scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Strategi Pelestarian Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Nasional Pada Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi Digital

Firza Syabilah 1, Yogi Arifandi Bangun ², Danar Ilyasa Zafin Tanjung ³ , Yurike N Banjarnahor4,Jhon Fawel Simanungkalit 5, Rachmat Daffa Rabbani 6, Hendra Kurnia Pulungan 7

Full text

2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 8 Strategi Pelestarian Bahasa Indonesia (Syabilah, et., al) | 73-75 Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Volume 3, Nomor 8, September 2025, P. 73-75 E-ISSN: 2986-6340 Licenced by CC BY-SA 4.0 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17328146 Strategi Pelestarian Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Nasional Pada Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi Digital Firza Syabilah 1, Yogi Arifandi Bangun ², Danar Ilyasa Zafin Tanjung ³ , Yurike N Banjarnahor4,Jhon Fawel Simanungkalit 5, Rachmat Daffa Rabbani 6, Hendra Kurnia Pulungan 7 Program Studi S-1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan Email: firzasyabila.52[email protected]nimed.ac.id 1, yogiarifandi.524325003[email protected]imed.ac.id 2, danarilyasa.5243250[email protected].ac.id 3, [email protected]imed.ac.id 4, [email protected] 5, [email protected] 6, [email protected] 7 Abstrak Di tengah arus globalisasi digital, Bahasa Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama dari dominasi bahasa asing dan fenomena campur kode di kalangan Generasi Z. Meskipun demikian, perkembangan teknologi juga membuka peluang untuk memperkuat eksistensi bahasa nasional. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa serta strategi yang bisa dilakukan untuk melestarikannya di era digital. Dengan menggunakan metode studi literatur, ditemukan bahwa strategi utama meliputi pendidikan, pemanfaatan media digital secara positif, dan dukungan kebijakan pemerintah. Kesimpulannya, peran aktif dari semua pihak, khususnya Generasi Z, sangat krusial untuk menjaga Bahasa Indonesia agar tetap lestari dan berwibawa di mata dunia. Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Identitas Nasional, Generasi Z, Globalisasi Digital Abstract Amid the strong currents of digital globalization, the Indonesian language faces significant challenges, particularly from the dominance of foreign languages and the phenomenon of code-mixing among Generation Z. Nevertheless, technological advancement also provides opportunities to strengthen the sustainability of the national language. This study aims to examine the signifinance of the Indonesian language as a symbol of national identity and the strategies that can be applied to maintain it in the digital era. Using a literature study method, it was found that the main strategies include education, the positive use of digital media, and government policy support. In conclusion, the active role of all parties, especially Generation Z, is crucial to ensure that the Indonesian language remains sustainable and dignified in the eyes of the world. Keyword: Indonesian language, National Identity, Generation Z, Digital Globalization Article Info Received date: 30 August 2025 Revised date: 17 September 2025 Accepted date: 5 Oktober 2025 PENDAHULUAN Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi sekaligus nasional yang berakar dari bahasa Melayu, digunakan sebagai media utama komunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Selain berfungsi sebagai media interaksi, bahasa ini memiliki peranan penting dalam menyatukan keberagaman suku, budaya, serta bahasa di berbagai wilayah Nusantara. Bahasa Indonesia juga ditetapkan sebagai Bahasa resmi kenegaraan dan Bahasa ilmu pengetahuan, yang penggunaannya terus berkembang sejalan dengan kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, serta teknologi yang berkembang dengan pesat (Wibowo & Rahayu, 2021). Bahasa ini lahir sebagai bahasa persatuan melalui ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, dan telah menjadi perekat bagi bangsa yang majemuk dengan ratusan suku, budaya, dan bahasa daerah. (Arum Putri (2015 : 3)) berpendapat bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Menurut (Nugroho, 2015, hlm. 285) Bahasa Indonesia, sebagai bahasa yang digunakan di Republik Indonesia, memiliki dua peran utama, yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesiaberfubgsi sebagai symbol kebanggaan dan identitas bangsa, sarana komunikasi antar warga,antar daerah, dan antar kebudayaan, serta alat pemersatu berbagai suku, budaya, dan bahasa di seluruh Nusantara. Sementara itu, dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 8 Strategi Pelestarian Bahasa Indonesia (Syabilah, et., al) | 73-75 pengantar dalam Pendidikan, sarana komunikasi di Tingkat nasional, serta alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Keberadaan bahasa ini bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga simbol kedaulatan, kebanggaan, dan persatuan bangsa. Di era globalisasi, batas antarnegara semakin kabur seiring dengan pesatnyaarus pertukaran budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dalam kondisi ini, bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, mendominasi hampir seluruh aspek kehidupan. Hal ini secara tidak langsung memengaruhi cara generasi muda menggunakan Bahasa Indonesia, di mana campur kode dan penggunaan istilah asing semakin sering ditemui. Di sisi lain, perkembangan digitlkalisasi membuka peluang besar untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia ke kancah internasional melalui konten kreatif dan platform media sosial. Oleh sebab itu, artikel ini ditujukan untuk menelaah peran Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, strategi mempertahankan dan memperkuat eksistensinya, serta bagaimana pemuda dapat mengoptimalkan era globalisasi dan digitalisasi untuk memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan studi literatur, di mana penulis mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tepercaya seperti artikel ilmiah, jurnal, dan buku yang relevan dengan topik. Pendekatan ini digunakan karena mampu memberikan Gambaran yang menyeluruh tentang tantangan dan peluang yang dihadapi bahasa Indonesia pada era globalisasi digital. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi isu-isu utama dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Bahasa Indonesia Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, edisi V, 2016), bahasa Indonesia adalah “bahasa resmi bangsa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu dan dipakai sebagai bahasa persatuan.” Sejarahnya bermula dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, ketika para pemuda menyatakan tekad “menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”. Kedudukan ini diperkuat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 36, yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Berdasarkan landasan tersebut, bahasa Indonesia berperan tidak hanya sebagai sarana komunikasi nasional, tetapi juga sebagai lambing identitas serta perekat persatuan bangsa yang terdiri atas berbagai suku, budaya, dan bahasa daerah (Wibowo & Rahayu, 2021, Jurnal Bahasa dan Sastra). Perjalanan sejarah tersebut menunjukkan peran penting bahasa Indonesia sebagai media administrasi pemerintahan, pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional Bahasa Indonesia bukan sekadar media komunikasi, melainkan perekat bangsa yang menyatukan lebih dari 700 bahasa daerah. Bahasa ini mencerminkan kedaulatan bangsa dan menjadi simbol kebanggaan nasional. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai bahasa seharihari, tetapi juga sebagai penanda jati diri dan martabat bangsa di tengah masyarakat global. Selain itu, Bahasa Indonesia juga menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta media diplomasi dalam hubungan internasional. Tantangan di Era Globalisasi dan Digitalisasi Di era ini, Bahasa Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang cukup serius, salah satunya adalah dominasi bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, yang begitu kuat dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, hingga media digital. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa Bahasa Indonesia kurang memiliki daya saing. Selain itu, fenomena campur kode semakin marak terjadi di kalangan anak muda, di mana penggunaan Bahasa Indonesia sering bercampur dengan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari dan di media sosial. Peluang Penguatan Bahasa Indonesia Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, terdapat peluang besar untuk memperkuat eksistensi Bahasa Indonesia. Kehadiran berbagai platform digital membuka ruang luas untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia ke kancah internasional. Melalui film, musik, buku elektronik, hingga konten kreatif di media sosial, Bahasa Indonesia dapat menjangkau audiens global dengan lebih mudah dan cepat. Kemajuan teknologi berperan dalam memfasilitasi lahirnya berbagai aplikasi yang mendukung pembelajaran bahasa, yang menjadi kesempatan emas untuk mengembangkan aplikasi khusus pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing. 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 8 Strategi Pelestarian Bahasa Indonesia (Syabilah, et., al) | 73-75 SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia sebagai identitas nasional penting untuk dijaga dan diperkuat agar bangsa Indonesia tidak kehilangan cirinya di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mempertahankan keberadaan Bahasa Indonesia, antara lain melalui pendidikan sejak dini, pemanfaatan media digital secara positif, penguatan kebijakan pemerintah, serta peran generasi muda dalam menciptakan konten kreatif berbahasa Indonesia. Kesadaran bersama dan kerja sama dari berbagai pihak akan memastikan Bahasa Indonesia tetap lestari dan berwibawa di mata dunia. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulisan artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah bimbingan, arahan, serta masukan berharga yang diberikan selama proses penulisan artikel. Penulis juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan dan semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, hingga artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. REFERENSI Wibowo, D., & Rahayu, F. (2021). Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan ilmu pengetahuan. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(3), 45–60. Rahayu, Arum Putri. 2015. “Menumbuhkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Pendidikan dan Pengajaran”. Dalam Jurnal: Paradigma, Volume 2, Nomor 1, Halaman 1-15. Nugroho, A. (2015). “Pemahaman kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai dasar jiwa nasionalisme”. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB2015 [Online]. 285-291. Tersedia pada : http://repository.unib.ac.id/11134/1/ 29.%20Agung%20Nugroho.pdf [6 Mei 2019] Alwi, H. (2000). Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional. Jakarta: Balai Pustaka. Nuzula, I. F., Untoro, T., Hesti, K. P., Septia, D. A., Sidiq, F. Y., Nurjannah, E. T. W., Susanti, Y., & Drajadhutom. (2017). Mempertahankan Identitas Nasional di Era Digital. ResearchGate.