Relevansi Gaya Kepemimpinan Transformasional B.J. Habibie terhadap Tantangan Inovasi Nasional di Era Modern Indonesia
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 4, Oktober 2025, P. 365-369 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17404317 *Corresponding author E-mail addresses: rdeswitaputri.umrah.ac.id Relevansi Gaya Kepemimpinan Transformasional B.J. Habibie terhadap Tantangan Inovasi Nasional di Era Modern Indonesia Ririn Deswita Putri1, Nabila2, Bagas Saputra3, Nabila Wandarizqa4, Melati5, Risma Nursuhayla6, Edy Akhyary7 Progam Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji A B S T R A K Kepemimpinan Transformasional merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang menginspirasi , memotivasi para karyawan untuk bekerja secara kreatif dan inovatif serta adapatif akan perubahan. Situasi tercipta membawa reformasi administrasi yang mengandalkan kemampuan berpikir dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dalam menjaga stabilitas suatu negara , selain visi misi yang berdedikasi menciptakan perubahan signifikan pada era pasca orde baru dengan menyuarakan kebebasan pers untuk mewujudkan good governance secara transparansi dan akuntabilitas pemerintahan,. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang menganalisa dari penelitian terdahulu tentang pentingnya gaya kepemimpinan transformasional pada masa kini, secara relevan memberikan jawaban bahwa pemimpin yang memotivasi dapat meningkatkan perilaku inovatif pegawai dalam memajukan perusahaan dengan mengumpulkan data secara objektif melalui topik terkini .Tujuan penelitian dilakukan yakni menganalisis relevansi gaya kepemimpinan BJ Habibie terhadap kepemimpinan masa kini dalam menghadapi tantangan inovasi modern , Oleh karena itu kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam organisasi publik memahami actor terlibat berpikir secara terbuka dalam memahami perubahan dalam organisasi modern. A B S T R A C T Transformational Leadership is a leadership style that inspires, motivates employees to work creatively and innovatively and adapt to change. The situation created brought about administrative reform that relies on the ability to think in making the right decisions in maintaining a country's stability, in addition to a vision and mission dedicated to creating significant changes in the post-New Order era by voicing press freedom to realize good governance through transparency and government accountability. This study uses a literature study method that analyzes previous research on the importance of transformational leadership styles today, relevantly providing answers that motivating leaders can increase employee innovative behavior in advancing the company by collecting objective data through current topics. The purpose of the study was to analyze the relevance of BJ Habibie's leadership style to today's leadership in facing the challenges of modern innovation. Therefore, transformational leadership has an important role in public organizations understanding the actors involved in thinking openly in understanding changes in modern organizations. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara demokratis dalam menentukan pemimpin secara tepat mengarungi pusat pemerintahan membawa rakyat yang hidup sejahtera. Berbagai gaya kepemimpinan yang menjadi pusat perhatian publik dalam menghadapi tantangan dan inovasi di era modern perlu mengukur pemikiran visi misi yang jelas berpandangan ke depan menelusuri aspirasi yang dibutuhkan dengan memahami konsep transformasional adaptif akan perubahan. Kepemimpinan merupakan sebuah langkah dalam menghadapi suatu situasi bekerja sama antar tim untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, langkah awal dalam membentuk kompleksitas secara mandalam memahami para karyawan untuk menginspirasi dan memotivasi dalam mendorong perilaku inovatif menemukan solusi terbaik relevansi terhadap perkembangan organisasi yang modern. Pendekatan transformasional yang mengedepankan partisipatif yang mendorong transparansi pemerintah dalam menjalankan landasan demokratisasi yang kuat , diikuti dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan suara rakyat untuk memberikan kebebasan pers menentukan keputusan yang tepat A R T I C L E I N F O Article history: Received 10 October 2025 Revised 10 October 2025 Accepted 15 October 2025 Available online 20 October 2025 Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Tantangan Dan Inovasi, Era Modern Keywords: Transformational Leadership, Challenges and Innovation, Modern Era This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 365-369 Socius E-ISSN: 3025-6704 sasaran sehingga menghindari konflik antar lembaga. Sudut Pandang masa kepemimpinan presiden ketiga yakni B.J.Habibie beliau merupakan seorang ilmuwan , politikus dan peneliti yang menjabat dari tahun 1998-1999 pada saat itu menggantikan posisi soeharto yang mengundurkan diri.Habibie ditunjuk sebagai pemimpin bangsa ini melihat konstribusi nyata atas dedikasinya bersikap transparansi politik jujur dan adil sehingga mendorong pemikiran terbuka ,berpartisipasi aktif dalam pemilu. Selain itu , diterapkan gaya visioner sebuah inisiatif yang dipikirkan bahwa negara maju dan berkembang harus mandiri secara teknologi,Pertumbuhan inovasi diruang lingkup teknologi dengan strategis meyakinkan pemikiran kokoh untuk mengambil keputusan yang tepat. Kepemimpinan transformasional menggambarkan sebuah kebangkitan untuk memotivasi secara bertahap kepada bawahan. Karakteristik kepemimpinan transformasional mendalami jejak perhatian masyarakat terhadap karisma yang dimiliki dengan menjelaskan visi misi kedepan kemampuan ini di peroleh oleh presiden ketiga ketika ia tidak memikirkan hari ini saja namun berfokus pada Indonesia maju yang dilatarbelakangi oleh pembangunan inovasi yang berkelanjutan namun perkembangan zaman memberikan sinyal masih adanya tantangan seperti ketimpangan wilayah,lemahnya daya saing industri dan rendahnya kapasitas nasional (Azwar Amar Ma’ruf et al., 2023).Integrasi pembangunan ini bergantung pada pelopor pemimpin yang bertanggungjawab sebagai pelopor actor berbasis teknologi yang tinggi. Pembangunan nasional di Indonesia menghadapi tantangan kompleks seperti dinamika global yang cepat berubah, ketimpangan antar wilayah , rendahnya daya saing industry , serta lemahnya kapasitas inovasi nasional yang menjadi hambatan dalam mewujudkan pertumbuhan berbasis riset yang berkelanjutan .Namun , kapasitas inovasi tergolong rendah Menurut Rahmanda (2022), pelaksanaan inovasi di tingkat pusat maupun daerah belum berjalan efektif akibat lemahnya tata kelola, minimnya publikasi data, serta rendahnya kompetensi aparatur dalam mengelola inovasi daerah. Padahal, UndangUndang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta UndangUndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah mewajibkan pemerintah untuk mengembangkan inovasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Kondisi ini menunjukkan perlunya sinergi antarlembaga dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.(Penyelenggaraan et al., 2022) KAJIAN TEORI Kepemimpinan merupakan sebuah sikap kesiapan yang berlandaskan kemampuan secara signifikan dalam ,melahirkan inovasi atau ide baru yang relevan disuguhi dengan kepercayaan membangun kerjasama tim yang efektif dan efektif .Beberapa gaya kepemimpinan yang dipakai seperti transformasional , transaksional , otoriter, demokratis dan lainnya, telah menerapkan sebuah gaya transformasional leadership secara relevansi dalam menggambarkan proses mendasar merubah nilai perilaku seseorang dalam meningkatkan produktivitas pekerjaan sehingga dapat mencapai visi misi secara modern dalam dunia organisasi.Indikator yang mempengaruhi kepemimpinan tersebut adalah soal motivasi yang mengarahkan pada gerakan secara structural yang dimulai dari atasan kepada bawahan , mengedepankan inspirasi secara bertahap mewadahi jejaring komuniksasi dengan harapan dan dedikasi yang tinggi ,stimulasi intlektual sebagaimana perilaku kreativitas dan inovasi dalam mengungkapkan permasalahan secara cermat.(Cummings et al., 2024) Fokus kepemimpinan mencermati memotivasi , menginspirasi dan beradaptasi dalam perkembangan sumber daya manusia yang unggul menggerakan perubahan Indonesia secara strategis melibatkan jejaring keterampilan menyeimbangkan inovasi secara kesiapan individu dalam menghadapi ketkerampilan kesenjangan dgital seperti keterampilan teknologi , budaya resisten terhadap perubahan cenderung birokrasi yang kaku, infrasruktur teknologi yang kurang memadai. Perspektif kepemimpinan B.J Habibie menonjolkan visi misi secara pendekatan komunikatif dalam menghadapi situasi krisis berhasil mendorong reformasi nasional di sektor publik. Kajian kepemimpinan transformasional memiliki dimensi utama secara reflektif implementasinya dengan menghubungkan kuat dengan pengikut (engagement ), mendorong mereka untuk menghadapi tantangan (encourage), memberi motivasi(energizing) dan memberikan kepercayaan serta ruang (empowering) gaya kepemimpina Habibie selaras dengan prinsip ini berperan besar dalam pembangunan transformasional di garisbawahi inovasi untuk Indonesia (supardi, 2021). Transformasional juga digambarkan sebagai gaya kepemimimpinan yang menekankan pada pentignya visi jangka panjang , pemberdayaan, seta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk tumbuhnya kreativitas dan inovasi. Penerapan gaya ini dalam konteks pemerintahan seperti yang dilakukan oleh B.J Habibie mencerminkan kemampuan untuk merumuskan arah pembangunan berbasis teknologi tinggi, seraya menginspirasi sektor industri dan pendidikan untuk berpacu dalam inovasi nasional.(Penelitian et al., n.d.)
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 2 Tahun 2025, P. 365-369 Ririn Deswita Putri, et., al/ Relevansi Gaya Kepemimpinan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang bersifat analisis kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber dokumen sebagaui penguat argument mengenai relevansi gaya kepemimpinan B.J Habibie dalam melahirkan sebuah inovasi dimasa kini melalui penelitian terdahulu berupa jurnal , artikel dan berita sebagai pemahaman fenomena yang di kaji secaara relevan terhadap gaya kepemimpinan yang cocok untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan dan inovasi di era organisasi yang modern. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni naratif atau historis dimana riset sosial yang membantu memahami identitas dunia melalui ucapan / tutur kata dalam melihat kilas sejarah kepemimpinan yang tertuju pada subjek penelitian melihat konteks inovasi diera modernisasi. (Adlini et al., 2022)Oleh karena itu, peneliti menjadi kunci utama penelitian untuk mendapatkan gambaran peristiwa yang relevan dengan mengaitkan tantangan dimasa modernisasi . Selain itu dapat menggunakan pendekatan studi kasus untuk melihat perbandingan kepemimpinan yang menganut pemikiran visioner mengedepankan visi misi di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gaya Kepemimpinan B.J Habibie Beliau dikenal sebagai seseorang yang cerdas bahkan beliau berhasil membuat pesawat N250 Gatot Kaca yaitu pesawat pertama buatan Indonesia. Karir seorang B.J. Habibie sendiri terus meningkat beliau pernah menjabat menteri negara dan riset teknologi ke 4 pada tahun 29 maret 1978 sampai 11 maret 1984 . Pada tahun 1998 Indonesia mengalami gejolak dimana adanya krisis moneter dan juga protes besarbesaran untuk menuntut presiden Soeharto mundur dari jabatannya, hingga akhirnya Soeharto mundur dari jabatannya dan pada tanggal 21 mei 1998 Bacharuddin Jusuf Habibie dilantik menjadi presiden Republik Indonesia ke 3 menggantikan Soeharto.(Saputro et al., 2019) Gaya kepemimpinan B.J Habibie bersifat visioner dan tampak menjadikan teknologi sebagai alat utama untuk pembangunan berkelanjutan yang berorientasi kedepan.Ia menyadari bahwa persaingan global diperlukan untuk invetasi, mendorong pengutan kapasitas teknologi , sesuai visi misi yang konkret diterapkan dalam kebijakan disektor kerdigantaraan , telekomunikasi dan ndustri yang menjadi simbol progam N250 menujukkan komitmen sebagai hasil nyata orientasi pada global(Admin, 2016).Selain itu ,gaya kepemimimpinan transformasional terlihat jelas menunjukkan masa transisi demokrasi ,ia tidak hanya mengelola pemerintahan namun menginspirasi masyarakat untuk berani berubah dan pikir lebih terbuka Habibie juga mengambil kebijakan penting seperti pembebasan tahanan politik , membuka kebebasan pers dan mendorong partisipasi publik.(Admin, 2023). Kesiapan pandangan transformasional menekankan gaya inovatif terhadap bawahan mengutarakan visi misi yang sama dalam mencerdaskan hubungan antar tim untuk menjalankan praktik melalui standar kinerja yang efektif dan efisien sehingga mendorong akuntabilitas yang jelas sesuai teknik retorika mengubah perilaku inovatif yang berdaya saing dalam meningkatkan keterlibatan karyawan sehingga inerja organisasi dapat berjalan secara optimal.(Leadership, 2023) Pemimpin Transformasional efektif menerjemahkan hasil riset terkini yang bernilai inspirasi dituangkan dalam praktik operasional ,progam pelatihan secara terstruktur dan memenuhi target yang diharapkan. Selain itu keberhasilan transformasi sering bergantung pada kapasitas pemimpin untuk mengelola perubahan secara resistensi dan membangun komitmen jangka panjang.Habibie menunjukkan kecakapan dalam membentuk koalisi teknokrat , akademisi dan perilaku industri dalam mendukung progam strategisnya yang membutuhkan visi , misi , komunikasi serta infrastruktur pendukung yang komprehensif . Kebijakan Historis B.J Habibie Perkembangan zaman semakin canggih dengan mempersiapkan prioritas organisasi yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.Kepala Daerah memiliki tanggungjawab terhadap perubahan adaptif, memiliki kapasibilitas dinamis secara progesif terhadap permasalahan korupsi secara kolektif.(Gunawan et al., n.d.). Suatu organisasi mengulas sebuah keberhasilan yang dicapai harus melalui tangan pemimpin. Beberapa kebijakan dalam berbagai aspek bidang seperti politik , ekonomi , sosial dan hukum antara lain: Menurut laporan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, lahirnya UU Pers No. 40 Tahun 1999 pada masa Habibie memberikan ruang pers untuk dijadikan sebagai bentuk kedaulatan Indonesia,pemisahan TNI dan ABRI menguatkan perspektif sesuai visi misi yang sudah ditetapkan , TNI untuk sektor pertahanan dan Polri untuk sektor keamanan.Pelaksanaan Pemilu 1999 merupakan bentuk partisipasi yang berlandasrkan asas “ Luber Jurdil “ mengayomi para masyarakat untuk memilih berdasarkan hati nuraninya dan berusia dari umur 17 tahun dan diatas 21 tahun tanpa ada pihak perantara, selain itu pemilu tahun 1999 menyebabkan penentuan jumlah anggota DPR dan MPR. Pelaksanaan Refendum Timor-Timur pada 27 juni 1999 pemerintah Indonesia mengeluarkan opsi penyelesaian timor-timur dengan memberikan dua opsi menerima atau menolak otonomi khusus,
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 365-369 Socius E-ISSN: 3025-6704 selanjutnya dalam bidang ekonomi konstribusi B.J Habibie membekukan bank -bank yang merugikan nasabah dengan mengeluarkan UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli atau Persaingan Usaha Tidak Sehat dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Selain itu, Habibie meningkatkan kekuatan Bank di Indonesia dengan merestrukturisasi perbankan yang ada di Indonesia dengan memutuskan Bank Indonesia harus dipisahkan dari pemerintah agar tidak terpengaruh oleh politik.(Yafi, 2023) Kebijakan Hukum mengenai ide otonomi daerah melekat pada diri habibie mengeluarkan Undangundang Nomor 22 tentang Pemerintahan Daerah tahun 1999 . Ia menghilangkan ciri sentralisasi pada masa Orde Baru. (Hukum, 2024) Dengan digantikannya UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan Daerah dengan UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusat dan Daerah kedua undang-undang ini sangat mewakili semangat demokrasi dan konsekuensinya dapat kita rasakan saat ini.(Humas, 2023). Tantangan Inovasi Nasional Tantangan Inovasi Nasioanl merupakan permasalahan fundamental disebabkan oleh melemahnya kolaborasi antara lembaga pemerintahan dan lembaga penelitian yang tidak berkonstribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, rendahnya kualitas sumber daya manusia di bidang inobasi dan teknologi sehingga menyebakan ketimpangan riset budaya dan literasi dgital terutama di daerah yang belum memiliki infrastruktur yang memadai.Tantangan kebijakan dan kelembagaan inovasi menjadi faktor penghambat utama. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2021(Nasional & Nomor, 2021) tentang BRIN dan program Science Techno Park (STP) di berbagai daerah, implementasinya masih menghadapi kendala koordinasi, keberlanjutan anggaran, dan lemahnya partisipasi swasta.Oleh karena itu kepemimpinan transformasional menekankan visi misi yang memberdayakan masyarakat, dan membangun riset yang inovatif terhadap tantangan global. Relevansi Kepemimpinan B. J Habibie dimasa sekarang Kepemimpinan diera modern menyelaraskan terhadap visi misi yang jelas terhadap potensi adanya perubahan kebutuhan dalam berbagai aspek meliputi keberagaman budaya , tantangan sosial dan potensi ekonomi. Dalam konteks ini kepemimpinan salah satu yang berhasil menjadi sorotan yang kepemimimpinan Kang Dedi Mulyadi yang mengedepankan nilai -nilai lokal yang bukan hanya berfokus pada pembangunan fisik , tetapi juga pada pemberdayaan dan ekonomi.Gaya Kepemimimpinan di Jawa Barat memadukan nilai -nilai tradisional dengan memperkenalkan budaya melalui teknologi. Integrasi pendekatan kang dedi mulyadi menujukkan bahwa inovasi tidak hanya bergatung pada teknologi namun menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas berorientasi pada partisipasi masyarakat. Inovasi Kang Dedi Mulyadi tidak terlepas dengan visinya mentrasformasi Jawabarat sebagai provinsi yang berdaya saing terhadap progam -progam yang diluncurkan melalui pemberdayaan UMKM, pendidikan vokasi , pelestarian budaya lokal untuk menciptakan pembangunan yang merata antara pedesaan dan perkotaan demi mensejahterakan pembangunan yang berkelanjutan .Secara perskpetif pandangan menunjukkan kepemimpinan transformasional didukung oleh kepribadian yang kuat , hubungan sosial yang jelas , dan pendekatan inovatif.Kang dedi mulyadi juga menerapkan komunikasi yang efektif berlandaskan empati sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.(Yusup, 2025). Progam yang terjalankan dibidang pendidikan “7 Poe Atikan Istimewa” bidang pendidikan bertujuan membentuk karakter dan menumbuhkan karakter budaya sejak dini,selanjutnya dalam sektor tata ruag mempelihatkan” Julang Ngapak” bernuansa lokal dengan arsitektur seni sunda yang melekat. Dibidang pariwisata kang dedi melibatkan pertunjukan seni genye sebagai festival budaya tahunan.Sebuah langkah inovatif ini merupakan tahapan yang konsistensi terhadap keberhasilan menjaga warisan bangsa membangun nuansa panutan yang berpijak pada kearifan lokal untuk memajukan jawa barat. Hasil kerja nyata yang sering ditampilkan di media sosial mengupayakan perspektif bahwa sosok inspiratif akan mejadi salah satu calon presiden 2029. Peran di media sosial membuat pemikiran kang dedi mulyadi memberikan solusi jangka panjang seperti membantu masyarakat yang kekurangan finansial untuk membangun modal usaha ,perkakas kerja dan lainnya sehingga menimbulkan kemandirian ekonomi yang unggul. Kepemimpinan transformasional yang dimiliki oleh dedi mulyadi yakni pengaruh ideal yang mencoba meyakinkan masyarakat bahwa semua masalah akan dihadapi, motivasi inspirasi dilihat dari fakta dilapangan menunjukkan bahwa dedi mulyadi dapat memotivasi dan menginspirasi orang lain menuangkan inovasi mlalui konten dengan pendekatan merakyat , stimulasi intlektual mendorong masyarakat menjadi kreatif dan inovatif melalui pemberdayaaan ekonomi dan usaha lainnya, pertimbangan individual memposisikan bahwa pemimpin sebagai mentor untuk mendorong potensi pengikutnya. Pengaruh sebagai pemimpin di pengaruhi oleh tokoh -tokoh besar seperti habibie, sekarno dan soeharto. Cnntoh pemimpin yang relevan terhadap kepekaan kepada masyarakat. Kemampuan dinamis yang dapat
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 2 Tahun 2025, P. 365-369 Ririn Deswita Putri, et., al/ Relevansi Gaya Kepemimpinan merancang masa depan yang inklusif , menilai kebijakan rutin , dan berinovasi demi kemajuan yang dipimpinnya. (Syaidah et al., 2025) SIMPULAN Berdasarkan hasil yang ditelaah menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional pada B.J Habibie menekankan perspektif pemikiran jangka panjang, menyuarakan visi misi yang jelas , dan komunikasi publik yang berbasis pendekatan merakyat .Integrasi pendekatan intlektual menanamkan nilai -nilai profesionalisme yang mengembangkan riset dan inovvasi sebagai pondasi memajukan bangsa .Selain itu, komitmen moral tumbuh sebagai motivasi , penggerak dan menginspirasi pengikutnya . Relevansi pada masa sekarang terjadi pada masa kepemimpinan Kang dedi mulyadi yang selaras dengan pemikiran terintegrasi melalui teknologi berkembang menghadirkan konteks sosial dan budaya.Pemerintah diharapkan dapat mengintegrasikan riset ,industry , dan kebijkan publik, dapat dimasukkan dengan satu ekosistem inovasi yang berkelanjutan .Dalam menghadapi tantangan diera dgital kepemimpianan B.J Habibie meyakinkan bahwa kepemimpinan transformasional bukan hanya instruksi namun menggerakan dan mengarahkan untuk mengembangkan progam yang merata sebagai wujud inovasi nasional yang berkelanjutan. REFERENSI Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. Admin. (2016). BJ Habibie: Kualitas SDM cermin masa depan bangsa. Admin. (2023). Buka Habibie Democracy Forum, Wapres Sebut B.J. Habibie Sebagai Pemimpin Transformatif, Peletak Dasar Demokrasi. Azwar Amar Ma’ruf, I Wayan Midhio, & Helda Risman. (2023). Pemikiran Strategis Dan Kepemimpinan: Studi Kasus Kontribusi Presiden B.J. Habibie Dalam Pembangunan Indonesia. Jurnal Elektrosista, 11(1), 26–35. https://doi.org/10.63824/jtep.v11i1.148 Cummings, S., Eaton, L., & Bridgman, T. (2024). Memajukan demokratisasi pekerjaan : Sejarah intelektual baru teori kepemimpinan transformasional. https://doi.org/10.1177/17427150241232705 Gunawan, W., Ristala, H., Jenderal, U., & Yani, A. (n.d.). Jurnal academia praja. 260–274. Hukum, J. I. (2024). Correspondence No. Telp: 2, 11–19. Humas. (2023). Perkembangan Konsep Pembinaan dan Pengawasan dalam Peraturan Perundang-Undangan Dari Tahun 1999 Sampai Sekarang. https://setkab.go.id/perkembangan-konsep-pembinaan-danpengawasan-dalam-peraturan-perundang-undangan-dari-tahun-1999-sampaisekarang/?utm_source=chatgpt.com Leadership, T. (2023). behavioral sciences Transformational Leadership and Followers ’ Innovative Behavior : Roles of Commitment to Change and Organizational Support for Creativity. Nasional, S., & Nomor, U. (2021). a. bahwa unluk. 106885. Penelitian, A., Riza, F., Yunita, J., & Immatus, L. (n.d.). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Transformasi Digital terhadap Perilaku Kerja Inovatif dan Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan : Tinjauan Pustaka. https://doi.org/10.18502/kss.v10i13.18942 Penyelenggaraan, D. A. N. T., Indonesia, D. D. I., Regional, C. O. F., Implementation, I., & Indonesia, I. N. (2022). Tata kelola. 176–192. Saputro, B., Berliana, I., & Tsara, N. (2019). Gaya Kepemimpinan Bacharuddin Jusuf Habibie untuk Membawa Indonesia Menuju Perubahan UN. ResearchGate, June, 0–20. https://id.wikipedia.org/wiki/B._J._Habibie supardi, S. . (2021). BJ. Habibie sebagai Pemimpin Multi Dimensi. https://lintascelebes.com/2021/09/bjhabibie-sebagai-pemimpin-multi-dimensi/ Syaidah, A., Ramayanti, A., Azuri, R., Hanoselina, Y., & Syafril, R. (2025). MENGUAK TABIR KEPEMIMPINAN DEDI MULYADI : JAWA BARAT MENUJU PERUBAHAN MASIF REVEALING THE VEIL OF DEDI MULYADI ’ S LEADERSHIP : WEST JAVA. 11883–11895. Yafi, R. A. (2023). Kebijakan Historis BJ Habibie Berdampak Transformasi Menuju Demokrasi. 4(2), 64–73. Yusup, F. M. (2025). Kepemimpinan KDM : Transformasi dan Inovasi untuk Jawa Barat Kepemimpinan KDM : Transformasi dan Inovasi untuk Jawa Barat Fifit Mulyati Yusup ( 20220610420 ) Program Studi Ilmu Hukum , Fakultas Hukum Kepemimpinan yang efektif di era modern menuntut kombin. June.