scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Pada Bab 1 Materi Jinayah Kelas XI.3 MA MAI Purwakarta

Indah Nur Shabrina, Dede Rizal Munir, Usep Setiawan

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 190-195 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17324823 *Corresponding author Email: nursahabinaind[email protected]om, [email protected] , [email protected] Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Pada Bab 1 Materi Jinayah Kelas XI.3 MA MAI Purwakarta Indah Nur Shabrina, Dede Rizal Munir, Usep Setiawan Sekolah Tinggi Agama Islam Dr. KH. EZ. Muttaqien, Purwakarta, Indonesia A B S T R A K Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta pada mata pelajaran Fiqih, khususnya Bab 1 materi Jinayah. Rendahnya ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih aktif, kritis, dan mampu memahami konsep materi dengan baik. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipilih karena menekankan pada pemecahan masalah nyata yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam satu siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar untuk mengetahui pencapaian kognitif siswa, serta observasi untuk melihat aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model Problem Based Learning. Rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84 dengan ketuntasan klasikal mencapai 85%, sedangkan sebelum tindakan ketuntasan klasikal hanya 70%. Hal ini membuktikan bahwa model Problem Based Learning dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Jinayah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta pada materi Jinayah, meskipun penelitian ini baru dilaksanakan dalam satu siklus. A B S T R A C T Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta pada mata pelajaran Fiqih, khususnya Bab 1 materi Jinayah. Rendahnya ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih aktif, kritis, dan mampu memahami konsep materi dengan baik. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipilih karena tekanan pada pemecahan masalah nyata yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam satu siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar untuk mengetahui pencapaian kognitif siswa, serta observasi untuk melihat aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model Problem Based Learning. Ratarata nilai siswa meningkat menjadi 84 dengan ketuntasan klasikal mencapai 85%, sedangkan sebelum tindakan ketuntasan klasikal hanya 70%. Hal ini membuktikan bahwa model Problem Based Learning dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Jinayah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta pada materi Jinayah, meskipun penelitian ini baru dilaksanakan dalam satu siklus. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembangunan bangsa karena melalui pendidikan manusia dibimbing dan diarahkan untuk mencapai perkembangan pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang utuh. Pendidikan Islam, khususnya, tidak hanya menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak mulia yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam pendidikan Islam adalah Fiqih. Mata pelajaran Fiqih A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: Problem Based Learning, Hasil belajar, Fiqih, Jinayah Keywords: Problem Based Learning, Learning Outcomes, Fiqh, Jinayah This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 190-195 Socius E-ISSN: 3025-6704 berfungsi sebagai sarana pembelajaran hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupannya. Fiqih tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan tentang halal dan haram, sah dan batal, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir kritis dalam memahami persoalan hukum Islam yang dinamis. Salah satu materi yang dipelajari dalam Fiqih di kelas XI Madrasah Aliyah adalah Jinayah. Materi ini membahas ketentuan hukum Islam mengenai tindak pidana, seperti pembunuhan, pencurian, perampokan, maupun perbuatan melawan hukum lainnya yang diatur dalam syariat. Dengan mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu memahami aturan-aturan Allah SWT terkait hukum pidana Islam serta mampu mengambil hikmah agar terhindar dari perbuatan yang dilarang. Namun, hasil observasi awal di kelas XI.3 MA MAI Purwakarta menunjukkan bahwa proses pembelajaran Fiqih, khususnya pada Bab 1 materi Jinayah, masih menghadapi beberapa kendala. Hasil ulangan harian siswa menunjukkan bahwa sebagian besar nilainya masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, proses pembelajaran cenderung didominasi oleh metode ceramah, sehingga siswa kurang terlibat aktif dalam diskusi maupun analisis materi. Hal ini mengakibatkan siswa mudah merasa bosan, kurang termotivasi, dan tidak mampu menghubungkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Akibatnya, hasil belajar siswa tidak optimal sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang lebih interaktif, menantang, dan mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Salah satu model yang relevan untuk diterapkan adalah Problem Based Learning (PBL). PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah nyata sebagai titik awal pembelajaran. Dalam model ini, siswa dihadapkan pada suatu masalah yang kontekstual, kemudian diarahkan untuk menganalisis, mendiskusikan, serta mencari solusi melalui kerja kelompok maupun individu. Proses ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan lebih bertanggung jawab terhadap pembelajarannya. Dengan menerapkan PBL pada materi Jinayah, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep-konsep hukum Islam secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan dengan permasalahan yang ada di masyarakat. Misalnya, siswa dapat diajak menganalisis kasus pencurian, pembunuhan, atau tindak pidana lain, lalu dikaitkan dengan ketentuan hukum Islam yang berlaku. Dengan cara ini, siswa akan lebih mudah memahami makna materi, lebih termotivasi untuk belajar, dan hasil belajarnya pun meningkat. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti merasa perlu melakukan penelitian tindakan kelas mengenai penerapan model Problem Based Learning pada mata pelajaran Fiqih di kelas XI.3 MA MAI Purwakarta. Penelitian ini difokuskan pada Bab 1 materi Jinayah dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model PBL dapat meningkatkan keaktifan, motivasi, serta hasil belajar siswa. METODE Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode ini dipilih karena sesuai untuk memperbaiki proses pembelajaran yang berlangsung di kelas sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di MA MAI Purwakarta dengan subjek siswa kelas XI.3 yang berjumlah 20 orang pada mata pelajaran Fiqih Bab 1 materi Jinayah. Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis PBL, menyiapkan instrumen penelitian berupa soal tes hasil belajar, lembar observasi, serta menentukan permasalahan nyata yang berkaitan dengan materi Jinayah untuk dijadikan bahan diskusi. Pada tahap pelaksanaan, guru memulai pembelajaran dengan menyajikan permasalahan yang relevan, kemudian siswa dibagi ke dalam kelompok untuk menganalisis dan mendiskusikan pemecahan masalah. Selanjutnya, tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, dan guru memberikan penguatan serta kesimpulan. Tahap berikutnya adalah observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Observasi difokuskan pada keaktifan siswa, kerja sama kelompok, serta kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Tahap terakhir adalah refleksi, yakni menganalisis hasil tes belajar dan data observasi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan PBL. Selain itu, refleksi juga digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dalam pelaksanaan pembelajaran, model Problem Based Learning diterapkan melalui lima langkah utama. Pertama, guru mengorientasikan siswa pada masalah dengan menyajikan permasalahan nyata yang berkaitan dengan materi Jinayah. Permasalahan yang diberikan dirancang agar dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa merasa tertarik dan termotivasi untuk memecahkannya. Kedua, guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah. Pada tahap ini, guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan tentang tugas dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Ketiga, siswa melakukan penyelidikan mandiri maupun kelompok untuk mengumpulkan informasi, menganalisis, dan Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 190-195 Indah, et., al / Penerapan Model Problem mencari alternatif pemecahan masalah. Aktivitas ini mendorong siswa berpikir kritis, bekerja sama, dan saling bertukar ide. Keempat, hasil penyelidikan kelompok dipresentasikan di depan kelas. Presentasi ini bertujuan agar siswa dapat melatih kemampuan komunikasi serta membandingkan solusi antar kelompok. Guru kemudian memberikan klarifikasi, penguatan, dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Kelima, pembelajaran diakhiri dengan tahap analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Guru bersama siswa menyimpulkan konsep penting yang dipelajari dari kegiatan tersebut, sekaligus merefleksikan proses diskusi dan hasil yang diperoleh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes hasil belajar untuk mengukur aspek kognitif siswa, observasi untuk melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa foto kegiatan dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan menggunakan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan klasikal, sedangkan hasil observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Gambar 1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas. Penjelasan siklus di atas adalah: 1. Perencanaan - Guru menemukan masalah: hasil belajar fiqih bab Jinayah masih rendah, rata-rata 70 dengan ketuntasan hanya 70%. - Menetapkan tujuan: meningkatkan hasil belajar siswa melalui Problem Based Learning (PBL). - Menyusun RPP dengan langkah-langkah PBL (orientasi masalah → diskusi kelompok → presentasi → kesimpulan). - Menyiapkan bahan ajar (contoh kasus nyata tentang jinayah), lembar observasi aktivitas siswa, dan soal evaluasi. 2. Pelaksanaan Tindakan - Guru membuka pembelajaran dengan memberikan kasus nyata tentang tindak pidana dalam Islam (contoh: pencurian dan hukumannya). - Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan kasus. - Masing-masing kelompok mencari solusi hukum berdasarkan dalil Al-Qur’an, Hadis, dan pendapat ulama. - Kelompok mempresentasikan hasil diskusi, lalu guru memberikan penguatan dan klarifikasi. 3. Observasi - Observer/guru mencatat: • Keaktifan siswa saat diskusi. • Kemampuan siswa menyampaikan pendapat. • Kerjasama kelompok. - Guru juga mengumpulkan data hasil evaluasi (tes akhir setelah pembelajaran). - Data awal (sebelum tindakan) dibandingkan dengan data setelah penerapan PBL. 4. Refleksi - Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dan jumlah siswa yang mencapai KKM (≥70). - Aktivitas siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena mereka terlibat langsung dalam menyelesaikan masalah. - Kendala yang muncul: beberapa siswa masih pasif dan perlu bimbingan lebih intensif. - Kesimpulan: penerapan PBL efektif meningkatkan hasil belajar fiqih bab Jinayah di kelas XI.3 MA MAI Purwakarta. Karena target ketuntasan sudah tercapai, penelitian dihentikan pada 1 siklus Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 190-195 Socius E-ISSN: 3025-6704 Subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas XI.3 semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 di MA MAI Purwakarta dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2025/ 2026. Analisa data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan analisalah data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Analisa adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, mengolah, serta menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca. Mengingat data kualitatif yang dikumpulkan oleh penelitian ini berbentuk narasi dan bersifat deskripsi atas berbagai kejadian, interaksi, argumentasi, pernyataan sikap, dan perilaku subyek penelitian, maka teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindaakan kelas ini dilaksanakan dalam satu siklus dengan menerapkan mdel Problem Based Learning (PBL) pada materi Jinayah di kelas XI.3 MA MAI Purwakarta. Sebelum tindakan diberikan, nilai rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 70 dengan ketuntasan klasikal sebesar 70% artinya hanya 14 dari 20 siswa yang mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Setelah penerapan model PBL pada I siklus, terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 84, dan jumlah siswa yang mencapai KKM bertambah menjadi 16 orang dari total 20 siswa, sehingga ketuntasan klasikal juga meningkat menjadi 80%. Selain peningkatan nilai, hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami perkembangan. Siswa terlihat lebih aktif dalam diskusi kelompok, mampu menyampaikan pendapat, serta lebih mudah memahami konsep hukum Jinayah melalui kasus nyata yang diberikan guru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu memberikan dampak positif terhadap hasil belajar fiqih bab Jinayah. Peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan klasikal memperlihatkan bahwa siswa lebih memahami materi ketika mereka terlibat langsung dalam proses menemukan solusi dari masalah. Hal ini sesuai dengan karakteristik PBL yang menekankan keterlibatan aktif siswa untuk berpikir kritis, berargumentasi, dan bekerja sama dalam kelompok. Dengan adanya permasalahan nyata yang disajikan, siswa terdorong untuk lebih berpartisipasi dalam pembelajaran dan tidak hanya pasif menerima penjelasan guru. Meskipun masih ada sebagian kecil siswa yang cenderung pasif, secara umum penerapan PBL berhasil meningkatkan hasil belajar sekaligus keaktifan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan PBL efektif digunakan dalam pembelajaran fiqih, khususnya pada materi Jinayah, karena mampu meningkatkan baik pemahaman konsep maupun partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Peneliti berusaha menyajikan materi secara ringan dan menarik sehingga mudah untuk dipahami. Untuk menghindari rasa bosan selama proses belajar mengajar berlangsung sesekali saya mengajukan pertanyaan dan mengajak siswa berdiskusi dengan menggunakan alat peraga yang sudah disiapkan. Sejauh ini model problem based learning yang peneliti pergunakan dalam pembelajaran Fiqih mendapat respon yang cukup baik dari para siswa dan dapat memberikan motivasi serta peningkatan hasil belajar. Seperti biasanya setiap pertemuan berlangsung selama 80 menit. Pada pertemuan ini peneliti bersama dengan siswa membagi kelas dalam beberapa kelompok. Kemudian kami melakukan diskusi sederhana untuk menjelaskan tentang jinayah. Yang selanjutnya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam memahami materi yang diajarkan, peneliti memberikan lembar kerja untuk dikerjakan secara berkelompok dan individu. Kelas terbagi menjadi beberapa kelompok, tepatnya empat kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 siswa, menyesuaikan dengan jumlah siswa satu kelas. Pada pertemuan kali ini siswa sudah mulai aktif dalam mengikuti diskusi kelompok sesuai dengan tema yang telah ditetapkan. Mereka juga aktif bertanya tentang materi yang belum dipahami. Selain itu peniliti juga memberikan tugas individu unruk mengetahui kemampuan siswa secara individual. Model pembelajaran problem based learning tampaknya mampu memotivasi siswa. Tabel 1. Hasil Belajar siswa pada materi jinayah sebelum menggunakan model problem based learning No urut Siswa Skor Keterangan No Urut Siswa Skor Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas 1 52 √ 11 92 √ 2 88 √ 12 33 √ 3 55 √ 13 32 √ 4 70 √ 14 84 √ 5 71 √ 15 96 √ Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 190-195 Indah, et., al / Penerapan Model Problem 6 88 √ 16 91 √ 7 80 √ 17 75 √ 8 48 √ 18 79 √ 9 84 √ 19 88 √ 10 76 √ 20 65 √ Jumlah 712 7 3 Jumlah 735 7 3 Jumlah Skor 1.447 Jumlah Skor Maksimal Ideal 1.582, Rata-rata Skor Tercapai 91,46 Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Tes sebelum menggunakan model problem based learning NO Uraian Hasil belajar 1 Nilai rata-rata tes formatif 91,46 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 14 3 Presentase ketuntasan belajar 70% Tabel 3. Distribusi Nilai Setelah Menggunakan model problem based learning No urut Siswa Skor Keterangan No Urut Siswa Skor Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas 1 60 √ 11 95 √ 2 95 √ 12 90 √ 3 65 √ 13 80 √ 4 100 √ 14 65 √ 5 75 √ 15 75 √ 6 90 √ 16 85 √ 7 85 √ 17 85 √ 8 90 √ 18 90 √ 9 85 √ 19 95 √ 10 85 √ 20 80 √ Jumlah 830 8 2 Jumlah 840 9 1 Jumlah Skor 1.670 Jumlaj Skor Maksimal Ideal 1.690 Rata-rata Skor Tercapai 98,82 Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Tes setelah menggunakan model problem based learning NO Uraian Hasil belajar 1 Nilai rata-rata tes formatif 98,82 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 17 3 Presentase ketuntasan belajar 85% Gambar 2. Diagram Prosentasi Ketuntasan Hasil Belajar pada sebelum dan setelah mneggunakan PBL Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 190-195 Socius E-ISSN: 3025-6704 Gambar 3. Diagram Perolehan Rata-rata nilai pada sebelum dan sesudah menggunakan PBL SIMPULAN Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pembelajaran dengan model Problem Based Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang telah ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap proses belajar. 2) Penerapan model Problem Based Learning mempunyai pengaruh positif,, yaitu dapat meningkatkan motivasi, keaktifan, antusias, serta kekompakan belajar siswa yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban siswa hasil wawancara yang menanyakan bahawa siswa tertarik dan berminat dengan model problem based learning sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. 3) Penerapan Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata dari sebelum tindakan sebesar 91,46 dengan ketuntasan klasikal 70%, menjadi 98,82 dengan ketuntasan klasikal 85% setelah penerapan PBL. 4) Aktivitas dan keterlibatan siswa meningkat signifikan. Selama pembelajaran dengan PBL, siswa lebih aktif berdiskusi, mampu mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah nyata yang dikaitkan dengan materi Jinayah. REFERENSI Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). New York: McGraw-Hill. Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Huda, M. (2015). Model-model pengajaran dan pembelajaran: Isu-isu metodis dan paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kemmis, S., & McTaggart, R. (1992). The action research planner. Victoria: Deakin University Press. Rusman. (2017). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana. Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Trianto. (2017). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara. Zubaedi. (2017). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Kencana.