scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Applying the Discovery Learning Model through Classical Arabic Texts to Improve Qawāʿid Mastery among Eleventh-Grade Students of MA MAI Purwakarta

Annisa Luthfiah Mahdi, Dede Rizal Munir

Full text

2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 4, Oktober 2025, P. 88-95 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17542662 Penerapan Model Discovery Learning melalui Kitab Amsilatu Tasrif dan Matan Bina’ wal Asasi untuk Meningkatkan Pemahaman Qawa’id Bahasa Arab Siswa Kelas XI MA MAI Purwakarta Applying the Discovery Learning Model through Classical Arabic Texts to Improve Qawāʿid Mastery among Eleventh-Grade Students of MA MAI Purwakarta Annisa Luthfiah Mahdi, Dede Rizal Munir STAI DR. KH. EZ. Muttaqien email: aluthfiahm[email protected] [email protected] Abstrak Pembelajaran qawāʿid bahasa Arab kerap kali berlangsung monoton karena masih didominasi metode ceramah yang membuat siswa kurang aktif dan kesulitan memahami pola perubahan kata (shorof). Penelitian ini bertujuan menghadirkan pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna melalui penerapan model Discovery Learning yang dipadukan dengan kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās, dengan fokus meningkatkan pemahaman qawāʿid siswa kelas XI MA MAI Purwakarta. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keaktifan dan pemahaman siswa, dengan nilai rata-rata yang naik dari 66,25 pada siklus I menjadi 80 pada siklus II serta ketuntasan belajar mencapai 86%. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Discovery Learning berbasis kitab klasik mampu menjembatani pembelajaran tradisional dan modern. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memahami kaidah bahasa Arab secara konseptual, tetapi juga mengalami proses belajar yang menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mempelajari bahasa Arab. Kata Kunci: Discovery Learning, Amsilatu al-Taṣrīf, Matan Bina’ wa al-Asās, Qawāʿid Bahasa Arab. Abstract The learning of Arabic qawāʿid (grammar rules) often tends to be monotonous, as it remains dominated by the lecture method, which makes students less active and hinders their understanding of word formation patterns (ṣarf). This study aims to create a more participatory and meaningful learning experience through the implementation of the Discovery Learning model integrated with the classical Arabic texts Amsilatu al-Taṣrīf and Matan Bina’ wa al-Asās, focusing on improving the qawāʿid comprehension of eleventh-grade students at MA MAI Purwakarta. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation, and analyzed using both qualitative and quantitative descriptive methods. The findings indicate a significant improvement in students’ activeness and comprehension, with the average score increasing from 66.25 in the first cycle to 80 in the second cycle, and the learning mastery rate reaching 86%. These results affirm that the application of Discovery Learning based on classical Arabic texts can effectively bridge traditional and modern approaches to language instruction. Through this method, students not only gain a conceptual understanding of Arabic grammar but also engage in an enjoyable learning process that fosters curiosity and enhances their confidence in learning Arabic. Keywords: Discovery Learning, Amsilatu al-Taṣrīf, Matan Bina’ wa al-Asās, Arabic Grammar (Qawāʿid). Article Info Received date: 25 Oktober 2025 Revised date: 27 Oktober 2025 Accepted date: 04 November 2025 PENDAHULUAN Pembelajaran qawāʿid bahasa Arab di madrasah pada umumnya masih berlangsung secara konvensional. Guru menjelaskan pola dan kaidah melalui metode ceramah, sementara siswa hanya berfokus pada hafalan bentuk kata tanpa memahami makna dan fungsi di baliknya. Kondisi tersebut juga tampak pada siswa kelas XI MA MAI Purwakarta. Mereka mampu menalar pola shorof secara mekanis, namun tidak memahami tujuan dan manfaat ilmu tersebut dalam membangun struktur bahasa 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 Arab. Akibatnya, siswa terlihat kurang antusias dan menganggap pembelajaran shorof sebagai bagian yang sulit dan membosankan. Melihat hal ini, peneliti merasa perlu mengubah pendekatan pembelajaran agar siswa tidak hanya menghafal pola kata, tetapi juga memahami nilai fungsionalnya. Sebelum memulai tindakan, peneliti memberikan gambaran luas tentang peran shorof dalam membentuk makna kata dan kalimat bahasa Arab. Setelah siswa memahami fungsinya, mereka mulai menunjukkan ketertarikan dan rasa ingin tahu terhadap materi. Dari situ, peneliti menerapkan model Discovery Learning sebagai upaya untuk menghadirkan proses belajar yang lebih aktif, eksploratif, dan bermakna. Dalam penerapannya, peneliti menggunakan dua kitab dasar, yaitu Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās, sebagai sumber utama pembelajaran. Melalui model Discovery Learning, siswa diajak menemukan sendiri pola-pola perubahan bentuk kata dengan bimbingan guru. Peneliti juga menyederhanakan bagian-bagian tersulit dalam ilmu shorof dengan gaya penyampaian seperti dalam Matan Bina’ wa al-Asās, serta memancing kemampuan berpikir dan berdiskusi mereka melalui bagan taṣrīf yang diambil dari kitab tersebut. Pendekatan ini membantu siswa memahami pola bahasa secara bertahap dan logis. Model Discovery Learning menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam menemukan konsep melalui pengalaman belajar langsung. Hal ini sejalan dengan pandangan Bruner (dalam Lefrancois, 1986) bahwa belajar akan lebih bermakna jika pengetahuan ditemukan oleh siswa itu sendiri. Melalui penerapan metode ini, pembelajaran shorof tidak hanya menjadi lebih mudah dipahami, tetapi juga lebih menarik dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berbahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman qawāʿid bahasa Arab siswa kelas XI MA MAI Purwakarta melalui penerapan model Discovery Learning yang dipadukan dengan kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās sebagai media pembelajaran utama. Pemilihan model Discovery Learning didasarkan pada keinginan untuk menghidupkan kembali ilmu yang selama ini dianggap sulit dan kaku. Peneliti ingin menghadirkan pembelajaran shorof yang lebih hidup dengan membalut kitab klasik menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini. Melalui Discovery Learning, siswa tidak hanya diajak memahami pola-pola bahasa, tetapi juga diberi ruang untuk berpikir, menalar, dan menemukan makna di balik setiap perubahan bentuk kata. Model ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, menumbuhkan motivasi bahwa pelajaran yang sulit pun dapat mereka kuasai, serta memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk belajar sesuai dengan kapasitas dan kecepatan masingmasing. Selain itu, model ini juga mengedepankan kemandirian dan kreativitas peserta didik, sehingga proses belajar tidak hanya terfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada bagaimana siswa mengalami, menemukan, dan memahami sendiri makna dari apa yang dipelajari. Dengan pendekatan ini, pembelajaran shorof tidak lagi menjadi beban hafalan, melainkan proses penemuan yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepercayaan diri siswa dalam memahami bahasa Arab secara lebih mendalam. METODE Penelitian ini dilaksanakan di MA MAI Purwakarta yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2025, bertepatan dengan jadwal pembelajaran bahasa Arab semester ganjil. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI.3 yang berjumlah 20 orang, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Kelas ini dipilih karena berdasarkan hasil observasi awal, siswa menunjukkan kesulitan dalam memahami pola perubahan bentuk kata (shorof) dan belum mampu menerapkan kaidah bahasa Arab dalam konteks kalimat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method). Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan proses pembelajaran, aktivitas, 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 dan respon siswa selama penerapan model Discovery Learning, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa melalui analisis nilai pre-test dan post-test pada setiap siklus. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suharsimi Arikunto (dalam Machali, 2022), PTK merupakan penyelidikan terhadap kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang sengaja dirancang untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi, instrumen tes, serta bahan ajar yang bersumber dari kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās. Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menerapkan model Discovery Learning secara sistematis: siswa diajak menemukan pola-pola perubahan kata melalui kegiatan eksplorasi, diskusi, serta pengamatan terhadap bagan taṣrīf yang diambil dari kitab klasik tersebut. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing arah penemuan tanpa langsung memberikan jawaban. Selama tindakan berlangsung, dilakukan observasi untuk mencatat tingkat partisipasi, aktivitas, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Observasi ini juga digunakan untuk menilai sejauh mana siswa mampu menemukan konsep shorof secara mandiri dan bekerja sama dalam kelompok. Setelah tindakan selesai, tahap refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan tes belajar untuk menilai keberhasilan tindakan serta menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara singkat, dan dokumentasi kegiatan. Tes hasil belajar diberikan pada setiap akhir siklus untuk mengetahui peningkatan pemahaman qawāʿid siswa. Data kualitatif diperoleh dari catatan lapangan, hasil pengamatan, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar dari setiap siklus, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk menafsirkan perubahan perilaku belajar, tingkat partisipasi, dan suasana kelas selama penerapan model Discovery Learning. Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila minimal 75% siswa mencapai nilai KKM 70 dan menunjukkan peningkatan aktivitas, motivasi, serta pemahaman terhadap pola shorof dalam bahasa Arab. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian tindakan kelas mengenai penerapan model pembelajaran Discovery Learning menggunakan instrumen lembar observasi guna mengetahui aktivitas siswa saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung dan instrumen tes guna mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, maka diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 1. Lembar observasi aktivitas peserta didik siklus 1 NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR 1 2 3 4 1 Merapikan diri dan kursi untuk mengikuti pembelajaran ✓ 2 Mengikuti tahap stimulation dengan baik. ✓ 3 Siswa berdiskusi dan bekerja sama dengan kelompok untuk menganalisis pola kata dan maknanya. ✓ 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 4 Siswa mampu menjelaskan hasil penemuan atau menjawab pertanyaan berdasarkan pemahamannya sendiri ✓ 5 Siswa berani mencoba menerapkan pola taṣrīf dalam contoh kalimat baru ✓ 6 Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran ✓ 7 Kegembiraan dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran ✓ 8 Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran bersama kelompok pada tahap verification dan generalization. ✓ 9 Mengisi soal evaluasi dengan sungguhsungguh ✓ 10 Sopan santun siswa selama pembelajaran ✓ Jumlah 6 18 4 Nilai = Jumlah seluruh skor/40 X 100 % 70% Tabel 2. Lembar observasi aktivitas peserta didik siklus II NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR 1 2 3 4 1 Merapikan diri dan kursi untuk mengikuti pembelajaran ✓ 2 Mengikuti tahap stimulation dengan baik. ✓ 3 Siswa berdiskusi dan bekerja sama dengan kelompok untuk menganalisis pola kata dan maknanya. ✓ 4 Siswa mampu menjelaskan hasil penemuan atau menjawab pertanyaan berdasarkan pemahamannya sendiri ✓ 5 Siswa berani mencoba menerapkan pola taṣrīf dalam contoh kalimat baru ✓ 6 Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran ✓ 7 Kegembiraan dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran ✓ 8 Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran bersama kelompok pada tahap verification dan generalization. ✓ 9 Mengisi soal evaluasi dengan sungguhsungguh ✓ 10 Sopan santun siswa selama pembelajaran ✓ Jumlah 9 28 Nilai = Jumlah seluruh skor/40 X 100 % 93% 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 Tabel 3. Nilai Tes Siswa NO NAMA PRETEST SIKLUS 1 SIKLUS II 1 A P K 60 70 90 2 A N A 40 60 80 3 A K 50 60 90 4 D S 70 90 100 5 F 60 75 90 6 F S 70 90 100 7 F A P 50 60 90 8 H A A 70 90 90 9 H A V 70 90 90 10 L K 60 70 80 11 M A P 40 70 80 12 M R A 60 70 80 13 M A 65 70 80 14 N M 0 0 0 15 R A L 40 70 80 16 R M R 45 60 70 17 R N F 20 50 70 18 S P S 60 70 80 19 S K M 60 70 80 20 R R 20 40 70 21 R S 70 80 90 TOTAL NILAI PESERTA DIDIK 1080 1405 1680 PRESENTASE KETUNTASAN 24% 67% 86% PRESENTASE TIDAK TUNTAS 76% 33% 14% RATA-RATA NILAI PESERTA DIDIK 51,42 66,25 80 KRITERIA HASIL BELAJAR KURANG KURANG SANGAT BAIK Penghitungan hasil observasi dilakukan sesuai dengan rumus yang telah dijelaskan pada bagian metode penelitian. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Bahasa Arab untuk kelas XI di MA MAI Purwakarta adalah ≥ 70. Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa pada siklus I, dapat dikatakan bahwa siswa sudah mulai menunjukkan keaktifan meskipun belum optimal. Hal ini terlihat dari hasil skor yang didominasi oleh angka 3, yang berarti aktivitas siswa berada pada kategori baik. Pada tahap ini masih terdapat beberapa siswa yang kurang fokus selama kegiatan pembelajaran. Sebagian siswa terlihat pasif ketika diminta untuk mengidentifikasi pola shorof atau menjelaskan hasil penemuan dari kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās. Antusiasme mereka juga belum maksimal karena masih terbiasa menunggu penjelasan langsung dari guru. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya tindakan perbaikan pada siklus II. Pada siklus selanjutnya, guru melakukan penyesuaian strategi dengan memperkuat tahapan Discovery Learning, terutama pada tahap stimulation dan data processing, agar siswa lebih tertarik dan berpartisipasi aktif. 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 Guru juga menambahkan media bagan taṣrīf dan latihan eksploratif yang menuntun siswa menemukan sendiri pola perubahan bentuk kata. Perbaikan tindakan ini terbukti efektif meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa. Hasil observasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, di mana skor rata-rata didominasi oleh angka 4, yang berarti aktivitas siswa berada dalam kategori sangat baik. Siswa tampak lebih aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, mampu menjelaskan hasil temuannya, dan lebih percaya diri dalam menerapkan pola shorof ke dalam contoh kalimat. Sebagian besar peningkatan ini terjadi karena siswa merasa lebih mudah menghafal pola taṣrīf setelah menggunakan kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās. Penyajian pola yang sistematis, berulang, dan berbasis contoh konkret dalam kitab tersebut membantu mereka memahami kaidah dengan cepat dan tidak lagi menganggap shorof sebagai pelajaran yang rumit. Dengan dukungan model Discovery Learning, siswa bukan hanya memahami struktur kata, tetapi juga menikmati proses menemukan sendiri pola-pola bahasa Arab secara mandiri. Untuk melihat peningkatan aktivitas belajar siswa secara keseluruhan, hasil observasi tiap siklus dapat ditampilkan dalam diagram batang berikut ini, Diagram 1. Peningkatan aktivitas belajar siswa Berdasarkan diagram di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, tingkat aktivitas belajar siswa memperoleh persentase 67% dan termasuk kategori baik. Sedangkan pada siklus II, aktivitas siswa meningkat menjadi 86%, yang termasuk kategori sangat baik. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dengan bantuan kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās berhasil mendorong siswa untuk lebih aktif, mandiri, dan antusias dalam proses pembelajaran. Siswa tidak lagi hanya menunggu penjelasan guru, tetapi berpartisipasi langsung dalam menemukan pola shorof, berdiskusi dengan kelompok, serta mengemukakan hasil temuannya di depan kelas. Sebagian besar perubahan positif ini terjadi karena siswa merasa lebih mudah menghafal dan memahami pola taṣrīf setelah menggunakan kedua kitab tersebut. Penyajian materi yang sistematis dan berulang dalam kitab klasik membantu siswa membangun pemahaman yang kuat terhadap struktur bahasa Arab, sementara model Discovery Learning membuat prosesnya menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.Untuk lebih jelasnya mengenai peningkatan rata-rata nilai belajar siswa selama proses penelitian berlangsung dapat dilihat dari diagram berikut ini: 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Peningkatan Aktiivitas Belajar Siswa Siklus 1 Siklus2 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 Diagram 2. Rekapitulasi Nilai Rata-Rata Siswa Adapun untuk rekapitulasi ketuntasan hasil belajar siswa dapat dilihat dari diagram yang satu ini: Diagram 3. Peningkatan aktivitas belajar siswa Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada setiap siklus, terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa. Nilai rata-rata pra-tindakan sebesar 51,42, meningkat menjadi 66,25 pada siklus I, dan mencapai 80 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 24% pada pra-siklus menjadi 67% pada siklus I, dan akhirnya mencapai 86% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning dengan sumber ajar kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās mampu meningkatkan pemahaman qawāʿid siswa secara signifikan. Melalui kegiatan eksplorasi, diskusi, dan penemuan pola, siswa belajar memahami perubahan bentuk kata secara mandiri dan kontekstual. Dengan demikian, penerapan model ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara kognitif, tetapi juga menumbuhkan motivasi, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami struktur bahasa Arab. 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 REKAPITULASI NILAI RATA-RATA SISWA Pretest Siklus 1 Siklus 2 0% 20% 40% 60% 80% 100% Pretest Siklus 1 Siklus 2 PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA Tuntas Tidak Tunas 2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Penerapan Model Discovery Learning (Annisa Luthfiah Mahdi, et., al) | 88-95 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus di kelas XI.3 MA MAI Purwakarta, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning melalui kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman qawāʿid bahasa Arab siswa. Pada awalnya, pembelajaran shorof berlangsung monoton dan cenderung membuat siswa pasif karena hanya berfokus pada hafalan pola. Setelah penerapan Discovery Learning, siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keaktifan, rasa ingin tahu, serta kemampuan memahami perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 51,42 pada pra-siklus, menjadi 66,25 pada siklus I, dan mencapai 80 pada siklus II, dengan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 24% menjadi 67%. Selain itu, aktivitas belajar siswa juga naik dari 70% menjadi 93%, menandakan peningkatan partisipasi dan semangat belajar. Sebagian besar peningkatan tersebut disebabkan oleh penggunaan kitab Amsilatu al-Taṣrīf dan Matan Bina’ wa al-Asās yang memudahkan siswa dalam menghafal dan memahami pola taṣrīf. Kedua kitab ini membantu mereka membangun dasar pemahaman yang kuat terhadap struktur bahasa Arab. Melalui Discovery Learning, proses belajar menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Discovery Learning dengan berbasis kitab klasik mampu menjembatani pendekatan tradisional dan modern dalam pembelajaran bahasa Arab. Siswa tidak hanya memahami konsep gramatikal, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, rasa percaya diri, dan kemandirian belajar. REFERENSI Munir, D. R., & Fauzi, A. R. (2023). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Memahami Qowaid Ilmu Nahwu Dengan Menggunakan Media Rumus Arab Pegon. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(1), 221–228. Arikunto, Suharsimi. 2019. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Bruner, Jerome S. 1986. Actual Minds, Possible Worlds. Cambridge, MA: Harvard University Press. Handayani, S. 2024. The Use of Discovery Learning Model in Improving Student Learning Outcomes. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 9(1), 12-20. Irmanisah, I. 2022. Tatwirul Kitabi Matni al-Bina’i wa al-Asasi (Pengembangan Kitab Matan Bina wal Asas). Repository UIN Ar-Raniry. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning). Jakarta: Kemdikbud. Musawar, Dr. H. 2019. Belajar Mudah Ilmu Sharaf Dengan Matan Al-Bina’ wa Al-Asas. Mataram: Sanabil Puri Bunga Amanah. Muhlisoh. 2021. Efektivitas Pembelajaran Qawaid Sharf Menggunakan Kitab Matn Al-Binai wa AlAsasi. Repository UIN Sunan Kalijaga. Prima, S. S. 2024. The Influence of Discovery Learning Methods and Reading Skills. Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 5(2), 56-66,25. Syahrin, Ahmad., dan Rohmah, Nisa. 2022. Analisis Kitab Amsilatu al-Taṣrīf sebagai Media Pembelajaran Shorof di Madrasah. Arabiyatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6(1), 45-60. Yusuf, Irwan., dan Widodo, Sigit. 2021. Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Arab. Jurnal Pedagogik dan Pembelajaran, 4(2), 85-95.