi yang kompleks se a be si a
mul idimensional. Kemiskinan idak hanya diliha da i endahnya pendapa an, e api juga mencakup
ke e ba asan dalam mengakses pendidikan, keseha an, peke jaan, dan pa isipasi sosial. Menu u
F iedmann (1979:101), kemiskinan dapa dia ikan sebagai ke idaksamaan kesempa an dalam
mengakumulasikan basis kekuasaan sosial yang melipu i kepemilikan ase , akses e hadap sumbe daya
keuangan, se a kemampuan un uk mempe oleh pendidikan dan keseha an yang layak. Pandangan ini
menunjukkan bahwa kemiskinan idak sema a disebabkan oleh ku angnya pendapa an, melainkan oleh
ke impangan akses e hadap sumbe daya ekonomi dan sosial.
Teo i Penganggu an
Penganggu an me upakan salah sa u ak o u ama yang be hubungan e a dengan ingka
kemiskinan. Menu u Suki no (2006:36), penganggu an adalah keadaan di mana seseo ang yang e golong
dalam angka an ke ja idak beke ja e api seca a ak i menca i peke jaan. Tingginya ingka penganggu an
menunjukkan endahnya penye apan enaga ke ja dalam sua u pe ekonomian, yang seca a langsung
be dampak pada penu unan pendapa an umah angga dan peningka an jumlah penduduk miskin. Menu u
Man a (2009), penganggu an e buka adalah bagian da i angka an ke ja yang idak memiliki peke jaan dan
sedang ak i menca i peke jaan. Seca a ekonomi, ke ika seseo ang idak beke ja, maka ia kehilangan sumbe
pendapa an yang dapa memenuhi kebu uhan hidupnya. Oleh ka ena i u, semakin inggi ingka
penganggu an, semakin inggi pula isiko masya aka ja uh ke dalam kemiskinan.
Teo i Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) me upakan indika o pen ing un uk menilai kuali as sumbe
daya manusia dalam sua u wilayah. IPM mencakup iga dimensi u ama, yai u keseha an (umu panjang dan
hidup seha ), pendidikan (penge ahuan), dan s anda hidup layak (pendapa an pe kapi a). Menu u Toda o
dan Smi h (2011:78), pembangunan manusia adalah p oses mempe luas pilihan-pilihan yang dimiliki oleh
indi idu aga me eka dapa hidup lebih p oduk i dan be ma aba . Seca a eo i is, peningka an IPM
seha usnya be kon ibusi e hadap penu unan ingka kemiskinan, ka ena manusia yang seha ,
be pendidikan, dan p oduk i memiliki kemampuan lebih besa un uk mempe oleh peke jaan dan
penghasilan.
Teo i Pe umbuhan Ekonomi
Pe umbuhan ekonomi me upakan peningka an kapasi as p oduksi sua u nega a dalam
menghasilkan ba ang dan jasa seca a be kelanju an. Menu u Toda o (2000:115), pe umbuhan ekonomi
yang inggi diha apkan dapa membuka lapangan ke ja ba u dan meningka kan kesejah e aan masya aka .
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Depina B Tumangge / Penga uh Tingka Penganggu an,
Namun, apabila pe umbuhan e sebu idak me a a a au hanya dinikma i oleh kelompok e en u, maka
kemiskinan e ap inggi meskipun ekonomi mengalami ekspansi.
Hipo esis Peneli ian
1. H₁: Tingka penganggu an be penga uh posi i e hadap ingka kemiskinan di P o insi Suma e a
U a a. (Semakin inggi ingka penganggu an, maka semakin inggi pula ingka kemiskinan.)
2. H₂: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) be penga uh nega i e hadap ingka kemiskinan di P o insi
Suma e a U a a. (Semakin inggi IPM, maka semakin endah ingka kemiskinan.)
3. H₃: Pe umbuhan ekonomi be penga uh nega i e hadap ingka kemiskinan di P o insi Suma e a
U a a. (Semakin inggi pe umbuhan ekonomi, maka semakin endah ingka kemiskinan.)
4. H₄: Tingka penganggu an, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pe umbuhan ekonomi seca a
simul an be penga uh signi ikan e hadap ingka kemiskinan di P o insi Suma e a U a a.
METODE PENELITIAN
Me ode analisis da a un uk menganalisis penganggu an, kemiskinan pembangunan dan
pe umbuhan ekonomi. Da a dianalisis menggunakan ala analisis model Au og eg essi e Dis ibu ed Lag
(ARDL). Ala analisis ini dipilih se elah dilakukan uji eliabili as da a. Uji s asione dapa dilakukan. dengan
menguji apakah e dapa uni oo pada a iabel a au idak dengan menggunakan uji Phillips-Py on (PP).
Adanya uni oo akan menghasilkan model pe samaan a au eg esi wi ch yang menunjukkan bahwa da a
s asione pada le el yang be beda, sedangkan jika s asione pada le el yang be beda maka ala analisis yang
epa digunakan adalah Vec o Au o eg ession (VAR)
Model eg esi yang memua nilai-nilai a iabel yang menjelaskan nilai saa ini a au nilai masa lalu
da i a iabel independen dan model yang menye akan lag a iabel dependen sebagai salah sa u a iabel
penjelasnya disebu Au og eg essi e Dis ibu ion Lag (ARDL) dan be si a dinamis Model dalam
ekonome ika. Model ARDL sanga be guna dalam ekonome ik empi is ka ena membua pe ekonomian
s a is menjadi dinamis dengan seca a eksplisi mempe hi ungkan pe an wak u. Model ini dapa
membedakan espon jangka pendek dan jangka panjang da i a iabel dependen e hadap pe ubahan sa u
sa uan nilai a iabel penjelas (Guja a i, 2024). Keunikan model Au o eg essi e dan model Dis ibu ion Lag
adalah mengandung eo i s a is hingga dinamis ka ena model eg esi biasanya mengabaikan penga uh
wak u dan melalui model Au o eg essi e Dis ibu ed Lag wak u dan du asi dipe hi ungkan akun en u saja
pe bedaan wak u (lag) e sebu dike ahui (Guja a i, 2024).
Model lag e dis ibusi adalah model eg esi yang idak hanya mencakup nilai saa ini e api juga nilai
sebelumnya (lag) da i a iabel penjelas (X), sedangkan model eg esi lag e dis ibusi adalah model yang
mencakup sa u a au lebih nilai sebelumnya (lag) a iabel- a iabel yang be ko elasi an a a iabel penjelas.
"Model eg esi yang memasukkan nilai-nilai a iable yang mempe hi ungkan nilai (lag) saa ini a au masa
lalu da i a iabel independen sebagai salah sa u a iabel penjelas disebu dengan Au o eg essi e
Dis ibu ed Lag (ARDL) Model ini dapa membedakan espon jangka pendek dan jangka panjang da i
a iabel dependen e hadap pe ubahan nilai sa uan a iabel penjelas" (Guja a i, 2024). Guja a in (2024),
ada bebe apa sya a me ode ARDL an a a lain,
1. ARDL idak memen ingkan ingka s asione da a (be beda pada me ode Vec o Au og ession (VAR) dan
Vec o E o Co ec ion Model (VECM) yang mengha uskan s asione pada o do yang sama, e api ARDL
idak bisa digunakan jika da a s asione dalam ben uk 2nd di e encing).ARDL idak mempe masalahkan
jumlah sampel a au obse asi yang sediki .
2. Langkah-langkah yang akan dilakukan un uk analisis ekomome ika dengan menggunakan me ode ini
adalah:
1. Menguji s asione i as da a a iabel dalam model peneli ian, naik pada ingka le el maupun ingka
i s di e ence.
2. Penen uan logop imum
3. Uji kausali as
4. Uji koin eg asi bound es
5. Menges imasi model ARDL
6. Uji s abili as model ARDL
HASIL
Uji Asumsi Klasik
a) Uji No mali as. K i e ia pengujiannya yai i Nilai P ob. Jacque Be a (JB) > 0,05 a inya Ho Di olak be a i
idak e jadi penyimpangan asumsi no mali as a au esidual be dis ibbusi no mal . Be dasa kan abel
hasil uji asumsi dan uji eg esi Model OLS dike ahui bahwa nilai p ob. Ja que Be a sebesa 3,052319 >
0,05, maka dapa disimpulkan abhwa da a idak e jadi pelangga an uji no mali as dalam model
peneli ian ini.

Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Socius E-ISSN: 3025-6704
b) Uji Au oko elasi. Hasil B euch-God ey se ial co ela ion LM Tes dengan k i e ian pengujian yai u jika
nilai P ob Obs*R Squa ed > 0,05, maka dapa disimpulkan bahwa idak e jadi gejala au oko elasi pada
peneli ian ini. Be dasa kan abel hasil uji asumsi dan uji eg esi Model OLS dapa ki a ke ahui bahwa
nilai P ob. Obs*R Squa ed sebesa 0,3691 > 0,05, maka dapa disimpulkan bahwa da a idak e jadi
pelangga an uji au okole asi dalam model peneli ian ini.
c) Uji He e oskedas isi as. Hasil Glejse : He e oskedas isi as Tes dengan k i e ia pengambilan kepu usan
yai u jika niali P ob, Obs*R Squa ed > 0,05, maka dapa disimpulakn idak e jadi gejala
he e oskedas isi as pada model peneli ian ini. Be dasa kan abel hasil uji asumsi dan uji eg esi Model
OLS dapa ki a ke ahui bahwa nilai P ob, Obs*R Squa ed yai u sebesa 0,5813 > 0,05, yang be a i dapa
ki a simpulkan bahwa da a idak e jadi gejala he e oskedas isi as a au lulus uji he e oskedas isi as.
d) Uji Mul ikolinea i as. Hasil Uji Va iance In la ion Fac o s dengan k i e ia jika nilai Cen e ed VIF < 10,
Maka dapa disimpulkan bahwa idak e jadi pelangga an uji mul ikolinea i as dalam model peneli ian
ini. Be dasa kan abel hasil uji asumsi dan uji eg esi Model OLS dike ahui niali Cen e ed VIF X1 sebesa
1,018-51, X2 sebesa 1,071570 dan X3 sebesa 1,088989. Dimana nilai Cen e ed VIF X1, X2, X3 < 10,
maka dapa disimpulkan bahwa da a idak e jadi pelangga an uji mul ikolinea i as.
Adapun hasil uji asumsi dan uji hipo esis eg esi model OLS pada peneli ian di angkum dalam abel
be iku ini:
Tabel 1. Hasil Uji ASUMSI dan Uji Reg esi Model OLS
Va iable
Coe icien
S d. E o
-S a is ic
P ob.
C
-14.64620
1255634.
-0.179388
0.8598
Penganggu an
3.577.808
0.403582
1.225.816
0.2646
IPM
40273.31
1.696.425
2.109.028
0.5842
Pe umbuhan
0,494717
29168.37
13.807.719
0.9246
R-squa e
0.175490
Du bin-Wa on S a
0.692097
F-S a is ic
2.418.940
P ob (F-S a is ic)
0.101762
No mali as
P ob. (Ja que-Be a)
3.052.319
Au okole asi
P ob. (B eusch-God ey SC LM Tes
0.3691
He e oskedas isi as
P ob. (Glesje Tes )
0.5813
Mul ikolinie i as
Cen e eds Va iance In la ion Fac o
1.018051
Sumbe : E iews 12 (2025)
Uji Hipo esis
a) Uji Simul an
Seca a simul an a iabel penganggu an, indeks pembangunan manusia, dan pe umbuhan idak
be pena uh seca a signi ikan e hadap kemiskinan di P o insi Suma e a U a a dengan p ob. sebesa
0,8598 > 0,005, maka H0 di e ima.
b) Uji Pa sial
1) Ada penga uh posi i dan signi ikan a iabel penganggu an e hadap kemiskinan di P o insi Suma e a
U a a dengan nilai p ob. 0,2646 > 0, 05, maka H0 di e ima.
2) Ada penga uh posi i dan signi ikan a iabel IPM e hadap kemiskinan di P o insi Suma e a U a a
dengan nilai p ob. 0,5842 > 0, 05, maka H0 di e ima.
3) Ada penga uh posi i dan signi ikan a iabel pe umbuhan e hadap kemiskinan di P o insi Suma e a
U a a dengan nilai p ob. 0,9246 > 0, 05, maka H0 di e ima.
c) Koe isien De e minasi
Be dasa kan Tabel 1 di a as, dike ahui nilai R-Squa e sebesa 0,1754, a inya ada sebanyak 17,54%
kon ibusi a iabel jumlah penduduk miskin bisa dijelaskan melalui a iabel pengangu an, IPM, dan
pe umnbuhan. Sedangkan sisanya 82,46% dipenga uhi oleh a iabel yang idak di eli i.
d) Pembahasan Model Analisis
Adapun pe samaan eg esi yang dihasilkan da i model peneli ian ini adalah sebagai be iku :
L(Y) = -1464620C + 3.577.808X1 + 4.0273.31X2 + 0.494717X3
Be dasa kan koe isien di a as, maka dapa dijelaskan bahwa:
a) Kons an a sebesa -14.64620 menunjukkan bahwa jika a iabel bebas sepe i penganggu an, IPM, dan
pe umbuhan Adalah kons an, maka jumlah penduduk miskin di P o insi Suma e a U a a sebesa 14,
64620 pe sen.
b) Se iap kenaikan penganggu an sebesa 1 pe sen, maka akan meningka kan jumlah penduduk miskin di
P o insi Suma e a U a a sebesa 3,577 pe sen, maka dengan asumsi ce e is pa ibus.
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Depina B Tumangge / Penga uh Tingka Penganggu an,
c) Se iap kenaikan IPM sebesa 1 pe sen, maka akan meningka kan jumlah penduduk miskin di P o insi
Suma e a U a a sebesa 4,027 pe sen, maka dengan asumsi ce e is pa ibus.
d) Se iap kenaikan pe umbuhan sebesa 1 pe sen, maka akan meningka kan jumlah penduduk miskin di
P o insi Suma e a U a a sebesa 0,494 pe sen, maka dengan asumsi ce e is pa ibus.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Va iabel penganggu an e hadap a iabel kemiskinan di P o insi Suma e a U a a
Hasil peneli ian menunjukkan bahwa a iabel penganggu an memiliki koe isien posi i sebesa
3,577 dengan nilai p obabili as 0,2646 (> 0,05). A inya, penganggu an be penga uh posi i e api idak
signi ikan e hadap ingka kemiskinan di P o insi Suma e a U a a. Seca a eo i, hasil ini sejalan dengan
pandangan ekonomi mak o yang menyebu kan bahwa meningka nya jumlah penganggu an dapa
menu unkan pendapa an masya aka dan pada akhi nya mendo ong naiknya angka kemiskinan. Namun,
ka ena penga uhnya idak signi ikan, dapa disimpulkan bahwa penganggu an bukan sa u-sa unya ak o
yang menen ukan ingka kemiskinan di wilayah ini. Fak o lain sepe i besa nya sek o ke ja in o mal,
adanya ban uan sosial peme in ah, se a ak i i as ekonomi di sek o pe anian dan pe dagangan
kemungkinan iku menekan dampak langsung penganggu an e hadap kemiskinan.
Peneli ian ini sejalan dengan emuan Si ega dan Wa dhani (2020) dalam Ju nal Kajian Ekonomi
dan Pembangunan yang menya akan bahwa penganggu an memiliki penga uh posi i e hadap kemiskinan
di bebe apa p o insi di Indonesia, namun ingka signi ikansinya be beda an a wilayah ka ena pe bedaan
s uk u ekonomi. Demikian juga peneli ian Ramadhani dan Gin ing (2022) pada Ju nal Ekonomi Regional
Suma e a U a a yang menemukan bahwa penganggu an meningka kan kemiskinan, namun penga uhnya
dapa melemah akiba besa nya pe an sek o in o mal yang mampu menye ap enaga ke ja semen a a.
Penga uh Indeks Pembangunan Manusia e hadap Kemiskinan di P o insi Suma e a U a a
Va iabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki koe isien posi i sebesa 4,027 dengan nilai
p obabili as 0,5842 (> 0,05), yang be a i e dapa penga uh posi i e api idak signi ikan e hadap ingka
kemiskinan. Seca a eo i is, peningka an IPM—yang mencakup aspek pendidikan, keseha an, dan s anda
hidup—seha usnya dapa menu unkan angka kemiskinan. Namun, hasil peneli ian yang menunjukkan
hubungan posi i namun idak signi ikan ini mengindikasikan bahwa peningka an IPM di P o insi Suma e a
U a a belum sepenuhnya me a a di asakan oleh selu uh lapisan masya aka . Dengan ka a lain, kenaikan
a a- a a IPM belum cukup e ek i dalam memban u kelompok masya aka be pendapa an endah kelua
da i kondisi kemiskinan.
Hasil ini didukung oleh peneli ian El ie a dan I awan (2020) dalam Ju nal Pe spek i Ekonomi
Pembangunan, yang menemukan bahwa meskipun IPM be penga uh nega i e hadap kemiskinan di
Indonesia, penga uh e sebu idak signi ikan di bebe apa p o insi dengan dis ibusi pembangunan
manusia yang idak me a a. Peneli ian Simanjun ak dan Nainggolan (2021) dalam Ju nal Pembangunan
Dae ah juga menya akan bahwa peningka an IPM belum sepenuhnya be dampak pada penu unan
kemiskinan ka ena kuali as pendidikan dan akses e hadap peke jaan p oduk i masih endah.
Penga uh Pe umbuhan Ekonomi e hadap Kemiskinan di P o insi Suma e a U a a
Hasil analisis menunjukkan bahwa a iabel pe umbuhan ekonomi memiliki koe isien posi i
sebesa 0,494 dengan nilai p obabili as 0,9246 (> 0,05). A inya, pe umbuhan ekonomi be penga uh
posi i namun idak signi ikan e hadap ingka kemiskinan di P o insi Suma e a U a a. Temuan ini
menggamba kan bahwa pe umbuhan ekonomi di dae ah e sebu belum be si a inklusi , a au belum
sepenuhnya di asakan man aa nya oleh masya aka be penghasilan endah. Kemungkinan besa ,
pe umbuhan yang e jadi lebih banyak be asal da i sek o -sek o pada modal dibandingkan pada ka ya,
sehingga belum mampu mencip akan cukup banyak lapangan ke ja ba u un uk menekan angka kemiskinan.
Peneli ian ini didukung oleh Lubis dan Sihombing (2019) dalam Ju nal Ekonomi dan Kebijakan
Pembangunan yang menjelaskan bahwa pe umbuhan ekonomi di Suma e a U a a belum sepenuhnya
menekan angka kemiskinan ka ena masih e pusa di wilayah pe ko aan. Semen a a i u, peneli ian Pu i
dan Fauzi (2022) dalam Ju nal Ekonomi Pembangunan Indonesia menya akan bahwa pe umbuhan
ekonomi hanya e ek i menu unkan kemiskinan jika dise ai peme a aan pendapa an dan peningka an
kuali as enaga ke ja.
Penga uh Penganggu an, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pe umbuhan Ekonomi e hadap
Kemiskinan di P o insi Suma e a U a a
Seca a keselu uhan, hasil peneli ian menunjukkan bahwa a iabel penganggu an, indeks
pembangunan manusia, dan pe umbuhan ekonomi idak memiliki penga uh yang signi ikan e hadap
ingka kemiskinan di P o insi Suma e a U a a, dengan nilai p obabili as F sebesa 0,8598 (> 0,05). Nilai
koe isien de e minasi (R²) sebesa 0,1754 menunjukkan bahwa ke iga a iabel e sebu hanya mampu
menjelaskan seki a 17,54% a iasi ingka kemiskinan. Semen a a i u, sisanya sebesa 82,46% dipenga uhi
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 207-214
Socius E-ISSN: 3025-6704
oleh ak o lain di lua model, sepe i ke impangan pendapa an, in lasi, ingka pendidikan, ke e sediaan
in as uk u , se a e ek i i as be bagai p og am sosial yang dijalankan peme in ah.
Hasil ini sejalan dengan peneli ian Husna dan Sya izal (2021) dalam Ju nal Ekonomi Pembangunan
Regional, yang menya akan bahwa ak o ekonomi mak o sepe i pe umbuhan ekonomi, IPM, dan
penganggu an idak selalu be penga uh signi ikan e hadap kemiskinan di dae ah ka ena adanya penga uh
kua da i a iabel sosial dan s uk u al. Demikian juga, Nasu ion (2020) dalam Ju nal Ilmiah Ekonomi dan
Pembangunan menegaskan bahwa ak o peme a aan pendapa an dan akses e hadap sumbe daya
ekonomi memiliki penga uh lebih besa e hadap kemiskinan dibandingkan hanya mengandalkan
pe umbuhan ekonomi sema a.
Seca a keselu uhan, hasil peneli ian ini menunjukkan bahwa penganggu an, indeks pembangunan
manusia, dan pe umbuhan ekonomi memiliki a ah hubungan posi i e hadap kemiskinan di P o insi
Suma e a U a a, namun idak signi ikan seca a s a is ik. Hal ini menandakan bahwa ak o - ak o e sebu
belum mampu menjelaskan seca a kua a iasi kemiskinan di dae ah e sebu . Dukungan da i be bagai
peneli ian e dahulu mempe liha kan bahwa penga uh a iabel- a iabel e sebu sanga be gan ung pada
peme a aan pembangunan, kuali as sumbe daya manusia, dan kebijakan peme in ah dalam mendo ong
pe umbuhan yang inklusi .
SIMPULAN
1. Tingka penganggu an be penga uh posi i namun idak signi ikan e hadap kemiskinan di P o insi
Suma e a U a a.
2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) be penga uh posi i namun idak signi ikan e hadap kemiskinan.
3. Pe umbuhan ekonomi be penga uh posi i namun idak signi ikan e hadap kemiskinan.
4. Seca a simul an, penganggu an, IPM, dan pe umbuhan ekonomi idak be penga uh signi ikan e hadap
kemiskinan.
5. Va iabel peneli ian hanya menjelaskan 17,54% pe ubahan ingka kemiskinan, sisanya dipenga uhi
ak o lain di lua model.
SARAN
1. Peme in ah dae ah pe lu mempe luas lapangan ke ja dan mempe kua sek o p oduk i un uk
mengu angi penganggu an.
2. Peme a aan pembangunan manusia ha us di ingka kan, e u ama di bidang pendidikan dan keseha an
di wilayah pedesaan.
3. Pe umbuhan ekonomi pe lu dia ahkan aga lebih inklusi dan dapa di asakan oleh selu uh lapisan
masya aka .
4. Peneli ian selanju nya disa ankan menambahkan a iabel lain sepe i in lasi, ke impangan pendapa an,
dan kebijakan sosial un uk hasil yang lebih komp ehensi .
5. Kolabo asi an a a peme in ah, dunia usaha, dan masya aka pe lu dipe kua aga p og am pengen asan
kemiskinan be jalan lebih e ek i .
REFERENSI
El ie a, C. D., & I awan, D. (2020). Penga uh Indeks Pembangunan Manusia dan PDRB e hadap Kemiskinan
di P o insi Suma e a U a a. Ju nal Pe spek i Ekonomi Pembangunan, 8(2), 33–42.
Husna, L., & Sya izal, M. (2021). Analisis Fak o -Fak o yang Mempenga uhi Kemiskinan di Suma e a
Bagian U a a. Ju nal Ekonomi Pembangunan Regional, 9(2), 88–97.
Lubis, F., & Sihombing, R. (2019). Pe umbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di P o insi Suma e a U a a. Ju nal
Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 12(3), 189–198.
Nasu ion, A. (2020). De e minasi Kemiskinan di Indonesia: Pendeka an Mak oekonomi. Ju nal Ilmiah
Ekonomi dan Pembangunan, 6(3), 211–223.
Pu i, A., & Fauzi, R. (2022). Pe umbuhan Ekonomi Inklusi dan Penga uhnya e hadap Kemiskinan di
Indonesia. Ju nal Ekonomi Pembangunan Indonesia, 5(1), 55–65.
Ramadhani, I., & Gin ing, S. (2022). Dampak Penganggu an e hadap Kemiskinan di P o insi Suma e a
U a a. Ju nal Ekonomi Regional Suma e a U a a, 5(2), 67–78.
Simanjun ak, T., & Nainggolan, M. (2021). Ke e kai an IPM dan Kemiskinan di Suma e a U a a. Ju nal
Pembangunan Dae ah, 10(1), 22–31.
Si ega , A., & Wa dhani, P. (2020). Analisis Penga uh Penganggu an e hadap Kemiskinan di Indonesia.
Ju nal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 21(3), 145–158.