scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PAI Melalui Metode Diskusi Pada Siswa Kelas XII SMA Plus Arraudah

Silmi Nurul Fitri Qolbi

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 203-206 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17328446 *Corresponding author Email: [email protected] Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PAI Melalui Metode Diskusi Pada Siswa Kelas XII SMA Plus Arraudah Silmi Nurul Fitri Qolbi Pendidikan Bahasa Arab, Sekolah Tinggi Agama Islam DR. KH.EZ Muttaqien Purwakarta A B S T R A K Dalam menerapkan metode belajar pendidik dituntut mampu menyesuaikan antara objek yang diajarkan, metode yang digunakan , dan materi yang disampaikan karena hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembelajaran serta keberhasilan dalam mengajar kepada peserta didik. Semakin efektif metodenya akan semakin efektif pula proses pembelajaranya. Tujuan dari penelitian ini untuk memengaruhi begaimana implementasi metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sampel siswa kelas XII SMA PLUS ARRAUDAH. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan catatan lapangan. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 75% peserta didik mencapai nilai di atas KKM. Hasil penelitian menjunjukan bahwa penerapan metode diskusi mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan di setiap siklusnya. Pada tahap prasiklus Tingkat ketuntasan belajar siswa yaitu 17,4% kemudian pada siklus pertama naik menjadi 60,87% dan dilanjut siklus kedua meningkat lagi menjadi 86,96. Dengan demikian terbukto bahwa implementasi metode diskusi pada pembelajaran PAI di kelas XII berjalan efektif dengan hasil belajar peserta didik yang meningkat signifikan A B S T R A C T In implementing learning methods, educators are required to be able to align the object being taught, the methods used, and the material delivered, as these aspects greatly influence the learning process and the success of teaching students. The more effective the method, the more effective the learning process will be. The purpose of this research is to examine how the implementation of the discussion method can improve student learning outcomes in the subject of Islamic Religious Education (PAI). This study is a Classroom Action Research (CAR) with the sample being twelfth-grade students of SMA Plus Arraudah. Data collection techniques were carried out through learning outcome tests, observation of student activities, and field notes. The success indicator was determined if at least 75% of students achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (KKM). The results of the study showed that the application of the discussion method was able to significantly improve student learning outcomes in each cycle. At the pre-cycle stage, the level of student mastery was 17.4%, then in the first cycle it increased to 60.87%, and in the second cycle it rose again to 86.96%. Thus, it is proven that the implementation of the discussion method in PAI learning in grade XII was effective, with student learning outcomes improving significantly. PENDAHULUAN Syarat mutlak untuk mewujudkan suatu tujuan Pembangunan di sebuah negara ialah dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan merupakan salah satu Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM. Karena sekolah merupakan Pendidikan formal yang bertigas mempengaruhi dan menciptakan komdisi yang memungkinkan perkembangan anak secara optimal.(Prasetyaa,2014). Pembelajaran Adalah suatu proses interaksi yang kompleks antara pendidik, peserta didik, dan materi Pelajaran suatu lingkungan pembelajaran. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam(PAI), tidak hanya pengetahuan tentang ajaran agama yang di ajarkan, tetapi juga pengembangan karakter, sikap, nilai, dan pemahaman spiritual menjadi bagian integral. Keberhasilan pembelajaran PAI sangat dipengaruhi oleh bagaimana peserta didik dapat memahami materi dan mampu berfikir kritis dan turut aktif dalam proses belajar. Tujuan Pendidikan dapat tercapai jika seorang pendidik mempunyai metode yang tepat dan efektif dalam melaksananakan pembelajaran. Semakin efektif metode tersebut, harapan semakin efektif pula pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam penerapannya seorang pendidik harus mampu menyesuaikan antara materi Pelajaran dengan metode yang akan digunakan karena hal tersebut akan berpengaruh A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: Metode diskusi, Peningkatan hasil belajar, Penelitian tingdakan kelas, Pendidikan agama islam Keywords: Discusiion method, Improvement of learning outcomes, Classroom Action Research (CAR), Islamic Religious Education (IRE) This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 203-206 Socius E-ISSN: 3025-6704 terhadap proses pembelajaran dan keberhasilan siswa dalam belajar. Sebagaimana yang di jelaskan Nasihah&Muchasan bahwa jika seseorang pendidik tidak dapat menentukan Teknik yang sesuai dalam suatu Latihan maka saat itu pula peserta didik mengalami kesulitan untuk memahami materi yang didapat. Dengan cara ini, pemilihan strategi pembelajaran harus tepat serta sesuai dengan mata Pelajaran dan kondisi siswa. Semakin tepat pemanfaatan Teknik pembelajaran, maka semakin sesuai tujuan pembelajaran(nasihah lulu’,2015). Dengan demikian, sesuai tujuan pembelajaran yang ingin di capai ialah hasil belajar. Salah satu metode pembelajaran yang pengunaannya dapat diterapkan hamper di semua mata Pelajaran ialah metode diskusi. Melalui metode diskusi suasana kelas menjadi lebih hidup. Selain itu metode diskusi juga dapat memberikan stimulus pada siswa agara perhatiannya berfokus pada problem yang di bahas serta memotivasi siswa agar dapat berpikir kritis dan tanggap dalam berpendapat. Saat menggunakan metode diskusi pendidik harus memberikan kesempatan yang sama kepada setiap siswa untuk aktif berpartisipasi dalam forum diskusi sehingga siswa dapat mengembangkan hasil pemikiran mereka dan bertukar pendapat yang nantinya akan mempengaruhi hasil belajar. Penggunaan strategi diskusi dalam sistem pembelajaran dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk inovatif dalam menyampaikan perasaan atau berkomentar, mengajukan pertanyaan, menyanggah, memberikan ide, dan menoleransi atau menolak penilaian orang lain(nasihah lulu’,2015). Untuk mengetahui bagaimana ketercapaian hasil belajar melalui metode diskusi dapat dilakukan dengan penilaian. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk menilai suatu Tindakan agar mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting, dimana tolak ukur keberhasilan siswa selama melakukan proses pembelajaran dapat diketahui melalui evaluasi penilaian dengan Tingkat penguasaan atau pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.(hidayah,2018) pencapaian hasil belajar tidak hanya dilihat dari kompetensi kognitif namun juga dari mentalitas dan keterampilan(Andriani,2019). Dengan demikian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang dapat dipelajari di sekolah, baik itu sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang berkaitan dengan mata Pelajaran yang diberikan. Berdasarkan pendahuluan diatas maka permasalahan yang diteliti yaitu; “apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kela XII pada mata Pelajaran PAI di SMA PLUS ARRAUDAH ?”. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII pada mata Pelajaran PAI di SMA PLUS ARRAUDAH. METODE Metode diskusi adalah salah satu Teknik pembelajaran melalui diskusi yang memuat suatu masalah dengan melakukan pertukaran pendapat, menghasilkan pemikiran, serta pengujian pendapat yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok tersebut untuk mencari Solusi atau kebenaran yang sedang menjadi topik diskusi. Tujuannya ialah memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan lebih intensif tentang suatu dan memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami informasi siswa, juga untuk membuat suatu Keputusan(Andriani,2019). Metode diskusi juga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaanya. Beberapa kelebihan metode diskusi, yaitu : 1. Dapat memberikan rangsangan pada siswa untuk lebih kratif, terutama dalam memberikan argumen. 2. Dapat melatih siswa membiasakan diri untuk bertukar pendapat dalam mengatasi setiap problematika. 3. Dapat membuat siswa mengeluarkan argument secara verbal. 4. Membuat siswa lebih menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak pribadi. Sedangkan kekurangan dari metode diskusi siantaranya, yaitu : 1. Pembahasan dalam diskusi meluas sehingga kesimpulannya terkadang kurang tersampaikan 2. Butuh waktu yang Panjang dan terkadang tidak sesuai rencana. 3. Sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional dan tidak bisa dikontrol. Akibatnya, ada pihak yang merasa tidak nyaman sehingga mengganggu proses belajar mengajar. 4. Tidak bisa dipraktikan dalam jumlah banyak, dikarenakan semakin banyak peserta membuat arah diskusi menjadi tidak jelas. 5. Hanya di kuasai oleh satu atau dua siswa yang mempunya keterampilan berbicara. Untuk melaksanakan metode diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien, terdapat Langkah-langkah sistematis yang harus diikuti. Langkah-langkah tersebut meliputi: 1. Perencanaan persiapan a. Merumuskan tujuan yang ingin di capai, baik tujuan yang bersifat umum maupun khusus b. Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai c. Menetapkan masalah yang akan di bahas Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 203-206 Silmi / Upaya Meningkatkan Hasil d. Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan misalnya ruang kelas dengan segala fasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti moderator, notulen, dan tim yang di rumuskan jika perlu. 2. Pelaksanaan diskusi a. Memeriksa segala persiapan yang dianggap penting b. Memberikan pengarahan sebelum melakukan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingun dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksanakan. c. Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi harus memperhatikan keadaan atau kondisi belajar yang menyenangkan. Tidak tegang dan saling menyudutkan. d. Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide-idenya. e. Mengendalikan pembicaraan kepada pokok diskusi yang sedang di bahas. 3. Menutup diskusi a. Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai Kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi. b. Meriview hasil diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan. METODE PENELITIAN Tahapan di atas membentuk satu siklus yang dapat dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan tahapan yang sama berdasarkan hal yang dicapai pada siklus sebelumnya. Pnelitian ini menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian yaitu kelas XII yang terdiri dari 18 siswa. 10 siswa Perempuan 8 siswa lakilaki. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini belajar PAI siswa kelas XII. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan dengan jam Pelajaran 3 kali pertemuan mata Pelajaran PAI dengan mengacu pada kalender akademik sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pras siklus Tindakan pra siklus dilakukan dengan mengumpulkan data awal berupa daftar siswa dan nilai awal siswa dengan melakukan pembelajaran PAI tanpa metode diskusi. Pra siklus dilaksanakan melaui tahap berikut, pertama, perencanaan. Peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran kemudian Menyusun lembar kerja siswa yang berupa soal isian singkat 20 soal dan menyiapkan lembar observasi. Kedua, Tindakan. Penelitu menjelaskan materi penting nya menjalin silaturahmi dan menjaga hak-hak tetangga kemudian mengajukan beberapa pertanyaan lisan kepada siswa tetapi hanya sedikit siswa yang menjawab dengan benar. Dari sini terlihat bahwa siswa belum memahami materi yang dipelajari. Kemudian peneliti membagikan soal tes dan siswa mengerjakan secara individu. Setelah pengerjaan selesai, menutup pembelajaran.ketiga, observasi. Pada tahap pra siklus dapat dikatakan bahwa keaktifan dan tanggapan materi yang dipelajari sangat minim. Keempat, refleksi. Jika dipersentasekan bahwa 17,4% dikatakan tuntas dan 82,6% tidak tuntas. Hasil belajar tersebut tidak ideal dan tidak memenuhi indicator ketuntasan yang di tentukan yaitu 70%. Oleh sebab itu, pada siklus berikutnya akan menerapkan metode diskusi dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar. Tahap siklus I Tindakan siklus I dilakukan metode diskusi pada pembelajaran PAI. Tahapan yang di lakukan sebagai berikut. Pertama, perencanaan. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, Menyusun lembar kerja siswa, dan menyiapkan lembar observasi. Pda tahap ini soal di buat sebanyak 25 soal. Perubahan bentuk soal dilakukan karena tahap sebelumnya bentuk soal dirasa terlalu sulit sehingga Sebagian besar siswa yang kurang memahami materi tidak dapat menjawab soal dengan baik. Kedua, Tindakan. Peneliti menjelaskan materi pentingnya menjalin silaturahmi dan menjaga hak-hak tetangga kemudian membagi siswa menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diberikan tugas untuk mencari dalil dan hadis mengenai materi yang dipelajari. Setelah itu guru membuka sesi diskusi terbuka dengan Langkah awal mengajukan satu pertanyaan rebutan. Jawaban tidak di beritahu langsung kepada kelompok yang menjawab, tetapi memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk berkomentar, bertanya, menyanggah ataupun menambahkan jawaban. Setelah dirasa cukup sesi diskusi ditutup dengan mengklarifikasi pembelajaran. Kemudian siswa diberi soal dan di kerjakan secara individu untuk mengukur sejauh mana materi yang dikuasai melalui metode diskusi. Setelah mengerjakan soal lalu menutup pembelajaran. Ketiga, observasi. Pada siklus I dapat di nyatakan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sudah mendekati standar. Sebagian besar siswa mampu mengungkapkan pendapat dan berpartisipasi dalam metode diskusi. Keempat, refleksi. Jika di persentase kan dari Pra siklus hanya 17,4% yang di nyatakan lulus menjadi 60,87% yang di nyatakan tuntak di tahap siklus I tetapi hasil belajar tersebut masih belum ideal dan belum Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 203-206 Socius E-ISSN: 3025-6704 memenuhi indicator ketuntasan yaitu 70%. Oleh sebab itu, penelitian dilanjutkan pada siklus II untuk meningkatkan hasil belajar agar memenuhi ketuntasan yang ditentukan. Lalu melakukan refleksi yaitu mengevaluasi kegiatan pada siklus I dengan mencari Solusi terhadap permasalahan yang ditemukan di kelas. Adapun Tindakan yang harus dilakukan diantaranya; (1) menjelaskan materi dengan lebih jelas sehingga siswa dapat lebih mudah memahami; (2) memberikan lebih banyak motivasi pada siwa baik saat diskusi kelompok maupun mengerjakan tugas individu; (3) memberikan penekanan pada sub-sub materi yang lebih sulit di pahami oleh siswa; dan (4) mencatat dengan seksama kegiatan yang terjadi di kelas selama proses pembelajaran. Tahap siklus II Tindakan siklus II. Pertama, perencanaan. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, Menyusun lembar kerja siswa, dan menyiapkan lembar observasi. Bentuk dan jumlah soal yang dibuat pada tahap ini sama dengan pada siklus I. kedua, Tindakan. Menjelaskan materi pentingnya menjalin silaturahmi dan menjaga hak-hak tetangga dengan mengelilingi kelompok serta memberi motivasi. Kemudian melai membuka sesi diskusi terbuka dengan mengajukan pertanyaan kepada salah satu kelompok. Kelompok yang di tunjuk wajib menjawab, sedangkan kelompok yang tidak di tunjuk di berikan kesempatan untuk berkomentar, bertanya, menyanggah maupun menambahkan jawaban. Setelah sesi diskusi dirasa cukup peneliti lanjut mengklarifikasi hasil diskusi yang dan memberikan penjelasan lebih mendetail mengenai hal-hal yang belum di pahami siswa. Tahap ini merupakan tahap terakhir dari diskusi. Kemudian siswa diberi soal dan di kerjakan secara individu.lalu menutup pembelajaran. Ketiga, observasi. Pada siklus ke II dapat dinyatakan bahwa keaktifan siswa dalam prosesnpembelajaran mengalami peningkatan yang signifikan dalam melampaui standar. Seluruh siswa dalam kelas mampu mengungkapkan pendapat dan berperan aktif dalam metode diskusi. Keeempat, refleksi. berdasarkan persentase hasil dari tahap Pra siklus dan siklus I. Jika di persentasekan di tahap siklus II dinyatakan 86,96% siswa tuntas, hasil belajar tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dan sudah ideal karena telah melampaui indicator ketuntasan yang di tentukan yaitu 70%. Dengan demikian dapat di katakana bahwa pembelajaran menggunakan metode diskusi terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata Pelajaran PAI dengan pokok materi pentingnya menjalin silaturahmi dan menjaga hak-hak tetangga di kelas XII SMA PLUS ARRAUDAH. Hal ini berarti Tindakan yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan prestasi belajar dengan menerapkan metode diskusi pada pembelajaran PAI sudah memiliki kemajuan yang baik. SIMPULAN Dari hasil dan analisis penelitian tentang upaya meningkatan hasil belajar PA Imelalui metode diskusi pada siswa kelas XII , dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Penerapan metode diskusi pada pembelajaran PA Imelalui metode diskusi dilakukan dengan menekankan materi dan membentuk kelompok untuk menyelesaikan permasalahan bersamasaatmelakukan diskusi kelas. 2. Peningkatan hasil belajar pada pembelajaran PAI melalui metode diskusi dilihat dari nilai peserta didik pada tiap siklus dimana pada pra siklus Tingkat ketuntasan belajar hanya 17,4%, kemudian pada siklus I naik menjadi 60,87%, danpada siklus II meningkat lagi menjadi 86,96%. REFERENCES Andriani, A. (2019). Strategi pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 10(2), 45–56. Hidayah, N. (2018). Evaluasi hasil belajar dalam proses pembelajaran di sekolah. Jurnal Penilaian Pendidikan, 6(1), 12–21. Lulu’, N., & Muchasan, A. (2015). Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 123–134. Prasetyaa, R. (2014). Peran pendidikan formal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(4), 331–340. Andriani, A. (2019). Metode diskusi sebagai upaya melatih berpikir kritis siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(3), 77–89.