scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Melalui Metode Teams Games Tournament (TGT) Dalam Bahasan Zakat Pada Mata Pelajaran Fiqih di Kelas X.2 MAN Purwakarta

Nuraisah, Enan Kusnandar, Usep Setiawan

Full text

2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Keaktifan (Nuraisah, et., al) | 56-59 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 4, OCtober 2025, P. 56-59 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17448784 Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Melalui Metode Teams Games Tournament (TGT) Dalam Bahasan Zakat Pada Mata Pelajaran Fiqih di Kelas X.2 MAN Purwakarta Nuraisah1, Enan Kusnandar2, Usep Setiawan3 1,2,3 Pendidikan Agama Islam, STAI DR.KH.EZ. Muttaqien Purwakarta Email: [email protected], [email protected], [email protected] Abstrak Keaktifan siswa kelas X.2 MAN Purwakarta dalam mata pelajaran fiqih materi zakat sangat rendah, terutama karena pembelajaran dilaksanakan pada jam rawan (11.20-12.40) dengan ruangan kelas yang luas. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung pasif dan pernah ada yang tertidur saat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui penerapan metode teams games tournament (TGT). Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing terdiri dari perencanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas X.2. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa dan dokumentasi foto. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa yang signifikan. Pada pra siklus, keaktifan siswa hanya 40 %. Setelah diterapkan TGT pada siklus I, meningkat menjadi 65 %. Pada siklus II, keaktifan siswa mencapai 85%. Peningkatan terlihat dari antusiasme siswa dalam diskusi kelompok dan kompetisi akademik. Metode TGT terbukti efektif meningkatkan keaktifan siswa dan mengatasi masalah pembelajaran di jam rawan serta ruangan yang luas. Kata kunci : Teams Games Tournament, Keaktifan Siswa, Fiqih Abstract The student engagement of class X.2 at MAN Purwakarta in the Islamic jurisprudence (fiqh) and zakat subject is very low, primarily because the lesson takes place during busy hours (11:20-12:40) in a large classroom. This situation tends to cause students to be passive, and some have fallen asleep during class. This study aims to improve student engagement through the implementation of the Team Games Tournament (TGT) method. This classroom action research was conducted in two cycles, each consisting of planning, observation, and reflection. The subjects of this study were 36 students of class X.2. Data were collected through student engagement observation sheets and photo documentation. The results showed a significant increase in student engagement. In the pre-cycle, student engagement was only 40%. After implementing TGT in cycle I, it increased to 65%. In cycle II, student engagement reached 85%. This improvement was evident in student enthusiasm in group discussions and academic competitions. The TGT method has proven effective in increasing student engagement and addressing learning challenges during busy hours and in large classrooms. Keywords: Teams Games Tournament, Student Activeness, Fiqh Article Info Received date: 15 Oktober 2025 Revised date: 20 Oktober 2025 Accepted date: 26 October 2025 PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam, khususnya mata pelajaran fiqih itu memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan siswa di madrasah aliyah. Pembelajaran fiqih di MAN Purwakarta bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman hukum Islam yang aplikatif. Salah satu materi bahasan fiqih yaitu zakat, bahasan tersebut tidak hanya mencakup aspek teoritis tetapi juga praktis dalam kehidupan sehari-hari. Namun berdasarkan observasi awal di MAN Purwakarta, pembelajaran fiqih masih menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan tersebut. Menurut Sardiman (2011), keaktifan siswa merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Idealnya, proses pembelajaran harus melibatkan partisipasi aktif siswa baik secara fisik, mental, maupun emosional. Namun dalam praktiknya, banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keaktifan siswa, termasuk metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Slavin (2005) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) merupakan salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. Metode ini menggabungkan elemen 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Keaktifan (Nuraisah, et., al) | 56-59 kerja kelompok, kompetisi akademik, dan sistem penghargaan yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menantang. Hal ini sejalan dengan pendapat Djamarah (2011) yang menekankan pentingnya variasi metode pembelajaran untuk menjaga minat dan perhatian siswa. Namun, pada saat observasi awal di kelas x.2 menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat rendah. Siswa cenderung pasif, yang mana mereka hanya mendengarkan penjelasan guru, dan enggan untuk mengajukan pertanyaan atau berpendapat. Rendahnya keaktifan ini diduga dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : 1) Faktor waktu, dimana pembelajaran fiqih di kelas ini dilaksanakan pada saat jam rawan yaitu pukul 11.20 sampai 12.40. Pada jam ini, konsentrasi siswa umumnya menurun karena kelelahan setelah mengikuti pelajaran sebelumnya dan mendekati waktu istirahat atau ibadah shalat dzuhur. 2) Faktor kondisi fisik kelas, yaitu ruangan kelas yang luas cenderung membuat suasana belajar menjadi kurang intim dan mudah terasa “kosong”, sehingga energi belajar mudah menyebar dan berkurang. Bukti nyata dari masalah ini adalah pernah ditemukannya siswa yang tertidur di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran yang digunakan selama ini cenderung konvensional (ceramah) yang dinilai tidak lagi mampu mengatasi tantangan spesifik dari kondisi kelas ini. Untuk itu diperlukan sebuah inovasi metode pembelajaram yang mampu untuk “menghidupkan” suasana kelas, memompa energi siswa, dan menarik perhatian mereka di jam-jam kritis. Salah satu metode yang dianggap potensial adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Metode ini diharapkan dapat mengubah suasana kelas yang pasif dan mengantuk menjadi aktif, dinamis, dan penuh semangat melalui elemen permainan dan kompetisi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti memilih pendekatan kulaitatif karena sesuai dengan karakteristik penelitian yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena peningkatan keaktifan siswa dalam konteks natural setting di kelas X.2 MAN Purwakarta. Menurut Moleong (2017), penelitian kualitatif mampu memberikan gambaran holistik tentang suatu fenomena melalui deskripsi kata-kata dan Bahasa dalam konteks khusus yang alamiah. Dalam penelitian ini, pendekatan kuakitatid memungkinkan peneliti memahami secara komprehensif bagaimana penerapan metode Teams Games Tounament (TGT) dapat mempengaruhi dinamika keaktifan siswa pada pembelajaran fiqih materi zakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif dan dokumentasi. Observasi partisipatif dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berisi ndikator keaktifan siswa yang mengacu pada teori Djamarah (2011), meliputi bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan, keberanian mengemukakan pendapat, kerjasama dalam kelompok, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan teknik dokumentasi digunakan untuk megumpulkan bukti visual melalui foto-foto kegiatan pembelajaran yang menangkap momen-momen keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Kedua teknik pengumpulan data ini saling melengkapi dalam memberikan data yang valid dan komprehensif. Prosedur analisis data dalam penelitian ini mengikuti model analisis kualitatif interaktif Miles dan Huberman (2014) yang meliputi tiga tahapan utama. Pertama, reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan data dari lembar observasi dan dokumentasi foto. Kedua, penyajian data dilakukan dengan Menyusun narasi deskriptif yang dilengkapi dengan tabel persentase keaktifan siswa dan foto-foto pendukung. Ketiga, penarikan kesimpulan dilakukan denga verifikasi data secara berkelanjutan selama proses penelitian berlangsung untuk memastikan keabsahan temuan penelitian. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode. Menurut Sugiyono (2018), triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan data dari hasil observasi dengan data dari dokumentasi foto. Dengan membandingkan data dari kedua sumber tersebut, dapat diketahui konsistensi informasi mengenai peningkatan keaktifan siswa setelah penerapan metode TGT. Teknik ini mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan valid tentang efektivitas metode TGT dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas x.2 pada pembelajaran fiqih pada materi zakat. HASIL PENELITIAN Deskripsi Kondisi Awal (Pra-Siklus) 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Keaktifan (Nuraisah, et., al) | 56-59 Berdasarkan observasi awal yang dilakukan sebelum penerapan metode TGT, kondisi keaktifan siswa di kelas X.2 MAN Purwakarta pada mata pelajaran Fiqih materi Zakat menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Dari 36 siswa, hanya 14 siswa (38.9%) yang menunjukkan indikator keaktifan sesuai kriteria Djamarah (2011). Mayoritas siswa bersikap pasif, tidak ada satupun siswa yang berani mengajukan pertanyaan, dan hanya 4 siswa yang mau menjawab ketika guru memberikan pertanyaan. Suasana kelas terlihat monoton dan lesu, yang diperparah dengan kondisi jam pembelajaran yang berada pada waktu rawan (11.20-12.40). Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah ditemukannya satu siswa yang tertidur selama proses pembelajaran berlangsung, menunjukkan rendahnya tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pelaksanaan dan Hasil Siklus II Berdasarkan refleksi dari Siklus I, pada Siklus II dilakukan beberapa perbaikan yaitu memberikan motivasi lebih intensif kepada seluruh siswa, terutama mereka yang masih enggan berpartisipasi secara aktif. Variasi permainan akademik juga ditambah dengan menggunakan media yang lebih menarik. Materi yang dibahas adalah perhitungan zakat fitrah dan zakat mal, yang disajikan dalam bentuk studi kasus. Hasil observasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dimana keaktifan siswa mencapai 86.1% (31 siswa). Semua siswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok, antusias mengikuti turnamen, dan tidak ada lagi siswa yang terlihat mengantuk atau pasif. Ruangan kelas yang luas justru dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan kelompok dan turnamen yang lebih dinamis. PEMBAHASAN Peningkatan keaktifan siswa dari 38.9% menjadi 86.1% membuktikan efektivitas metode TGT dalam mengatasi masalah pembelajaran di kelas X.2. Temuan ini sejalan dengan teori Slavin (2005) yang menyatakan bahwa TGT mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menantang. Elemen games dan tournament berhasil mengatasi masalah jam rawan dengan menyuntikkan energi dan semangat kompetisi yang sehat antar siswa. Sistem kelompok dalam TGT juga terbukti efektif mengatasi kendala ruangan luas dengan menciptakan intimacy dalam kelompok kecil, sementara tetap memanfaatkan luas ruangan untuk aktivitas yang dinamis. Menurut Sardiman (2011), keaktifan siswa sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar. Dalam penelitian ini, sistem penghargaan dalam TGT berhasil memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi. Hal ini terlihat dari semangat siswa dalam mempersiapkan diri untuk turnamen dan kontribusi mereka dalam diskusi kelompok. Penelitian ini juga membuktikan bahwa metode TGT sesuai dengan karakteristik materi Fiqih tentang zakat yang membutuhkan pemahaman konseptual dan aplikasi praktis, sebagaimana dikemukakan Depag RI (2004). Peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II menunjukkan bahwa dengan perbaikan terus menerus berdasarkan refleksi, metode TGT dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil yang maksimal. SIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan melalui dua siklus pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran fiqih materi Zakat di kelas X.2 MAN Purwakarta terbukti efektif meningkatkan keaktifan siswa secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase keaktifan siswa dari kondisi awal sebesar 38.9% (14 siswa) menjadi 86.1% (31 siswa) setelah penerapan metode TGT. Metode ini berhasil mengatasi tantangan pembelajaran di jam rawan (11.20-12.40) dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui elemen permainan dan kompetisi akademik. Ruang kelas yang luas justru dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan diskusi kelompok dan turnamen yang dinamis dengan pembagian 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 6 siswa. Seluruh indikator keaktifan siswa mengalami peningkatan yang bermakna, terutama dalam aspek kerjasama kelompok dan partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian ini, peneliti menyampaikan beberapa saran konstruktif. Kepada guru fiqih, disarankan untuk mempertimbangkan penerapan metode TGT pada materi-materi lainnya yang membutuhkan pemahaman konseptual dan aplikatif, dengan menyesuaikan jumlah kelompok sesuai karakteristik siswa. Bagi pihak madrasah, perlu mempertimbangkan aspek kelelahan siswa dalam penyusunan jadwal pelajaran dan memberikan pelatihan berkelanjutan tentang penerapan metode pembelajaran aktif bagi guru. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dikembangkan dengan mengeksplorasi variabel lain seperti hasil belajar atau menerapkan metode TGT pada mata pelajaran 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Keaktifan (Nuraisah, et., al) | 56-59 yang berbeda dengan karakteristik siswa yang lebih beragam. Implementasi metode TGT yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap kelas diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. REFERENSI Departemen Agama RI. (2004). Standar Kompetensi Mata Pelajaran Fiqih Madrasah Aliyah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sardiman, A.M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.