scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR

Adelia; Tobroni; Liyana, Sunanto

Abstract

Penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang ditemui di SDN 3 Kertasura yaitu terdapat siswa kelas III yang mengalami motivasi belajar matematika rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan RME terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas III SDN 3 Kertasura Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data penelitian diperoleh dari uji t= 3,530 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,001 yang artinya nilai Sig. < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan pendekatan RME terhadap motivasi siswa kelas III SDN 3 Kertasura. Dengan demikian, terdapat peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas III SDN 3 Kertasura pada kelas eksperimen. This research is based on the problem encountered at SDN 3 Kertasura, namely that there are grade III students who experience low motivation to learn mathematics. This study aims to determine the effect of the application of the RME approach on the motivation of mathematics learning of grade III students of SDN 3 Kertasura, Kapetakan District, Cirebon Regency. The research design used in this study is Nonequivalent Control Group Design. This study uses the Realistic Mathematics Education (RME) approach. With a data collection technique in the form of a questionnaire. Based on the results of the analysis and discussion of the research data, obtained from the t= 3.530 test with a Sig. (2-tailed) value of 0.001 which means that the Sig. value < 0.05, then Ha was accepted and H0 was rejected. So, there is a significant influence on the application of the RME approach to the motivation of third grade students of SDN 3 Kertasura. Thus, there was an increase in the motivation to learn mathematics for third grade students of SDN 3 Kertasura in the experimental class.

Full text

Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif Volume 9 No 11, November 20254 ISSN: 24401851 11 PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Adelia1, Tobroni2, Liyana Sunanto3 [email protected], tobronihas[email protected]m2, [email protected] Universitas Darul Ma'arif ABSTRAK Penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang ditemui di SDN 3 Kertasura yaitu terdapat siswa kelas III yang mengalami motivasi belajar matematika rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan RME terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas III SDN 3 Kertasura Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data penelitian diperoleh dari uji t= 3,530 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,001 yang artinya nilai Sig. < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan pendekatan RME terhadap motivasi siswa kelas III SDN 3 Kertasura. Dengan demikian, terdapat peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas III SDN 3 Kertasura pada kelas eksperimen. Kata Kunci: Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), Motivasi Belajar. ABSTRACT This research is based on the problem encountered at SDN 3 Kertasura, namely that there are grade III students who experience low motivation to learn mathematics. This study aims to determine the effect of the application of the RME approach on the motivation of mathematics learning of grade III students of SDN 3 Kertasura, Kapetakan District, Cirebon Regency. The research design used in this study is Nonequivalent Control Group Design. This study uses the Realistic Mathematics Education (RME) approach. With a data collection technique in the form of a questionnaire. Based on the results of the analysis and discussion of the research data, obtained from the t= 3.530 test with a Sig. (2-tailed) value of 0.001 which means that the Sig. value < 0.05, then Ha was accepted and H0 was rejected. So, there is a significant influence on the application of the RME approach to the motivation of third grade students of SDN 3 Kertasura. Thus, there was an increase in the motivation to learn mathematics for third grade students of SDN 3 Kertasura in the experimental class. Keywords: Realistic Mathematics Education (RME) Approach, Learning Motivation. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan belajar yang berlangsung selama hidup dan berkaitan dengan lingkungan. Pendidikan tidak terbatas oleh waktu, karena pendidikan akan terus ada selama manusia dengan manusia lain saling mempengaruhi (Rasyidin, 2023). Pendidikan adalah proses yang direncanakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian seseorang atau sekelompok orang melalui pengajaran dan pelatihan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka (Wansurni et al., 2022). Dengan demikian, Pendidikan memaikan peran penting dalam meningkatkan kuaitas sumber daya manusia (SDM) untuk mempersiapkan generasi berikutnya. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Pendidikan diberbagai jenjang. Salah satu mata pelajaran yang menjadi fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah matematika (Hadi, 2018). Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang memainkan peran penting dalam pendidikan. Secara umum tujuan pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar adalah agar siswa dapat menggunakan matematika dengan baik dan menjadi mahir dalam menggunakannya 12 (Rodiat et al., 2022). Matematika adalah ilmu yang wajib dipelajari dari berbagai jenjang pendidikan, hal tersebut dikarenakan matematika sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu matematika harus dipelajari sejak tingkat sekolah dasar (Septiani et al., 2022). Dengan demikian, pemahaman matematika yang kuat sejak dini akan membantu siswa dalam mempelajari matematika di jenjang yang lebih tinggi. Siswa diharapkan menguasai ilmu matematika sebelum melanjutkan kejenjang berfikir yang lebih tinggi. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu matematika. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya ialah motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran matematika. Karena pada dasarnya motivasi adalah upaya sadar untuk mengubah, mengarahkan dan mempertahakan perilaku seseorang untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu (Azmi et al., 2023). Dengan demikian, motivasi sangat penting bagi siswa, dikarenakan siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih aktif dan tekun dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu matematika. Sebaliknya, siswa yang memiliki motivasi belajar rendah akan mengalami kesulitan dalam memahami ilmu matematika dan cenderung malas untuk belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III yang dilakukan pada 2 November 2024 di SD Negeri 3 Kertasura, mengatakan terdapat 70% siswa yang motivasi belajar matematika rendah dan menganggap pembelajaran matematika sulit dan membosankan. Dari motivasi belajar yang rendah akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa. Berdasarkan pernyataan yang diperoleh dari guru kelas III terdapat 17 dari 27 siswa yang hasil nilai matematika masih dibawah KKM. Kurangnya variasi metode pengajaran serta pembelajaran yang masih menggunakan model konvensional dalam meyampaikan materi menjadi salah satu penyebab dari motivasi belajar matematika rendah. Motivasi menjadi dasar bagi siswa dalam mencapai suatu kompetensi keberhasilan belajar siswa, oleh karena itu pentingnya motivasi pada proses belajar (Yogi et al., 2024). Dengan demikian, perlu adanya pendekatan yang dapat mengatasi hal tersebut, salah satunya penerapan pendekatan RME. Dengan menggunakan pendekatan RME diharapkan siswa tidak hanya memahami ilmu matematika lebih baik akan tetapi merasa lebih termotivasi untuk belajar melalui pengalaman yang relevan dan menyenangkan. Melalui pendekatan RME diharapkan siswa dapat menemukan kembali ide atau algoritma matematika melalui pembelajaran yang dirancang (Elwijaya et al., 2021). Pendekatan Realistc Mathematics Education (RME) merupakan pembelajaran yang menekankan pada kebermaknaan konsep matematika. Pendekatan yang bertitik tolakan atau menekankan pada situasi nyata dan pengalaman siswa. Pendekatan ini mengajak siswa untuk membentuk pengetahuan sendiri sesuai dengan pengalaman yang pernah siswa dapati (Nurhandayani et al., 2021). Pendekatan RME merupakan cara belajar matematika yang didasarkan pada teori Frudenthal yang menempatkan matematika sebagai proses yang disebut penemuan terbimbing Wijaya (dalam Ediyanto et al., 2020). Dengan demikian, pendekatan RME merupakan mendekatan pembelajaran yang menekankan kebermaknaan situasi nyata kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan RME cocok digunakan untuk mengatasi motivasi belajar matematika. Seperti hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh oleh Munawwara (2022) RME mampu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. RME memiliki pengaruh besar terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN 030 Impres Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Sejalan dengan itu penelitian yang dilakukan oleh Syahriza (2023) Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar matematika siswa di kelas IV SDN Bentong. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III Sekolah Dasar. Dengan mengaitkan matematika 13 dalam kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk lebih bersemangat pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, penerapan pendekatan RME diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran siswa sekolah dasar. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang “Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III Sekolah Dasar”. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Dengan menggunakan metode eksperimen diharapkan dapat menjelaskan Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN 3 Kertasura Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Bentuk desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan jenis Nonequivalent Control Group Design, dalam desain ini dipilih salah satu kelompok. Selanjutnya dari satu kelompok tersebut yang setengah diberi perlakuan (eksperimen) dan yang setengah tidak (kontrol) (Sugiyono, 2019). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi SDN 3 Kertasura Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, dengan jumlah seluruhnya yaitu sebanyak 308 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua kelas yaitu, kelas III A dan kelas III B SDN 3 Kertasura Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, yang dimana kelas III A berjumlah 26 siswa dan kelas III B berjumlah 24 siswa, dengan demikian jumlah keseluruhan terdapat 50 siswa. Kemudian dari kedua kelas tersebut dibagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen, kelas kontrol yang akan diterapkan di kelas III A dan kelas eksperimen yang akan diterapkan di kelas III B. Analisis dilakukan pada hasil angket awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Kemudian diuji normalitas dan homogenitas. Setelah data berdistribusi normal dan bersifat homogen maka dapat melakukan uji hipotesis dengan uji t. Uji t digunakan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan RME terhadap motivasi belajar matematika yang diterapkan di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dalam penelitian berupa angket motivasi belajar matematika yang dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diterapkan pendekatan RME. a. Uji Normalitas Tabel 1 Uji Normalitas Motivasi Belajar Tests of Normality Motivasi Belajar Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. Eksperimen 0,123 24 0,200* 0,926 24 0,079 Kontrol 0,100 26 0,075 0,967 26 0,556 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan tabel 1 diperoleh nilai signifikansi kelas eksperimen 0,200 dan kelas kontrol 0,075. Kedua kelas tersebut menunjukan nilai Sig. > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal. 14 b. Uji Homogenitas Tabel 2 Uji Homogenitas Motivasi Belajar Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic df1 df2 Sig. Motivasi Belajar Based on Mean 3,942 1 48 0,063 Based on Median 3,802 1 48 0,057 Based on Median and with adjusted df 3,802 1 42,552 0,058 Based on trimmed mean 3,907 1 48 0,054 Berdasarkan tabel 2 uji homogenitas diketahui angka Levene Statistic adalah 3,942 sedangkan Sig. adalah 0,063 dengan Sig. > dari α (0,05). Terlihat dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa uji homogenitas motivasi belajar memiliki angka Sig. > 0,05 maka data dinyatakan homogen. c. Uji Hipotesis Tabel 3 Uji t-test Motivasi Belajar Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Nilai Eksperimen 24 67,58 5,429 1,108 Kontrol 26 61,04 7,432 1,458 Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa pada tabel 3 pada kelas eksperimen dengan jumlah responden 24 siswa memiliki mean (rata-rata) 67,58. Sedangkan pada kelas kontrol memiliki mean (rata-rata) 61,04 dengan responden 26 siswa. Tabel 4 Uji Hipotesis Motivasi Belajar Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2tailed) Mean Differ ence Std. Error Differ ence 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Motivasi Belajar Equal variances assumed 3,813 0,067 3,530 48 0,001 6,545 1,854 2,817 10,272 Equal variances not assumed 3,575 45,668 0,001 6,545 1,831 2,859 10,231 Berdasarkan tabel 4 uji t-test motivasi belajar siswa pengujian homogenitas menggunakan uji Levene’s dihasilkan nilai F sebesar 3,813 dengan Sig. 0,067. Diketahui Sig. > α (0,05) maka varians homogen. Dari tabel terlihat bahwa nilai t= 3,530 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,001 yang artinya nilai Sig. < α (0,05), maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan pendekatan pembelajaran RME terhadap motivasi belajar siswa pelajaran matematika kelas III antara kelas eksprimen dan kelas kontrol. Pembahasan Setelah dilakukan kegiatan belajar mengajar dengan menerapka pendekakatan RME pada kelas eksperimen, terlihat bahwa motivasi belajar kedua kelas tersebut sangat berpengaruh. Pembelajaran menggunakan pendekatan RME membuat siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Pada kelas eskperimen yang diterapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME yang dalam pembelajarannya dapat memberikan pengaruh positif terhadap siswa. Melalui pendekatan RME dalam pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Berdasarkan penyajian dan analisis data nilai rata-rata (mean) motivasi belajar kelas eksperimen 67,58, sedangkan pada kelas kontrol adalah 61,04. Sehingga dapat disimpulkan 15 bahwa nilai rata-rata (mean) angket kelas eksperimen lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata (mean) kelas kontrol. Hasil uji t-test di SDN 3 Kertasura yang menggunakan pendekatan RME menunjukan hasil yang signifikan, nilai Sig. (2-tailed) pada uji t-test adalah 0,001. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan 0,001 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunakan pendekatan RME terhadap motivasi belajar siswa kelas III antara kelas eskperimen dan kelas kontrol. Penyebab adanya pengaruh pendekatan RME terhadap motivasi belajar siswa SDN 3 Kertasura dikarenakan pembelajaran yang dapat menggairahkan siswa, dalam pembelajaran guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan, mengarahkan perilaku siswa dan memberikan respon kepada semua siswa baik terlibat aktif maupun tidak terlibat dalam pembelajaran, dengan begitu semua siswa tidak merasa dibeda-bedakan sehingga timbul motivasi pada diri siswa. Pembelajaran dengan penerapan pendekatan RME juga dapat meningkatkan kolaborasi antar siswa yang aktif dan siswa yang pasif sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Selain pembelajaran yang aktif, faktor lain yang menyebabkan pendekatan RME berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa karena pendekatan RME mampu membangkitkan semangat siswa. Pada kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran pendekatan RME memiliki motivasi belajar yang tinggi sehingga menimbulkan minat belajar pada diri siswa, dengan adanya minat belajar siswa akan lebih semangat untuk belajar. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Maf’ula et al., (2022) Pembelajaran dengan penerapan pendekatan RME dapat memberikan dorongan baik dari dalam maupun luar diri siswa untuk belajar matematika, karena pembelajaran menggunakan masalah kontekstual dapat memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan sendiri apa yang mereka ketahui. Menurut Rodiat et al., (2022) siswa memiliki kemungkinan lebih besar untuk berhasil atau berprestasi jika mereka memiliki motivasi yang kuat untuk belajar. Hal ini karena motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha, arah untuk belajar dan pendorong untuk mencapai hasil belajar mereka. Sedangkan menurut Motivasi untuk belajar matematika juga penting. Pada dasarnya motivasi adalah upaya sadar untuk mengubah, mengarahkan dan mempertahankan perilaku seseorang untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu (Azmi et al., 2023). Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan uraian dan hasil analisis data penelitian diatas, maka dapat dinyatakan bahwa implikasi pendekatan RME terhadap motivasi belajar siswa secara efektif dapat berpengaruh pada motivasi belajar siswa kelas III SDN 3 Kertasura. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tentang Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Eucation (RME) Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III Sekolah Dasar di SDN 3 Kertasura Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Pada uji t diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,001, yang artinya nilai Sig. < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan pendekatan RME terhadap motivasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada siswa kelas III SDN 3 Kertasura. DAFTAR PUSTAKA Azmi, C., Firman, & Desyandri. (2023). Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematic Education Terhadap Hasil Dan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(2), 2855–2864. https://doi.org/10.36989/didaktik.v8i2.611 Ediyanto, E., Gistituati, N., Fitria, Y., & Zikri, A. (2020). Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Materi Matematika Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(1), 203–209. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i1.325 16 Elwijaya, F., Harun, M., & Helsa, Y. (2021). Implementassi Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 741–748. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.796 Hadi, S. (2018). Pendidikan Matematika Realistik: Teori, Pengembangan, dan Implementasinya (Edisi Revi). PT Rajagrafindo Persada. Maf’ula, L., Nasrullah, & Aivi, N. (2022). Pinisi Journal PGSD. Pinisi Journal PGSD, 2(1), 196–203. Nurhandayani, N., Hadi Saputra, H., & Kunci, K. (2021). Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SDN Gugus II Madapangga 2020/2021 The Effect Of Realistic Mathematics Approach On Motivation and Mathematics Learning Outcomes For 4 th Grade Student Of Eleme. Agustus 2021, 1(3), 166–174. https://prospek.unram.ac.id/index.php/renjana/article/view/112/95 Rodiat, Y., Handayani, H., & Nurdiansyah, N. (2022). Pengaruh Model Realistic Mathematics Education (RME) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika pada Materi Keliling dan Luas Persegi Panjang. Sebelas April Elementary Education (SAEE), 1(3), 57–65. Septiani, D., Rahayu, G. D. S., & Hendriana, H. (2022). Pembelajaran dengan Menggunakan Pendekatan Realistic Mathematic Education untuk Mengukur Pemahaman Konsep Matematika tentang Bangun Datar pada Siswa Sekolah Dasar Kelas IV. Journal of Elementary Education, 05(01), 126–138. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/collase/article/viewFile/5764/2971 Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Pertama). Alfabeta, cv. Waini Rasyidin, D. (2023). LANDASAN PENDIDIKAN. UPI Press. https://books.google.co.id/books?id=kmOqEAAAQBAJ Wansurni, D., Syamsuddin, N., & Susanti, S. (2022). Pemahaman Konsep Matematis Siswa Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education SMP. Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika, 5(2), 57. https://doi.org/10.29300/equation.v5i2.7356 Yogi Fernando, Popi Andriani, & Hidayani Syam. (2024). Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(3), 61–68. https://doi.org/10.59246/alfihris.v2i3.843.