scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Pembentukan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Dengan Irama Jiharkah Melalui Metode Pembiasaan Peserta Didik Kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar

Muh. Ikmal Akbar, Andi Halimah, Munawir K

Full text

2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 3, September 2025, P. 52-58 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17271355 Pembentukan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dengan Irama Jiharkah Melalui Metode Pembiasaan Peserta Didik Kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar Muh. Ikmal Akbar, Andi Halimah, Munawir K Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah & Keguruan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Makassar, Indonesia E-mail: [email protected] Abstract This study aims to determine the ability to read the Qur'an of class V students of MI Al-Abrar Makassar City before using rhythm jiharkah through the habituation method, to determine the ability to read the Qur'an of class V students of MI Al-Abrar Makassar City after using rhythm jiharkah through the habituation method, and to determine the ability to read the Qur'an of class V students of MI Al-Abrar Makassar City before and after using rhythm jiharkah through the habituation method. The type of research used in this study is quantitative research with a quasiexperimental design. Where this research design begins with an initial test (pre non-test) given to class V MI Al-Abrar, then given treatment in the experimental class. This study uses a quantitative approach. Data collection methods and research instruments used are tests, observations, and documentation. Data analysis in this study will use descriptive and inferential statistical techniques. The results of this study indicate that the ability to read the Qur'an of class V students of MI Al-Abrar Makassar City before using the rhythm of jiharkah through the habituation method was obtained that the majority of students 83.33% were in the low category, compared to other categories, namely 11.11% in the medium category, and 5.56% in the high category. Based on the results of the posttest, a total value of 2056 was obtained with an average of 57.09. There is a very significant influence on the use of jiharkah rhythms through the habituation method on the ability to read the Al-Qur'an of class V students at MI Al-Abrar Makassar City, which can be seen from the results of the significance value test (p-value) for each data which is <0.05, which results in Ho being rejected. Keywords: Ability to Read the Al-Qur'an, Jiharkah Rhythm Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar sebelum memakai irama jiharkah melalui metode pembiasaan, untuk mengetahui kemampuan membaca alQur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar setelah menggunakan irma jiharkah melalui metode pembiasaan, dan untuk mengetahui kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar sebelum dan sesudah menggunakan irma jiharkah melalui metode pembiasaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment). Dimana desain penelitian ini diawali dengan sebuah tes awal (pre non-test) yang diberikan kepada kelas V MI AlAbrar, kemudian diberi perlakuan (treatment) pada kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar sebelum menggunakan irama jiharkah melalui metode pembiasaan diperoleh bahwa mayoritas peserta didik 83.33% berada pada kategori rendah, dibandingkan dengan kategori lainnya yaitu 11.11% dalam kategori sedang, dan 5.56% pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil posttest, diperoleh total nilai sebesar 2056 dengan rata-rata sebesar 57,09. Terdapat pengaruh sangat signifikan terhadap penggunaan irama jiharkah melalui metode pembiasaan terhadap kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar, yang dapat dilihat dari hasil uji nilai signifikansi (p-value) setiap data adalah < 0,05, yang mengakibatkan Ho ditolak. Kata Kunci : Kemampuan Membaca Al-Qur’an, Irama Jiharkah Article Info Received date: 25 September 2025 Revised date: 27 September 2025 Accepted date: 04 Oktober 2025 INTRODUCTION Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan perkataan Allah swt. Dengan perantara Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Menjadi panduan untuk umat Islam di dunia. Membaca al-Qur’an, baik mengetahui artinya maupun tidak adalah termasuk ibadah, amal saleh dan memberi rahmat serta menjadi manfaat bagi yang melakukannya, memberi cahaya kedalam hati yang membacanya sehingga terang benderang, juga memberi cahaya kepada keluarga, rumah tangga tempat al-Qur’an itu dibaca (Al-Qaththan 2006 : 12). 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 Seruan untuk membaca dimana Allah sendiri yang menjanjikan untuk mengajarkan apa yang manusia tidak diketahui, dan terbukti di tengah derasnya pengetahuan manusia beranjak dari tidak memiliki pengetahuan hingga menjadi manusia yang paham dalam bidang dan kemampuan masing-masing (Farhan 2021:1) Membaca tidak hanya dimaknai secara sempit sebagai aktivitas memahami tulisan yang tercetak di atas kertas, tetapi juga mencakup pembacaan terhadap ciptaan Tuhan, yaitu alam semesta (Mahmud Khalil al-Hussary: 14) Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), khususnya di kelas V, kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat penting dan menjadi fokus utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Kemampuan ini tidak hanya mencakup kelancaran dalam membaca huruf-huruf hijaiyah, tetapi juga meliputi ketepatan pengucapan (makhraj), penerapan hukum tajwid secara benar, serta penghayatan terhadap lafaz ayat-ayat suci al-Qur’an. Dengan kata lain, peserta didik tidak hanya diharapkan mampu membaca secara teknis, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung keberhasilan dalam pembentukan kemampuan membaca al-Qur’an tersebut, diperlukan berbagai materi penunjang yang mampu memperkuat proses pembelajaran, baik secara teoretis maupun praktis. Materi-materi penunjang ini berfungsi sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan pelajaran secara sistematis, sekaligus menjadi sarana latihan dan pembiasaan yang berkelanjutan bagi peserta didik dalam mengembangkan keterampilannya. Menurut Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Kayfa Nata’amalu Ma’al Qur’an, interaksi dengan alQur’an tidak hanya terbatas pada membacanya, tetapi juga menghayati keindahan bahasa dan iramanya, yang dapat meningkatkan keimanan dan pemahaman (Yusuf al-Qardhawi 1997 : 12). Namun, dalam praktik pembelajaran di lapangan, masih ditemukan variasi kemampuan membaca al-Qur’an di antara peserta didik. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan materi yang seharusnya sudah menjadi bagian dari kompetensi dasar di kelas V. Sebagaimana dalam teori Multiple Intelligences, setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang bersifat satu arah kurang efektif untuk menjangkau seluruh potensi siswa. Salah satu alternatif pendekatan yang dapat digunakan untuk menjembatani perbedaan gaya belajar tersebut adalah dengan mengintegrasikan unsur musikal, seperti penggunaan irama dalam pembelajaran membaca al-Qur’an. Irama atau lagu dapat mengakomodasi kecerdasan musikal-ritmik yang dimiliki oleh sebagian peserta didik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. Selain meningkatkan keterampilan teknis membaca, penggunaan irama juga berperan dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an. MI Al-Abrar Kota Makassar sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tentu memiliki tanggung jawab dalam membekali peserta didiknya dengan kemampuan membaca al-Qur’an yang memadai. Observasi awal menunjukkan adanya potensi untuk mengembangkan kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik melalui pengenalan dan pembiasaan nagham, khususnya jiharkah. Namun, belum terdapat penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas metode pembiasaan dalam membentuk kemampuan membaca al-Qur’an dengan irama jiharkah pada peserta didik kelas V di MI Al-Abrar Kota Makassar, terlebih dengan kondisi kemampuan awal membaca al-Qur’an yang masih perlu ditingkatkan seperti yang teridentifikasi pada peserta didik kelas V saat ini. RESEARCH METHOD Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment). Dimana desain penelitian ini diawali dengan sebuah tes awal (pre non-test) yang diberikan kepada kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar, kemudian diberi perlakuan (treatment) pada kelas eksperimen. Penelitian kemudian diakhiri dengan sebuah tes akhir (post non-test) yang diberikan kepada peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika. Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling utama pada penelitian, karena bertujan untuk mengumpulkan suatu data. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Mengenai teknik yang digunakan diantara lain tes, observasi dan dokumentasi. Desain pada penelitian ini adalah one grup, pretest-posttest design. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial. Dimana nilai dari pretest dan posttest adalah data yang dikumpulkan dan akan dibandingkan. Uji-t (t-test) akan digunakan untuk mencari perbedaan antara dua data atau nilai yang berasal dari kelompok sampel yang 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 sama. RESULT AND DISCUSSION Hasil analisis data akan dianalisis secara deskriptif dan inferensial yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan membaca al-Qur’an dengan irama jiharkah melalui metode pembiasaan peserta didik kelas V Mi Al-Abrar Kota Makassar. Adapun hasil penelitian yang dilakukan dalam menggambarkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan irama jiharkah melalui metode pembiasaan peserta didik kelas V Mi Al-Abrar Kota Makassar sebagai berikut: Deskripsi Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik Kelas V MI AlAbrar Kota Makassar Sebelum Menggunakan Irama Jiharkah Melalui Metode Pembiasaan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MI Al-Abrar Kota Makassar, diperoleh data dari instrumen pretest sebagai berikut: Tabel 1 Nilai Pretest No Nama Siswa Nilai pretest 1 Andi Aqilah Fikriah 42 2 Adzkia Saufa Jufri 25 3 Al-Gufran 22 4 Alifia Farzanah Putri 26 5 Alya Ramadhani H 26 6 Andi Ajeng Ayu Nengtias 25 7 Andi Aqilah Fikriah 42 8 Andi Nuradelia Citra 22 9 Ayumi Aura Syam 24 10 Baso Muh Aidil Makmur Ramadhan 25 11 Farras 28 12 Fatihatul Afrah Talompo 26 13 Fawwaz Muh. Zahran 47 14 Ghitrif Al Afuwwu 28 15 Ittaqi Tafusi 29 16 Keyzha Almira 28 17 Khuzaifah Ramadhan 24 18 Leandra Anala Casmira Suhandi 25 19 Muammar 26 20 Muh Habibi Rais Al Hamid 24 21 Muh Naufal Hikmawan 25 22 Muh Rizky Hafis 24 23 Muh. Adzauzah 24 24 Muh. Arya Rasyah 26 25 Muh. Ikbal Maulana 32 26 Muh. Resky Mubarak 25 27 Muh. Zhafran Al-Furqon 40 28 Muhammad Abbad Aghori 26 29 Munadil Asshidiq Irwan 28 30 Nadiyya Zurayya Idris 25 31 Nafilkhairil Hanif 26 32 Naila Athifa Salsabila 25 33 Naufal Faeya Alfariski Md 31 34 Nurwarisa 24 35 Putri Khalifah Maulidha 25 36 Zahira Vinayah Faisah 40 Total 1014 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 Data penelitian selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan 4 kategori yaitu rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi. Maka kecenderungan penyebaran distribusi frekuensi skor hasil tes disajikan dalam tebel berikut: Tabel 2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor tes Pretest Kemampuan Membaca Al-Qur’an kelas V MI AlAbrar Kota Makassar No Iterval Frrekuensi Persentase Kategori 1. ≤ 34 30 83.33% Rendah 2. 35 – 44 4 11.11% Sedang 3. 45 – 54 2 5.56% Tinggi 4. ≥ 55 0 0.00% Sangat tinggi Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik 83.33% berada pada kategori rendah dibandingkan dengan kategori lainnya yaitu 11.11% dalam kategori sedang, dan 5.56% pada kategori tinggi. Adapun tabel Hasil Statistik Deskriptif Pretest disajikan pada tabel berikut: Tabel 3 Hasil Statistik Deskriptif Pretest kelas V MI AlAbrar Kota Makassar Stasistik Nilai statistik Rata-rata 28,16 Standar Deviasi 6,20 Rentang nilai 25 Skor minimal 22 Skor maksimal 47 Jumlah nilai 1014 Kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar sebelum diterapkannya metode pembiasaan dengan irama jiharkah tergolong masih rendah. Berdasarkan hasil pretest yang diberikan kepada 36 peserta didik, diperoleh total nilai sebesar 1014 dengan rata-rata sebesar 28,16. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum mampu membaca al-Qur’an dengan baik, terutama dalam hal penguasaan tajwid, kefasihan,kelancaran, dan penghayatan irama bacaan, yang merupakan indikator penilain dalam membaca al-Qur’an. Banyak peserta didik yang belum terbiasa melafalkan ayat-ayat al-Qur’an dengan intonasi dan tekanan suara yang sesuai, serta belum mampu mengekspresikan makna bacaan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa mereka masih membutuhkan pembinaan yang intensif dan metode yang tepat untuk meningkatkan kualitas bacaan. Minimnya pembiasaan irama sebelumnya turut memengaruhi lemahnya keterampilan peserta didik dalam menerapkan irama dalam tilawah. Secara umum, kemampuan membaca al-Qur’an pada tahap ini masih pada tingkat dasar, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang berkelanjutan dan sistematis seperti metode pembiasaan dengan irama Jiharkah untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Deskripsi Kemampuan Membaca Al-Qur’an Kelas V MI AlAbrar Kota Makassar Setelah Menggunakan Irama Jiharkah Melalui Metode Pembiasaan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MI Al-Abrar Kota Makassar, diperoleh data dari instrumen postest sebagai berikut: Tabel 4 Nilai Posttest kelas V MI AlAbrar Kota Makassar No Nama Siswa Nilai postest 1 Andi Aqilah Fikriah 60 2 Adzkia Saufa Jufri 54 3 Al-Gufran 54 4 Alifia Farzanah Putri 58 5 Alya Ramadhani H 53 6 Andi Ajeng Ayu Nengtias 56 7 Andi Aqilah Fikriah 60 8 Andi Nuradelia Citra 57 9 Ayumi Aura Syam 60 10 Baso Muh Aidil Makmur 56 11 Farras 57 12 Fatihatul Afrah Talompo 58 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 13 Fawwaz Muh. Zahran 61 14 Ghitrif Al Afuwwu 58 15 Ittaqi Tafusi 54 16 Keyzha Almira 57 17 Khuzaifah Ramadhan 56 18 Leandra Anala Casmira Suhandi 56 19 Muammar 61 20 Muh Habibi Rais Al Hamid 57 21 Muh Naufal Hikmawan 57 22 Muh Rizky Hafis 56 23 Muh. Adzauzah 57 24 Muh. Arya Rasyah 58 25 Muh. Ikbal Maulana 58 26 Muh. Resky Mubarak 58 27 Muh. Zhafran Al-Furqon 58 28 Muhammad Abbad Aghori 57 29 Munadil Asshidiq Irwan 57 30 Nadiyya Zurayya Idris 56 31 Nafilkhairil Hanif 58 32 Naila Athifa Salsabila 56 33 Naufal Faeya Alfariski Md 60 34 Nurwarisa 57 35 Putri Khalifah Maulidha 54 36 Zahira Vinayah Faisah 61 Total 2056 Data penelitian selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan 4 kategori yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Maka kecenderungan penyebaran distribusi frekuensi skor hasil tes disajikan dalam tebel berikut: Tabel 5 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Tes Postest Kemampuan Membaca Al-Qur’an kelas V MI AlAbrar Kota Makassar No Iterval Frrekuensi Persentase Kategori 1. ≤ 34 0 0.00% Rendah 2. 35 – 44 0 0.00% Sedang 3. 45 – 54 6 16.67% Tinggi 4. ≥ 55 30 83.33% Sangat tinggi Terdapat 83.33% siswa mencapai kategori sangat tinggi dibandingkan dengan kategori lainya yaitu tinggi 16.67%. Adapun tabel Hasil Statistik Deskriptif Pretest disajikan pada tebel berkut: Tabel 6 Hasil Statistik Deskriptif Postest kelas V MI AlAbrar Kota Makassar Stasistik Nilai statistik Rata-rata 57,09 Standar Deviasi 2,06 Rentang nilai 8 Skor minimal 53 Skor maksimal 61 Jumlah nilai 2056 Setelah diterapkannya metode pembiasaan dalam membaca al-Qur’an dengan menggunakan irama jiharkah, kemampuan membaca peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar menunjukkan peningkatan. Berdasarkan hasil posttest, diperoleh total nilai sebesar 2056 dengan rata-rata sebesar 57,09. Hasil ini mencerminkan adanya perkembangan positif dalam aspek penguasaan tajwid, kefasihan,kelancaran, dan penghayatan irama bacaan, yang merupakan indikator penilain dalam membaca al-Qur’an. Peserta didik mulai terbiasa membaca dengan memperhatikan kaidah tajwid, tempo bacaan yang stabil, serta penerapan irama jiharkah yang sesuai. Peningkatan ini didukung oleh aktivitas pembiasaan 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 yang dilakukan secara rutin dan terstruktur, sehingga mereka dapat menginternalisasi irama dalam bacaan tilawah mereka. Hal ini menandakan bahwa metode pembiasaan efektif dalam membantu peserta didik mengembangkan kemampuan membaca al-Qur’an dengan lebih ekspresif dan sesuai irama maqamat, khususnya Jiharkah. Pengaruh Penggunaan Irama Jiharkah Melalui Metode Pembiasaan Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Kelas V MI AlAbrar Kota Makassar Satu maqam dalam seni baca al-Qur’an yang memiliki karakter suara lembut dan bernada tinggi, sehingga cocok digunakan untuk membacakan ayat-ayat yang bersifat nasihat atau kasih sayang. Dalam penelitian ini, irama jiharkah dikenalkan dan dipraktikkan secara rutin dalam proses pembelajaran melalui metode pembiasaan. Metode pembiasaan yang digunakan mencakup latihan pembiasaan membaca alQur’an dengan irama jiharkah. Dengan rutinitas ini, peserta didik mulai terbiasa dan mampu menginternalisasi irama jiharkah dalam bacaan mereka. Menurut Hasan Al-Banna pembiasaan dalam pendidikan adalah strategi efektif yang mampu membentuk karakter dan kebiasaan positif anak didik. Ini sejalan dengan tujuan metode ini, yaitu agar peserta didik mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, lancar, fasih, serta memiliki penghayatan makna melalui irama jiharkah. a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan bantuan SPSS dengan hasil beriku Tabel 7 Hasil Uji Normalitas (Shapiro-Wilk) Kelompok Statistik Shapiro-Wilk Sig. (p-value) Pretest 0.964 0.064 Posttest 0.957 0.091 Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji normalitas data hasil tes kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik. Berdasarkan output uji normalitas tersebut, maka dapat dilihat hasil analisis data yang ditunjukkan pada Shapiro-Wilk bahwa nilai signifikansi untuk setiap data >0.05 mengakibatkan H0 diterima, sehingga data dari hasil kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V dengan irama jiharkah melalui metode pembiasaan berdistribusi normal. b. Uji Hipotesis (Uji t Berpasangan) Uji t berpasangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Hasilnya sebagai berikut Tabel 8 Hasil Uji t Berpasangan Variabel Mean Std. Deviation Sig. (2-tailed) Pretest – Postest -28.93 3.25 0.000 Tabel 4.8 menunjukkan hasil uji hiptesis hasil uji t berpasangan data hasil tes kemampuan membaca alQur’an peserta didik kelas V dengan irama jiharkah melalui metode pembiasaan. Berdasarkan output uji t tesebut, maka dapat dilihat hasil nilai signifikansi (p-value) < 0,05, maka H₀ ditolak. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. c. Uji N-Gain Untuk mengukur hasil uji, dilakukan analisis N-Gain: Tabel 9 Hasil N-Gain Score Kategori Efektivitas Rentang N-Gain Jumlah Siswa Rendah < 0.3 2 Sedang 0.3 – 0.7 27 Tinggi > 0.7 7 Tabel 9 menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik kelas V Lebih dominan pada kategori sedang yaitu 75%, menunjukkan metode pembiasaan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an dengan irama Jiharkah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca alQur’an peserta didik sebelum dan sesudah diterapkannya metode pembiasaan dengan irama jiharkah. Pada tahap pretest, rata-rata nilai peserta didik adalah 28,16 yang mencerminkan kemampuan membaca yang masih rendah, dengan pelafalan yang belum tepat, kurangnya penguasaan tajwid, serta minimnya penggunaan irama dalam bacaan. Setelah penerapan metode pembiasaan dengan irama jiharkah, hasil posttest menunjukkan peningkatan yang sangat berarti, dengan rata-rata nilai mencapai 57,09. Peserta didik mulai menunjukkan kemampuan membaca yang lebih baik, baik dari segi ketepatan tajwid, kelancaran bacaan, hingga penggunaan irama jiharkah yang sesuai. 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Pembentukan Kemampuan Membaca (Akbar, et,. al.) | 52-58 Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi (p = 0.000 < 0.05), yang mengindikasikan bahwa perbedaan antara pretest dan posttest bukan terjadi secara kebetulan, tetapi sebagai akibat dari intervensi pembelajaran melalui metode pembiasaan. Perubahan ini menunjukkan bahwa metode tersebut efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V dengan irama jiharkah melalui metode pembiasaan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V MI Al-Abrar Kota Makassar sebelum menggunakan irama jiharkah melalui metode pembiasaan tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas peserta didik 83.33% berada pada kategori rendah, dibandingkan dengan kategori lainnya yaitu 11.11% dalam kategori sedang, dan 5.56% pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil pretest yang diberikan kepada 36 peserta didik, diperoleh total nilai sebesar 1014 dengan rata-rata sebesar 28,16. Kemampuan membaca alQur’an peserta didik setelah menggunakan irama Jiharkah melalui metode pembiasaan pada hasil posttest menunjukkan bahwa terdapat 83.33% siswa mencapai kategori sangat tinggi, dibandingkan dengan kategori lainya yaitu tinggi 16.67%. Berdasarkan hasil posttest, diperoleh total nilai sebesar 2056 dengan rata-rata sebesar 57,09. Terdapat pengaruh penggunaan irama jiharkah melalui metode pembiasaan terhadap kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik kelas V Mi Al-Abrar Kota Makassar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t berpasangan dengan nilai signifikansi p = 0.000 (< 0.05), yang menunjukkan bahwa metode pembiasaan secara efektif meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik. REFERENCES Al-Hussary, M. K., Ahkam Qira’at al-Qur’an al-Karim, Cairo: Maktabah Wahbah, n.d. Mohamad, F., Konsep Literasi dalam Perspektif Al-Qur’an, Purwokerto: IAIN, 2021 Al-Qaththan, M., Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2006 Yusuf al-Qardhawi, Kayfa Nata’amalu Ma’al Qur’an, Kairo: Dar ash-Shuruq, 1997