MACHINERY JURNAL TEKNOLOGI TERAPAN VOL.6 NO.3, OKTOBER 2025 ISSN : 2723-3359 (Print) ISSN : 2776-673X (Online) 205 Perancangan Ulang Saringan Vibration Sieve untuk Pengolahan Limbah Padat: Studi Kasus di PT ABC Asadian Puja Enggita1), Ganjar Kurnia2)*, Daffa Athalla Darmawan3) 1,2,3)Program Studi Teknologi Mesin Industri Petrokimia, Politeknik Industri Petrokimia Banten Jl. Raya Karang Bolong, Cikoneng, Kec. Anyar, Kabupaten Serang, Banten 42166, Indonesia *email korespondensi:
[email protected] INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Received: 16/07/2025 Received in revised: 11/08/2025 Accepted: 25/08/2025 Online-Published: 09/10/2025 ©2025 The Authors. Published by Machinery: Jurnal Teknologi Terapan (Indexed in SINTA) doi: http://doi.org/10.5281/zenodo.17300708 Pengolahan limbah padat yang efektif sangat penting untuk mendukung operasional industri dan kelestarian lingkungan. PT ABC menghadapi kendala dalam proses penyaringan limbah padat akibat kinerja Vibration Sieve yang kurang optimal, terutama pada penanganan additive-kapur dan masterbatch-resin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja alat sebelum dan sesudah rancang ulang saringan, serta menentukan spesifikasi saringan yang sesuai untuk tiap jenis limbah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui observasi, pengukuran, dan uji kinerja alat secara langsung di lapangan. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam proses penyaringan, sedangkan pengukuran dan uji kinerja difokuskan pada parameter efektifitas penyaringan sebelum dan sesudah modifikasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menilai peningkatan performa alat secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa saringan dengan lubang diameter 6 mm efektif untuk additive dan kapur, sedangkan 3 mm untuk masterbatch dan resin. Setelah modifikasi, berat limbah yang tersaring meningkat dari 3,26 kg menjadi 16,97 kg. Rancang ulang saringan ini terbukti meningkatkan efektifitas penyaringan dan mengurangi penumpukan limbah. Kata Kunci : vibration sieve, pengolahan limbah, limbah padat, perancangan, penyaringan ABSTRACT Effective solid waste management is essential to support industrial operations and environmental sustainability. PT ABC faces obstacles in the solid waste screening due to the less-than-optimal performance of the Vibration Sieve, especially in handling additive-lime and masterbatch-resin. This study aims to evaluate the performance of the tool before and after the redesign of the filter, as well as to determine the appropriate filter specifications for each type of waste. The method used is a quantitative approach through observation, measurement, and performance testing of the tool. The results show that a filter with a hole diameter of 6 mm is effective for additives and lime, while a 3 mm filter is effective for masterbatch and resin. After modification, the weight of the filtered waste increased from 3.26 kg to 16.97 kg. This modification has been shown to increase filtering effectivity and reduce waste. Keywords : vibration sieve, waste treatment, solid waste, design, screening 1 PENDAHULUAN Pengelolaan limbah padat industri merupakan aspek penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan menjaga efisiensi operasional di sektor manufaktur. Industri petrokimia dan kimia sering kali menghasilkan limbah padat dengan karakteristik yang kompleks, seperti berukuran besar, lengket dan sulit
MACHINERY JURNAL TEKNOLOGI TERAPAN VOL.6 NO.3, OKTOBER 2025 ISSN : 2723-3359 (Print) ISSN : 2776-673X (Online) 206 terurai secara alami [1]. Jika tidak dikelola dengan tepat, limbah padat ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan terhadap proses produksi, serta meningkatkan biaya operasional akibat kerusakan peralatan atau penurunan efisiensi [2]. Oleh karena itu, penerapan teknologi pengelolaan limbah yang efisien sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan produktivitas industri. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan sistem pengelolaan limbah terintegrasi, yang telah terbukti efektif dalam mengurangi pencemaran dan meningkatkan keberlanjutan di kawasan industri [3]. Berbagai pendekatan telah dikembangkan, mulai dari pemrosesan termal, biologis, hingga pemisahan mekanis yang kini menjadi landasan teknologi pra-olah limbah padat, seperti penggunaan sistem vibrasi atau screening [4]. Salah satu teknologi yang umum digunakan dalam proses awal pengolahan limbah padat adalah Vibration Sieve, yaitu alat penyaring yang memanfaatkan getaran untuk memisahkan partikel berdasarkan ukuran butirannya [5]. Alat ini memiliki peran krusial dalam tahap prapemrosesan, karena berfungsi menyaring material padat sebelum memasuki tahap pengolahan lanjutan. Dengan Vibrasi yang terpantau dengan baik dapat berfungsi sebagai indikator performa sistem yang stabil, sekaligus mendukung penentuan parameter operasi yang optimal [6] Penelitian terkini menunjukkan bahwa efisiensi alat penyaringan seperti Vibration Sieve sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara desain alat dengan karakteristik limbah yang ditangani. Misalnya, studi oleh Kepper et al. menunjukkan bahwa penyesuaian mesh size berdasarkan viskositas dan ukuran partikel limbah dapat meningkatkan efisiensi pemisahan dalam industri [7]. Namun, pada praktiknya, banyak perusahaan menghadapi kendala teknis akibat spesifikasi saringan yang tidak sesuai dengan karakteristik limbah yang dihasilkan. Kendala ini dapat mengakibatkan efisiensi pengolahan limbah yang rendah dan meningkatkan risiko pencemaran lingkungan jika limbah tidak dikelola dengan baik [8]. PT ABC sebagai perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia menghadapi masalah pada sistem penyaringan limbah padat yang menggunakan Vibration Sieve. Partikel limbah seperti masterbatch, resin dan bahan additive yang bersifat lengket dan besar sering kali menyumbat saringan, sehingga menghambat proses penyaringan dan menyebabkan penumpukan material di permukaan alat. Masalah ini diperburuk dengan penggunaan saringan berukuran terlalu halus (misalnya mesh < 0,05 mm), yang tidak sesuai dengan ukuran aktual partikel limbah yaitu yang berukuran lebih dari 3 mm. Akibatnya, terjadi kerusakan pada saringan, penurunan kinerja alat, serta risiko pencemaran akibat kebocoran atau tumpahan limbah [9]. Merespons permasalahan tersebut, diperlukan pendekatan rekayasa ulang atau redesign pada komponen saringan Vibration Sieve agar sesuai dengan karakteristik limbah padat yang ditangani. Proses perancangan ulang ini dilakukan untuk menyesuaikan ukuran mesh sehingga dapat meningkatkan efisiensi penyaringan dan mengurangi risiko kerusakan alat. Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya inovasi teknis dalam mendukung efisiensi pengolahan limbah padat sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari proses industri. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang sistem saringan pada alat Vibration Sieve di PT ABC, dengan pendekatan berbasis data karakteristik limbah padat dan evaluasi kinerja sistem eksisting. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan solusi teknis yang aplikatif dan mendukung praktik industri yang lebih berkelanjutan. 2. METODE Metode penyelesaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pendekatan ini digunakan untuk memaksimalkan pengumpulan data dan memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang perancangan ulang saringan Vibration Sieve. Metode kuantitatif diterapkan untuk menentukan ukuran dari saringan Vibration Sieve. 2.1 Prosedur Penyelesaian Adapun langkah-langkah prosedural secara keseluruhan dalam penelitian ini dapat dilihat pada flow diagram pada Gambar 1. Proses penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang menjadi kendala utama dalam sistem penyaringan limbah. Peneliti melakukan identifikasi melalui observasi langsung di lapangan dan analisis awal terhadap kondisi operasional alat penyaring yang ada. Setelah masalah berhasil diidentifikasi, peneliti melanjutkan tahapan penelitian dengan melakukan studi literatur yang bertujuan untuk memperoleh referensi terkait sistem penyaringan, metode pengolahan limbah, dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Setelah studi literatur selesai dilakukan, tahapan berikutnya adalah pengukuran sampel limbah. Peneliti melakukan pengukuran terhadap limbah padat, seperti masterbatch, resin, kapur, dan additive. Sampel masterbatch dan resin diambil di laboratorium, sedangkan sampel kapur dan additive diambil langsung dari lapangan. Seluruh sampel tersebut diukur menggunakan alat ukur digital caliper.
207 Gambar 1. Prosedur Penyelesaian. Perancangan ulang saringan dilakukan dengan mengubah ukuran saringan lama, yaitu mesh berukuran 0,037 mm dan 0,025 mm. Perancangan ulang ini dilakukan berdasarkan ukuran partikel limbah padat yang telah diukur sebelumnya. Tujuannya adalah agar limbah masterbatch dan resin dapat turun pada tahap penyaringan kedua, sedangkan limbah kapur dan additive dapat tersaring pada tahap pertama, sehingga penumpukan limbah pada tahap awal penyaringan tidak lagi terjadi. Skematik penyaringan limbah dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Skematik Penyaringan limbah. Analisis kinerja saringan dilakukan untuk memberikan rekomendasi mengenai ukuran mesh yang paling sesuai dalam proses penyaringan limbah pada industri. Ukuran mesh yang optimal sangat menentukan efisiensi pemisahan antara limbah padat dan cair, serta mencegah terjadinya penyumbatan pada sistem filtrasi [10]. Pemilihan mesh juga harus mempertimbangkan karakteristik fisik dari limbah seperti ukuran partikel, viskositas, dan laju aliran, karena hal tersebut akan mempengaruhi performa penyaringan secara keseluruhan [11]. Melalui penelitian ini, peneliti berharap dapat memberikan solusi dalam peningkatan efisiensi sistem penyaringan serta mendukung proses pengolahan limbah industri yang lebih optimal dan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. Identifikasi Masalah Studi Literatur Pengukuran Sampel Limbah Padat Modifikasi Saringan Dengan Ukuran 6 mm dan 3 mm Analisa Hasil Kinerja Saran dan Kesimpulan Selesai Mulai Inlet Outlet 1 (Limbah Kapur dan Additive) Outlet 2 (Limbah masterbatch dan resin) Outlet 3 (limbah cair setelah disaring) Saringan ke 1 Saringan ke 2
MACHINERY JURNAL TEKNOLOGI TERAPAN VOL.6 NO.3, OKTOBER 2025 ISSN : 2723-3359 (Print) ISSN : 2776-673X (Online) 208 2.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa metode untuk memastikan bahwa informasi yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang akurat terkait perbandingan kinerja sistem penyaringan limbah sebelum dan sesudah dilakukan modifikasi. Pengumpulan data ini bertujuan untuk memperoleh bukti mengenai kinerja pada alat Vibration Sieve di PT ABC, khususnya dalam meningkatkan kapasitas penyaringan serta mengurangi permasalahan seperti pengendapan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Spesifikasi Vibration Sieve: Spesifikasi dikumpulkan berdasarkan manual book, observasi lapangan. Dan wawancara dengan teknisi atau operator lapangan. 2. Mengambil data sampel limbah padat: Mengambil data sampel limbah padat dilakukan agar mengetahui ukuran yang tepat untuk perancangan ulang saringan atau mesh tersebut. Pengambilan data sampel limbah padat dengan cara mengukur masterbatch-resin dan additive-kapur pada tempat penampungan off quality product kemudian diukur menggunakan digital caliper. 3. Desain saringan sebelum dan sesudah perancangan ulang: Membandingkan desain saringan sebelum dan sesudah dimodifikasi. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Spesifikasi Vibration Sieve Pada penelitian ini dilakukan perancangan ulang pada saringan Vibration Sieve pada PT. ABC tepatnya pada alat Vibration Sieve sivtek GS-40. Adapun spesifikasi alat tersebut di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 1. Spesifikasi Vibration Sieve Sivtek GS-40 No Parameter Spesifikasi 1 Machine & Model No GS-40 2 Year of Manufacturing 2021 3 Machine sr No 0033/04/22/GS 0040 C3 8 8880 5652 4 Motor sr No 211162 5 Power 1.0 HP 6 RPM 1440 7 Frequency 50 Hz 8 Protection IP 55 9 Max Current 1.8 Amp 9 Volt 415 V 10 Size mesh 1 Mesh 400, 0,037 mm / 37 micron 11 Size mesh 2 Mesh 600, 0,025 mm / 25 micron 12 Lead Angle Setting 60° 3. 2 Ukuran Limbah Padat Pengukuran sampel limbah padat dilakukan sebanyak 30 kali. Pengambilan sampel limbah padat dilakukan pada area resin rework, off quality product, dan pit waste water masterbacth plant. Pengambilan sampel yang tepat sangat penting untuk memastikan validitas data yang diperoleh, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang akurat [12]. Pada Gambar 3, ditunjukkan limbah padat yang sedang diukur menggunakan digital caliper. Hasil pengukuran dari 30 sampel nilai rata-rata, maksimum dan minimum tunjukan pada Tabel 2.
209 (a) (b) (c) (d) Gambar 3. Pengukuran Besar Sampel (a) Additive, (b) Kapur, (c) Resin, (d) Masterbatch. Tabel 2. Hasil Pengukuran Limbah Padat Dari hasil pengukuran yang ada di atas menunjukkan limbah additive memiliki rentang yang cukup besar, di mana nilai minimum sebesar 6,06 mm dan maksimum sebesar 15,17 mm. Rata-rata ukuran limbah additive sebesar 10,70 mm. Nilai ini menunjukkan bahwa limbah additive umumnya berukuran relatif besar dan dapat tersaring dengan baik. Untuk ukuran partikel limbah kapur berkisar antara 6,04 mm hingga 15,17 mm, dengan nilai rata-rata sekitar 10,07 mm. Sebagian besar partikel kapur memiliki ukuran lebih besar dari 10 mm, yang menujukan bahwa kapur memiliki kecenderungan membentuk partikel besar dan cenderung mudah tersaring. Data di atas menjadi dasar pembuatan saringan pertama menggunakan lubang yang berukuran 6 mm agar dapat menyaring additive dan kapur. Kemudian untuk limbah padat masterbatch memiliki ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan additive dan kapur, dengan rentang ukuran antara 3,09 mm hingga 3,92 m, dan rata-rata sekitar 3,61 mm. Ukuran partikel yang kecil ini mengindikasikan bahwa proses penyaringan membutuhkan saringan yang lebih kecil agar partikel materbatch tidak lolos saat proses penyaringan. dan untuk kategori resin, hasil pengukuran menunjukan ukuran partikel yang cenderung seragam, berada dalam kisaran 4,07 mm hingga 4,92 mm, dengan rata-rata sekitar 4,42 mm. Ukuran partikel ini berada di antara kategori masterbatch, menunjukkan bahwa resin menghasilkan partikel dengan ukuran menengah yang masih dalam batas toleransi. Maka dari itu pada penyaringan tahap dua menggunakan lubang yang berukuran 3 mm agar dapat menyaring masterbatch dan resin. 3.3 Ukuran Saringan sebelum Perancangan Ulang Ukuran saringan sebelum perancangan yaitu 0,037 mm dan 0,025 mm berbahan stainless steel. Ukuran saringan ini tidak dapat menyaring limbah padat seperti masterbatch, resin, kapur dan additive karena ukuran saringan yang terlalu kecil. No. Additive Kapur Masterbatch Resin 𝑿 10,70 mm 10,07 mm 3,61 mm 4,42 mm Xmax 15,17 15,17 3,92 4,92 Xmin 6,06 6,04 3,09 4,07
MACHINERY JURNAL TEKNOLOGI TERAPAN VOL.6 NO.3, OKTOBER 2025 ISSN : 2723-3359 (Print) ISSN : 2776-673X (Online) 210 (a) (b) Gambar 4. Saringan (a) ukuran 0,037 mm dan saringan (b) ukuran 0,025 mm. 3.4 Hasil Penelitian 3.4.1 Design Penyusunan ulang saringan Vibration Sieve Sebelum dilakukan fabrikasi saringan, pekerjaan yang terlebih dahulu dilakukan yaitu membuat design saringan Vibration Sieve. Tujuannya agar hasil pembuatan saringan sesuai dengan spesifikasi dan meminimalisir kesalahan saat pembuatan. Design penyusunan ulang saringan Vibration Sieve di tunjukan pada Gambar 5 dan Gambar 6, di mana untuk saringan atas di desing dengan ukuran lubang 6 mm dan saringan di bawahnya dengan ukuran lubang 3 mm dengan ukuran diameter luar sebesar 1016 mm atau 40 inci. Gambar 5. Design Saringan Vibration Sieve 6 mm.
211 Gambar 6. Design Saringan Vibration Sieve 3 mm. Hasil pembuatan saringan Vibration Sieve ditunjukkan pada Gambar 7. Gambar 7. Saringan Hasil Perancangan Ulang. 3.4.2 Percobaan di laboratorium Pada Gambar 8 (a) menunjukkan kondisi bucket penampung limbah padat sebelum perancangan ulang saringan Vibration Sieve. Gambar tersebut menunjukkan bahwa hasil penyaringan limbah padat masih sedikit dan limbah padat masih tercampur dengan air. Fenomena ini umum terjadi pada sistem penyaringan yang belum optimal, di mana pemisahan fase padat-cair tidak berlangsung efektif akibat desain mesh atau getaran yang kurang sesuai [13]. Kondisi bucket penampung setelah perancangan ulang saringan ditunjukkan pada Gambar 8 (b), di mana dari keadaan tersebut ditunjukkan bahwa limbah padat tersaring dengan normal dan tidak tercampur dengan air. Peningkatan efisiensi ini konsisten dengan hasil penelitian oleh Sincuba et al (2017), yang menyatakan bahwa modifikasi desain ayakan getar, termasuk penyesuaian ukuran lubang saringan dan frekuensi getaran, dapat meningkatkan kemampuan dewatering serta mengurangi kontaminasi fase cair pada limbah padat [14].
MACHINERY JURNAL TEKNOLOGI TERAPAN VOL.6 NO.3, OKTOBER 2025 ISSN : 2723-3359 (Print) ISSN : 2776-673X (Online) 212 (a) (b) Gambar 8. Kondisi Bucket (a) sebelum perancangan ulang (b) setelah perancangan ulang. Pada Gambar 9 menunjukkan grafik perbandingan berat limbah padat yang dihasilkan sebelum dan sesudah dilakukan perancangan ulang saringan pada Vibration Sieve, data yang diambil dalam enam bulan yaitu Januari-Maret untuk kondisi sebelum dan Juni-Agustus untuk kondisi sesudah perancangan ulang. Pada periode sebelum perancangan ulang saringan, berat limbah padat yang tercatat relatif rendah, yaitu pada bulan Januari sebesar 3,12 kg, Februari: 3,26 kg dan Maret: 3,43 kg. dengan demikian dapat juga disimpulkan dalam 3 bulan sebelum perancangan ulang rata-rata berat limbah padat yang dapat tersaring sebanyak 3,26 kg/bulan. Sementara itu setelah dilakukan perancangan ulang saringan pada Vibration Sieve, terjadi peningkatan yang signifikan berat limbah padat yang tersaring, yaitu pada bulan Juni sebesar 16,04 kg, Juli sebesar 17.16 kg, dan Agustus sebesar 17,70 kg atau nilai rata-rata berat limbah padat setelah perancangan ulang saringan sebesar 16,97 kg/bulan. Peningkatan berat limbah padat ini menunjukkan bahwa perancangan ulang saringan yang dilakukan pada Vibration Sieve terbukti meningkatkan penyaringan sebesar 519,97%. Efektivitas ini umumnya dicapai melalui optimalisasi desain saringan, termasuk penyesuaian ukuran mesh, sudut kemiringan, dan frekuensi getaran, yang secara langsung berpengaruh terhadap kapasitas pemisahan material [15]. Gambar 9. Berat Timbangan Limbah Padat per-Bulan 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai modifikasi saringan pada Vibration Sieve, dapat disimpulkan bahwa rancangan ulang saringan mampu meningkatkan efektivitas proses penyaringan limbah padat secara signifikan. Penentuan spesifikasi mesh yang tepat yakni diameter lubang 6 mm untuk limbah additive-kapur dan 3 mm untuk limbah masterbatch-resin menjadi kunci keberhasilan dalam menyesuaikan desain dengan karakteristik material yang disaring. Sebagai hasil dari modifikasi tersebut, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah limbah padat yang berhasil dipisahkan, dari rata-rata 3,26 kg/bulan menjadi 16,97 kg/bulan, yang menunjukkan efisiensi saringan meningkat lebih dari lima kali lipat. Penelitian 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Januari Februari Maret Juni Juli Agustus Berat (kg) Bulan
213 selanjutnya disarankan untuk mengevaluasi material dari saringan untuk memberikan gambaran ketahanan dan performa saringan dalam jangka panjang dan memastikan fungsinya tetap optimal dalam kondisi operasi yang bervariasi. DAFTAR PUSTAKA [1] R. S. Krishna, J. Mishra, S. Meher, S. K. Das, S. M. Mustakim, and S. K. Singh, “Industrial solid waste management through sustainable green technology: Case study insights from steel and mining industry in Keonjhar, India,” in Materials Today: Proceedings, 2020. doi: 10.1016/j.matpr.2020.02.949 [2] Z. M. Nazarova, Y. V. Zabaikin, and M. F. Kharlamov, “Optimization of Technological Process Parameters to Create an Environmentally Friendly Waste Processing Technology,” Ecol. Eng. Environ. Technol., vol. 23, no. 3, 2022, doi: 10.12912/27197050/147143 [3] A. Al Muhyi and N. Rahmadia, “Penerapan Prinsip Keberlanjutan dalam Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri Terpadu Batang,” Elektriese J. Sains dan Teknol. Elektro, vol. 14, no. 01, pp. 159– 171, 2024, doi: 10.47709/elektriese.v14i01.4683 [4] Y. H. Yu, J. F. Su, Y. Shih, J. Wang, P. Y. Wang, and C. P. Huang, “Hazardous wastes treatment technologies,” Water Environment Research, vol. 92, no. 10. 2020. doi: 10.1002/wer.1447 [5] M. Dragomir, A. Ovanisof, and R. A. Petre, “Improved Model of a Vibrating Sieve,” in Springer Proceedings in Physics, 2021. doi: 10.1007/978-3-030-54136-1_40 [6] A. Irawan, I. Malik, M. Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, P. Negeri Sriwijaya, J. Teknik Mesin, and P. Negeri Sriwijaya JlnSrijaya Negara Bukit Besar, “Analisis Vibrasi Frame Mesin Cnc Plasma Cutting Secara Eksperimen,” vol. 2, no. 3, p. 2021, 2021, Available: http://doi.org/10.5281/zenodo.6383878 [7] M. Kepper, M. N. Karim, M. Baune, J. Thöming, and G. R. Pesch, “Influence of the filter grain morphology on separation efficiency in dielectrophoretic filtration,” Electrophoresis, vol. 44, no. 21–22, 2023, doi: 10.1002/elps.202300075 [8] J. Kim, H. W. Kim, J. Shin, and S. J. Yu, “Effluent limitations through best practicable control technology: evaluation of the semiconductor and electronic component manufacturing industry,” Desalin. Water Treat., vol. 57, no. 45, 2016, doi: 10.1080/19443994.2015.1119749 [9] J. Li, Q. Wu, Y. Huang, Z. Sun, J. Li, and D. Wu, “Particulate matters filtration by a filter medium with pin holes: modeling and experimental verification,” Process Saf. Environ. Prot., vol. 158, 2022, doi: 10.1016/j.psep.2021.12.012 [10] H. Chen, Y. Shen, Z. He, Z. Wu, and X. Xie, “Facilely fabricating superhydrophobic coated-mesh materials for effective oil-water separation: Effect of mesh size towards various organic liquids,” J. Mater. Sci. Technol., vol. 51, 2020, doi: 10.1016/j.jmst.2020.03.021 [11] N. N. Soloviev and M. Y. Khabibullin, “Modelling viscous fluid filtration to select optimal bottom-hole filter designs,” in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 2021. doi: 10.1088/1757899X/1064/1/012065 [12] Z. Mo, X. Di, and R. Shi, “Robust Data Sampling in Machine Learning: A Game-Theoretic Framework for Training and Validation Data Selection,” Games, vol. 14, no. 1, 2023, doi: 10.3390/g14010013 [13] J. M. Gac, A. Jackiewicz, Ł. Werner, and S. Jakubiak, “Consecutive filtration of solid particles and droplets in fibrous filters,” Sep. Purif. Technol., vol. 170, 2016, doi: 10.1016/j.seppur.2016.06.057 [14] N. D. Sincuba, S. Rathilal, and M. Carsky, “Effect of sieve tray hole diameter on the efficiency of a vibrating plate extractor,” South African J. Chem. Eng., vol. 23, 2017, doi: 10.1016/j.sajce.2017.01.002 [15] F. Akhmadiev, R. Gizzyatov, and I. Nazipov, “Modeling of vibration separation of bulk materials based on the theory of random processes,” in Studies in Systems, Decision and Control, 2021. doi: 10.1007/978-3-030-66077-2_6