Implementation of Learning-Based Counseling Services In Grade Xi To Improve Learning Interest At MA YPPA Cipulus
Full text
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Santi) | 108-111 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 3, September 2025, P. 108-111 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17295071 Penerapan Metode Teka-Teki Silang Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Menjalani Hidup Penuh Manfaat Dengan Menghindari BerfoyaFoya, Riya, Sum'ah, Takabur dan Hasad di SMA Plus Ar-Raudhah Santi Nirmala Dewi 1Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, STAI Dr.Kh.Ez Muttaqien, Purwakarta, Indonesia Email : [email protected] Abstract Students’ learning interest in Islamic Religious Education (PAI) remains relatively low when teachers apply conventional methods such as lecturing. Students tend to be passive, less enthusiastic, and easily lose focus during learning activities. This study aims to improve students’ learning interest through the implementation of the Crossword Puzzle (TTS) method on the topic of living a meaningful life by avoiding extravagant behavior, ostentation, self-praise, arrogance, and envy. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted at SMA Plus Ar-Raudhah with tenth-grade students as the subjects. It was carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages, using questionnaires, observation sheets, and documentation as instruments. The findings revealed a significant improvement in students’ learning interest after the implementation of the Crossword Puzzle method. Students became more active, motivated, and enthusiastic throughout the learning process. Furthermore, the use of varied questions, group collaboration, and reward systems fostered positive interaction and engagement among students. Therefore, the Crossword Puzzle method proved to be an effective and engaging alternative to enhance students’ learning interest in Islamic Religious Education Keywords: Classroom Action Research, Crossword Puzzle, Islamic Religious Education, Learning Interest Abstrak Minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih tergolong rendah ketika guru menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti ceramah. Siswa cenderung pasif, kurang antusias, dan tidak fokus dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan metode Teka-Teki Silang (TTS) pada materi menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari sifat berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMA Plus Ar-Raudhah dengan subjek siswa kelas X. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tankman, observasi, dan refleksi, dengan instrumen berupa angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap minat belajar siswa setelah diterapkannya metode Teka-Teki Silang. Siswa tampak lebih aktif berpartisipasi, termotivasi, dan menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, variasi soal, kerja kelompok, dan pemberian penghargaan mampu meningkatkan interaksi positif antar siswa. Dengan demikian, metode Teka-Teki Silang terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kata kunci: Minat belajar, Pendidikan Agama Islam, Penelitian Tindakan Kelas, Teka-Teki Silang Article Info Received date: 25 September 2025 Revised date: 27 September 2025 Accepted date: 04 Oktober 2025 PENDAHULUAN Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak mulia, dan sikap spiritual peserta didik. Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya diharapkan memahami nilai-nilai ajaran Islam secara kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi penting dalam PAI adalah menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari perilaku berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad. Materi ini relevan dengan tujuan pendidikan Islam, yaitu membentuk kepribadian yang sederhana, ikhlas, rendah hati, serta menghargai sesama. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran PAI masih didominasi metode ceramah yang bersifat satu arah. Guru lebih banyak menjelaskan, sementara siswa hanya mendengarkan dan mencatat. Pola pembelajaran seperti
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Santi) | 108-111 ini cenderung monoton, membuat siswa pasif, kurang bersemangat, dan tidak menunjukkan antusiasme terhadap materi yang diajarkan. Akibatnya, minat belajar siswa terhadap PAI menurun dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai moral yang diajarkan menjadi kurang optimal. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran inovatif dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Sudjana dan Rivai (2011) menegaskan bahwa media pembelajaran yang interaktif mampu merangsang keaktifan siswa, sementara Arsyad (2016) menyatakan bahwa media yang menarik dapat meningkatkan perhatian dan semangat belajar. Penelitian Khaedar dan Alam (2023) juga membuktikan bahwa penerapan metode teka-teki silang dalam pembelajaran bahasa Indonesia mampu meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa secara signifikan. Namun, sebagian besar penelitian tersebut belum banyak diterapkan dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang menekankan pada nilai-nilai spiritual dan moral. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menggabungkan unsur edukatif dan rekreatif agar pembelajaran PAI lebih menarik dan bermakna. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan metode Teka-Teki Silang (TTS) pada materi menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad di SMA Plus Ar-Raudhah. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap tahap dilakukan secara berulang dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan guru untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan berdasarkan hasil refleksi dari siklus sebelumnya. Penelitian dilaksanakan di SMA Plus Ar-Raudhah dengan subjek siswa kelas X berjumlah 26 orang. Pemilihan kelas ini didasarkan pada hasil pengamatan awal yang menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih rendah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya, Sum’ah, Takabur, dan Hasad,” dengan penerapan metode Teka-Teki Silang (TTS) sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Instrumen penelitian terdiri atas angket minat belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa sebelum dan sesudah tindakan, sedangkan lembar observasi digunakan untuk mencatat aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. Dokumentasi berupa catatan kegiatan dan foto berfungsi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase peningkatan skor angket, sementara analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku dan keaktifan siswa berdasarkan hasil observasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi, yaitu membandingkan hasil dari angket, observasi, dan dokumentasi agar temuan penelitian lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa setelah penerapan metode Teka-Teki Silang (TTS) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pada tahap awal atau pra-siklus, pembelajaran masih menggunakan metode ceramah yang bersifat satu arah sehingga minat belajar siswa tergolong rendah. Sebagian besar siswa tampak pasif, kurang memperhatikan penjelasan guru, dan jarang mengajukan pertanyaan. Hasil angket pra-siklus menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa yang menunjukkan minat belajar cukup baik, sedangkan mayoritas berada pada kategori rendah. Setelah penerapan metode TTS pada siklus I, terjadi perubahan suasana kelas yang lebih dinamis. Siswa mulai menunjukkan ketertarikan karena merasa tertantang untuk mengisi teka-teki berdasarkan pemahaman materi. Aktivitas belajar mulai meningkat, terutama pada indikator kehadiran dan perhatian siswa. Meskipun demikian, keaktifan dalam bertanya dan bekerja sama masih belum merata, karena beberapa siswa masih cenderung bergantung pada teman yang lebih aktif dalam kelompoknya. Perbaikan pada siklus II dilakukan dengan menambah variasi soal TTS, membentuk kelompok kecil, serta memberikan penghargaan bagi kelompok tercepat. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan semangat dan keterlibatan seluruh siswa. Mereka tampak lebih berpartisipasi aktif dalam diskusi, berani
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Santi) | 108-111 mengemukakan pendapat, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama pembelajaran. Hasil angket siklus II menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator minat belajar, meliputi perhatian, kehadiran, keaktifan, kesungguhan mencatat, dan partisipasi dalam kegiatan kelas. Temuan ini memperkuat pendapat Arsyad (2016) bahwa media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa.⁽¹⁾ Selain itu, hasil ini selaras dengan penelitian Pratiwi (2019) yang menyatakan bahwa penerapan metode teka-teki silang mampu menumbuhkan semangat belajar karena menggabungkan unsur permainan dan edukasi. Namun, temuan ini lebih menonjol pada aspek keterlibatan spiritual dan moral, yang menjadi ciri khas pembelajaran PAI, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada bidang bahasa. Penelitian Rambe dan Putri (2024) juga mendukung hasil ini dengan menunjukkan bahwa crossword puzzle efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan interaksi antar siswa.⁽²⁾ Dengan demikian, penerapan metode Teka-Teki Silang dapat dianggap sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran PAI yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meningkatkan minat belajar secara signifikan. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Teka-Teki Silang (TTS) memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Plus Ar-Raudhah. Pada awal pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah, siswa cenderung pasif, kurang fokus, dan tidak menunjukkan ketertarikan terhadap materi. Setelah diterapkannya metode TTS pada siklus I, mulai terlihat peningkatan perhatian dan keterlibatan siswa meskipun belum merata. Melalui perbaikan strategi pada siklus II, seperti menambahkan variasi soal, membentuk kelompok kecil, dan memberikan penghargaan kepada kelompok tercepat, minat belajar siswa meningkat secara signifikan. Mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, berani mengemukakan pendapat, dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam memahami materi tentang hidup penuh manfaat dengan menjauhi sifat berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad. Berdasarkan temuan tersebut, metode Teka-Teki Silang dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan minat belajar PAI. Metode ini tidak hanya membuat suasana belajar lebih menyenangkan, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan bekerja sama dalam memahami nilai-nilai keislaman. Guru disarankan untuk memanfaatkan metode TTS secara kreatif dan mengombinasikannya dengan pendekatan lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pemanfaatan media digital, agar hasil belajar semakin optimal. Dengan demikian, pembelajaran PAI dapat menjadi lebih interaktif, relevan dengan kebutuhan siswa, serta mampu menumbuhkan semangat belajar dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. REFERENCES Aqib, Z. (2017). Penelitian tindakan kelas untuk guru. Bandung: Yrama Widya.Arsyad, A. (2016). Media pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.Hamalik, O. (2014). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Ifendi, M. (2020). PESANTREN DAN KEPEMIMPINAN KIAI: Studi kasus di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik (1980–2020). Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan, 2(2). http://ejournal.insud.ac.id/index.php/mpi/index Ifendi, M. (2021a). Disaster emergency response management to anticipate the spread of Covid-19 at the Islamic boarding school. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 389–406. Ifendi, M. (2021b). Pendidikan Islam Rasulullah Saw periode Madinah: Strategi, materi, dan lembaga pendidikan. Al-Rabwah: Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1). http://jurnal.staiskutim.ac.id/index.php/namajurnal Ifendi, M., Ghozali, I., Sinta, D., Herlina, S., Nilawati, & Suryadi. (2022). Peningkatan pemahaman tentang fiqih ibadah di Majelis Taklim At-Taqwa Dusun Lestari Jaya Sangatta Selatan. Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1). Khaedar, M., & Alam, S. (2023). The effect of using crossword puzzle model on learning interest in Indonesian learning based on students’ literacy. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 56(1), 160– 171. https://doi.org/10.23887/jpp.v56i1.52533
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Penerapan Metode Teka-Teki (Santi) | 108-111 Noviana, A., Muarif, M., Sugiarti, & Helen, F. (2023). Penerapan permainan edukatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMA dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam. Binary: Journal of Education, 5(2), 112–124. https://jsr.unuha.ac.id/index.php/Binary/article/view/796 Pratiwi, D. (2020). Efektivitas media teka-teki silang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(1), 55–63. https://doi.org/10.21009/jtp.v8i1.13621 Rambe, R. N., & Putri, R. T. (2024). Crossword puzzle learning media to improve mastery of Indonesian vocabulary in elementary school. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 7(4), 762–768. https://doi.org/10.23887/jisd.v7i4.61292 Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N., & Rivai, A. (2011). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Zuhairini, M., Kasiram, A., Tajdab, A. G., Fadjar, M., & Umar, M. (2013). Sejarah pendidikan Islam (Edisi ke-12). Jakarta: Bumi Aksara. .