Inovasi Pembelajaran SKI melalui Pemanfaatan Media Video untuk Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Belajar Siswa di MA MAI Purwakarta
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 196-199 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17325840 *Corresponding author Email: [email protected], [email protected] Inovasi Pembelajaran SKI melalui Pemanfaatan Media Video untuk Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Belajar Siswa di MA MAI Purwakarta Salshabila Aulia, Dede Rizal Munir, Usep Setiawan Sekolah Tinggi Agama Islam DR.KH.EZ Muttaqien Purwakarta A B S T R A K Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran video animasi pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran SKI, serta kontribusi media pembelajaran video animasi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di MA MAI Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah penerapan media video pada siklus I dan II. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, peningkatan terlihat dari aspek ketekunan belajar, minat dan perhatian siswa selama pembelajaran, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran video dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas X di MA MAI Purwakarta. A B S T R A C T This study aims to determine the use of video learning media in the subject of Islamic Cultural History (SKI), students’ learning motivation in the SKI learning process, and the contribution of video learning media to improving students’ learning motivation at MA MAI Purwakarta. The type of research used is classroom action research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that students’ learning motivation increased after the implementation of video media in cycles I and II. Based on observations and interviews, the improvement was seen in aspects of learning persistence, students’ interest and attention during the learning process, and independence in completing assignments. Thus, it can be concluded that the use of video learning media contributes positively to increasing students’ learning motivation in the Islamic Cultural History (SKI) subject for tenth-grade students at MA MAI Purwakarta. PENDAHULUAN Pendidikan secara singkat diartikan sebagai salah satu proses perubahan keseluruha tingkah laku yang meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotorik, yang terjadi antara integral (Maryam, 2021). Seorang siswa yang telah melakukan kegiatan belajar mengalami perubahan dalam hal keterampilan, pengetahuan, kebiasan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis, budi pekerti, dan sikaf (Efendi, 1985). Melihat pengertian pendidikan jelas bahwa pelaksanaan pendidikan itu pada umumnya adalah mengembangkan mutu dan potensi sumber daya manusia untuk membangun bangsa yang lebih maju. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga akan berpengaruh terhadap kualitas sistem pembelajaran di sekolah. Artinya dengan kehadiran teknologi yang modern sekolah dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat pembelajaran menjadi menarik dan efektif, baik dalam proses pembelajaran maupun media pembelajaran sehingga siswa akan menjadi senang dan tidak bosan selama proses pembelajaran berlangsung dan memperoleh hasil belajar yang maksimal. (Kurniawan, 2016) Proses kegiatan pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika ditunjang dengan media pembelajaran yang memadai serta tepat dalam penggunaannya (Akbar, 2022). Media pembelajaran pula harus sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga dapat membantu siswa dalam memahami proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu media audio visual berupa video. A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: mediasi video, motivasi belajar, pembelajaran SKI. Keywords: Video media, learning motivation, SKI learning. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 196-199 Socius E-ISSN: 3025-6704 Media video dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran, media ini memungkinkan siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu siswa tidak merasa bosan dengan tampilan-tampilan gambar yang bergerak dan juga suara yang bervariasi. Salah satu media video yang dapat digunakan adalah media video animasi. Media video animasi adalah media penyalur pesan yang memberikan tampilan berupa teks dan gambar bergerak. Pembelajaran menggunakan video animasi lebih menarik dibandingkan dengan menggunakan media jenis audio atau visual saja, karena memiliki dua sensor indra yaitu mata dan telinga, sehingga motivasi dan minat belajar akan timbul lebih besar, sehingga dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan (Purwanti, 2015). Keunggulan dari pemanfaatan video animasi berupa gambar bergerak dan suara yang bervariasi, sangat bermanfaat bagi siswa dalam pembelajaran salah satunya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengaruh penggunaan media video animasi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat berpengaruh besar. Menurut Hamalik bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi merupakan suatu sifat yang relatif menetap dalam diri seseorang. Motivasi ini besar sekali pengaruhnya terhadap proses pembelajaran karena dengan motivasi seseorang akan melakukan sesuatu yang disukainya (Hamalik, 2008). Kurangnya motivasi akan berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan yang ditandai dengan prestasi akademik dan non akademik siswa kurang. Mekanisme pendidikan yang monoton dan kurang interaktif akan mengakibatkan siswa sering mengantuk, keluar masuk kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Salah satu cara untuk menginovasi pembelajaran agar siswa lebih termotivasi dalam belajarnya adalah dengan memberikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Terutama pada pembelajaran yang berbasis keagamaan yang di dalamnya seperti Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, dan Fiqih adalah pelajaran yang sangat perlu menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, semua mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang telah disebutkan itu sangat membutuhkan media pembelajaran yang unik dan menarik agar siswa dapat tertarik dan memiliki motivasi untuk mempelajarinya dan mengambil hikmah dengan lebih dalam bagi kehidupan. Mata pelajaran SKI merupakan mata pelajaran yang materinya berisikan peristiwa sejarah masa lalu, sehingga di sekolah guru sering terjebak menggunakan metode pengajaran yang digunakan lebih mengarah kepada metode ceramah dan cerita saja. Padahal kedua metode tersebut dapat mendatangkan kebosanan bagi siswa apabila guru yang memberikan materi tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi atau keadaan siswa. Selain itu metode tersebut membuat siswa kurang kreatif dalam menggunakan semua aspek kecerdasannya. Karena itu jika terjadi kebosanan pada siswa maka akan berpengaruh pada minat mereka untuk mengikuti pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas peneliti mengangkat permasalahan tersebut dalam judul Penggunaan Media Pembelajaran Video dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MA MAI Purwakarta. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan di dalam kelas ketika proses pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di MA MAI Purwakarta sebanyak dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2025, sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2025. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X 3 yang berjumlah 15 orang, sedangkan objek penelitian ini adalah mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas dan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung, wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai tanggapan siswa terhadap penggunaan media video, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data pendukung seperti foto kegiatan dan hasil pekerjaan siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan proses dan hasil peningkatan motivasi belajar siswa serta pencapaian indikator keberhasilan pada setiap siklus pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan memanfaatkan media video. Media video digunakan sebagai sarana bantu guru dalam menjelaskan materi agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 196-199 Aulia, et., al / Inovasi Pembelajaran SKI Pada siklus I, guru memperkenalkan materi dengan menayangkan video pembelajaran yang berisi peristiwa sejarah Islam. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar siswa tampak antusias dan menunjukkan perhatian yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya. Namun, masih ditemukan beberapa siswa yang kurang aktif dalam berdiskusi dan cenderung hanya memperhatikan tanpa memberikan tanggapan. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mulai meningkat, namun belum mencapai hasil yang optimal. Pada siklus II, dilakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi dari siklus I. Guru memberikan pengarahan sebelum video diputar agar siswa memahami tujuan pembelajaran dan menyiapkan pertanyaan yang akan dibahas setelah pemutaran video. Setelah itu, dilakukan kegiatan diskusi dan presentasi kelompok untuk mendorong partisipasi aktif siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, tampak adanya peningkatan yang signifikan terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Siswa terlihat lebih percaya diri, aktif bertanya, serta mampu menyimpulkan materi dengan kata-kata mereka sendiri. 2. Peningkatan Motivasi dan Partisipasi Belajar Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media video dalam pembelajaran SKI mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Media video memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui visualisasi tokoh, tempat, dan peristiwa sejarah Islam. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami isi materi dan tergerak untuk memperhatikan penjelasan guru. a. Aspek motivasi belajar yang mengalami peningkatan meliputi: Ketekunan dalam belajar, terlihat dari siswa yang lebih fokus mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir; b. Minat dan perhatian terhadap pelajaran, ditunjukkan dengan meningkatnya antusiasme siswa dalam menjawab pertanyaan; dan c. Kemandirian belajar, yaitu adanya inisiatif siswa mencari informasi tambahan dari sumber lain setelah menonton video pembelajaran. Temuan ini memperkuat pendapat Purwanti (2015) bahwa media video mampu menumbuhkan minat belajar dan memperkuat daya ingat siswa melalui kombinasi unsur visual dan audio. Dengan demikian, media video dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya pada pembelajaran SKI yang memerlukan imajinasi terhadap peristiwa sejarah masa lalu. 3. Refleksi Pembelajaran Berdasarkan hasil kedua siklus, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video dalam pembelajaran SKI memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi dan partisipasi siswa. Melalui media video, siswa tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga terlibat secara emosional dengan materi yang disampaikan. Proses pembelajaran menjadi lebih hidup, interaktif, dan bermakna. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya pembelajaran agar pemanfaatan media video tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan sebagai sarana untuk memahami nilai-nilai sejarah Islam. Hasil penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dalam penggunaan media pembelajaran memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mampu meningkatkan kualitas proses belajar siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan media video dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MA MAI Purwakarta mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Penggunaan media video membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan bermakna karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga dapat melihat secara langsung visualisasi peristiwa sejarah Islam yang dipelajari. Peningkatan motivasi belajar siswa terlihat dari aspek ketekunan, minat, perhatian, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Siswa menunjukkan sikap yang lebih aktif, berani mengemukakan pendapat, dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, partisipasi siswa juga meningkat melalui kegiatan diskusi dan presentasi yang diintegrasikan setelah pemutaran video. Dengan demikian, pemanfaatan media video dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran SKI, khususnya untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Guru disarankan untuk terus mengembangkan variasi media pembelajaran berbasis teknologi agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 196-199 Socius E-ISSN: 3025-6704 DAFTAR PUSTAKA Akbar, M. N. (2022). Analisis Permasalahan Guru SMA terkait Penggunaan Media Pembelajaran Biologi Selama Proses Pembelajaran Berbasis Hybrid . Indonesian Journala of . Efendi, U. (1985). Pengantar Psikologi. Bandung: Aksara. Hamalik, O. (2008). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Kurniawan, T. D. (2016). Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Tahunajaran 2015/2016. Pendidikan ke-SDan. Maryam, N. D. (2021). Penerapan model pembelajaran MPA ( Market Place Activiy) pada masa pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa SMPN 18 Bandung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Purwanti, B. (2015). Pengembangan Media Video Pembelajaran Matematika dengan Model Assure. Jurnal Kebijakan dan pengembangan Pendidikan.