scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi

Noviana Ayu Anjar Dewi, Zahra, Athiy Dina Rosihana

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 170-180 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17317725 *Corresponding author Email: [email protected], [email protected], [email protected] Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi Noviana Ayu Anjar Dewi, Zahra, Athiy Dina Rosihana Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta A B S T R A K Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi. Gaya kepemimpinan transformasional merupakan pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada peningkatan motivasi, semangat, dan kinerja karyawan melalui pemberian inspirasi, pengaruh ideal, stimulasi intelektual, serta perhatian individual. Sementara motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang mendorong karyawan untuk mencapai tujuan tertentu secara maksimal dalam lingkungan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi yang berjumlah 37 orang, dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 5.220 > t tabel 2.032dan signifikansi sebesar 0.008 < 0.05. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 5.895 > t tabel 2.032dan signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Secara simultan kedua variabel independen tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 21.300 > F tabel 3.28 dan signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0.556 menunjukkan bahwa 55,6% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. A B S T R A C T This study aims to determine the influence of transformational leadership style and work motivation on employee performance at Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Motorcycle Dealer, Tambun Bekasi. Transformational leadership is a leadership approach that focuses on enhancing employee motivation, enthusiasm, and performance through inspiration, idealized influence, intellectual stimulation, and individualized consideration. Meanwhile, work motivation refers to internal and external drives that encourage employees to achieve specific goals optimally in the workplace. The research method used is quantitative with a descriptive associative approach. The population consists of all 37 employees, all of whom were selected as samples using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation. Data analysis includes validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-test (partial), F-test (simultaneous), and coefficient of determination (R²), using SPSS version 29. The results show that partially, transformational leadership has a positive and significant effect on employee performance, with a t-count of 5.220 > t-table 2.032 and a significance value of 0.008 < 0.05. Work motivation also has a positive and significant partial effect, with a tcount of 5.895 > t-table 2.032 and a significance of 0.001 < 0.05. Simultaneously, both independent variables significantly influence employee performance, as shown by an F-count of 21.300 > F-table 3.28 and a significance of 0.001 < 0.05. The coefficient of determination (R²) of 0.556 indicates that 55.6% of the variation in employee performance is explained by transformational leadership and work motivation, while the remaining 44.4% is influenced by other factors outside this study.. A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan Keywords: Transformational Leadership, Work Motivation, Employee Performance This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Socius E-ISSN: 3025-6704 PENDAHULUAN Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, keberhasilan sebuah perusahaan sangat bergantung pada mutu sumber daya manusia yang dimiliki. Karyawan sebagai aset paling berharga bagi perusahaan memainkan peran penting dalam mencapai sasaran perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia secara efektif menjadi prioritas, terutama terkait dengan peningkatan kinerja karyawan dan tentu seorang pemimpin adalah sosok kunci dalam merumuskan dan mengimplementasikan kinerja. Pemimpin berkewajiban untuk menjadi contoh, memberi arahan dan diharapkan dapat menangani semua situasi serta tantangan yang mungkin akan muncul dengan melakukan peningkatan dan pengembangan kualitas serta potensi kinerja yang dimiliki, agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Meskipun manusia sudah dikenalkan dengan berbagai macam sosok pemimpin yang dianggap kompeten (Rizki, (2023). Namun, tetap saja pihak yang dipimpin menginginkan pemimpin yang bijaksana, memotivasi dan dapat mengarahkan mereka pada hal positif (Andriyantis, 2022). Banyak faktor yang mempengaruhi seorang pemimpin mencapai kesuksesan, salah satu dari faktor tersebut adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan transformasional salah satu gaya yang berfokus pada peningkatan motivasi, inspirasi dan kinerja karyawan melalui visi dan nilai yang kuat (Adipra & Surya, 2025). Selain pentingnya gaya kepemimpinan di perusahaan, motivasi kerja juga berperan sangat penting terhadap kinerja sumber daya manusia. Motivasi adalah kekuatan pendorong yang mempengaruhi seseorang untuk mencapai tujuan. Menurut Rivai dalam (Putranto & Wijaya, 2024) mengatakan motivasi adalah kumpulan sikap dan nilai yang mendorong seseorang untuk meraih sesuatu sesuai dengan tujuan individu. Sejalan dengan itu menurut Supardi dalam (Aisyah et al., 2022) Kinerja merupakan aktifitas yang dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan serta tujuan yang telah ditentukan. Selain itu menurut Sari & Cipto dalam (Sariningrum & Febrian, 2023) mengatakan kinerja menunjukkan seberapa baik para karyawan bekerja yang bisa meningkatkan produktivitas salam suatu organisasi. Kinerja yang optimal tidak hanya menunjukkan bagaimana seseorang mampu menyelesaikan pekerjaannya, tetapi juga menggambarkan bagaimana karyawan bisa membantu mencapai tujuan organisasi. Berpijak pada penelitian yang dilakukan oleh (Tulun et al., 2023) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja sementara menurut (Yulita Virginia & Aribowo, 2023).mengatakan bahwa gaya kepemimpinan Transformasional tidak berpengaruh positif terhadap kinerja tetapi motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja, Selanjutnya (Miharja & Ruhkviyanti, 2024) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan begitu juga dengan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lalu secara simultan gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Selanjutnya menurut (Ratnaningtyas et al., 2024) bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Menurut (Kurniawati, 2023) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja begitu juga motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Sementara menurut (Khoiri & Prahiawan, 2024) gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Berdasarkan berbagai pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja secara konsisten memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini terlihat dari hasil penelitian Tulun et al. (2023), Yulita Virginia & Aribowo (2023), Miharja & Ruhkviyanti (2024), Ratnaningtyas et al. (2024), serta Kurniawati (2023), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja, maka semakin baik pula kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Sementara itu, pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Beberapa penelitian seperti Tulun et al. (2023), Miharja & Ruhkviyanti (2024), dan Kurniawati (2023) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun, hasil yang berbeda disampaikan oleh Yulita Virginia & Aribowo (2023) serta Khoiri & Prahiawan (2024), yang menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional tidak memberikan pengaruh positif maupun signifikan terhadap kinerja. Dari perbandingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja merupakan faktor yang lebih stabil dan konsisten dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sedangkan pengaruh gaya kepemimpinan transformasional cenderung bergantung pada kondisi lingkungan kerja dan bagaimana gaya tersebut diterapkan di masing-masing organisasi. Oleh karena itu, penting bagi setiap organisasi untuk memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja karyawan, serta menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan situasi dan kebutuhan organisasi. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Noviana, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi merupakan perusahaan yang berfokus pada penjualan motor dengan harga yang hampir serupa dengan mobil, banyaknya persaingan dagang dari sesama merk maupun merk yang berbeda membuat Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi berupaya untuk melakukan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Salah satu cara yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan kepemimpinan trasformasional yang ditetapkan oleh Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi. Dengan cara ini, diharapkan karyawan memiliki motivasi kerja yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di kantor. Jika hal ini berhasil, pelanggan juga akan secara tidak langsung merasakan kepuasan dari pelayanan yang diberikan oleh Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi. Menurut pengamatan yang dilakukan peneliti, di Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi terdapat beberapa permasalahan. Masalah tersebut meliputi adanya karyawan yang keluar tanpa alasan yang jelas pada jam kerja, beban kerja yang terlalu banyak, penugasan yang tidak sesuai dengan latar belakang Pendidikan, serta keterlambatan dalam kehadiran. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif desktiptif. Penelitian ini berfokus pada penggunaan angka yang diawali denga pengumpulan data, interpretasi data, dan penyajian hasil suatu penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti memerlukan sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil observasi dalam perikehan kuisioner yang dibagikan kepada responden yaitu pada seluruh karyawan di Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi, sedangkan untuk data sekunder didapatkan melalui jurnal-jurnal yang terdapat di google scholar, buku, artikel, dan media internet. Semua data digunakan untuk menjadi bahan referensi penulis dalam pembuatan landasan teori penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan model regresi linier berganda (multiple regression analysis model) dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dikerjakan dengan menggunakan uji instrument penelitian (uji validitas dan reabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji Multikolinieritas, uji heteroskedastisitas) uji analisis regresi linier berganda, uji hepitesis (uji T (Parsial), uji F (simultan) dan uji koefisien determinasi (R2)). Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu ada 37 orang ysng merupakan Karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi. Agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi, sampel yang digunakan harus benar-benar representatif atau mewakili populasi secara akurat. Maka dari itu Peneliti menggunakan Karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi yang terdiri dari 37 orang yang dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel yang akan dipergunakan pada penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan sampling jenuh Dimana semua populasi Karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi akan digunakan menjadi sampel penelitian. HASIL Uji Kualitas Data Uji kualitas suatu data ditentukan dengan melakukan uji validitas dan uji reabilitas data dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 29 Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson produk moment, Uji validitas dalam pengkajian ini dilakuan guna menentukan valid atau tidaknya data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden yang berisikan pernyataan pada setiap indikatornya. Dasar pengembalian Keputusan dalam uji ini ditentukan dengan membangkan antara nilai Thitung dan nilai rtabel penyebaran kuesioner dilakukan di Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi dengan 37 karyawan. lebih besar dari rtabel (rhitung > rtabel) Tabel I. Hasil Uji Validitas Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) Item Pernyataan rhitung rtabel Sig. (2-tailed) Keterangan X1.1 0,490 0,324 0,002 Valid X1.2 0,717 0,324 0,001 Valid X1.3 0,379 0,324 0,021 Valid X1,4 0,376 0,324 0,022 Valid X1.5 0,665 0,324 0,001 Valid X1.6 0,368 0,324 0,025 Valid X1.7 0,775 0,324 0,001 Valid X1.8 0,347 0,324 0,035 Valid Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Socius E-ISSN: 3025-6704 X1.9 0,745 0,324 0,001 Valid X1.10 0,358 0,324 0,029 Valid Sumber Data diolah menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari hasil tabel I Uji Validitas Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) diatas dapat disimpulkan jika 10 item pertanyaan dalam Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) memperoleh angka rhitung > angka rtabel (0,324) dan bernilai positif. Dengan demikian bisa dinyatakan data yang diperoleh dari setiap pertanyaan variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) adalah valid. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Motivasi Kerja (X2) Item Pernyataan rhitung rtabel Sig. (2-tailed) Keterangan X2.1 0,587 0,324 0,001 Valid X2.2 0,412 0,324 0,011 Valid X2.3 0,619 0,324 0,001 Valid X2,4 0,507 0,324 0,001 Valid X2.5 0,377 0,324 0,021 Valid X2.6 0,529 0,324 0,001 Valid X2.7 0,514 0,324 0,001 Valid X2.8 0,366 0,324 0,026 Valid X2.9 0,375 0,324 0,022 Valid X2.10 0,393 0,324 0,016 Valid X2.11 0,567 0,324 0,001 Valid X2.12 0,649 0,324 0,001 Valid Sumber Data diolah menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari hasil tabel IV. 8 Uji Validitas Motivasi Kerja(X2) diatas dapat disimpulkan jika 12 item pertanyaan dalam Motivasi Kerja (X2) memperoleh angka rhitung > angka rtabel (0,324) dan bernilai positif. Dengan demikian bisa dinyatakan data yang diperoleh dari setiap pertanyaan variabel Motivasi Kerja (X2) adalah valid. Tabel 3 Hasil Uji Validasi Kinerja (Y) Item Pernyataan rhitung rtabel Sig. (2-tailed) Keterangan X1.1 0,580 0,324 0,001 Valid X1.2 0,450 0,324 0,005 Valid X1.3 0,559 0,324 0,001 Valid X1,4 0,485 0,324 0,002 Valid X1.5 0,542 0,324 0,001 Valid X1.6 0,501 0,324 0,002 Valid X1.7 0,430 0,324 0,008 Valid X1.8 0,477 0,324 0,003 Valid X1.9 0,538 0,324 0,001 Valid X1.10 0,580 0,324 0,001 Valid Sumber Data diolah menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari hasil tabel IV. 9 Uji Validitas Kinerja(Y) diatas dapat disimpulkan jika 10 item pertanyaan dalam Kinerja(Y) memperoleh angka rhitung > angka rtabel (0,324) dan bernilai positif. Dengan demikian bisa dinyatakan data yang diperoleh dari setiap pertanyaan variabel Kinerja(Y) adalah valid. Uji Reabilitas Uji Reabilitas bertujuan untuk mengetahui Tingkat konsistensi suatu kuesioner Dimana uji ini dilakukan setelah kuesioner dinyatakan valid. Berikut adalah hasil data uji reabilitas. Tabel 4 Hasil Uji Reabilitas Variabel Nilai Cronbach’s Alpha Koefisien Nilai Cronbach’s Alpha Keterangan Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) 0,734 0,60 Reliabel Motivasi Kerja (X2) 0,686 0,60 Reliabel Kinerja Karyawan (Y) 0,626 0,60 Reliabel Sumber Data diolah menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Noviana, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dari hasil tabel 4 dapat diketahui bahwa variabel gaya kepemimpinan Transformasional (X1) memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60, yaitu 0,734. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel ini adalah reliabel, selanjutnya variabel Motivasi Kerja (X2), memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60, yaitu 0,686. Dapat disimpulkan variabel ini adalah reliabel. Kemudian variabel Kinerja Karyawan (Y) memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60, yaitu 0,626. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel ini adalah reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji apakah model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak untuk diuji atau tidak. Dengan uji ini, penulis dapat memastikan bahwa model regresi yang digunakan sudah memenuhi asumsi yang diperlukan untuk hasil yang valid dan dapat dijabarkan dengan benar. Uji asumsi klasik digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji heretokedastisitas dan uji multikolinearitas. Uji Normalitas Uji normalitas pada model regtesi ini digunakan untuk mengetahui apakah nilai yang dihasilkan normal atau tidak. Kualitas model regresi yang baik dapat dilihat dari nilai residual yang memiliki distribusi normal. Salah satu cara untuk mengidentifikasinya dengan melihat dari pola penyebaran data pada diagonal grafik Normal P-P Plot of regression, yang digunakan sebagia dasar untuk membuat keputusan. Tabel 5 Uji Normalitas One-Sampel Kolmogrov-smirnov One-Sampel kolmogrov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 37 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 2.61428830 Most Extreme Differences Absolute .081 Positive .067 Negative -.081 Test Statistic .081 Asymp. Sig. (2-tailed)c .200d Monte Carlo Sig. (2-tailed)e Sig. .779 99% Confidence Interval Lower Bound .768 Upper Bound .790 Sumber Data diolah menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Berdasarkan tabel 5 diatas, hasil dari uji normalitas dengan menggunakan Kolmogrov Smirnov dapat diketahui bahwa nilai signifikansi asymp Sig. (2-tailed) yaitu 0,779 yang berarti lebih besar dari nilai signifikansi 0,05. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi secara normal dan model regresi layak dipakai karena sudah memenuhi asumsi normalitas. Selain itu, pengujian normalotas untuk mendeteksi apakah nilai residual terstandarisasi dengan normal atau tidaknya juga dapat dilakukandengan metode Kurva Normal P-P (plot of Regression Standardised Residual). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Socius E-ISSN: 3025-6704 Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Gambar 2 Normal Probabillity Plot Berdasarkan gambar 1 diatas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar mengikuti garis diagonal, dengan demikian dapat disimpukan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi secara normal dan model regresi layak digunakan secara memenuhi asumsi normalitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Tabel 6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Tabel 6 hasil uji heteroskedastisitas diatas mengenai gaya Kepemimpinan Transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan menghasilkan titik-titik yang menyebar baik di atas ataupun di bawah sumbu 0 maka dapat disimpulkan bahwa data sudah lolos dalam uji heteroskedastisitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah terdapat korelasi yang signifikan antara variabel-variabel indipenden maka model regresi tersebut dikatakan baik. Pengujian multikolinearitas menggunakan ukuran Variabel Inflation Factor (VIF) dan Tolarance (nilai toleransi) Tabel 7 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 Gaya Kepemimpinan Transformasional .888 1.127 Motivasi Kerja .888 1.127 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Noviana, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari hasil pengujian multikolinearitas yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai tolerance dari variabel gaya kepemimpinan Transformasional dan motivasi kerja adalah 0,888 > 0,1 dan nilai VIF (Variabel Inflation Factor) yaitu 1.127 < 10 dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas atau tidak terjadi korelasi antara variabel-variabel independen dalam model regresi. Analisis Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan transformasional (X1) dengan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja Karyawan (Y) Tabel 8 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9.186 5.139 1.788 .083 Gaya Kepemimpinan Transformasional .243 .087 .341 2.813 .008 Motivasi Kerja .483 .105 .559 4.606 <,001 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari Tabel 8 Uji Analisis Linear Berganda diatas, diperoleh persamaan linear berganda sebagai berikut : Y = α + β1X1 + β2X2 + e Y = 9.186 + 0,243X1 + 0,483X2 + e Dari keterangan tersebut dapat diartikan bahwa: 1. Nilai konstanta a yang diperoleh sebesar 9.186 menyatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja bernilai 0 atau tidak ada, sehingga variabel kinerja karyawan tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar 9.186 2. Nilai β1 atau nilai koefisien regresi X1 sebesar 0,243, menunjukkan bahwa variabel beban kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja laryawan atau bisa dikatakan bahwa jika terdapat penambahan sebesar satu satuan angka, maka kinerja Karyawan Dealer Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi akan meningkat sebanyak 0,243. 3. Nilai β2 atau nilai koefisien regresi X2 sebesar 0,483, menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan atau bisa dikatakan bahwa jika terdapat penambahan sebesar satu satuan angka, maka kinerja Karyawan Dealer Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi akan meningkat sebanyak 0,483. Uji Hipotesis Uji T (Parsial) Hasil uji signifikansi T (Parsial) digunakan untuk menilai kemampuan masing-masing variabel independen secara individu dalam menjelaskan perilaku variabel dependen. Dengan menggunakan perangkat SPSS versi 29 hasil uji T dapat dilihat pada tabel berikut: Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Socius E-ISSN: 3025-6704 Tabel 9 Uji T (Parsial) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9.186 5.139 1.788 .083 Gaya Kepemimpinan Transformasional .243 .087 .341 2.813 .008 Motivasi Kerja .483 .105 .559 4.606 <,001 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari tabel 9 Uji T (Parsial) diatas dapat diketahui bahwa Thitung gaya kepemimpinan transformasional (X1) sejumlah 5.139 dan Thitung motivasi kerja (X2) sejumlah 2,331. Untuk mencari Ttabel pada penelitian dapat dilakukan dengan rumus: Ttabel = (a/2; n – k - 1) = (0,05/2; 37 – 2 – 1) = 0,025; 34 Ttabel = 2.032 Bisa disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional (X1) terhadap Thitung 5.220 >Ttabel 2.032dan nilai Sig. 0.008 < 0,05. Sedangkan motivasi kerja (X2) Thitung 5.895>Ttabel 2.032dan nilai Sig. 0.001 < 0,05 Sehingga dapat dikatakan gaya kepemimpinan transformasional (X1) dan motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi Uji F (Simultan) Uji Signifikan simultan (F) digunakan untuk menguji apakah terdapat tidaknya pengaruh secara Bersama (simultan) antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji ini menggunakan SPSS versi 29 bisa dilihat dengan tabel berikut ini Tabel 10 Uji Signifikan F (Simultan) ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 308.282 2 154.141 21.300 <,001b Residual 246.042 34 7.237 Total 554.324 36 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan b. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan Transformasional Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari hasil tabel 10 Uji Signifikan F (Simultan) diatas, diketahui bahwa Thitung sebesar 21.300. Untuk mencari Ttabel pada penelitian ini dapat digunakan rumus yaitu : Ftabel = f (k; n – k-1) = (2; 37 – 2-1) = (2;34 ) Ftabel = 3,28 Dengan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Thitung 21.300 > Ftabel 3,28 dan nilai Sig.0,001 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa dikatakan gaya kepemimpinan transformasional (X1) dan motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi. Uji Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk mencari hubungan antar variabel independen dan variabel dependen dapat dilihat dari besarnya adjusted R square Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 170-180 Noviana, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan Uji Koefisien Determinasi Parsial Koefisien determinasi parsial ini menunjukkan variabel mana yang paling dominan mempengaruhi variabel dependen, berikut ini tabel uji koefisien determinasi parsial : Tabel 11 Hasil Koefisien Determinasi Parsial X1 terhadap Y Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .528a .279 .259 3.379 a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan Transformasional b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari tabel I1 diatas, diperoleh nilai-nilai koefisien determinasi sebesar 0,279, maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional (X1) memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 27,9%, sedangkan sisanya sebesar 72,1% dipengaruhi oleh faktor yang tidak dilakukan peneliti. Tabel I2 Hasil Koefisien Determinasi Parsial X2 terhadap Y Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .673a .453 .437 2.944 a. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari tabel I2 diatas, diperoleh nilai-nilai koefisien determinasi sebesar 0,453, maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja (X2) memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 45,3%, sedangkan sisanya sebesar 54,7% dipengaruhi oleh faktor yang tidak dilakukan peneliti. Pengujian koefisien determinasi simultan bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase variasi total dalam variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen secara bersama-sama. Nilai koefisien determinasi simultan dapat dilihat dari output SPSS pada kolom R Square x 100. Uji Koefisien Determinasi Simultan Pengujian koefisien determinasi simultan bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase variasi total dalam variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen secara bersama-sama. Nilai koefisien determinasi simultan dapat dilihat dari output SPSS pada kolom R Square x 100. Tabel I3 Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan Model Summaryb M odel R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .746a .556 .530 2.690 a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber data diperoleh dengan menggunakan SPSS Versi 29 (2025) Dari tabel I3 diatas, diperoleh nilai-nilai koefisien determinasi sebesar 0,556, maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional (X1) dan motivasi kerja (X2) memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 55,6%, sedangkan sisanya sebesar 44,4% dipengaruhi oleh faktor yang tidak dilakukan peneliti. PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi Oleh karena itu, untuk memmbuktikan ada atau tidaknya pengaruh dari ke tiga variabel tersebut, berikut merupakan pembahasannya. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) Dealer Motor Kawasaki Matahari Langgeng Jaya Tambun Bekasi Berdasarkan hasil penelitian uji signifikansi T (Parsial), dapat diketahui gaya kepemimpinan transformasional (X1) terhadap Thitung 5.220 >Ttabel 2.032 dan nilai Sig. 0.008 < 0,05.yang berjumlah Thitung