Penguatan Peran Suami Melalui Sikap dan Niat Dalam Upaya Meningkatkan Kesediaan Suami Sebagai Akseptor KB Vasektomi
Full text
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 Penguatan Peran Suami (Rahmawati, et., al.) | 44-49 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 6, September 2025, Halaman 44-49 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17255313 Penguatan Peran Suami Melalui Sikap dan Niat Dalam Upaya Meningkatkan Kesediaan Suami Sebagai Akseptor KB Vasektomi Dechoni Rahmawati1, Rahma Kurnia Novitasari2, Wahyu Kurniawati3, Sujono Riyadi4 1Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Telp.(02744342000), Email: decho[email protected] 2 Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Jalan Colombo No 1, Yogyakarta 55281, Telp. (0274) 550843, Email: [email protected] 3Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta, Jl. PGRI I No. 117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta , Email: wah[email protected].id 4Fakultas Keperawatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Telp.(02744342000), Email: [email protected] Abstrak Kecamatan Sanden merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Bantul. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, cakupan keikutsertaan suami sebagai akseptor KB MOP di Kecamatan tersebut rendah. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program penting dalam upaya mengendalikan pertumbuhan populasi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Di antara metode kontrasepsi yang tersedia, MOP telah menjadi pilihan yang populer bagi pria yang telah memutuskan untuk mengakhiri kemampuan reproduksi mereka. MOP adalah prosedur bedah minor yang menghentikan aliran sperma dari testis ke saluran reproduksi pria. Meskipun prosedur ini dianggap sebagai metode KB yang efektif, masih ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan dan penggunaan MOP diberbagai komunitas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk mengaplikasikan promosi Kesehatan kaitannya dalam upaya meningkatkan keikutsertaan suami sebagai akseptor MOP melalui faktor dukungan sosial, sikap, dan niat suami yang mempengaruhi keputusan suami sebagai akseptor MOP sebagai metode kontrasepsi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil luaran dari pengabdian ini berupa artikel publikasi hasil pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta. Berdasarkan hasil pretest didapatkan rata-rata nilai pretest dari peserta adalah 68 sedangkan setelah dilakukan pemberian materi dan demonstrasi pijat bayi, nilai posttest pada peserta meningkat yaitu 82. Kata Kunci: Peran Suami, Sikap dan Niat, Akseptor, KB Vasektomi Abstract Sanden subdistrict is one of the subdistricts in Bantul Regency. Based on the preliminary study that has been conducted, the participation coverage of husbands as MOP contraceptive accepters in the District is low. Family Planning (FPA) is one of the important programs in efforts to control population growth as well as improve the well-being of families and communities. Among available contraceptive methods, MOP has been a popular choice for men who have decided to terminate their reproductive ability. MOP is a minor surgical procedure that stops the flow of sperm from the testicles to the male reproductive tract. Although this procedure is considered an effective method of birth control, there are still many factors influencing the acceptance rate and use of MOP in various communities. This dedication to the community aims to to apply Health promotion its links in an attempt to increase husbands’ participation as MOP accepters through social support factors, attitudes, and husbands’ intentions that influence a husband’s decision to accept MOP as a contraceptive method. The implementation of this activity was carried out in three stages namely preparation, implementation, and evaluation. The external result of this devotion is in the form of publication articles resulting from devotion to the public. This activity was followed by 15 participants. Based on the results of the pretest it was obtained that the average pretest score of the participants was 68 whereas after conducting the material administration and baby massage demonstration, the posttest score on the participants increased to 82. Keywords : Husband Role, Attitude and Intention, Acceptor, Vasectomy Contraception Article Info Received date: 20 Agustus 2025 Revised date: 25 Agustus 2025 Accepted date: 30 September 2025
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 Penguatan Peran Suami (Rahmawati, et., al.) | 44-49 PENDAHULUAN 1. Analisis Situasi Program Keluarga Berencana (KB) adalah suatu upaya yang dirancang oleh pemerintah untuk membantu pasangan suami istri dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak. Program KB juga memiliki tujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Per semester satu tahun 2024 jumlah penduduk Indonesia mencapai 282.477.584 jiwa dengan kepadatan 143.73 jiwa per kilometer persegi (Kemendagri, 2024). Data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjadikan Indonesia berada di posisi ke empat dengan jumlah penduduk terbanyak setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Di Indonesia, program KB telah menjadi prioritas nasional sejak tahun 1970-an untuk menurunkan angka kelahiran secara signifikan. Walaupun demikian partisipasi aktif keluarga, khususnya keterlibatan pria sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, masih menjadi tantangan. Partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi, terutama melalui metode permanen seperti vasektomi atau MOP (Metode Operasi Pria), masih sangat rendah 2. Tempat dan Permasalahan Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sanden merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Bantul. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, cakupan keikutsertaan suami sebagai akseptor KB vasektomi di Kecamatan tersebut rendah. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program penting dalam upaya mengendalikan pertumbuhan populasi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Di antara metode kontrasepsi yang tersedia, vasektomi telah menjadi pilihan yang populer bagi pria yang telah memutuskan untuk mengakhiri kemampuan reproduksi mereka. MOP adalah prosedur bedah minor yang menghentikan aliran sperma dari testis ke saluran reproduksi pria. Meskipun prosedur ini telah dianggap sebagai metode KB yang efektif, masih ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan dan penggunaan MOP. Berbekal pemahaman tentangnya pentingnya KB MOP tersebut diharapkan para suami di wilayah kerja Puskesmas Sanden dapat meningkatkan keikutsertaannya sebagai akseptor MOP. Oleh karena itu saya tertarik melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan mengambil tema tersebut di wilayah kerja Puskesmas Sanden. 3. Tujuan dan Sasaran Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan promosi Kesehatan kaitannya dalam upaya meningkatkan keikutsertaan suami sebagai akseptor MOP melalui faktor dukungan sosial, sikap, dan niat suami yang mempengaruhi keputusan suami sebagai akseptor MOP sebagai metode kontrasepsi. 4. Integrasi dalam Pembelajaran Tema yang diambil terkait pengabdian kepada masyarakat ini terintegrasi dalam pembelajaran yaitu pada matakuliah Keluarga Berencana. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1. Permasalahan Prioritas No Permasalahn Solusi Indikator 1 Rendahnya pengetahuan suami terkait KB vasektomi Melakukan pretest sebelum penyuluhan dimulai 81-100 pengetahuan sangat baik 71-80 pengetahuan baik 60-70 pengetahuan cukup baik <60 pengetahuan kurang 2. Rendahnya partisipasi suami sebagai akseptor vasektomi Didalam post test terdapat point pertanyaan bersedia atau tidak bersedia menjadi akseptor vasektomi 81-100 pengetahuan sangat baik 71-80 pengetahuan baik 60-70 pengetahuan cukup baik <60 pengetahuan kurang 2. Solusi dan Tindak lanjut Permasalahan dan Solusi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: No Permasalahan Solusi Indikator Target Penyelesaian luaran Tindak lanjut hasil pengabdian
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 Penguatan Peran Suami (Rahmawati, et., al.) | 44-49 1 Rendahnya partisipasi suami terkait KB vasektomi Melakukan pretest sebelum penyuluhan dimulai 81-100 pengetahuan sangat baik 71-80 pengetahuan baik 60-70 pengetahuan cukup baik <60 pengetahuan kurang Publikasi Jurnal hasil Pengabdian kepada masyarakat Rencana tindak lanjutnya adalah dibutuhkan kerja sama yang kontinu dari seluruh kader kesehatan dengan bidan desa terkait upaya untuk meningkatkan pengetahuan suami terkait KB vasektomi METODE A. Tahap I: Persiapan Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan: 1. Menyusun proposal 2. Melakukan sosialisasi kegiatan bersama dengan kader 3. Mempersiapan alat yang akan digunakan B. Tahap II: Pelaksanaan 1. Bentuk Kegiatan. Bentuk kegiatan ini adalah penyuluhan kepada suami 2. Media dan Alat. Leaflat, LCD. TOA, alat peraga 3. Peserta. Suami yang belum menjadi akseptor MOP 4. Waktu pelaksanaan. Sabtu, 19 April 2025 5. Tempat Pelaksanaan. Kantor Kecamatan Sanden 6. Tahapan Kegiatan a. Penyebaran brosur dan pendaftaran peserta b. Pembukaan c. Pengisian Pretest d. Penyampaian materi e. Penyampaian doorprice f. Post test g. Penutup C. Tahap III: Evaluasi dan Pelaporan 1. Mengevaluasi hasil pengetahuan peserta 2. Tindak lanjut hasil pengabdian kepada masyarakat dengan memonitoring pada Posbindu PTM dengan melibatkan kader Posbindu. HASIL Tabel 1. Deskripsi Karakteristik Responden No Karakteristik Responden Frekuensi Persentase 1 Usia (tahun) 1. 21–30 2. 31–40 3. 41–50 4. >50 Tahun 33 44 16 12 31,42 41,90 15,23 11,42 2 Penghasilan 1. Tinggi≥UMR 2. Rendah<UMR 60 45 57,15 42,85
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 Penguatan Peran Suami (Rahmawati, et., al.) | 44-49 3 Pendidikan 1. Rendah 2. Tinggi 26 79 24,76 75,24 4 Pekerjaan 1. Bekerja 2. Tidak Bekerja 98 7 93,33 6,67 5 Kesediaan 1. Tidak Bersedia 2. Bersedia 37 68 35,23 64,77 Berdasarkan Tabel diatas ketahui bahwa sebagian besar responden berusia antara 31 – 40 tahun, yaitu sebanyak 44 (41,90%) responden, penghasilan responden paling banyak berpenghasilan ≥ UMR yaitu sebanyak 60 (57,15%),. Pada variabel pendidikan, kategori rendah sebanyak 26 (24,76%) responden, dan kategori tinggi sebanyak 79 (75,24%) responden. Pada variabel pekerjaan, responden paling banyak yaitu bekerja sebanyak 98 (93,33%), dan yang tidak bekerja sebanyak 7 (6,67%). Pada variabel kesediaan, sebagian besar pada kategori bersedia sebesar 68% (64,77%). Kegiatan ini terdiri menjadi 3 bagian yaitu persiapan, pelaksanaan kegiatan dan pelaporan. Pada kegiatan persiapan, ketua tim menyusun usulan pengabdian, dan bersama tim melakukan sosialisasi kepada sasaran. Selanjutnya dilaksanakan perizinan lalu tim menyusun alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengabdian. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu hari Sabtu, 6 September jam 09.00 WIB s.d. 12.00 WIB dan diikuti 105 peserta. Pada tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari beberapa tahap, adapun tahapannya: 1. Pre Test mengenai pengukuran sikap dan niat suami terhadap KB MOP 2. Memberikan penyuluhan kepada kader mengenai manfaat KB MOP Tabel 1 Hasil Pre Test Pengukuran Sikap dan Niat Suami Terhadap KB MOP No Tingkatan Jumlah Persentase (%) 1 Baik 35 33,33 2 Cukup 40 38,10 3 Kurang 30 28,57 T Total 105 100 Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa tingkatan suami terkait sikap dan niat terhadap KB MOP sebelum dilakukan penyuluhan yaitu pada kategori baik ada 35 kader (33,33%), kategori cukup 40 kader (38,10%) dan terdapat 30 kader (28,57) dengan kategori kurang. 3. Post Test.untuk mengetahui apakah setelah dilakukan pengabdian dapat meningkatkan partisipasi suami terhadap KB MOP. Tabel 2 Hasil Post Test Pengukuran Sikap dan Niat Suami Terhadap KB MOP No Tingkatan Jumlah Persentase (%) 1 Baik 50 47,61 2 Cukup 40 38,10 3 Kurang 15 14,29 T Total 105 100 Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa tingkatan suami terkait sikap dan niat terhadap KB MOP setelah dilakukan penyuluhan yaitu pada kategori baik ada 50 kader (47,61%), kategori cukup 40 kader (38,10%) dan terdapat 15 kader (14,29) dengan kategori kurang. SIMPULAN
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 Penguatan Peran Suami (Rahmawati, et., al.) | 44-49 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang “Penguatan Peran Suami Melalui Sikap dan Niat Dalam Upaya Meningkatkan Kesediaan Suami Sebagai Akseptor KB Vasektomi” d i wilayah kerja Puskesmas Sanden Bantul Yogyakarta telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang disusun sebelum pengabdian dilaksanakan, Kegiatan ini dinilai berhasil. REFERENSI Ayele, A. D., Beyene, F. Y., Wudineh, K. G., Kassa, B. G., Goshu, Y. A., & Mihretie, G. N. (2020). Intention to use vasectomy and its associated factors among married men in Debre Tabor Town, North West Ethiopia, 2019. PLoS ONE, 15(9 September), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0238293 BKKBN. (2024). Jumlah Kampung KB Berdasarkan Jumlah peserta KB per Mix Kontrasepsi. BKKBN. https://kampungkb.bkkbn.go.id/statistik/22/jumlah-peserta-kb-per-mix-kontrasepsi Blumenberg, C., Hellwig, F., Ewerling, F., & Barros, A. J. D. (2020). Socio-demographic and economic inequalities in modern contraception in 11 lowAnd middle-income countries: An analysis of the PMA2020 surveys. Reproductive Health, 17(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12978-02000931 Comrie-Thomson, L., Amir, L. H., & Moran, A. (2015). Men’s roles in breastfeeding: Supporting breastfeeding or getting in the way? Journal of Human Lactation, 31(3), 490–491. https://doi.org/10.1177/0890334415584327 Darteh, E. K. M., Doku, D. T., & Esia-Donkoh, K. (2014). Reproductive health decision making among Ghanaian women. Reproductive Health, 11(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/1742-4755-11-23 Desmon, S. (2021). Vasectomy Underused as Family Planning Method. JOHNS HOPKINS Center for Comunication Programs. https://ccp.jhu.edu/2021/03/15/vasectomy-underused-as-familyplanning-method/ Febriawati, H., Pratiwi, B. A., Kosvianti, E., Angraini, W., Yanuarti, R., Oktarianita, Wati, N., & Suryani. (2024). Pengendalian Penduduk Menuju Keluarga Sejahtera. Penerbit Andi. https://www.google.co.id/books/edition/PENGENDALIAN_PENDUDUK_MENUJU_KELUA RGA_SE/2p_5EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Fernandes-Pires, J. A., Pedroso-Chaparro, M. D. S., Jiménez-Gonzalo, L., Márquez-González, M., Cabrera, I., & Losada-Baltar, A. (2023). Marital Satisfaction and Mental Health in Adults over 40 Years Old. Associations with Self-Perceptions of Aging and Stress Related to the COVID-19 Pandemic. Spanish Journal of Psychology, 26(20), 1–11. https://doi.org/10.1017/SJP.2023.13 Galioto, N. J. (2017). Peritonsillar Abscess. Am Fam Physician, 95(8), 501– 506. https://doi.org/10.1097/00152193-197911000-00008 Kartikasari, B., Nurhaeni, I. D. A., & Adriani, R. B. (2018). Path Analysis on the Social, Economic, and Cultural Determinants of Male Contraceptive Use in Family Planning Village, Yogyakarta, Indonesia. Indonesian Journal of Medicine, 3(2), 89–98. https://doi.org/10.26911/theijmed.2018.03.02.05 Kassa, M., Abajobir, A. A., & Gedefaw, M. (2014). Level of male involvement and associated factors in family planning services utilization among married men in Debremarkos town, Northwest Ethiopia. BMC International Health and Human Rights, 14(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s12914-014-0033-8 KBBI. (2024). Suami. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). https://kbbi.web.id/suami Kemendagri, D. J. K. dan P. S. (Ditjen D. K. D. N. (2024). Data Kependudukan. https://dukcapil.kemendagri.go.id/page/read/data-kependudukan Kemenkes RI Keluarga berencana. (2023). Keluarga berencana. Jurnal Kesehatan, 2, 1– 8. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id Marleni, Fitria, Nasution, N., Sholichah, N., Nurfita, N. R., Suryani, I. S., & Maslikhah. (2024). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pelayanan Keluarga Berencana. Mahakarya Citra Utama Group. https://doi.org/9786238118687, 6238118687 Mulatu, T., Sintayehu, Y., Dessie, Y., & Dheresa, M. (2022). Male involvement in family planning use and associated factors among currently married men in rural Eastern Ethiopia. SAGE Open Medicine, 10, 0–6. https://doi.org/10.1177/20503121221094178
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 Penguatan Peran Suami (Rahmawati, et., al.) | 44-49 Murti, N. N., Rahmawati, E., & Pasiriani, N. (2023). Factors Affecting Male Involvement in Contraceptive Use: An Observational Study. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(1), 58– 66. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i1.738 Oktaviana, I., Astuti, R. S., & Santoso, R. S. (2020). Advokasi Kebijakan Peningkatan Partisipasi Pria Dalam Program Keluarga Berencana di Kecamatan Batu Warno Kabupaten Wonogiri. 2507(February), 1–9. Prameswari, L. B. (2024). Kepala BKKBN ajak pria vasektomi, gratis bahkan ada uang istirahat. Antaranews.Com. https://www.antaranews.com/berita/4103823/kepala-bkkbn-ajak-priavasektomi-gratis-bahkan-ada-uang-istirahat Rahayu, S., Romadlona, N. A., Utomo, B., Aryanty, R. I., Liyanto, E., Hidayat, M., & Magnani, R. J. (2023). Reassessing the level and implications of male involvement in family planning in Indonesia. BMC Women’s Health, 23(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12905-023-02354-8 UNICEF, BAPPENAS, & UNFPA. (2019). Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All Indonesia (BERANI). Waga, T. T., Shuremu, M., Zewdie, A., Kera, A. M., & Degefa, G. H. (2023). Reproductive health service use and associated factors among youths in Becho district, southwest Ethiopia. Frontiers in Public Health, 11. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1062325 Wahyuni, S. (2022). Pelayanan Keluarga Berencana (KB). UNISMA PRESS. https://www.google.co.id/books/edition/PELAYANAN_KELUARGA_BERENCANA