Penguatan Karakter Disiplin dan Kemandirian Anak TK melalui Kegitan Pembiasaan Positif
Full text
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penguatan Karakter Disiplin (Fidari Nur Dini, dkk) | 108-113 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 8, November 2025, Halaman 108-113 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17679530 Penguatan Karakter Disiplin dan Kemandirian Anak TK melalui Kegitan Pembiasaan Positif Strengthening Discipline and Independence in Kindergarten Children through Positive Habituation Activities Fidari Nur Dini, Sulis Dian Ningsih, Yolanda Mutiara Program Studi Pendidikan Agama Islam, STAI Ibnu Rusyd Kotabumi Email: [email protected], sulisdian49[email protected]m, oyancubb[email protected]m Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat karakter disiplin dan kemandirian anak usia dini melalui penerapan pembiasaan positif di RA AD-DA’WAH Kalibening Raya. Program dilaksanakan pada 28 anak Kelompok B melalui metode modeling, demonstrasi, pendampingan bertahap, penguatan positif, dan simulasi sosial. Data diperoleh dari observasi sebelum dan sesudah kegiatan pada tujuh aspek perkembangan perilaku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemandirian menata barang (35% menjadi 78%), disiplin antre (28% menjadi 71%), pemahaman prosedur cuci tangan (39% menjadi 86%), kemampuan mengikuti instruksi (50% menjadi 89%), serta tanggung jawab merapikan mainan (21% menjadi 89%). Regulasi emosi dan keberanian tampil juga meningkat secara konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa pembiasaan positif yang dilakukan secara terstruktur, berulang, dan didukung lingkungan yang kondusif mampu memperkuat karakter dasar anak usia dini, terutama pada aspek disiplin dan kemandirian. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi pada lembaga PAUD lainnya. Kata kunci: disiplin, kemandirian, pembiasaan positif, PAUD, karakter anak Abstract This community service program aims to strengthen discipline and independence among early childhood learners through the implementation of positive habituation at RA AD-DA’WAH in Kalibening Raya. The program involved 28 children in Group B and applied several methods: modeling, demonstration, gradual guidance, positive reinforcement, and social simulation. Data were collected through preand post-observation across seven behavioral development indicators. The results show significant improvements in children’s independence in organizing personal items (35% to 78%), queuing discipline (28% to 71%), understanding of handwashing procedures (39% to 86%), ability to follow instructions (50% to 89%), and responsibility in tidying up learning materials (21% to 89%). Emotional regulation and confidence to perform in front of the class also improved. These findings indicate that structured and consistent positive habituation, supported by a conducive learning environment, effectively strengthens early childhood character formation, particularly in discipline and independence. The program is recommended for replication in other early childhood education institutions. Keywords: discipline, independence, positive habituation, early childhood, character building Article Info Received date: 31 Oktober 2025 Revised date: 5 November 2025 Accepted date: 22 November 2025 PENDAHULUAN Anak usia dini adalah fase yang sangat bagus atau emas dalam perkembangan dan menentukan pembentukan karakter , termasuk kedisiplinan yang yang menjadi karakter kemudian kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur perilaku yang sesuai dengan norma.(Kadi & Hariyanti, 2023) Pada usia yang menentukan ini, anak sangat terpengaruhi terhadap pengaruh lingkungan dan mudah meniru perilaku yang diberikan oleh orang lain yang ada di lingkungannya. Oleh karena hal ini, pembiasaan bersikap baik menjadi strategi penting dalam mengarahkan dan mendidik anak usia dini karena dilakukan melalui pengulangan kegiatan sehari hari keteladanan, dan pendampingan langsung.(Yulia Halimatussa’diah; Reimond Hasangapan Mikkael Napitupulu;, 2023) RA AD-DA’WAH sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan berperan aktif dalam mengembangkan karakter anak melalui kegiatan pembiasaan. Namun berdasarkan observasi awal
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penguatan Karakter Disiplin (Fidari Nur Dini, dkk) | 108-113 sebelum pelaksanaan PKM, ditemukan beberapa perilaku yang masih perlu diperkuat, seperti rendahnya kemandirian pada beberapa anak dalam merapikan barang pribadi, kesulitan mengikuti aturan antre, serta kurangnya kedisiplinan dalam mengikuti instruksi guru. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberikan stimulasi pembiasaan positif melalui kegiatan langsung bersama anak selama satu kali pertemuan pada pukul 07.30–10.30. Penulis terlibat langsung sebagai fasilitator dan pendamping dalam kegiatan yang meliputi rutinitas pagi, latihan antre, ice breaking, serta latihan merapikan buku dan mainan. Pendahuluan ini memberikan gambaran mengenai urgensi pembiasaan positif dalam pengembangan karakter anak usia dini serta menjadi dasar penting dalam pelaksanaan PKM sebagai bentuk kontribusi nyata bagi lembaga pendidikan. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan PKM dilakukan di RA AD-DA’WAH Kalibening Raya dengan melibatkan 28 anak kelompok B. Kegiatan berlangsung selama satu kali pertemuan (3 jam) dengan pendekatan pembiasaan positif. Metode yang digunakan meliputi: 1. Modeling Fasilitator memberikan contoh perilaku positif dan baik seperti menyusun barang, mencuci tangan, serta menyusun mainan. 2. Demonstrasi Anak di arahkan serta memperagakan ulang langkah-langkah sesuai instruksi guru (misalnya prosedur mencuci tangan). 3. Pendampingan Bertahap Guru dan fasilitator memperhatikan dan mendampingi anak saat berlatih hingga anak mampu melakukannya secara mandiri secara bergantian. 4. Penguatan Positif Anak diberi tepuk, pujian, dan motivasi saat berhasil menunjukkan perilaku baik dan positif yang telah di peragakan 5. Simulasi Sosial Dilakukan terutama pada kegiatan antre dan keberanian tampil memimpin doa atau tepuk. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang mencakup data sebelum dan sesudah PKM pada tujuh aspek perkembangan perilaku. Data dianalisis secara deskriptif komparatif. HASIL Berikut adalah rekap hasil observasi peserta didik sebelum dan sesudah PKM Tabel 1. Menunjukan perbedaan pribadi anak sebelum dan sesudah PKM dilakukan Aspek Observasi Awal Observasi Akhir Catatan PKM Menata Barang Anak masih harus diingatkan Sebagian besar mandiri Modeling + penguatan verbal Antre Banyak yang berebut Antrean sudah teratur Simulasi antre efektif Cuci Tangan Belum memahami langkah Sebagian besar mengikuti dengan benar Pendampingan langsung Instruksi Anak mudah terdistraksi Fokus meningkat Tepuk karakter membantu Merapikan 6 anak terlibat Hampir seluruh anak terlibat Motivasi meningkat
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penguatan Karakter Disiplin (Fidari Nur Dini, dkk) | 108-113 Kemandirian Sosial 15 anak berani tampil 25 anak tampil percaya diri Lingkungan suportif sangat berpengaruh Tabel 2. Menunjukan peningkatan pola prilaku positif peserta didik No Aspek Sebelum PKM Sesudah PKM Keterangan 1 Menata barang 10 anak 22 anak Mandiri meningkat 2 Disiplin antre 8 anak 20 anak Antre lebih tertib 3 Cuci tangan 11 anak 24 anak Prosedur dipahami 4 Ikuti instruksi 14 anak 25 anak Fokus meningkat 5 Rapikan mainan 6 anak 25 anak Tanggung jawab naik 6 Regulasi emosi 21 stabil / 7 belum 26 stabil / 2 belum Lebih mampu menunggu 7 Berani tampil 15 anak 25 anak Percaya diri meningkat Gambar 1. Memperlihatkan grafik hasil observai sebelum dan sesudah PKM Gambar 2. Anak mampu merapihkan sepatunya masing-masing saat akan memasuki kelas.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penguatan Karakter Disiplin (Fidari Nur Dini, dkk) | 108-113 Gambar 3. Anak mampu menata tas-nya secara mandiri. Gmbar 4. Anak bisa menerapkan kebiasaan antre dan mencuci tangan dengan benar. Gambar 5. Anak mampu menata barangnya kembali setelah dipakai.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penguatan Karakter Disiplin (Fidari Nur Dini, dkk) | 108-113 Gambar 6. Anak mampu menata kursinya masing-masing ketika pembelajaran telah selesai, dan membiasakan kegiatan antre saat akan keluar kelas. PEMBAHASAN 1. Kemandirian Menata Barang Kemampuan anak dalam menata tas meningkat dari 10 anak (35%) menjadi 22 anak (78%). Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan secara rutin dan contoh yang terus menerus sangat mempengaruhi kemampuan kemandirian dan kemampuan anak. (Hurlock,1991) 2. Disiplin Antre Awalnya hanya 8 anak yang mau antre dengan tertib, meningkat menjadi 20 anak (71%) setelah simulasi antre dilakukan. Kegiatan antre memberikan pengalaman langsung bagi anak dalam menunggu giliran dan mengontrol diri dan belajar untuk bersabar serta menghargai orang lain. 3. Kemandirian Kebersihan Diri Hanya 11 anak (39%) yang memahami prosedur cuci tangan sebelum PKM. Setelah pendampingan dan pengulangan, meningkat menjadi 24 anak (86%). Anak lebih memahami urutan kegiatan setelah diberikan peragaan langsung dari fasilitator 4. Kedisiplinan Mengikuti Instruksi Kemampuan mengikuti instruksi meningkat dari 14 anak menjadi 25 anak (89%). Mengunakan media tepuk karakter terbukti efektif menarik fokus anak sehingga lebih siap menerima instruksi dan lebih bersemangat dalam belajar. 5. Tanggung Jawab Merapikan Mainan Sebelum PKM hanya 6 anak yang mau merapikan mainan, namun setelah pembiasaan menjadi 25 anak. Partisipasi kelompok dan respon positif memberikan pengaruh besar terhadap perilaku tanggung jawab anak dalam bertindak. 6. Regulasi Emosi Anak yang sering berebut dan sulit menunggu giliran berkurang dari 7 anak menjadi hanya 2 anak setelah pembiasaan. Penguatan aturan sederhana dan simulasi antre membantu anak mengelola emosi dan mengendalikan diri . 7. Kemandirian Sosial (Keberanian Tampil) Sebelum PKM terdapat 15 anak (54%) yang berani memimpin doa atau tepuk karakter. Setelah kegiatan, jumlah tersebut meningkat drastis menjadi 25 anak (89%). Lingkungan belajar yang suportif, pemberian kesempatan tampil, serta semangat dan apresiasi guru sangat berdampak pada peningkatan kepercayaan diri anak.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penguatan Karakter Disiplin (Fidari Nur Dini, dkk) | 108-113 Secara keseluruhan, seluruh perkembangan yang diamati oleh guru mengalami banyak peningkatan. Pembiasaan prilaku positif terbukti sangat berdampak dalam membentuk perilaku kedisiplinan dan kemandirian anak dalam waktu cukup cepat ketika dilakukan secara terus menerus dan menyenangkan.(Magfiroh et al., 2019) Catatan Fasilitator: • Anak semakin teratur dan antusias. • Ice breaking sangat efektif untuk mengembalikan dan mengalihkan fokus anak terhadap pembelajaran. • Keberanian tampil meningkat sangat baik • Guru sangat membantu keberhasilan kegiatan. • Beberapa anak masih butuh pendampingan Emosi dan harus lebih diperhatikan lebih . SIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan melalui serangkaian pembiasaan positif terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penguatan karakter disiplin dan kemandirian anak kelompok B di RA AD-DA’WAH. Penerapan metode modeling, demonstrasi, pendampingan bertahap, penguatan positif, serta simulasi sosial menghasilkan peningkatan perilaku yang konsisten pada hampir seluruh aspek yang diamati. Data observasi menunjukkan bahwa anak semakin mandiri dalam menata barang, lebih tertib dalam antre, memahami prosedur kebersihan diri, lebih fokus dalam mengikuti instruksi, serta lebih bertanggung jawab dalam merapikan mainan. Selain itu, regulasi emosi anak menunjukkan perkembangan positif, dan keberanian tampil meningkat secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pembiasaan yang terstruktur, dilakukan secara berulang, dan didukung oleh lingkungan pembelajaran yang kondusif mampu mempercepat internalisasi nilai-nilai disiplin dan kemandirian pada anak usia dini. Dengan demikian, pembiasaan positif dapat direkomendasikan sebagai strategi efektif bagi lembaga PAUD dalam membentuk karakter dasar anak, khususnya pada domain kedisiplinan dan kemandirian. Implementasi rutin dan pendampingan yang konsisten dari guru memiliki peran penting dalam keberhasilan pembentukan karakter pada tahap perkembangan awal. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kami ucapkan kepada anak-anak peserta didik di RA AD-DA’WAH serta para Dewan Guru yang turut berpartisipasi dalam membantu pelaksaan kegiatan penelitian ini, sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. REFERENSI Kadi, R. S., & Hariyanti, D. P. D. (2023). Penerapan Kemandirian Melalui Pembiasaan dalam Membangun Rasa Tanggung Jawab Anak di PAUD. 1–14. https://conference2.upgris.ac.id/index.php/snpaud/article/view/14 Magfiroh, L., Desyanty, E. S., & Rahma, R. A. (2019). Pembentukan Karakter Disiplin Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 33 Kota Malang. Jurnal Pendidikan Nonformal, 14(1), 54. https://doi.org/10.17977/um041v14i1p54-67 Yulia Halimatussa’diah; Reimond Hasangapan Mikkael Napitupulu; (2023). Penerapan Metode Pembiasaan Untuk Mendorong. Penerapan Metode Pembiasaan Untuk Mendorong Perkembangan Kemandirian Anak, 90–96. Hurlock, E. B. (1991). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terj. Istiwidayanti & Soedjarwo). Erlangga.