scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Penerapan Metode Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Menjalani Hidup Penuh Manfaat Dengan Menghindari Berfoya-Foya, Riya, Sum'ah, Takabur dan Hasad di SMA Plus Ar-Raudhah

Marsha Elvyadi Rahma

Full text

2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Rahma) | 105-107 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 3, September 2025, P. 105-107 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17292559 Penerapan Metode Teka-Teki Silang untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Menjalani Hidup Penuh Manfaat Dengan Menghindari BerfoyaFoya, Riya, Sum'ah, Takabur dan Hasad di SMA Plus Ar-Raudhah Marsha Elvyadi Rahma 1Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, STAI Dr.Kh.Ez Muttaqien, Purwakarta, Indonesia *E-mail: [email protected] Abstract This study aims to improve students’ learning interest in Islamic Religious Education and Character by applying the Crossword Puzzle method, particularly in the topic living a meaningful life by avoiding extravagance, showing off (riya), seeking fame (sum’ah), arrogance, and envy (hasad). This research employed Classroom Action Research conducted at SMA Plus Ar-Raudhah with Grade X students as the subjects. The research was carried out in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through learning interest questionnaires, observation sheets, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The results revealed that the initial learning process using the lecture method led to low student learning interest. After implementing the Crossword Puzzle method in the first cycle, students’ learning interest began to improve, although not evenly distributed. In the second cycle, improvements such as more varied puzzles and group work activities significantly increased nearly all indicators of learning interest, including attendance, attention, activeness, note-taking, task completion, and enthusiasm. Therefore, the Crossword Puzzle method is proven to be an effective alternative strategy in teaching PAI & BP to enhance students’ learning interest. Keywords: Learning Interest, Islamic Religious Education, Crossword Puzzle, Classroom Action Research Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti dengan menerapkan metode Teka-Teki Silang, khususnya pada materi menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMA Plus Ar-Raudhah dengan subjek siswa kelas X. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode ceramah pada kondisi awal menghasilkan minat belajar siswa yang rendah. Setelah dilakukan penerapan metode Teka-Teki Silang pada siklus I, minat belajar siswa mulai meningkat meskipun belum merata. Pada siklus II, perbaikan strategi dengan variasi TTS dan kerja kelompok menghasilkan peningkatan signifikan pada hampir semua indikator minat belajar, yaitu kehadiran, perhatian, keaktifan, kesungguhan mencatat, pengerjaan tugas, dan antusiasme siswa. Dengan demikian, metode Teka-Teki Silang terbukti efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran PAI & BP untuk meningkatkan minat belajar siswa. Kata kunci : Minat Belajar, Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti, Teka-Teki Silang, PTK Article Info Received date: 25 September 2025 Revised date: 27 September 2025 Accepted date: 04 Oktober 2025 PENDAHULUAN Siswa SMA diharapkan mampu memahami nilai-nilai akhlak mulia dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kompetensi Dasar (KD) Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti, peserta didik diarahkan untuk menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari perilaku tercela seperti berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad. Namun kenyataannya, sebagian siswa di SMA Plus Ar-Raudhah masih belum sepenuhnya memahami dan mengamalkan nilai tersebut. Dalam keseharian, masih terlihat adanya kecenderungan siswa berperilaku konsumtif atau berfoya-foya, menunjukkan sikap riya atau pamer, hingga muncul rasa iri dan hasad terhadap teman sebaya. Hal ini berdampak pada rendahnya penghayatan mereka terhadap nilai-nilai agama dan budi pekerti, serta menurunkan semangat untuk hidup secara sederhana, ikhlas, dan penuh manfaat. Berbagai 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Rahma) | 105-107 penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa metode pembelajaran inovatif mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi akhlak. Arsyad (2016) menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis permainan, seperti teka-teki silang, dapat meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian Pratiwi (2019) juga menemukan bahwa penggunaan media edukatif berbasis kata kunci membantu siswa lebih mudah mengingat konsep dan mengurangi rasa bosan. Dengan demikian, penerapan metode yang menyenangkan seperti teka-teki silang relevan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam memahami nilai akhlak Islam. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan Metode Teka-Teki Silang dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti di SMA Plus Ar-Raudhah. Tujuannya adalah untuk membantu siswa memahami dan mengingat pentingnya menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari sifat tercela seperti berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad, sehingga mereka mampu menginternalisasi nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMA Plus ArRaudhah dengan subjek penelitian siswa kelas X yang menjadi peserta mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket minat belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa, lembar observasi dipakai untuk mencatat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mendukung data hasil penelitian. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil angket minat belajar yang dianalisis menggunakan persentase untuk melihat peningkatan dari prasiklus, siklus I, hingga siklus II. Sementara itu, data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas siswa yang dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran tentang perubahan sikap, perhatian, keaktifan, serta antusiasme siswa selama pembelajaran berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum tindakan dilakukan, pembelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti masih menggunakan metode ceramah. Guru lebih dominan menjelaskan materi, sementara siswa hanya mendengarkan dan mencatat. Pola pembelajaran satu arah ini membuat suasana kelas kurang hidup. Siswa tampak pasif, jarang bertanya, tidak bersemangat mencatat, dan sebagian tidak fokus saat pelajaran berlangsung. Kondisi pra-siklus ini menunjukkan bahwa metode ceramah belum mampu membangkitkan minat belajar siswa, terutama dalam memahami materi menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad. Pada siklus I, guru mulai menerapkan metode Teka-Teki Silang. Siswa diberikan lembar TTS yang berisi kata kunci materi, kemudian diminta mengisi jawaban sesuai petunjuk. Penerapan metode ini mulai memberikan perubahan positif. Suasana kelas menjadi lebih interaktif, beberapa siswa tampak tertarik untuk mengerjakan, dan sebagian lainnya menunjukkan perhatian lebih pada penjelasan guru. Hasil angket minat belajar juga menunjukkan adanya peningkatan pada indikator kehadiran dan perhatian siswa. Meskipun demikian, masih ada siswa yang belum terlibat aktif. Keaktifan bertanya dan kesungguhan mencatat belum optimal, dan beberapa siswa masih cenderung menunggu jawaban dari temannya. Perbaikan dilakukan pada siklus II dengan cara menyusun TTS yang lebih variatif dan menantang, membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk berdiskusi, serta memberikan penghargaan kepada kelompok tercepat dan paling tepat dalam menyelesaikan soal. Strategi ini membuat suasana kelas semakin dinamis. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hampir semua indikator minat belajar. Kehadiran siswa lebih teratur, perhatian mereka lebih fokus, siswa lebih aktif bertanya dan mencatat, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyelesaikan TTS. Bahkan siswa yang pada siklus sebelumnya tampak pasif mulai terlibat aktif karena merasa tertantang untuk berkompetisi. Perbandingan hasil antara pra-siklus, siklus I, dan siklus II memperlihatkan perkembangan yang jelas. Pada pra-siklus dengan metode ceramah, minat belajar siswa berada pada kategori rendah. Penerapan metode Teka-Teki Silang pada siklus I mampu meningkatkan minat belajar, walaupun belum merata. Pada siklus II, perbaikan strategi pembelajaran membuat peningkatan minat belajar siswa 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Rahma) | 105-107 semakin signifikan. Hasil ini memperkuat pendapat Arsyad (2016) bahwa media berbasis permainan dapat meningkatkan motivasi belajar, sekaligus sejalan dengan temuan Pratiwi (2019) yang menunjukkan bahwa Teka-Teki Silang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, penerapan metode Teka-Teki Silang dalam pembelajaran PAI mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan menantang. Siswa tidak hanya lebih tertarik mengikuti pelajaran, tetapi juga lebih mudah memahami materi karena terlibat langsung dalam proses pencarian jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa metode Teka-Teki Silang dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Teka-Teki Silang dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti pada materi menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad di SMA Plus Ar-Raudhah mampu meningkatkan minat belajar siswa secara bertahap. Pada kondisi pra-siklus, minat belajar siswa relatif rendah karena pembelajaran masih menggunakan metode ceramah yang monoton. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, minat belajar mulai meningkat meskipun belum merata. Perbaikan strategi pada siklus II membuat minat belajar siswa meningkat secara signifikan, baik dari aspek kehadiran, perhatian, keaktifan bertanya, mencatat, mengerjakan tugas, maupun antusiasme. Dengan demikian, metode Teka-Teki Silang terbukti efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan temuan tersebut, guru PAI disarankan untuk menggunakan metode Teka-Teki Silang sebagai salah satu variasi strategi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Siswa diharapkan dapat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan metode ini, sehingga mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga menumbuhkan sikap positif terhadap proses belajar. Penelitian lebih lanjut dapat mengkombinasikan metode Teka-Teki Silang dengan strategi lain, seperti diskusi kelompok atau media digital, agar hasil pembelajaran menjadi lebih optimal dan bervariasi. REFERENSI Arsyad, A. (2016). Media pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Khaedar, M., & Alam, S. (2023). The effect of using crossword puzzle model on learning interest in Indonesian learning based on students’ literacy. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 56(1), 160– 171. https://doi.org/10.23887/jpp.v56i1.52533 Noviana, A., Muarif, M., Sugiarti, & Helen, F. (2023). Penerapan permainan edukatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMA dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam. Binary: Journal of Education, 5(2), 112–124. https://jsr.unuha.ac.id/index.php/Binary/article/view/796 Pratiwi, D. (2019). Penggunaan media teka-teki silang untuk meningkatkan motivasi belajar. Jurnal Pendidikan, 4(2), 112–120. Rambe, R. N., & Putri, R. T. (2024). Crossword puzzle learning media to improve mastery of Indonesian vocabulary in elementary school. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 7(4), 762–768. https://doi.org/10.23887/jisd.v7i4.61292 Shokhibul Arifin, & Mujtahidah, Z. I. (2022). Penerapan metode crossword puzzle dalam mendukung motivasi belajar mata pelajaran Al-Islam di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Indonesian Journal of Islamic Studies, 2(3), 45–54. https://journal.civiliza.org/index.php/ijois/article/view/308 Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N., & Rivai, A. (2011). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.