scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

The Implementation of Classroom Management Strategies by Teachers and Students to Enhance Effective Learning

Siti Nurfaizah, Usman, Muhammad Qaddafi

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 4, November 2025, P 200-207 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17600472 *Corresponding Author Email: [email protected], [email protected], [email protected] Implementasi Strategi Pengelolaan Kelas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Efektif The Implementation of Classroom Management Strategies by Teachers and Students to Enhance Effective Learning Siti Nurfaizah1, Usman2, Muhammad Qaddafi3 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar A B S T R A C T Pengelolaan kelas menjadi faktor penting dalam memastikan proses pembelajaran berlangsung efektif, tertib, dan menyenangkan. Tantangan yang dihadapi guru, termasuk keberagaman karakter siswa dan dinamika kelas, menuntut penerapan strategi pengelolaan yang adaptif, kreatif, dan responsif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perlunya pemahaman menyeluruh mengenai komponen, strategi, efektivitas, dan hambatan dalam pengelolaan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan analisis terhadap literatur akademik yang membahas praktik dan teori pengelolaan kelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang baik memerlukan integrasi manajemen waktu, ruang, dan perilaku siswa, serta penerapan strategi proaktif, responsif, dan inovatif sesuai konteks kelas. Temuan ini merekomendasikan penerapan strategi pengelolaan kelas yang sistematis dan adaptif untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan motivasi siswa, dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. A B S T R A C T Classroom management is a critical factor in ensuring that the learning process is effective, orderly, and engaging. Teachers face various challenges, including the diversity of student characteristics and the dynamic nature of the classroom, which demand the use of adaptive, creative, and responsive management strategies. This study is motivated by the need for a thorough understanding of the components, strategies, effectiveness, and challenges of classroom management. Using a qualitative approach through a literature review, the research examines academic sources addressing both the theoretical foundations and practical applications of classroom management. The findings reveal that effective classroom management requires the integration of time management, classroom organization, and student behavior regulation, combined with the implementation of proactive, responsive, and innovative strategies suited to the classroom context. These results suggest that systematic and adaptive classroom management strategies are essential for creating a conducive learning environment, enhancing student motivation, and achieving optimal learning outcomes. PENDAHULUAN Pengelolaan kelas merupakan proses pembelajaran karena menentukan sejauh mana guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, tertib, dan menyenangkan. Guru memiliki tanggung jawab dalam mengatur dinamika kelas agar proses pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dirancang (Muhammad Yaumi, 2018). Pengelolaan kelas yang baik tidak hanya berfokus pada titik pengendalian perilaku siswa, tetapi juga pada upaya membangun suasana belajar yang positif dan interaktif antara guru dan siswa. Ketika hubungan yang harmonis tercipta, siswa akan merasa dihargai dan termotivasi dan turut aktif dalam kegiatan belajar (Muh. Rapi, 2012). Kemampuan guru dalam memahami,mendalami karakter, kebutuhan, dan perbedaan individu siswa agar kunci keberhasilan dalam menciptakan kelas yang kondusif. Suasana kelas yang penuh dengan keakraban dan saling menghormati dapat menumbuhkan rasa tanggung A R T I C L E I N F O Article history: Received Oktober 24, 2025 Revised 25 Oktober 2025 Accepted 31 Oktober 2025 Available online 13 November. 2025 Keywords Pengelolaan kelas, Strategi pembelajaran, Efektivitas, tantangan, Lingkungan belajar. Keywords: Classroom Management, Learning Strategies, Effectiveness, Challenges, Learning Environment This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Socius E-ISSN: 3025-6704 jawab, empati, serta kedisiplinan siswa. Guru yang menanamkan nilai humanis dan menunjukkan sikap empatik akan lebih mudah menciptakan pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan bagi siswa (Nurmillah, 2025). Dengan demikian, pengelolaan kelas bukan hanya tercipta tentang aturan, tetapi juga tentang bagaimana guru membangun relasi emosional yang sehat dengan siswa. Selain memahami aspek sosial dan emosional, guru juga perlu menguasai keterampilan pedagogis dalam mengelola situasi kelas yang dinamis. Pengelolaan kelas tidak sebatas pada penataan ruang atau pengaturan tempat duduk, melainkan mencakup kemampuan mengarahkan perilaku siswa, mengendalikan suasana belajar, serta menciptakan komunikasi yang efektif. Guru yang mampu menegakkan aturan dengan konsisten dan memberikan penguatan positif akan membantu siswa membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.Pengelolaan kelas yang mampu menyeimbangkan aspek pedagogis, psikologis, dan sosial secara terpadu. Efektivitas pengelolaan kelas menuntut guru untuk memiliki sikap adaptif terhadap berbagai situasi dan perubahan yang terjadi di lingkungan belajar. Tidak ada strategi yang dapat diterapkan pada semua kondisi karena setiap kelas memiliki dinamika yang beraneka ragam. Guru dituntut mampu mengantisipasi potensi gangguan, mengembangkan langkah preventif, serta memberikan penghargaan terhadap perilaku positif siswa agar tercipta lingkungan belajar yang produktif (Isnanto et al., 2020). Melalui refleksi dan pengalaman mengajar, guru dapat menemukan pola pengelolaan yang paling sesuai dengan karakter siswa. Perkembangan teknologi digital turut membawa dampak signifikan terhadap praktik pengelolaan kelas di era modern. Pemanfaatan media pembelajaran digital, sistem manajemen kelas berbasis daring, dan berbagai bentuk apresiasi kreatif menjadi strategi baru dalam menjaga keterlibatan siswa. Penggunaan teknologi secara bijak dapat membantu guru memantau partisipasi siswa, memperkuat komunikasi dua arah, dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik serta relevan dengan kebutuhan generasi masa kini (Rosmana et al., 2025). Namun demikian, dalam praktiknya masih banyak guru menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana, perbedaan latar belakang siswa, hingga beban administrasi yang berat. Hambatan tersebut seringkali membuat guru kesulitan mempertahankan kestabilan suasana kelas dan kurang maksimal dalam memberikan perhatian individual kepada peserta didik (Ilmuna, 2022). Oleh sebab itu, diperlukan strategi pengelolaan kelas yang inovatif, reflektif, dan berorientasi pada keseimbangan antara aspek teknis, sosial, dan emosional siswa. Secara keseluruhan, pengelolaan kelas memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Strategi yang dirancang dengan baik dan diterapkan secara konsisten akan membantu guru menciptakan suasana belajar yang harmonis, menumbuhkan karakter positif, serta meningkatkan tanggung jawab dan motivasi belajar siswa. Dengan penerapan strategi pengelolaan kelas yang sistematis, adaptif, dan berkesinambungan, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara optimal serta mendukung pencapaian hasil belajar yang maksimal (Azizah et al., 2024). METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian literatur. Metode ini dipilih karena sesuai untuk menelaah pemikiran tokoh melalui berbagai sumber teks tertulis yang relevan. Pendekatan ini memberikan keleluasaan bagi peneliti untuk mendalami konsep dan pemikiran Muhammad Abduh dalam bidang pendidikan Islam tanpa harus mengumpulkan data lapangan secara langsung. Penelitian jenis ini tidak berfokus pada angka atau statistik, melainkan pada pemahaman mendalam terhadap isi dan makna dari berbagai referensi (Eko Haryono, 2023). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Siti Nurfaizah, et., al/ Implementasi Strategi Bahan kajian dalam penelitian ini mencakup buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen akademik lainnya. Semua sumber yang digunakan dianalisis secara cermat dan disusun ulang menggunakan bahasa peneliti sendiri agar tidak terjadi duplikasi atau kesamaan langsung dari teks asli. Teknik interpretatif digunakan untuk memahami isi literatur, sekaligus menyesuaikan konteksnya dengan dinamika pendidikan Islam saat ini (Yuli Fatimah Warosari, 2023). KAJIAN PUSTAKA Habbah dan Husna (2024) menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas yang efektif meliputi pengaturan ruang kelas yang kondusif, penerapan metode pembelajaran yang bervariasi, pemberian penguatan positif, dan komunikasi terbuka antara guru dan siswa. Penerapan strategi-strategi ini mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan sekaligus mendukung keterlibatan aktif siswa. Hal ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik siswa. Zen (2025) menekankan pentingnya pendekatan manajemen kelas yang adaptif dan humanis. Pendekatan ini menekankan pemahaman guru terhadap kebutuhan dan karakteristik siswa serta penerapan strategi yang fleksibel dan responsif terhadap dinamika kelas. Dengan pendekatan ini, lingkungan belajar menjadi inklusif dan efektif, sehingga siswa merasa diperhatikan dan termotivasi untuk aktif berpartisipasi. Selain itu, Suprijono (2013) menekankan perlunya perencanaan yang seimbang, matang, pengorganisasian yang efektif, pelaksanaan yang efisien, dan evaluasi yang berkelanjutan dalam pengelolaan kelas. Strategi-strategi ini tidak hanya menciptakan suasana belajar yang kondusif, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Konsep ini menegaskan bahwa pengelolaan kelas merupakan proses yang sistematis dan terstruktur, yang memerlukan perencanaan dan refleksi dari guru. Efendi dan Delita (2020) menambahkan bahwa pengelolaan kelas yang optimal sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehingga siswa termotivasi mengikuti pembelajaran. Guru memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana kelas agar kegiatan belajar mengajar berlangsung secara efektif dan efisien. Fazria (2025) menyoroti konsep, teknik, dan implementasi pengelolaan kelas berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini menegaskan bahwa guru dapat menerapkan berbagai teknik dan pendekatan sesuai konteks kelas, yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang optimal bagi siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas bukan sekadar pengaturan fisik, tetapi juga melibatkan strategi pedagogis, interaksi sosial, dan evaluasi berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah serangkaian upaya yang dilakukan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal, sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien (Yumna et al., 2025). Upaya ini mencakup pengaturan materi, strategi pembelajaran, dan interaksi antara guru dan siswa, sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman, teratur dan terarah. Dalam praktiknya, pengelolaan kelas juga melibatkan pengaturan fisik ruang kelas, pengaturan waktu, serta pengaturan perilaku siswa agar tercipta suasana belajar yang kondusif (Aida, 2025). Dengan pengelolaan yang baik, siswa lebih mudah fokus, termotivasi, dan aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Socius E-ISSN: 3025-6704 Selain itu, pengelolaan kelas mencakup penanganan dinamika kelompok dan penerapan aturan yang jelas (Firdausiyah, 2025). Hal ini bertujuan agar interaksi sosial antar siswa berjalan harmonis, mengurangi gangguan, dan memastikan semua siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Dengan demikian, pengelolaan kelas bukan hanya tugas administratif, tetapi merupakan keterampilan profesional yang harus dimiliki setiap guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, aman, dan mendukung perkembangan akademik serta sosial siswa (Mahmud & Idham, 2017). Komponen Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas yang efektif merupakan elemen kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu komponen utama dalam pengelolaan kelas adalah manajemen waktu, yang memungkinkan guru memaksimalkan setiap menit pembelajaran agar kegiatan terlaksana sesuai rencana dan tujuan yang telah ditetapkan (Cahyani, 2024). Dengan pengelolaan waktu yang baik, guru dapat meminimalkan kegiatan yang terbuang dan memastikan setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang cukup. Selain itu, manajemen ruang memegang peranan penting dalam pengelolaan kelas (Mustikaati et al., 2025). Penataan ruang kelas yang efektif menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung interaksi antara siswa serta guru. Ruang yang terorganisir dengan baik membantu siswa lebih fokus dan meningkatkan efektivitas kegiatan belajar. Komponen berikutnya adalah manajemen perilaku siswa, yang memastikan proses pembelajaran berjalan efektif (Wahyuni, 2024). Guru perlu menetapkan aturan yang jelas, memberikan konsekuensi yang konsisten, dan memotivasi perilaku positif siswa. Dengan cara ini, suasana kelas tetap tertib dan siswa belajar dengan lebih bertanggung jawab. Strategi pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas yang efektif memerlukan pendekatan holistik dan adaptif, mencakup tiga strategi utama: proaktif, responsif, dan inovatif. Setiap strategi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan memahami ketiga strategi ini, guru dapat lebih siap menghadapi berbagai situasi di kelas dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 1. Strategi Proaktif Strategi proaktif berfokus pada pencegahan masalah sebelum muncul. Guru yang menerapkan pendekatan ini merancang lingkungan kelas yang mendukung, menetapkan aturan yang jelas, dan membangun hubungan positif dengan siswa (Aida, 2025). Dengan langkahlangkah ini, potensi gangguan dapat diminimalkan sehingga siswa lebih mudah fokus pada pembelajaran. 2. Strategi Responsif Strategi responsif menekankan kemampuan guru untuk merespons kebutuhan dan dinamika siswa secara cepat dan tepat. Guru yang responsif mampu menyesuaikan metode dan pendekatan pembelajaran sesuai dengan situasi yang berkembang di kelas, sehingga setiap siswa mendapatkan perhatian yang sesuai dengan kebutuhannya (Bayu Rahadian & Budiningsih, 2023). Pendekatan ini memungkinkan guru tetap fleksibel dan dapat mendukung perkembangan individu siswa secara optimal. Penerapan strategi responsif juga mendorong terjalinnya komunikasi dua arah antara guru dan siswa, sehingga tercipta hubungan yang hangat dan saling menghargai. Guru dapat memberikan umpan balik secara konstruktif, mendengarkan aspirasi siswa, serta menyesuaikan rencana pembelajaran berdasarkan kondisi nyata di kelas. Dengan Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Siti Nurfaizah, et., al/ Implementasi Strategi cara ini, proses belajar menjadi lebih bermakna karena siswa merasa dihargai dan terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. 3. Strategi Inovatif Strategi inovatif mendorong guru untuk mengembangkan dan menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Penggunaan teknologi, pendekatan berbasis proyek, dan pembelajaran kolaboratif merupakan contoh strategi inovatif yang dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran (Aida, 2025). Penerapan strategi ini membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. elain itu, strategi inovatif juga menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perubahan paradigma pendidikan di era digital, di mana akses terhadap informasi begitu luas dan cepat. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan berperan sebagai pembimbing yang membantu siswa mengolah informasi secara kritis dan kreatif. Melalui pendekatan yang inovatif, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Analisis Efektivitas Strategi Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas yang efektif merupakan kunci keberhasilan proses pembelajaran, karena guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memastikan siswa berada dalam kondisi optimal untuk belajar. Strategi pengelolaan kelas dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, termasuk strategi proaktif, responsif, dan inovatif, yang masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan. 1. Strategi proaktif Strategi proaktif menekankan pada antisipasi terhadap masalah sebelum muncul di kelas. Dengan menetapkan aturan, prosedur, dan ekspektasi sejak awal, guru dapat mencegah perilaku yang mengganggu dan menciptakan suasana belajar yang tertib.Hal ini memungkinkan guru untuk membangun hubungan yang positif dengan siswa, meningkatkan rasa hormat dan kepercayaan, sehingga interaksi di kelas menjadi lebih harmonis.Namun, strategi proaktif juga memiliki keterbatasan. Tidak semua siswa dapat merespons aturan ketat dengan baik, terutama siswa yang membutuhkan pendekatan lebih fleksibel. Selain itu, penerapan strategi ini membutuhkan konsistensi dan waktu, sehingga guru perlu berkomitmen untuk menjaga ketertiban secara berkelanjutan (Safitri & Annisa, 2023). 2. Strategi Responsif Strategi responsif berfokus pada penanganan masalah secara langsung saat terjadi, memungkinkan guru menyesuaikan tindakan dengan kebutuhan siswa (Azwar, 2025). Pendekatan ini fleksibel dan dapat mengurangi gangguan kelas dengan cepat, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan lancar.Kendati demikian, efektivitas strategi ini sangat bergantung pada keterampilan komunikasi guru. Jika tidak diterapkan dengan tepat, respons yang diberikan bisa memperburuk perilaku siswa atau menimbulkan kebingungan tentang aturan kelas. Konsistensi juga menjadi tantangan, karena perilaku responsif yang tidak stabil dapat menurunkan kepercayaan siswa terhadap otoritas guru. 3. Strategi Inovatif Strategi inovatif memanfaatkan kreativitas dan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Metode ini, seperti pembelajaran berbasis proyek atau penggunaan media digital, membantu siswa mengembangkan keterampilan abad 21, termasuk kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.Selain itu, kelas menjadi lebih dinamis dan menyenangkan, yang dapat meningkatkan motivasi belajar. Namun, strategi inovatif memerlukan sumber daya yang cukup, baik dari segi sarana maupun keterampilan guru. Integrasi metode baru ke dalam Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Socius E-ISSN: 3025-6704 kurikulum yang sudah ada juga bisa menjadi tantangan, terutama jika guru dan siswa belum terbiasa dengan pendekatan tersebut (Aida, 2025). Tantangan dalam Pengelolaan Kelas 1. Keberagaman Siswa Keberagaman siswa, baik dari sisi budaya, bahasa, latar belakang sosial, maupun kemampuan belajar, menjadi tantangan utama dalam pengelolaan kelas (Wulandari, 2024). Hal ini menuntut guru untuk mampu menyesuaikan metode dan pendekatan pembelajaran agar semua siswa dapat terlibat secara optimal. Dengan strategi yang tepat, keberagaman ini justru bisa menjadi kekuatan untuk mendorong kolaborasi dan pemahaman antar siswa. Keberagaman tidak lagi dipandang sebagai hambatan, tetapi sebagai sumber kekayaan yang memperkaya proses pembelajaran dan memperkuat karakter peserta didik. 2. Dinamika Kelas Interaksi sosial dan karakteristik individu siswa menciptakan dinamika kelas yang kompleks (Gore, 2025). Guru perlu mengelola perbedaan energi, motivasi, dan perilaku siswa sehingga kelas tetap kondusif. Jika guru mampu membaca dinamika ini dengan baik, suasana belajar menjadi lebih harmonis dan produktif, sementara ketidakpekaan terhadap dinamika dapat menimbulkan konflik dan mengurangi fokus belajar. Interaksi sosial di kelas tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter, disiplin, dan solidaritas antar peserta didik. 3. Keterbatasan Sumber Daya Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran sering menjadi kendala, terutama di sekolah dengan fasilitas yang terbatas (Granger, 2025). Ketiadaan media pembelajaran yang memadai atau ruang kelas yang kurang representatif dapat membatasi kreativitas guru dan keterlibatan siswa. Guru dituntut lebih inovatif dan fleksibel dalam memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap optimal. Semangat dan komitmen yang tinggi, keterbatasan sarana tidak lagi menjadi penghalang utama, melainkan pemicu lahirnya inovasi dan ketangguhan dalam dunia pendidikan. 4. Perubahan Iklim Perubahan iklim dan bencana alam yang lebih sering terjadi dapat memengaruhi kesehatan dan kehadiran siswa serta kondisi fisik sekolah (UNCCLearn, 2024). Dampak ini menuntut guru dan manajemen sekolah untuk menyiapkan strategi adaptif, baik dalam kurikulum maupun pengelolaan kelas, sehingga proses belajar tetap berjalan meski dalam kondisi lingkungan yang menantang. Dengan langkah-langkah ini, pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga wahana pembentukan generasi yang tangguh, peduli, dan adaptif terhadap perubahan iklim serta tantangan global yang terus berkembang. SIMPULAN Pengelolaan kelas memegang peran penting dalam memastikan proses belajar berlangsung efektif dan menyenangkan. Guru perlu memahami perbedaan karakter, kebutuhan, dan kemampuan siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib, inklusif, dan mendukung partisipasi aktif. Komponen seperti pengaturan waktu, ruang, dan perilaku siswa harus dikelola secara terpadu, sementara penerapan strategi proaktif, responsif, dan inovatif perlu disesuaikan dengan kondisi kelas serta ketersediaan sumber daya. Tantangan seperti keberagaman siswa, dinamika kelas, keterbatasan fasilitas, dan perubahan lingkungan menuntut guru untuk bersikap adaptif, kreatif, dan reflektif. Dengan pengelolaan yang tepat, guru dapat Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Siti Nurfaizah, et., al/ Implementasi Strategi membangun suasana belajar yang harmonis, meningkatkan motivasi siswa, dan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. REFERENSI Aida, N. (2025). Pengelolaan Kelas dalam Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2). Aida, N. (2025). Strategi Inovatif dalam Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Pemahaman Siswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 123–135. Azizah, N., Rahmadani, L., & Setiawan, R. (2024). Implementasi Strategi Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(2), 112–123. Azwar, N. (2025). Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Kreativitas. Repository Ar-Raniry. Bayu Rahadian, R., & Budiningsih, C. A. (2023). Pengembangan Manajemen Kelas Berbasis Basis Data Gaya Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 12(3), 145–157. Cahyani, D. (2024). Strategi Manajemen Kelas yang Efektif dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Inovatif, 7(1), 45–58. Efendi, R., & Delita, N. (2020). Pengelolaan Kelas sebagai Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Journal Center. Fazria, N. (2025). Konsep, Teknik, dan Implementasi Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran: Studi Literatur. Jurnal UM-Tapsel. Fithri, S. N., Naro, W., & Usman. (2025). Strategi Pengelolaan Kelas. Jurnal Pendidikan Inovatif, 7(1). Firdausiyah, N. S. (2025). Strategi Efektif Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Agama Islam, 5(1). Gore, K. (2025). Model Manajemen Kurikulum Adaptif di Sekolah Multikultural Menengah Atas. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(4), 960–968. Granger, K. L. (2025). Classroom Carrying Capacity: A Resource and Limiting Factors Framework. Learning Environments Research, 28(1), 1–17. Habbah, A., & Husna, F. (2024). Strategi Guru dalam Pengelolaan Kelas yang Efektif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. ResearchGate. Haryono, E., Santoso, B., & Putri, A. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Edukasi. Ilmuna, A. (2022). Tantangan Guru dalam Pengelolaan Kelas pada Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi. Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(1), 45–56. Isnanto, E., Rahman, A., & Mulyadi, P. (2020). Strategi Guru dalam Menciptakan Kelas yang Kondusif di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 210–220. Mahmud, M., & Idham, H. (2017). Konsep, Teknik, dan Implementasi Pengelolaan Kelas di Kelas. Ristekdik: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(1). Masfufah, E. (2023). Strategi Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Proses dan Hasil Pembelajaran yang Efektif dan Efisien. Jurnal Pendidikan Inovatif, 7(1), 45–58. Muh. Rapi. (2012). Manajemen Kelas dalam Perspektif Pendidikan Islam. Makassar: Alauddin Press. Muhammad Yaumi. (2018). Pendekatan Sistematis dalam Desain Pembelajaran: Analysis, Instructional Goal Setting, Production, Evaluation. Jakarta: Kencana. Mustikaati, W., dkk. (2025). Peran Tata Kelola Ruang Kelas dalam Mendukung Proses Pembelajaran yang Efektif. Socius: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 123–135. Nurmillah, S. (2025). Humanisasi dalam Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 1–10. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 200-207 Socius E-ISSN: 3025-6704 Rahadian, R. B., & Budiningsih, C. A. (2023). Pengembangan Manajemen Kelas Berdasarkan Gaya Belajar Siswa. arXiv. Rosmana, H., Sari, M., & Putra, D. (2025). Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Strategi Pengelolaan Kelas Abad 21. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 10(1), 55–67. Safitri, A., & Annisa, Y. N. (2023). Analisis Konsep Manajemen Kelas yang Proaktif dan Responsif. Academia.edu. Suprijono, A. (2013). Strategi Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar. ResearchGate. UNCCLearn. (2024). Education and Climate Change. United Nations Climate Change Learning Partnership. Wahyuni, E. S. (2024). Implementasi Keterampilan Mengelola Kelas dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Vokasi Ilmu Pendidikan, 6(2), 123–135. Warosari, Y. F., Handayani, S., & Kurniawan, R. (2023). Kajian Literatur sebagai Metode Penelitian Pendidikan: Konsep dan Aplikasi. Surabaya: Penerbit Akademika. Wulandari, N. (2024). Tantangan dalam Pengelolaan Kelas di Sekolah Inklusif. An-Nafah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, 3(1), 45–59. Yumna, N. G., dkk. (2025). Manajemen Pengelolaan Kelas. Jurnal HEMAT, 8(1). Zen, R. (2025). Pendekatan Manajemen Kelas yang Adaptif dan Humanis untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal UIN Malang.