Implementation of Learning-Based Counseling Services In Grade Xi To Improve Learning Interest At MA YPPA Cipulus
Full text
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Layanan Konseling (Irfan, et., al) | 101-104 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 3, September 2025, P. 101-104 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17292059 Penerapan Layanan Konseling Berbasis Pembelajaran di Kelas XI Untuk Meningkatkan Minat Belajar di Ma YPPA Cipulus Implementation of Learning-Based Counseling Services In Grade Xi To Improve Learning Interest At MA YPPA Cipulus Irfan Alif Wibisono, TB Abdul Hamid 12Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, STAI Dr.Kh.Ez Muttaqien, Purwakarta, Indonesia *E-mail: [email protected], emailpatab[email protected]m Abstract This classroom action research aimed to improve students’ learning interest through the implementation of learning-based counseling services in Grade XI at MA YPPA Cipulus. The study was motivated by students’ low motivation and participation in classroom activities, which negatively affected their academic performance. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects were 30 Grade XI students. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative and simple quantitative techniques. The results revealed a significant improvement in students’ learning interest after the implementation of learning-based counseling services. Students became more active, enthusiastic, and responsible during the learning process. Questionnaire data indicated an average increase of more than 30% in learning interest compared to the initial condition. These findings demonstrate that learning-based counseling services effectively create a positive, interactive learning environment and foster students’ intrinsic motivation. Therefore, this approach can serve as an alternative strategy to enhance learning interest within Islamic senior high schools. Keywords: learning-based counseling services; learning interest; classroom action research; learning motivation; madrasah aliyah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran di kelas XI MA YPPA Cipulus. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya motivasi dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar, yang berdampak pada hasil akademik yang kurang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap minat belajar siswa setelah diterapkannya layanan konseling berbasis pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan bertanggung jawab dalam mengikuti kegiatan belajar. Berdasarkan hasil angket, terjadi peningkatan rata-rata minat belajar sebesar lebih dari 30% dari kondisi awal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang positif, interaktif, serta mendukung perkembangan motivasi intrinsik siswa. Dengan demikian, strategi ini dapat dijadikan alternatif dalam upaya meningkatkan minat belajar di lingkungan madrasah. Kata Kunci: layanan konseling berbasis pembelajaran; minat belajar; penelitian tindakan kelas; motivasi belajar; madrasah aliyah. Article Info Received date: 25 September 2025 Revised date: 27 September 2025 Accepted date: 04 Oktober 2025 PENDAHULUAN Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan minat belajar peserta didik. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan motivasi intrinsik siswa agar aktif dalam proses pembelajaran. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak peserta didik yang menunjukkan minat belajar rendah, khususnya di tingkat Madrasah Aliyah (MA), yang berdampak pada hasil belajar dan keterlibatan mereka di kelas.
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Layanan Konseling (Irfan, et., al) | 101-104 Fenomena rendahnya minat belajar siswa sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi motivasi, kepercayaan diri, dan kesiapan belajar, sedangkan faktor eksternal dapat berupa metode pembelajaran, lingkungan sekolah, serta hubungan interpersonal antara guru dan siswa. Di MA YPPA Cipulus, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas XI cenderung kurang antusias dalam mengikuti kegiatan belajar, mudah bosan, serta memiliki tingkat partisipasi yang rendah selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif untuk membantu siswa meningkatkan minat belajarnya. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah layanan konseling berbasis pembelajaran. Pendekatan ini merupakan integrasi antara kegiatan konseling dengan proses pembelajaran di kelas, di mana guru berperan sebagai fasilitator sekaligus konselor yang membantu siswa memahami potensi diri, mengatasi hambatan belajar, serta menumbuhkan sikap positif terhadap kegiatan belajar. Melalui layanan konseling berbasis pembelajaran, interaksi antara guru dan siswa tidak hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga pada pengembangan motivasi, disiplin, dan tanggung jawab belajar. Penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa kelas XI MA YPPA Cipulus untuk lebih memahami tujuan belajar mereka, membangun kepercayaan diri dalam proses akademik, serta menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Dengan demikian, kegiatan belajar tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebagai proses pengembangan diri yang menyenangkan dan bermakna. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai upaya sistematis dan reflektif untuk memperbaiki proses pembelajaran melalui penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran empiris mengenai efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan minat belajar siswa serta menjadi referensi bagi guru bimbingan dan konseling maupun guru mata pelajaran dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran. Metode ini dipilih karena memberikan ruang bagi guru untuk melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran sekaligus menerapkan tindakan yang dapat memecahkan masalah rendahnya minat belajar siswa secara langsung di dalam kelas. Penelitian dilakukan di MA YPPA Cipulus pada siswa kelas XI semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa dengan karakteristik yang beragam dalam hal motivasi dan partisipasi belajar. Pemilihan kelas XI dilakukan karena pada jenjang ini siswa sedang berada pada masa transisi menuju kedewasaan, sehingga cenderung mengalami fluktuasi minat belajar yang memengaruhi hasil akademiknya. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan rancangan penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran yang diintegrasikan dengan kegiatan kelas. Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menerapkan kegiatan konseling kelompok, refleksi diri, dan pembelajaran interaktif untuk menumbuhkan motivasi serta kesadaran belajar siswa. Observasi dilakukan untuk mencatat perubahan perilaku, keaktifan, dan minat siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya, hasil observasi dianalisis dan direfleksikan guna menentukan langkah perbaikan pada siklus berikutnya. Data diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan memadukan data kualitatif dan kuantitatif sederhana. Keberhasilan tindakan ditandai dengan meningkatnya minat belajar siswa, yang tercermin dari peningkatan skor angket dan partisipasi aktif dalam kegiatan belajar di kelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, dengan fokus pada peningkatan minat belajar siswa melalui penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran. Sebelum tindakan diberikan, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI kurang menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan belajar. Mereka cenderung pasif, jarang mengajukan pertanyaan, serta kurang terlibat dalam diskusi kelas. Hasil angket awal juga memperlihatkan bahwa
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Layanan Konseling (Irfan, et., al) | 101-104 hanya sebagian kecil siswa yang memiliki motivasi intrinsik tinggi terhadap pelajaran. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah rendahnya rasa percaya diri, kebosanan terhadap metode belajar yang monoton, serta kurangnya perhatian terhadap aspek emosional siswa dalam proses pembelajaran. Pada siklus I, peneliti mulai menerapkan layanan konseling berbasis pembelajaran dengan pendekatan konseling kelompok dan refleksi diri di dalam kegiatan belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa mengenali potensi diri, kesulitan belajar, serta tujuan akademik mereka. Hasil observasi menunjukkan adanya perubahan positif pada sebagian siswa, terutama dalam hal keterlibatan mereka dalam aktivitas kelas. Meskipun peningkatan belum merata, siswa mulai menunjukkan keaktifan dalam bertanya dan berpendapat. Berdasarkan hasil angket, terjadi peningkatan rata-rata minat belajar sekitar 15% dibandingkan kondisi awal. Namun, masih terdapat siswa yang menunjukkan ketergantungan pada teman dan belum sepenuhnya percaya diri dalam mengemukakan pendapat. Refleksi dari siklus I menjadi dasar perbaikan pada siklus II. Pada tahap ini, peneliti memperkuat aspek motivasional melalui kegiatan pembelajaran yang lebih partisipatif, seperti diskusi kelompok, berbagi pengalaman belajar, dan pemberian umpan balik positif. Guru juga menekankan pentingnya tanggung jawab individu terhadap proses belajar. Hasil tindakan pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan. Siswa tampak lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran, mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok, serta menunjukkan keberanian dalam menyampaikan ide. Berdasarkan hasil angket, tingkat minat belajar meningkat hingga lebih dari 30% dari kondisi awal, yang berarti indikator keberhasilan tindakan telah tercapai. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa layanan konseling berbasis pembelajaran memiliki pengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa proses belajar bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari pengembangan diri. Selain itu, hubungan interpersonal antara guru dan siswa menjadi lebih terbuka dan komunikatif, sehingga menciptakan suasana kelas yang kondusif dan suportif. Temuan ini sejalan dengan teori konseling pendidikan yang menyatakan bahwa bimbingan psikologis yang terintegrasi dalam pembelajaran mampu meningkatkan motivasi, disiplin, serta tanggung jawab akademik peserta didik. Dengan demikian, penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran dapat direkomendasikan sebagai strategi efektif bagi guru dan konselor sekolah dalam menumbuhkan minat belajar serta memperbaiki kualitas pembelajaran di madrasah. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan selama dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan konseling berbasis pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas XI di MA YPPA Cipulus. Melalui kegiatan konseling yang terintegrasi dengan proses pembelajaran, siswa mendapatkan ruang untuk memahami potensi diri, mengatasi hambatan belajar, serta membangun motivasi intrinsik dalam mengikuti kegiatan akademik. Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih aktif, percaya diri, dan berpartisipasi secara positif dalam pembelajaran. Peningkatan minat belajar tampak dari perubahan perilaku siswa di kelas, seperti meningkatnya keaktifan dalam diskusi, kedisiplinan, serta tanggung jawab terhadap tugas-tugas belajar. Hasil angket dan observasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari kondisi awal hingga akhir penelitian, yang menandakan bahwa layanan konseling berbasis pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, strategi ini dapat dijadikan alternatif dalam upaya meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, sekaligus memperkuat peran guru sebagai pendidik dan konselor di lingkungan madrasah. REFERENSI Corey, G. (2016). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning. Djamarah, S. B., & Zain, A. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Hamalik, O. (2015). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Komalasari, K., Wahyuni, L., & Karsidi, R. (2019). Layanan bimbingan konseling berbasis pembelajaran sebagai upaya peningkatan motivasi belajar siswa. Jurnal Bimbingan Konseling dan Pendidikan, 7(2), 89–97. https://doi.org/10.21009/JBKP.072.05
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Layanan Konseling (Irfan, et., al) | 101-104 Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications. Mulyasa, E. (2019). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Remaja Rosdakarya. Prayitno, & Amti, E. (2018). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta. Slameto. (2017). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Uno, H. B. (2019). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Bumi Aksara.