Jurnal Penelitian Ilmiah Interdisipliner Vol 9 No. 11 November 2025 eISSN: 2118-7454 152 PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ZADIR HIJAB COLLECTION KOTA BARU Taniya Inaya1, Usdeldi2, Neneng Sudharyati3
[email protected],
[email protected],
[email protected] UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ABSTRAK Perusahaan atau penyedia layanan barang dan jasa akan berkompetisi untuk meningkatkan penjualan produk tertentu saat permintaannya tinggi. Proses pembelian pada dasarnya sama untuk setiap orang, tetapi usia, pendapatan, gaya hidup, dan kepribadian akan memengaruhi proses tersebut. Secara umum, keputusan pembelian adalah pilihan antara dua atau lebih pilihan. Keputusan pembelian berarti memilih satu dari dua atau lebih pilihan; dengan kata lain, seseorang yang mengalami masalah harus dapat memilih satu dari banyak orang lain. Banyak bisnis telah beralih ke situs web penjualan online sebagai tanggapan atas perubahan gaya belanja masyarakat. Situs web ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih cepat dan melakukan transaksi dengan lebih mudah daripada mengunjungi toko fisik. Digital Marketing/Pemasaran online memberikan manfaat kepada konsumen maupun pemasar, dimana hal tersebut adalah alat komunikasi yang baik untuk membangunan hubungan yang lebih akrab dan dekat dengan pelanggan. Word of mouth cukup berpengaruh dalam kegiatan pemasaran, karena konsumen akan lebih percaya terhadap informasi yang mereka dapatkan dari teman atau orang lain yang telah menggunakan produk atau jasa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara digital marketing dan word of mouth terhadap keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Jambi. Kata Kunci: Digital Marketing, Word Of Mouth, Keputusan Pembelian. PENDAHULUAN Peningkatan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari meningkatnya jumlah barang dan jasa yang beredar di pasaran. Kondisi ini mendorong persaingan yang semakin ketat antarperusahaan untuk menarik perhatian konsumen melalui berbagai strategi pemasaran. Dalam proses pembelian, konsumen dihadapkan pada beberapa pilihan, dan keputusan untuk membeli suatu produk dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, pendapatan, gaya hidup, serta kepribadian. Di era digital saat ini, proses pengambilan keputusan pembelian banyak dilakukan secara online karena kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial. Kemajuan teknologi informasi membawa perubahan besar terhadap pola pemasaran tradisional. Digital marketing menjadi salah satu strategi yang efektif dalam memasarkan produk kepada konsumen dengan memanfaatkan berbagai platform berbasis internet seperti media sosial, situs web, e-commerce, dan iklan online. Pemasaran digital tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara perusahaan dan konsumen. Melalui digital marketing, perusahaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, membangun citra merek, serta menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Selain digital marketing, word of mouth (WOM) atau promosi dari mulut ke mulut juga memiliki peranan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian. Komunikasi antar konsumen mengenai pengalaman terhadap suatu produk dianggap lebih jujur dan terpercaya dibandingkan bentuk promosi lainnya. WOM dapat menyebar dengan cepat, baik dalam bentuk ulasan positif maupun negatif, yang pada akhirnya memengaruhi persepsi konsumen lain terhadap suatu produk. Dalam era media digital, dampak word of mouth
153 menjadi semakin besar karena mudahnya pengguna media sosial berbagi pengalaman mereka kepada khalayak luas. Salah satu contoh penerapan digital marketing dan word of mouth yang berhasil dapat dilihat pada Zadir Hijab Collection, sebuah toko fashion muslimah yang berlokasi di Kelurahan Handil Jaya, Kota Jambi. Sejak berdiri pada tahun 2018, toko ini telah menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai sarana promosi produknya. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja yang mengelola media digital, Zadir Hijab Collection mampu bertahan dan meningkatkan penjualannya dari tahun ke tahun berkat strategi pemasaran digital yang konsisten serta hubungan baik dengan pelanggan. Namun demikian, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh digital marketing dan word of mouth terhadap keputusan pembelian menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian oleh Amalia dan Mardian menyatakan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan penelitian Purba et al. menemukan bahwa word of mouth tidak memiliki pengaruh positif secara parsial. Perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya research gap yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, terutama dalam konteks penerapan digital marketing dan word of mouth pada bisnis lokal seperti Zadir Hijab Collection di Kota Jambi. METODE Penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif digunakan. Sugiyono menyatakan bahwa penelitian kuantitatif berbasis positivisme dan digunakan untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu. Penelitian ini meneliti populasi atau sampel tertentu dan mengumpulkan data secara langsung melalui kuesioner sebagai alat penelitian. Pengambilan sampel biasanya dilakukan secara kebetulan dan instrumen penelitian digunakan, dan analisis data kuantitatif atau statistik dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Karakteristik Responden a. Berdasarkan Usia Berdasarkan hasil dari usia keseluruhan responden yang berjumlah 96 responden, responden yang mendominasi berusia 21-24 tahun yaitu berjumlah 7 2% (71 orang), responden dengan usia 17-20 tahun sejumlah 14% (13 orang), responden dengan usia 25-28 tahun sejumlah 10% (9 orang), dan usia yang menjadi minoritas pada penelitian ini adalah responden dengan usia 29> tahun dengan persentase 4% (3 orang). Gambar 1 BERDASARKAN USIA RESPONDEN 17-20 21-24 25-28 29>
154 b. Pengguna Instagram Responden pada penelitian ini merupakan para pembeli yang sudah pernah melakukan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru baik yang menggunakan Digital Marketing maupun tidak. Responden yang merupakan pengguna instagram sebesar 99% (95 orang) dan yang tidak menggunakan instagram pada penelitian ini hanya 1% (1 orang). Gambar 2 c. Pengguna Tiktok Berdasarkan pengguna Tiktok dalam penelitian ini, yang mendominasi adalah yang menggunakan Tiktok yaitu sebesar 88% (88 orang) sementara yang tidak menggunakan Tiktok 8% (8 orang). Gambar 3 d. Alamat Berdasarkan alamat pada penelitian ini terdapat berbagai lokasi tempat tinggal yang responden isi, tentunya semua jawaban lokasi yang diisi semua bertempat tinggal pada kota Jambi. 2. Hasil Analisis Data a. Uji Validitas Uji validitas adalah alat data yang digunakan untuk mengevaluasi variable dalam kuisioner untuk menentukan validitas data. Pada penelitian ini jumlah sampel (n) yaitu 96 orang. Tingkat signifikan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,05 atau 5% yang artinya tingkat kesalahan pada penelitian ini yaitu 5% sedangkan tingkat kepercayaan pada BERDASARKAN PENGGUNA INSTAGRAM Ya Tidak BERDASARKAN PENGGUNA TIKTOK Ya
155 penelitian ini 95% jadi rtabel yang diperoleh sebersar 0,200. Kuisioner dinyatakan valid jika: rhitung > rtabel = Valid rhitung < rtabel = Tidak Valid Tabel 1 Uji Validitas Data Variabel Item R hitung rtabel Keterangan Digital Marketing (X1) X1.1 0,646 0,200 VALID X1.2 0,808 0,200 VALID X1.3 0,701 0,200 VALID X1.4 0,644 0,200 VALID X1.5 0,662 0,200 VALID Word Of Mouth (X2) X2.1 0,948 0,200 VALID X2.2 0,927 0,200 VALID X2.3 0,970 0,200 VALID X2.4 0,969 0,200 VALID X2.5 0,950 0,200 VALID Keputusan Pembelian (Y) Y.1 0,972 0,200 VALID Y.2 0,957 0,200 VALID Y.3 0,972 0,200 VALID Y.4 0,969 0,200 VALID Y.5 0,924 0,200 VALID Dari tabel df = n-2 = 94 pada taraf 0,05 diperoleh r tabel = 0,200. memperlihatkan bahwa seluruh pertanyaan menghasilkan nilai koefisien korelasi rhitung > rtabel. Dapat disimpulkan bahwa semua bulir pertanyaan pada penelitian ini dinyatakan valid sesuai dengan rumus rhitung > rtabel = valid. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui seberapa konsisten variable penelitian ini. Ini dilakukan dengan menggunakan uji statistic Cronbach Alpha (α), di mana koefisien α dianggap reliable jika jika nilainya lebih dari 0,60. Hasil uji reliabilitas dari pernyataan setiap variable dalam penelitian adalah sebagai berikut : Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Data Reliability Statistics Variable Cronbach’ Alpha N of Items Keterangan Digital Marketing (X1) ,730 5 RELIABEL Word Of Mouth (X2) ,982 5 RELIABEL Keputusan Pembelian (Y) ,985 5 RELIABEL Sumber data: Data primer yang diolah, 28 Juni 2024 Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa hasil uji reabilitas adalah positif, dengan angka Crocnbach Alpha sebesar 0,730 lebih besar dari 0,70. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa setiap item pertanyaan dinyatakan Reliabel dan dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya. 3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
156 Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah data yang digunakan memiliki distribusi normal. Dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-snirnov, nilai signifikasi Kolmogorov-smirnov lebih besar dari 0,05, data dianggap memiliki distribusi normal. Tabel 3 Hasil Pengujian Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Sumber data: Data primer diolah, 5 Juli 2024 Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena nilai signifikansi uji normalitas Kolmogorov-smirnov sebersar 0,075 > 0,05. b. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi menunjukkan adanya korelasi antara variable bebas (independen). Multikolinearitas terjadi jika nilai tolerance terjadi jika nilai tolerance value kurang dari 0,10 atau VIF lebih dari 10,00, dan sebaliknya. Tabel 4 Hasil Pengujian Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Keterangan Tolerance VIF Digital Marketing (X1) Word Of Mouth (X2) 0,430 0,430 2,326 2,326 Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Sumber Data: Data primer diolah, 5 Juli 2024 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas yang ditunjukkan dalam tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa digital marketing (X1) memiliki nilai toleransi 0,430 > 0,10 dan nilai toleransi word of mouth (X2) memiliki nilai toleransi VIF 2,326 di bawah 10,00. Oleh karena itu, tidak ada multikolinearitas dalam variable digital marketing dan word of mouth. c. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menemukan apakah ada penyimpangan dari asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu apakah ada ketidaksamaan varian dari residual
157 untuk pengamatan dalam model regresi. Model regresi harus memenuhi persyaratan bahwa tidak ada heteroskedastisitas. Salah satunya adalah uji Glejser. Tabel 5 Hasil Pengujian Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser. Model Signifikan Keterangan Digital Marketing (X1) 0,694 Bebas Heteroskedastisitas Word Of Mouth (X2) 0,310 Bebas Heteroskedastisitas Sumber Data: Data primer diolah, 6 Juli 2024 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas di atas, dapat disimpulkan bahwa digital marketing (X1) memiliki nilai signifikan 0,694 > 0,05 dan nilai signifikan word of mouth (X2) 0,310 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa variable di atas tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas. 4. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient t Sig Model B Std. Error Beta 1 (Constant) 5,774 3,641 1,586 ,116 X1 ,197 ,128 ,141 1,538 ,127 X2 ,596 ,126 ,434 4,720 <,001 a. Dependent variable: Y Dari hasil data di atas persamaan regresi linear berganda yang didapat, yaitu: Y = a+b1X1 – b2X2 + e Y = 5,774 + 0,197(X1) + 0,596(X2) + 3,641 Persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Konstanta memiliki nilai 5,774 dan bernilai positif menyatakan bahwa jika variable digital marketing (X1) dan variable word of mouth (X2) bernilai 0 atau dianggap konstan maka keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru sebesar 5,774. b. Koefisien regresi digital marketing (X1) sebesar 0,197 dan bernilai positif menyatakan bahwa setiap penambahan atau kenaikan sebesar 1 poin maka digital marketing (X1) akan mempengaruhi keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru sebesar 0,197. c. Koefisien regresi word of mouth (X2) sebesar 0,569 dan bernilai positif menyatakan bahwa setiap penambahan atau kenaikan sebesar 1 poin maka word of mouth (X2) akan mempengaruhi keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru sebesar 0,569. 5. Uji Koefisien Determinan (R2) Hasil uji koefisien determinan (R2) adalah persentase yang menunjukkan seberapa banyak variable independen dapat menjelaskan variable dependennya. Nilai R2 lebih besar menunjukkan bahwa pengaruh variable independen terhadap variable dependen semakin besar, dan ini juga menunjukkan bahwa variable independen memberikan hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variable dependen.
158 Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinan (R2) Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,8852 ,784 ,779 1,780 a. Predictors: (Constant), X2, X1 Sumber: Data diolah dengan SPSS V.29 Dari hasil pengujian diatas diperoleh Adjusted R Square sebesar ,779, yang berarti bahwa semua variable independen dapat menjelaskan variable dependen sebesar 77,9% dan sisanya 22,1% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 6. Uji Hipotesis a. Uji Parsial (Uji t) Dalam penelitian ini, uji t digunakan untuk menguji salah satu hipotesis. Uji t diuji secara parsial untuk masing-masing variable. Jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikan kurang dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Uji t (uji parsial) digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variable digital marketing dan word of mouth berpengaruh secra signifikan atau tidak terhadap variable keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru. Berikut adalah gambar hasil uji t. Tabel 8 Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5,774 3,641 1,586 ,116 Digital Marketing ,197 ,128 ,141 1,538 ,127 Word Of Mouth ,596 ,126 ,434 4,720 <,001 a. Dependent variable: Y Sumber: Data diolah dengan SPSS V.29 Dari tabel 10 diatas diketahui bahwa: 1) Hipotesis pertama (H1) Pengujian hipotesis pertama pada variable digital marketing (X1) diperoleh thitung sebesar 1,538 < ttabel 1,661 dengan nilai signifikansi sebesar 0,127 > 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa digital marketing (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Maka H1 ditolak dan H0 diterima. 2) Hipotesis kedua (H2) Pengujian hipotesis kedua dengan variable word of mouth (X2) diperoleh nilai thitung 4,720 dan ttabel 1,661 dengan Tingkat signifikansi sebesar <0,001. Nilai signifikansi <0,001 < 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa word of mouth berpengaruh terhadap keputusan pembelian diterima. Maka H0 ditolak dan H2 diterima. b. Uji Simultan (Uji F) Uji statistic F menunjukkan apakah semua variable independen atau bebas dalam model mempengaruhi variable dependen secara bersama-sama atau sebaliknya. Uji dilakukan bahwa jika nilai signifikan 0,05, dan hasilnya menunjukkan bahwa jika nilai signifikan kurang dari atau sama dengan 0,05, maka semua variable independen mempengaruhi variable secara dependen secara bersamaan dan sebaliknya. Berikut sajian gambar hasil uji F:
159 Tabel. 9 Hasil Uji F a. Dependent Variabel: Y b. Predictors: (Constant), X2, X1 Sumber: Data diolah dengan SPSS V.29 Menurut hasil uji F yang ditunjukkan pada tabel diatas, nilai Fhitung adalah sebesar 168,624 dengan nilai signifikansi sebesar <0,001, dimana kurang dari 0,05, dan nilai Ftabel adalah sebesar 3.095 pada tingkat kepercayaan 95% (a = 0,05). Ini menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel, (168,624 > 3,095). Perhitungan menunjukkan bahwa digital marketing (X1) dan word of mouth (X2) secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) Zadir Hijab Collection Kota Baru. B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Pengaruh digital marketing terhadap keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru Pada hasil uji t menunjukkan bahwa digital marketing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Nilai t hitung untuk variable digital marketing (X1) adalah 1,538 dengan tingkat signifikansi 0,127. Karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel, yaitu 1,538 lebih kecil dari 1,661 dan nilai signifikansi sebesar 0,127 lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengaruh digital marketing memiliki nilai yang tidak signifikan, yang berarti bahwa H0 diterima dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hasil diatas bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fransilia Marsilina Mewoh et all, 1 yang mempunyai perbedaan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dapat dikatakan bahwa digital marketing yang digunakan oleh Zadir Hijab Collection Kota Baru ini tidak berjalan dengan baik, ada beberapa factor: 1. Target Pasar yang Tidak Tepat Pemasaran digital tidak dapat mencapai audiens yang tepat jika tidak menargetkan audiens yang tepat. 2. Konten yang Kurang Relevan atau Menarik Iklan dan konten yang tidak menarik atau tidak relevan bagi audiens target dapat mengurangi efektivitas kampanye digital marketing 3. Kurangnya Kepercayaan Konsumen mungkin tidak akan mempertimbangkan barang atau layanan tertentu jika mereka tidak yakin dengan sumber atau platform yang digunakan untuk mempromosikan digital marketing. 4. Persaingan Tinggi Sulit untuk menonjol dan menarik perhatian konsumen di beberapa industri karena persaingan digital yang ketat. 5. Strategi yang Tidak Efektif Implementasi yang tidak efektif, seperti penggunaan kata kunci yang tidak efektif, desain iklan yang buruk, atau waktu pengiriman dan operasi yang pendek.
160 6. Kondisi Eksternal Factor-faktor eksternal ini seperti situasi ekonomi, perubahan regulasi, atau trend pasar juga dapat mempengaruhi efektivitas digital marketing. Berdasarkan pendapat Kotler dan Keller 2 , Strategi digital marketing adalah kumpulan kegiatan pemasaran yang mempromosikan barang dan layanan serta mencapai tujuan bisnis dengan menggunakan platform dan teknologi informasi digital. Hal ini menunjukkan bahwa digital marketing yang digunakan secara efektif dan aktif akan meningkatkan keputusan pembelian atau bahkan akan cenderung tidak. 2. Pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru Pada hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi variable word of mouth sebesar <0,001 kurang dari 0,05 dan koefisien regresi sebesar 4,720 < 1,661, dapat disimpulkan bahwa word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Akan tetapi koefisien yang mempunyai nilai positif menunjukkan word of mouth memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian, disaat nilai pada word of mouth tinggi maka tingkat keputusan pembelian akan tinggi, begitupun sebaliknya. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputra dan Ardani mereka menyatakan bahwa word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat dan keputusan melakukan pembelian pada suatu barang atau jasa. 3 Berdasarkan pendapat Priansa 4 dalam pemasaran, word of mouth adalah kegiatan di mana pelanggan memberikan informasi tentang barang dan jasa kepada pelanggan lain. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mempromosikan dan mendorong pelanggan lain untuk menjual barang dan jasa merek tertentu. Tanggapan dan informasi positif yang didapat dari orang lain baik itu teman, keluarga, sahabat maupun kerabat tentang Zadir Hijab Collection sangat berpengaruh terhdap keputusan pembelian seorang pembeli. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyak informasi yang di terima melalui word of mouth maka semakin besar pula tingkat keputusan pembeli untuk melakukan pembelian. Tetapi, apabila semakin rendah word of mouth yang diterima oleh pembeli maka akan semakin rendah pula keputusan pembelian yang akan mereka lakukan pada saat melakukan pembelian. 3. Pengaruh digital marketing dan word of mouth terhadap keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru Pada hasil uji F yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai dari uji Fhitung sebesar 168,624 dan hasil dari nilai Ftabel sebesar 3,095 dimana Fhitung 168,624 > 3,095, dengan nilai signifikan <0,001 dimana angka tersebut dibawah 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variable digital marketing dan word of mouth secara simultan (bersamaan) terhadap variable keputusan pembelian pada Zadir Hijab Collection Kota Baru. Pada hasil Adjusted R Square (koefisien determinasi) terdapat nilai sebesar 0,779 atau setara dengan 77,9% yang dimana dapat disimpulkan bahwa variable digital marketing (X1) dan word of mouth (X2) memberikan pengaruh besar terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai 77,9%, hal ini dapat menunjukkan hubungan yang terjadi antara digital marketing dan word of mouth terhadap keputusan pembelian yang sangat kuat dengan sisa 22,1% dimana hal ini bisa saja dipengaruhi dengan variable lain yang tidak termasuk ke dalam penelitian yang dilakukan penulis.