Assessing the Effectiveness of Tahfiz Program Integration in Enhancing Students' Understanding of Quran and Hadith at MIS Muhammadiyah, Foa Village
Full text
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Efektivitas Integrasi Program (Khoirul Azmi) | 84-88 Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Volume 3, Nomor 10, November 2025, P. 84-88 E-ISSN: 2986-6340 Licenced by CC BY-SA 4.0 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17596441 Efektivitas Integrasi Program Tahfiz Terhadap Pemahaman Materi Quran Hadish di Madrasah MIS Muhammadiyah Desa Foa Assessing the Effectiveness of Tahfiz Program Integration in Enhancing Students’ Understanding of Quran and Hadith at MIS Muhammadiyah, Foa Village Khoirul Azmi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Email: khoirulazm[email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi program tahfiz terhadap pemahaman materi Qur’an Hadis di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa. Integrasi tersebut dipandang penting karena hafalan al-Qur’an bukan hanya berfungsi sebagai capaian akademik, tetapi juga menjadi fondasi dalam memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi program tahfiz dengan pembelajaran Qur’an Hadis memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa. Hal ini terlihat dari kemampuan siswa dalam mengaitkan ayat yang dihafal dengan konteks materi yang dipelajari, serta meningkatnya pemahaman konseptual dan pengamalan nilai-nilai Qur’ani. Faktor pendukung yang ditemukan antara lain motivasi internal siswa, kompetensi guru, serta lingkungan madrasah yang kondusif. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi beban hafalan yang cukup berat dan keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi program tahfiz dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Qur’an Hadis, dengan catatan perlu adanya pengelolaan yang baik agar keseimbangan antara aspek hafalan dan pemahaman tetap terjaga. Kata Kunci: Integrasi, Tahfiz, Pemahaman, Qur’an Hadis, Madrasah MIS Abstrak This study aims to analyze the effectiveness of integrating the tahfiz program into the learning of Qur’an and Hadith at Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa. Such integration is considered essential, as memorizing the Qur’an not only serves as an academic achievement but also provides a solid foundation for deepening the understanding of Islamic teachings. This research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the integration of tahfiz with Qur’an and Hadith learning significantly enhances students’ comprehension. This is evident from their ability to connect memorized verses with the context of the lessons, as well as from improvements in conceptual understanding and the application of Qur’anic values. Supporting factors include students’ intrinsic motivation, teacher competence, and a conducive school environment, while challenges involve heavy memorization loads and limited classroom time. The study concludes that integrating tahfiz into Qur’an and Hadith learning is an effective strategy to improve educational quality, provided that it is managed carefully to maintain a balance between memorization and comprehension. Keywords: Integration, Tahfiz, Comprehension, Qur’an and Hadith, Madrasah MIS Article Info Received date: 25 Oktober 2025 Revised date: 29 Oktober 2025 Accepted date: 13 November 2025 PENDAHULUAN Pendidikan Islam di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan sekaligus memiliki integritas moral yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Madrasah Mis dengan program tahfiz menjadi salah satu bentuk pendidikan yang menekankan penguasaan hafalan al-Qur’an, sekaligus pembelajaran pemahaman teks-teks keislaman. Integrasi antara tahfiz dan pembelajaran Qur’an Hadis dipandang sebagai model yang dapat menguatkan kualitas belajar siswa, karena tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter religius (Fauzi & Sholeh, 2024). Program tahfiz al-Qur’an pada dasarnya tidak hanya ditujukan untuk melahirkan generasi penghafal, melainkan juga sebagai media untuk memperdalam makna kandungan al-Qur’an serta
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Efektivitas Integrasi Program (Khoirul Azmi) | 84-88 menghubungkannya dengan ajaran Nabi melalui Hadis. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfiz yang diintegrasikan dengan kurikulum formal sangat ditentukan oleh manajemen pembelajaran, strategi guru, serta kesesuaian metode hafalan dengan materi Qur’an Hadis yang diajarkan (Nugraha, Kusuma, & Pamungkas, 2025). Dengan demikian, hafalan dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk memahami ayat dan hadis secara lebih mendalam, bukan sekadar mengingat lafaznya. Namun, integrasi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah beban hafalan yang berat sering kali membuat siswa kesulitan menyeimbangkan antara target kuantitas hafalan dengan pemahaman isi kandungan teks. Selain itu, keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan metode antara guru tahfiz dan guru Qur’an Hadis juga dapat mengurangi efektivitas integrasi (Salmiarti, Zahra, Risky, Sabri, & Hidayatullah, 2024). Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa lingkungan madrasah yang kondusif, kompetensi guru, serta adanya motivasi internal siswa dapat memperkuat keberhasilan integrasi (Tunggal & Rochbani, 2023). Berdasarkan latar belakang tersebut, kajian mengenai efektivitas integrasi program tahfiz terhadap pemahaman materi Qur’an Hadis di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa menjadi penting untuk dilakukan. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana program tahfiz mampu mendukung pembelajaran Qur’an Hadis secara komprehensif, faktor-faktor yang mendukung maupun menghambatnya, serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia (Saleh, 2023). Pendidikan Islam di Indonesia saat ini berupaya melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap al-Qur’an dan Hadis. Madrasah mis dengan program tahfiz menjadi salah satu model pendidikan yang mengintegrasikan hafalan alQur’an dengan pembelajaran formal, khususnya mata pelajaran Qur’an Hadis. Integrasi ini dipandang penting karena hafalan ayat dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat pemahaman makna, sehingga siswa tidak sekadar mengingat lafaz, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan konteks keilmuan dan kehidupan sehari-hari (Tawakkal, Irwan, & Hasan, 2025). Namun, implementasi integrasi ini menghadapi sejumlah kendala. Beban hafalan yang cukup berat, keterbatasan waktu, dan perbedaan metode antara guru tahfiz dan guru Qur’an Hadis sering kali menjadi penghambat tercapainya pemahaman yang optimal. Meski demikian, penelitian lain menunjukkan bahwa integrasi program tahfiz dalam kurikulum memiliki dampak positif terhadap prestasi siswa secara umum, baik dari aspek kognitif maupun afektif, apabila dikelola dengan strategi pembelajaran yang tepat (Effendi, Hairunnisa, & Jamaliah, 2025). Dengan latar belakang tersebut, kajian mengenai efektivitas integrasi program tahfiz terhadap pemahaman materi Qur’an Hadis di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa menjadi penting dilakukan. Analisis ini diharapkan memberikan gambaran menyeluruh tentang sejauh mana integrasi dapat meningkatkan pemahaman siswa, faktor pendukung dan penghambatnya, serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berusaha memahami secara mendalam bagaimana integrasi program tahfiz berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa. Studi kasus dipilih agar peneliti dapat menelusuri fenomena secara detail sesuai konteks lingkungan belajar yang nyata. Subjek dan Lokasi Penelitian Subjek penelitian adalah siswa Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa yang mengikuti program tahfiz serta guru mata pelajaran Qur’an Hadis. Lokasi penelitian dipilih secara purposive karena madrasah ini menerapkan model pembelajaran yang mengintegrasikan hafalan alQur’an dengan pemahaman Qur’an Hadis. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui beberapa teknik berikut: 1. Observasi: untuk mengamati langsung proses integrasi pembelajaran tahfiz dan Qur’an Hadis, termasuk interaksi guru-siswa, metode pengajaran, serta respon siswa. 2. Wawancara mendalam: dilakukan kepada guru tahfiz, guru Qur’an Hadis, dan sebagian siswa untuk menggali pengalaman, kendala, serta persepsi mereka terhadap efektivitas program.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Efektivitas Integrasi Program (Khoirul Azmi) | 84-88 3. Dokumentasi: berupa catatan akademik, jadwal pembelajaran, dan dokumen kurikulum untuk memperkuat hasil observasi dan wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Program tahfiz di madrasah saat ini menunjukkan pola integrasi yang semakin sistematis antara hafalan Al-Qur’an dengan kegiatan pembelajaran formal, terutama dalam aspek Qur’an-Hadis. Jadwal, metode, dan target hafalan yang diterapkan memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pemahaman materi, bukan semata kuantitas hafalan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa, diperoleh beberapa temuan penting terkait implementasi dan efektivitas integrasi program tahfiz terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadis. 1. Implementasi Program Tahfiz Program tahfiz di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa dilaksanakan secara terstruktur melalui jadwal harian dan mingguan. Setiap siswa diwajibkan menargetkan hafalan minimal setengah halaman per hari yang kemudian disetorkan kepada guru tahfiz. Program ini diintegrasikan dengan pembelajaran Qur’an Hadis di kelas, di mana ayat-ayat yang dihafalkan menjadi bahan penguatan materi, seperti asbabun nuzul, tafsir ringkas, serta relevansinya dengan kehidupan modern. 2. Dampak terhadap Pemahaman Qur’an Hadis Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa yang aktif mengikuti program tahfiz lebih mudah memahami materi Qur’an Hadis. Hafalan ayat membantu mereka mengingat teks secara otomatis, sehingga ketika guru menjelaskan kandungan ayat atau hadis, siswa lebih cepat menghubungkannya dengan hafalan yang dimiliki. Beberapa siswa mengaku bahwa hafalan memudahkan mereka dalam menjawab soal, menulis esai, maupun berdiskusi di kelas. 4. Faktor Pendukung Beberapa faktor yang mendukung efektivitas integrasi antara lain: • Motivasi siswa. Motivasi siswa menjadi elemen kunci dalam keberhasilan hafalan. Siswa dengan motivasi intrinsik (seperti niat mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi penghafal Al-Qur’an) maupun motivasi ekstrinsik (seperti penghargaan dan dukungan orang tua) akan lebih konsisten dalam muroja’ah dan setoran hafalan. Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung memiliki hasil hafalan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang motivasinya rendah (Latifah & Salim, 2025). • Guru Tahfiz. Guru tahfiz berperan sebagai pembimbing hafalan, pengelola program, motivator, dan penilai. Guru memastikan siswa mencapai target hafalan, memperbaiki bacaan, dan memberikan arahan spiritual agar siswa istiqomah. Selain itu, guru juga menyusun laporan perkembangan hafalan sebagai bahan evaluasi program tahfiz (Faqih, 2024). • Guru Al-Qur’an Hadis. Guru Al-Qur’an Hadis berperan melengkapi program tahfiz dengan memberikan pemahaman makna ayat, tafsir ringkas, dan pengajaran hadis yang relevan. Sinergi antara guru tahfiz dan guru Al-Qur’an Hadis penting agar hafalan tidak hanya dikuasai secara kuantitatif, tetapi juga dipahami maknanya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (Anggraini, 2023). • lingkungan madrasah. Lingkungan madrasah juga berperan besar sebagai faktor eksternal yang mendukung. Lingkungan yang kondusif mencakup fasilitas fisik (ruang hafalan, mushaf, audio pembelajaran), dukungan kebijakan sekolah, serta budaya religius di madrasah. Suasana belajar yang positif, didukung dengan budaya saling menguatkan antar siswa, terbukti meningkatkan minat dan keberhasilan program tahfiz. 4. Kendala yang Dihadapi • Beban hafalan yang cukup berat. Meskipun program tahfiz di Madrasah Mis memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius siswa dan meningkatkan kualitas penguasaan Al-Qur’an, integrasinya dengan kurikulum akademik formal tidak lepas dari berbagai kendala. Pertama, beban hafalan yang cukup berat sering kali membuat siswa mengalami kesulitan menyeimbangkan target hafalan dengan kewajiban akademik lainnya. Ketika target hafalan terlalu tinggi, sebagian siswa mengalami kelelahan kognitif, stres, bahkan penurunan motivasi belajar pada mata pelajaran umum (Rahmad & Hadi, 2024)
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Efektivitas Integrasi Program (Khoirul Azmi) | 84-88 • Keterbatasan Waktu. Kendala berikutnya adalah keterbatasan waktu. Jadwal pembelajaran formal yang padat sering kali membuat siswa tidak memiliki waktu yang cukup untuk muroja’ah atau menambah hafalan baru secara konsisten. Padahal, keberhasilan hafalan memerlukan pengulangan rutin setiap hari dengan alokasi waktu yang memadai. 5. Efektivitas Secara Umum Secara keseluruhan, integrasi program tahfiz di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Qur’an Hadis. Hal ini terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelas, ketepatan menjawab soal, serta kemampuan mereka mengaitkan ayat atau hadis dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, optimalisasi program masih diperlukan, khususnya dalam manajemen waktu dan penyelarasan metode antara guru tahfiz dan guru Qur’an Hadis. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa, integrasi program tahfiz dengan mata pelajaran Qur’an Hadis memberikan pengaruh yang positif terhadap proses dan hasil belajar siswa. Siswa yang mengikuti program tahfiz secara konsisten terbukti memiliki pemahaman yang lebih baik, karena ayat-ayat yang telah dihafal menjadi rujukan langsung ketika materi Qur’an Hadis diajarkan. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami makna ayat, menelusuri asbābun nuzūl, serta mengaitkannya dengan situasi kehidupan nyata. Secara kognitif, hafalan ayat al-Qur’an mempercepat daya tangkap siswa. Misalnya, saat guru menjelaskan makna suatu ayat, siswa dengan hafalan yang kuat dapat segera melanjutkan atau melengkapi ayat tersebut. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan keaktifan diskusi kelas, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Dari sisi afektif, terlihat adanya peningkatan kedisiplinan, kesabaran, serta rasa tanggung jawab dalam menjaga hafalan maupun dalam mengikuti pembelajaran formal. Temuan ini selaras dengan pendekatan pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, dan moral. Meski demikian, penelitian juga menemukan adanya kendala yang dialami siswa dan guru di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa. Beban hafalan yang cukup berat sering kali membuat siswa kesulitan membagi waktu untuk belajar pelajaran umum. Di samping itu, metode pengajaran guru tahfiz yang lebih menekankan pengulangan terkadang tidak sejalan dengan metode guru Qur’an Hadis yang lebih menekankan analisis dan pemahaman. Akibatnya, beberapa siswa merasa terbagi fokus antara menjaga kualitas hafalan dengan memperdalam materi teks hadis. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi dengan beberapa strategi, seperti mengadakan kolaborasi antara guru tahfiz dan guru Qur’an Hadis dalam menyusun perangkat pembelajaran, memperbanyak penggunaan metode talaqqimusyafahah yang dipadukan dengan analisis tafsir ringkas, serta memberikan waktu khusus untuk pendalaman makna ayat yang sedang dihafal. Upaya integratif ini akan semakin mempermudah siswa dalam memaknai ayat yang dipelajari sekaligus memperkuat daya ingat mereka. Jika dibandingkan dengan sekolah lain, hasil penelitian ini sejalan dengan temuan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan (Hidayat, 2023) yang menyebutkan bahwa siswa tahfiz memiliki prestasi akademik lebih tinggi pada mata pelajaran agama, terutama Qur’an Hadis dan Fiqh. Begitu pula dengan penelitian Nurdin (2023) yang menunjukkan bahwa hafalan Qur’an dapat memperkuat kapasitas memori jangka panjang siswa sehingga berpengaruh pada pemahaman berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, integrasi tahfiz di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa bukan sekadar program tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kualitas pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen sekolah dalam mendukung keberhasilan program tahfiz. Ketersediaan waktu yang proporsional, pengawasan berkelanjutan, serta pembinaan motivasi siswa berperan besar dalam keberhasilan integrasi. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik, yakni kesadaran bahwa hafalan Qur’an adalah ibadah sekaligus bekal keilmuan, cenderung lebih bertahan dalam menghadapi tantangan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran tahfiz bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga pembinaan karakter religius yang menjadi fondasi utama pendidikan Islam. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dukungan dari berbagai pihak. Sekolah harus menyediakan kurikulum yang lebih fleksibel agar siswa tidak merasa terbebani, guru perlu meningkatkan sinergi dalam metode pengajaran, dan orang tua sebaiknya ikut memberikan motivasi serta pendampingan belajar di rumah. Jika ketiga unsur ini berjalan selaras, maka integrasi program tahfiz akan benar-benar melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih dalam hafalan, tetapi juga
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Efektivitas Integrasi Program (Khoirul Azmi) | 84-88 mendalam dalam pemahaman dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan. Meskipun hasil penelitian menunjukkan dampak positif, keterbatasan tetap ada. Penelitian ini hanya berfokus pada satu sekolah, sehingga belum menggambarkan kondisi umum di madrasah mis lain. Selain itu, variasi metode guru dan perbedaan kemampuan siswa juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas sangat diperlukan untuk melihat sejauh mana integrasi program tahfiz dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia. Secara keseluruhan, integrasi tahfiz di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa merupakan langkah strategis dalam melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan kandungan al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan nyata. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa, dapat disimpulkan bahwa integrasi program tahfiz memiliki pengaruh yang nyata terhadap peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadis. Hafalan ayat yang dimiliki siswa terbukti membantu proses penguasaan materi, karena mempermudah mereka dalam mengaitkan teks al-Qur’an dengan konteks pembelajaran. Selain itu, program tahfiz tidak hanya berkontribusi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap dan karakter siswa, seperti kedisiplinan, keistiqamahan, serta keterikatan emosional dengan al-Qur’an. Kolaborasi antara guru tahfiz dan guru Qur’an Hadis juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan integrasi ini, karena keduanya mampu saling melengkapi dalam menyampaikan materi. Dengan demikian, program tahfiz di Madrasah Mis Muhammadiyah Desa Foa tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan tambahan, melainkan sebagai bagian integral dari strategi pembelajaran. Integrasi ini mampu melahirkan peserta didik yang bukan hanya menguasai hafalan, tetapi juga memahami kandungan dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. REFERENSI Effendi, A., Hairunnisa, H., & Jamaliah, J. (2025). Analysis of the integration of Tahfiz AlQur’an in the curriculum: Its impact on student achievement. At-Tadzkir: Islamic Education Journal, 4(1), 81-92. https://doi.org/10.59373/attadzkir.v4i1.135 Faqih. (2024). Manajemen Program Tahfidz Al-Qur'an di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus [Tesis]. Repository UINSA. Hidayat, R. (2023). Pengaruh program tahfiz terhadap prestasi akademik siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 5(2), 145-158. https://doi.org/10.33367/jpin.v5i2.2845 Latifah, W., & Salim, H. (2025). Peran Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal AlQur’an Siswa di SMA Muhammadiyah PK Sambi. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 6(3), 1921–1929. https://doi.org/10.38035/jmpis.v6i3.4474 Nurdin, A. (2023). The contribution of Qur’an memorization to students’ memory capacity and academic performance. Tarbiyah: Journal of Education and Teaching, 10(1), 23-34. https://doi.org/10.21043/tarbiyah.v10i1.17654 Rahmad & Hadi, S. (2024). Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Target Hafalan Al Qur’an pada Program Tahfidz di Perguruan Tinggi Islam. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1), 1115-1132. https://doi.org/10.58230/27454312.483 Susanto, S. (2024). The role of Tahfidz Al-Qur’an learning in assisting religious lessons: Improvement in Qur’an-Hadith subject at SDIT Nurul 'Ilmi Tenggarong. International Journal of Learning and University Learning, 2(2). https://journal.ypidathu.or.id/index.php/ijlul/article/view/1150 Tawakkal, T., Hanafie, S. W., Mangsi, R., & Hamang, M. N. (2025). Evaluation of the Tahfiz Al-Qur’an program for high school students in Bulukumba Regency using the CIPP evaluation model. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/scaffolding/article/view/7594