scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Hubungan Kedisiplinan Dengan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto

Isnaini Ila Ma'una Nasution, Ketut Prasetyo, Muhammad Ilyas Marzuqi

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 238-244 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17365054 *Corresponding author Email: [email protected] Hubungan Kedisiplinan Dengan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto Isnaini Ila Ma’una, Nasution, Ketut Prasetyo, Muhammad Ilyas Marzuqi Program Studi S1 Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya A B S T R A K Penelitian ini meneliti hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi, berdasarkan teori disiplin dari Tu’u (2004). Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS versi 24. Sampel penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara kedisiplinan dan hasil belajar siswa (nilai korelasi r = 0,405). Hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto terbukti signifikan secara statistik (2.425 > 2.042). kesimpulannya, ada hubungan positif antara kedisiplinan dan hasil belajar. Siswa yang lebih disiplin cenderung mendapatkan nilai yang lebih baik. A B S T R A C T This study examines the relationship between discipline and student learning outcomes in social studies learning for class VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. This study uses a quantitative method with a correaltion approach, based on the discipline theory of Tu’u (2004). Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using the SPSS version 24 program. The research sample consisted of 32 class VIII students. The results showed a fairly strong relationship between discipline and student learning outcomes (correlation value r = 0,405). The relationship between discipline and student learning outcomes in social studies learning for class VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto was proven to be statistically significant (2,425 > 2,042). In conclusion, there is a positive relationship between discipline and learning outcomes. Students who are more disciplined tend to get better grades. How to Cite: Ma’una, I.I., dkk (2025). Hubungan Kedisiplinan Dengan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII SMP YPI Baturrahman Ngoro Mojokerto. Dialektika Pendidikan IPS, Vol (No): halaman PENDAHULUAN Perkembangan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya pendidikan. Pendidikan berperan penting dalam kemajuan bangsa dan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Menurut (Syah, 2012), pendidikan pada dasarnya adalah upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan memberikan dukungan dan kemudahan dalam belajar. Pendidikan bukan hanya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga untuk membentuk karakter agar kita bisa hidup rukun dan seimbang dalam masyarakat. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha yang direncanakan dan disengaja untuk menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas, khususnya manusia yang demokratis, berkarakter baik, berbudi luhur, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin, bertanggung jawab, terampil, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara serentak, seimbang, selaras, dan serasi. Pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar negara tetap maju. Meningkatkan kualitas SDM semakin mendesak, terutama dalam persaingan global. Meningkatkan kualitas SDM sejak awal sangat penting (Susanto, 2016). Pendidikan juga berperan penting dalam mengembangkan sumber daya alam, sosial, budaya, dan ekonomi. Peran guru sangat penting dalam menyelesaikan tugas dan masalah di sekolah. Guru sangat penting dalam proses belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas, agar siswa dapat mencapai prestasi akademik yang baik. A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 12 Oktober. 2025 Kata Kunci: Hubungan, Kedisiplinan, Hasil Belajar Keywords: Relationship, Discipline, and Learning Outcomes. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 238-244 Socius E-ISSN: 3025-6704 Keberhasilan belajar di kelas tergantung pada kemampuan guru dalam mengajar. Guru yang baik merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan mempertimbangkan kebutuhan kurikulum dan kondisi siswa. Guru sering menggunakan pendekatan yang tepat untuk membantu siswa agar berhasil belajar. Salah satunya adalah mendisiplinkan siswa. Kedisiplinan penting untuk membentuk karakter siswa yang bernilai dan beradab, serta mengembangkan potensi mereka menjadi pribadi yang loyal, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis sesuai kemampuannya. Disiplin adalah sikap taat pada aturan dan dilakukan dengan senang hati dan kesadaran diri (Amri, 2016). Disiplin sangat penting bagi siswa dan seluruh warga sekolah karena dapat memengaruhi sikap, perilaku, dan prestasi belajar. Membiasakan siswa untuk disiplin membantu mereka bersikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan siswa beragam, tergantung pada kepribadian masing-masing. Siswa yang disiplin tinggi akan berbeda dengan siswa yang kurang disiplin. Tingkat kedisiplinan sangat berpengaruh pada prestasi belajar. Karena siswa itu unik, kita sebagai pendidik harus membimbing mereka ke arah yang positif. Kedisiplinan dipengaruhi oleh faktor internal (diri siswa sendiri, sikap guru) dan eksternal (lingkungan, tujuan) (Sofian Amri, 2016:167). Memahami setiap anak dengan baik akan memengaruhi keberhasilan mendisiplinkan mereka. Prestasi belajar juga dipengaruhi oleh kedisiplinan siswa. Mengetahui kedisiplinan siswa di sekolah, kita bisa melihat kegiatan mereka sehari-hari. Misalnya, setelah bel berbunyi, siswa masuk kelas dengan tertib, bersalaman dengan guru, berdoa, dan mendengarkan penjelasan guru. Selama pembelajaran, siswa juga mencatat, berdiskusi, bertanya, menjawab pertanyaan guru dan teman, serta aktif memecahkan masalah. Semua itu adalah kegiatan belajar yang harus dilakukan siswa yang menunjukkan kedisiplinan mereka. Di sekolah sering terjadi masalah kurangnya kedisiplinan siswa, misalnya terlambat datang ke sekolah, tidak memakai seragam sekolah yang sesuai, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tidak menyelesaikan tugas, membolos, merokok, bahkan tidak membawa buku pelajaran. Ini menunjukkan bahwa kedisiplinan belum menjadi ciri budaya masyarakat Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat (Wibowo, 2012), yang menyatakan bahwa karakter masyarakat Indonesia masih lemah, salah satunya dalam hal kedisiplinan. Ketentuan di sekolah sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Siswa yang rajin, tekun, dan teratur dalam belajar akan mendapatkan hasil yang baik. sebaliknya, siswa yang tidak tekun dan tidak teratur dalam belajarnya tentu tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Jika tidak ada aturan yang baik, maka hasil belajar akan rendah (Rahartiwi, 2016:12). Prestasi belajar siswa bisa dilihat dari hasil belajar yang baik. Menurut (Tu'u, 2004), prestasi belajar adalah kemampuan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan di sekolah. Nilai ujian atau angka yang diberikan guru menunjukkan penguasaan tersebut dan sangat penting dalam proses pembelajaran. Nilai tersebut mencerminkan kemampuan siswa selama proses belajar, sehingga menghasilkan prestasi belajar. Nilai-nilai yang didapat siswa selama belajar digunakan untuk mengukur seberapa baik mereka memahami materi pelajaran. Artinya, hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai yang mereka peroleh (Purwanto, 2014). Berdasarkan pengamatan penulis bersama guru IPS di SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto, banyak siswa khususnya kelas VIII yang nilainya masih rendah, terutama dalam mata pelajaran IPS. Nilai minimal KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah 70, tetapi banyak siswa yang tidak mencapai nilai tersebut. Hasil belajar siswa rendah karena kebiasaan belajar mereka bermasalah. Beberapa masalah yang ditemukan adalah : (1) siswa tidak memperhatikan guru saat pelajaran berlangsung, (2) siswa kurang percaya diri, (3) siswa mencontek saat ulangan atau ujian, (4) siswa mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, (5) siswa terlambat masuk kelas, (6) siswa tidur saat pelajaran berlangsung. Semua ini menunjukkan kurangnya kedisiplinan dalam belajar dan perilaku. Kedisiplinan meliputi: (1) rasa tanggung jawab sosial, (2) kesadaran akan peraturan, (3) tidak merasa diawasi guru, (4) mampu mengawasi diri sendiri, (5) berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan jika melakukan pelanggaran (Mudasir, 2016). Penulis melakukan penelitian ini karena hasilnya akan memberikan wawasan dan informasi bagi guru dan calon guru tentang peran kedisiplinan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan guru selama proses pembelajaran di sekolah. Sebagai guru IPS, penulis berharap penelitian ini dapat membantu siswa agar lebih disiplin dan mampu menyelesaikan masalah sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat. Pendidikan IPS di sekolah bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar mereka menjadi warga negara yang baik (Ahmad Susanto, 2016:138). Pendidikan IPS tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, mengembangkan keterampilan dasar berdasarkan realitas sosial sehari-hari, dan memenuhi kebutuhan sosial siswa. Disiplin belajar merupakan proses peningkatan pembelajaran di sekolah. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang sering dikaitkan dengan disiplin belajar yang efektif. IPS merupakan mata pelajaran yang membahas berbagai aspek kehidupan manusia secara ilmiah dan memberikan wawasan mendalam kepada siswa. IPS mempelajari berbagai peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 238-244 Isnaini, et., al / Hubungan Kedisiplinan Dengan berkaitan dengan masalah sosial. Di tingkat SMP, IPS mempelajari geografi, sejaran, sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan guru IPS dalam mendisiplinkan siswa. Dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional. Artinya, penelitian ini menggunakan angka dan data untuk mendapatkan hasil. Menurut (Sugiono, 2015) metode kuantitatif ini juga bisa disebut sebagai metode yang menggunakan angka dan didasarkan pada filsafat positivisme. Penelitian ini dilakukan pada populasi atau sampel tertentu, dan data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian. Data dianalisis secara kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji yang telah ditetapkan. Data penelitian ini berupa hasil pengisian angket dari 32 siswa kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen dengan uji coba responden yang kemudian dihitung menggunakan aplikasi SPSS agar instrumen yang digunakan dalam penelitian valid dan reliabel. HASIL Hubungan Kedisiplinan dengan Hasil belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto 1. Data Kedisiplinan Belajar Kedisiplinan penting dalam belajar. Siswa yang tidak disiplin cenderung malas belajar, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, dan bahkan bolos sekolah. Kedisiplinan berpengaruh pada hasil belajar. Siswa yang tidak disiplin cenderung mendapatkan nilai yang rendah dan bahkan membutuhkan remidial. Kedisiplinan adalah faktor penting untuk sukses dalam belajar. Kedisiplinan tidak hanya memengaruhi aspek kognitif berupa capaian nilai akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan etos kerja yang positif. Dengan demikian, kedisiplinan dapat dikatakan sebagai faktor kunci dalam menentukan keberhasilan siswa dalam belajar, karena melalui kedisiplinan seseorang belajar untuk bertanggung jawab, konsisten, serta berorientasi pada pencapaian prestasi yang optimal. Sesuai dengan penjelasan di atas untuk menganalisis data dalam penelitian hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto, maka terlebih dahulu penulis harus memperoleh data tentang kedisiplinan siswa tersebut. Data di kumpulkan dengan menyebarkan angket berisi 26 pernyataan yang dijawab oleh seluruh siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto yang berjumlah 32 siswa. Data penelitian hubungan kedisiplinan siswa dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto, penulis memperoleh hasil tes atau jawaban dari seluruh siswa yang dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1. Tanggapan Responden Kedisiplinan Siswa No Nama Siswa Variabel Kedisiplinan Siswa 1 S1 68 2 S2 69 3 S3 75 4 S4 65 5 S5 72 6 S6 73 7 S7 77 8 S8 79 9 S9 66 10 S10 79 11 S11 62 12 S12 73 13 S13 90 14 S14 80 15 S15 74 16 S16 76 17 S17 78 18 S18 69 19 S19 64 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 238-244 Socius E-ISSN: 3025-6704 20 S20 86 21 S21 68 22 S22 77 23 S23 61 24 S24 65 25 S25 75 26 S26 91 27 S27 92 28 S28 99 29 S29 78 30 S30 76 31 S31 83 32 S32 84 Total Skor 2424 Rata-rata 75,75 Berdasarkan data kedisiplinan siswa yang peneliti peroleh dari hasil jawaban angket yang peneliti sebarkan kepada 32 siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto memiliki nilai rata-rata sebesar 75,75, nilai tengah (mean) sebesar 75,75, skor minimal yang diperoleh yaitu 61, dan skor maksimal yang diperoleh yaitu 99. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto berkategori baik. Menganalisis data hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto dengan cara melihat hasil penilaian (PAS) Penilaian Akhir Semester ganjil yang berjumlah 32 siswa. Data nilai hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kedisiplinan Siswa Interval Frekuensi persentase 54-59 0 0% 60-65 5 15,6% 66-70 5 15,6% 71-76 8 25% 77-82 7 21,8% 83-88 3 9,4% 89-94 3 9,4% 95-100 1 3,2% Sumber : Riduwan, 2015:121 Berdasarkan perhitungan distribusi nilai menggunakan teori Riduwan, panjang kelas (P) adalah 7. Distribusi nilai sebagai berikut: 54-59 (frekuensi 0, presentase 0%), nilai 60-65 (frekuensi 5, presentase 15,6%), nilai 66-70 (frekuensi 5, presentase 15,6%), nilai 71-76 (frekuensi 8, frekuensi 25%), nilai 77-82 (frekuensi 7, presentase 21,8%), nilai 83-88 (frekuensi 3, presentase 9,4%), nilai 89-94 (frekuensi 3, presentase 9,4%), nilai 95-10 (frekuensi 1, presentase 3,2%). Dari distribusi tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa berada pada rentang nilai 71–82, yang menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa tergolong baik. Sementara itu, hanya sebagian kecil siswa yang memperoleh skor sangat tinggi (95–100) maupun rendah (60–65). Hal ini memperkuat temuan sebelumnya bahwa secara umum, kedisiplinan siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto berada pada kategori baik, dengan kecenderungan nilai yang relatif merata dan tidak terdapat penyimpangan ekstrem dalam distribusi datanya. Data Prestasi Belajar IPS Menganalisis data hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto dengan cara melihat hasil penilaian (PAS) Penilaian Akhir Semester ganjil yang berjumlah 32 siswa. Data nilai hasil belajar yang diperoleh melalui PAS tersebut digunakan sebagai dasar untuk menilai kemampuan kognitif siswa dalam memahami konsep-konsep IPS yang telah diajarkan selama satu semester. Melalui analisis ini, peneliti berupaya mengidentifikasi sebaran nilai, rata-rata pencapaian, serta kategori hasil belajar siswa secara keseluruhan. Adapun data nilai hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Belajar IPS Siswa No Nama Siswa Variabel Kedisiplinan Siswa 1 S1 65 2 S2 70 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 238-244 Isnaini, et., al / Hubungan Kedisiplinan Dengan 3 S3 60 4 S4 62 5 S5 60 6 S6 79 7 S7 80 8 S8 82 9 S9 65 10 S10 72 11 S11 70 12 S12 71 13 S13 87 14 S14 82 15 S15 64 16 S16 62 17 S17 84 18 S18 72 19 S19 70 20 S20 73 21 S21 76 22 S22 71 23 S23 68 24 S24 71 25 S25 67 26 S26 72 27 S27 72 28 S28 80 29 S29 81 30 S30 58 31 S31 60 32 S32 84 Total Skor 2290 Rata-rata 71,56 Berdasarkan data hasil belajar 32 siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto nilai rata-rata sebesar 71,56, nilai tengah yaitu 71,56, skor minimalnya adalah yang diperoleh yaitu 58, dan skor maksimalnya adalah yang diperoleh yaitu 87. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto berkategori baik. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa telah mampu memahami materi pelajaran IPS dengan cukup baik dan mampu mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh sekolah. Meskipun terdapat perbedaan skor antara siswa dengan nilai tertinggi dan terendah, rentang nilai tersebut masih berada dalam kategori wajar dan menggambarkan adanya variasi kemampuan individu dalam menguasai materi pelajaran. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Interval Frekuensi Presentase 60-65 9 28,2% 66-71 8 25% 72-77 6 18,8% 78-83 6 18,8% 84-89 3 9,4% 90-95 0 0% 96-101 0 0% Berdasarkan perhitungan distribusi nilai dengan Riduwan, diperoleh hasil panjang interval (P) adalah 5. Maka, distribusi nilai 60-65 (frekuensi 9, presentase 28,2%), nilai 66-71 (frekuensi 8, presentase 25%), nilai 72-77 (frekuensi 6, presentase 18,8%), nilai 78-83 (frekuensi 6, presentase 18,8%), nilai 84-89 (frekuensi 3, presentase 9,4%), nilai 90-95 (frekuensi 0, presentase 0%), nilai 96-101 (frekuensi 0, presentase 0%). Dari hasil distribusi tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa berada pada rentang nilai 60–71, yang menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa tergolong cukup baik hingga baik. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 238-244 Socius E-ISSN: 3025-6704 Sementara itu, tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai di atas 90, yang menunjukkan bahwa capaian hasil belajar masih perlu ditingkatkan agar lebih banyak siswa mencapai kategori sangat baik. Secara keseluruhan, distribusi nilai ini mengindikasikan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto berada pada kategori baik, dengan kecenderungan nilai yang relatif merata di tingkat menengah atas PEMBAHASAN Penilaian ini ingin mencari tahu hubungan antara kedisiplinan belajar siswa dengan nilai pelajaran IPS di kelas VIII di SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi product moment, dengan angket untuk mengukur kedisiplinan belajar dan nilai pelajaran IPS siswa. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar IPS, serta seberapa kuat hubungan tersebut. Hasil analisis ini diharapkan memberikan gambaran empiris mengenai pentingnya kedisiplinan dalam menunjang prestasi akademik, khususnya pada pembelajaran IPS di tingkat sekolah menengah pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kedisiplinan belajar siswa dengan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VIII di SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan belajar yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Sebaliknya, siswa dengan tingkat kedisiplinan belajar yang rendah cenderung memperoleh hasil belajar yang lebih rendah. Hasil ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh (Elly, 2016) yang mana penelitian ini memberikan hasil bahwasannya kedisiplinan mempengaruhi hasil belajar tetapi tidak sepenuhnya hasil belajar dipengaruhi oleh kedisiplinan. Hal ini dikarenakan hasil belajar tidak hanya diperanguhi oleh faktor-faktor yang lain seperti minat, bakat, kecerdasan, motivasi, dan sebagainya Korelasi positif tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik siswa. Siswa yang mampu mengelola waktu belajar secara teratur, mematuhi aturan sekolah, serta menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, umumnya menunjukkan performa akademik yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang disiplin. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh (Meitri, 2016) yang mana terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedisiplinan dengan hasil belajar, semua pihak baik guru maupun orang tua hendaknya memperhatikan dan meningkatkan kedisiplinan siswa sehingga diharapkan siswa akan mencapai hasil belajar yang optimal. Berdasarkan hasil angket dan data nilai hasil belajar (tes), dapat disimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar IPS. Oleh karena itu, upaya peningkatan hasil belajar siswa hendaknya diiringi dengan pembinaan dan penguatan sikap disiplin belajar, baik melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun pembiasaan dalam lingkungan sekolah. Selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh (Nugroho, 2022) penelitian menunjukkan hubungan antara kedisiplinan belajar dan prestasi belajar (koefisien determinasi yang memiliki besaran hubungan 77,13%, sisanya 22,87% dipengaruhi oleh faktor lain). Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian lain yang juga meneliti tentang kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa. Hal ini berarti semakin tinggi kedisiplinan siswa, semakin tinggi prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis data, diketahui bahwa tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto memiliki nilai rata-rata sebesar 75,75, sedangkan hasil belajar IPS siswa menunjukkan nilai rata-rata sebesar 71,56. Hasil analisis korelasi antara variabel kedisiplinan belajar (X) dan hasil belajar (Y) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,405. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar siswa. Perhitungan ini dilakukan menggunakan analisis korelasi product moment Pearson melalui bantuan aplikasi SPSS versi 24. Berdasarkan hasil uji signifikansi, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,022 < α 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto. Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,425 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,042, yang memperkuat kesimpulan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat signifikan secara statistik. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,405 mengindikasikan bahwa hubungan antara kedisiplinan belajar dan hasil belajar berada pada kategori sedang atau cukup kuat, sebagaimana dikemukakan oleh Riduwan, 2015:121 bahwa interpretasi koefisien korelasi dengan rentang 0,40–0,599 termasuk dalam kategori hubungan sedang (cukup berarti). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan belajar siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang diperoleh. Sebaliknya, rendahnya kedisiplinan belajar akan berdampak pada rendahnya hasil belajar. Temuan ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 238-244 Isnaini, et., al / Hubungan Kedisiplinan Dengan Riduwan, yang menyatakan bahwa korelasi positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara dua variabel, di mana peningkatan pada satu variabel diikuti dengan peningkatan pada variabel lainnya. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa kedisiplinan belajar merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu, pembentukan dan pembinaan sikap disiplin di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian utama bagi pendidik, agar dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VIII SMP YPI Baiturrahman Ngoro Mojokerto, dapat disimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan belajar siswa secara umum tergolong baik, dengan nilai rata-rata sebesar 75,75. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki sikap disiplin dalam belajar, seperti mematuhi aturan sekolah, mengatur waktu belajar dengan baik, serta menyelesaikan tugas-tugas akademik secara tepat waktu. Hasil belajar IPS siswa juga tergolong baik, dengan nilai rata-rata sebesar 71,56, yang mencerminkan kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil analisis menggunakan korelasi product moment Pearson menunjukkan adanya hubungan positif antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar IPS, dengan koefisien korelasi sebesar 0,405 dan nilai signifikansi 0,022 yang lebih kecil dari α (0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat positif dan signifikan, artinya semakin tinggi kedisiplinan belajar siswa, semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Hasil uji t yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,425 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,042 juga memperkuat kesimpulan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Hₐ) yang menyatakan adanya hubungan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar IPS diterima, sedangkan hipotesis nol (H₀) ditolak. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa kedisiplinan belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa, sehingga upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat kedisiplinan belajar perlu menjadi perhatian penting dalam proses pembelajaran guna meningkatkan mutu hasil belajar peserta didik. REFERENSI Amri, S. (2016). Pengembangan & Model Pembelajaran dalam Kurikulum. Jakarta: PT Prestasi Pustakarya, 162. Elly, R. (2016). Hubungan Kedisiplinan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar, (Online) Vol. 3(4). Meitri, R. (2016). Hubungan antara Kedisiplinan dengan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sd Gugus Srikandi Semarang Barat. Skripsi Universitas Negeri Semarang. Mudasir. (2016). Manajemen Kelas. 2011: Zanafa, 89. Nugroho, P.A. (2022). Hubungan Kedisiplinan Belajar dengan Prestasi. Belajar PAI Siswa Kelas VIII di SMP Asy Syifa Boarding School sukoharjo Tahun 2022. Skripsi IAIN Surakarta. Purwanto. (2014). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pusta Pelajar, 45. Rahartiwi, M. (2016). Hubungan Antara Kedisiplinan Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Gugus Srikandi Semarang Barat. Disertai, tidak diterbitkan. Universitas Negeri Semarang. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan . Bandung: Alfabeta. Susanto, A. (2016). Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana, Cet. 4. Syah, M. (2012). Psikologi Belajar . Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Tu'u, T. (2004). Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo, 30. Wibowo, A. (2012). Pendidikan Karakter, Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.