Pentingnya Ethos Kerja dan Etika Serta Dampaknya Terhadap Profesi dan Perkembangan Karir Seseorang di Dunia Kerja
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 4, November 2025, P. 369-375 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17685185 *Corresponding Author Email: [email protected] Pentingnya Ethos Kerja dan Etika Serta Dampaknya Terhadap Profesi dan Perkembangan Karir Seseorang di Dunia Kerja The Importance of Work Ethos and Ethics and Their Impact on a Person’s Profession and Career Development in the Workplace Ilham Mesalaen1*, Alena Puspita Angraini 2, Zahra Asfa Sya’diah 3, Rif’at Rafi Rukmasara4 , Royan Zulaikha5 Universitas Bina Sarana Informatika, Indonesia A B S T R A C T Etos kerja dan etika profesional merupakan dua komponen fundamental yang mempengaruhi kualitas kinerja individu serta menentukan arah perkembangan karir seseorang di dunia kerja modern. Lingkungan kerja yang dinamis menuntut pekerja tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas moral dan sikap profesional yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan etos kerja dan etika profesional serta dampaknya terhadap profesi dan perkembangan karir seseorang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan empat jurnal ilmiah yang relevan sebagai sumber utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa etos kerja tinggi— ditandai oleh komitmen, tanggung jawab, disiplin, dan orientasi kualitas— berkorelasi langsung dengan peningkatan produktivitas, kepercayaan organisasi, dan peluang peningkatan karir. Selain itu, internalisasi etika profesional berpengaruh pada reputasi kerja, stabilitas profesi, serta keberlanjutan karir jangka panjang. Kesimpulannya, etos kerja dan etika profesional merupakan prasyarat penting dalam membangun karir yang unggul dan berkelanjutan. A B S T R A C T Work ethic and professional ethics are two fundamental components that influence the quality of individual performance and determine the direction of a person's career development in the modern workplace. A dynamic work environment requires workers to have not only technical competence, but also moral integrity and a consistent professional attitude. This study aims to analyze the role of work ethic and professional ethics and their impact on a person's profession and career development. The research method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, using four relevant scientific journals as the main sources. The results of the study show that a high work ethic—characterized by commitment, responsibility, discipline, and quality orientation—is directly correlated with increased productivity, organizational trust, and career advancement opportunities. In addition, the internalization of professional ethics affects work reputation, professional stability, and long-term career sustainability. In conclusion, work ethic and professional ethics are important prerequisites for building a successful and sustainable career. PENDAHULUAN Perkembangan dunia kerja pada era modern menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai personal yang mencerminkan profesionalisme. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, perusahaan menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor utama penentu keberhasilan organisasi. Hal ini menjadikan etos kerja dan etika profesional sebagai dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dari praktik kerja sehari-hari. Keduanya menjadi fondasi yang membentuk karakter pekerja sekaligus menentukan arah perkembangan karir seseorang dalam jangka panjang. (Caldeira & Infante-Moro, 2025) Etos kerja merupakan nilai yang tercermin dalam sikap dan perilaku individu ketika menjalankan tugasnya. Etos kerja yang baik biasanya ditandai dengan kedisiplinan, tanggung A R T I C L E I N F O Article history: Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 Accepted 15 November 2025 Available online 20 November 2025 Keywords Etos Kerja, Etika Profesional, Profesi, Karir, Dunia Kerja. Keywords: Work Ethic, Professional Ethics, Profession, Career, Workplace. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 369-375 Socius E-ISSN: 3025-6704 jawab, ketekunan, komitmen, serta orientasi pada kualitas hasil kerja. Individu dengan etos kerja tinggi mampu menunjukkan konsistensi dalam kinerja, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta bersedia menghadapi tantangan pekerjaan dengan sikap positif. Dalam konteks organisasi, etos kerja tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga berkontribusi terhadap budaya kerja yang sehat dan profesional. Oleh sebab itu, perusahaan semakin memprioritaskan pekerja yang memiliki etos kerja kuat karena mereka dianggap mampu memberikan kontribusi yang stabil dan berkelanjutan. Sementara itu, etika profesional mencerminkan standar moral yang mengatur tindakan dan keputusan seseorang di lingkungan kerja. Etika ini mencakup kejujuran, integritas, akuntabilitas, sikap adil, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Kualitas etika menjadi penting karena dunia kerja tidak hanya menilai kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas, tetapi juga bagaimana tugas tersebut dikerjakan. Banyak kasus menunjukkan bahwa pelanggaran etika dapat merusak reputasi, menghambat karir, bahkan menghilangkan kepercayaan organisasi terhadap individu. Dengan demikian, penerapan etika profesional yang konsisten menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas seseorang dalam profesinya. (Aulia Fitriansyah et al., n.d.) Karir seseorang berkembang melalui kombinasi antara performa kerja, integritas, komunikasi, hubungan interpersonal, dan kemampuan beradaptasi. Dalam proses ini, etos kerja dan etika profesional memainkan peranan yang saling melengkapi. Etos kerja memperkuat performa dan menunjukkan kesungguhan individu dalam bekerja, sedangkan etika profesional memastikan bahwa performa tersebut dijalankan secara benar, bertanggung jawab, dan tidak merugikan pihak lain. Individu yang memiliki kedua aspek ini secara seimbang biasanya lebih mudah mendapatkan kepercayaan, lebih sering diberi tanggung jawab baru, serta memiliki peluang promosi yang lebih besar.(Harmen et al., n.d.) Namun, dalam kenyataannya, masih ditemukan banyak individu yang hanya mengandalkan kemampuan teknis tanpa memperhatikan etos kerja atau etika profesional. Hal ini dapat menyebabkan stagnasi karir, konflik di tempat kerja, atau penurunan kualitas hubungan profesional. Di sisi lain, individu yang mengabaikan etika meskipun memiliki kinerja baik tetap berpotensi kehilangan reputasi dan kepercayaan organisasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan karir tidak dapat dilepaskan dari integrasi antara etos kerja dan etika profesional. (Sikap et al., 2024) Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji secara lebih mendalam bagaimana etos kerja dan etika profesional berpengaruh terhadap profesi dan perkembangan karir seseorang di dunia kerja. Pemahaman mengenai kedua aspek ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi individu, organisasi, maupun instansi pendidikan dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing secara profesional. KAJIAN TEORITIS Etos kerja merupakan seperangkat nilai, keyakinan, dan sikap yang memengaruhi cara seseorang memandang dan menjalankan pekerjaannya. Etos kerja yang baik tercermin melalui disiplin, komitmen, motivasi, tanggung jawab, ketekunan, serta orientasi pada kualitas hasil kerja. Etos kerja bukan hanya menentukan seberapa baik seseorang menyelesaikan pekerjaannya, tetapi juga menggambarkan karakter moral dan profesionalitas individu. Dalam dunia kerja modern, etos kerja yang kuat menjadi modal penting bagi pegawai untuk menghadapi tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks serta persaingan yang semakin ketat. (Venty Dwi Putri et al., 2022)
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 369-375 Ilham Mesalaen, et., al/ Pentingnya Ethos Kerja dan Etika profesional, di sisi lain, merupakan standar moral dan norma perilaku yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dalam menjalankan profesinya. Etika ini mencakup prinsip integritas, kejujuran, akuntabilitas, keadilan, tanggung jawab, serta komitmen untuk menaati aturan organisasi. Etika profesional berfungsi sebagai pedoman yang membantu individu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi kerja yang menantang. Ketika etika tidak dijunjung tinggi, seseorang berpotensi melakukan tindakan yang merugikan organisasi, rekan kerja, maupun dirinya sendiri. Karena itu, internalisasi etika profesional menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan, reputasi, dan kredibilitas dalam dunia kerja. (Nadjib, n.d.) Dalam konteks profesi, seseorang dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu bekerja dengan sikap profesional. Profesi apa pun memerlukan keseimbangan antara kecakapan teknis dan perilaku etis. Keterampilan teknis menentukan kemampuan individu dalam menyelesaikan tugas, sementara perilaku etis menentukan bagaimana tugas tersebut dijalankan. (Purba & Paulina Tinambunan, 2023) Kombinasi antara keduanya mencerminkan kualitas profesional yang diharapkan dalam lingkungan kerja. Tanpa sikap profesional yang baik, keterampilan teknis tidak akan memberikan hasil optimal bagi organisasi maupun pengembangan karir individu. Perkembangan karir merupakan proses peningkatan kemampuan, kualitas diri, posisi jabatan, dan tanggung jawab dalam dunia kerja. Karir dapat berkembang secara bertahap seiring meningkatnya pengalaman, kinerja, dan kepercayaan yang diberikan oleh organisasi. Etos kerja dan etika profesional memainkan peran penting dalam proses ini. Individu dengan etos kerja tinggi cenderung menunjukkan performa yang stabil, adaptif, serta dapat diandalkan, sehingga lebih mudah mendapatkan peluang pengembangan karir. Sementara itu, individu yang menjunjung etika profesional memiliki reputasi baik, dipercaya oleh atasan, dan mampu menjaga hubungan kerja yang sehat—faktor penting untuk pertumbuhan karir jangka panjang. (Saridawari Saridawari et al., 2025) Secara keseluruhan, etos kerja dan etika profesional merupakan dua komponen yang saling melengkapi. Etos kerja memberikan dorongan bagi individu untuk bekerja optimal, sedangkan etika profesional memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan cara yang benar, bertanggung jawab, dan tidak merugikan pihak lain. Jika keduanya berjalan seimbang, seseorang akan memiliki posisi yang kuat dalam profesinya dan berpeluang besar mencapai perkembangan karir yang signifikan. (Nisa et al., 2024) Namun, jika salah satunya lemah—misalnya etos kerja tinggi tetapi tidak beretika, atau beretika tetapi tidak memiliki etos kerja—maka keberhasilan karir akan terhambat. Oleh karena itu, penguatan kedua aspek ini sangat penting dalam mempersiapkan individu menghadapi dinamika dunia kerja dan mencapai keberhasilan profesi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai hubungan antara etos kerja, etika profesional, profesi, dan perkembangan karir berdasarkan analisis teori dan temuan dari berbagai publikasi ilmiah tanpa pengumpulan data lapangan. (Chrisvo et al., 2025) Sumber data diperoleh dari empat jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian, dipilih melalui proses identifikasi dan seleksi berdasarkan kesesuaian tema, kualitas analisis, dan kontribusi ilmiah terhadap pembahasan Proses pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri database akademik menggunakan kata kunci seperti work ethic, professional ethics, career development, profesionalisme, dan etos kerja. Setelah itu, jurnal-jurnal yang ditemukan diseleksi
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 369-375 Socius E-ISSN: 3025-6704 lebih lanjut untuk memastikan relevansi, validitas isi, serta kejelasan metodologinya. (Sumakul & Moniharapon, 2025) Seluruh literatur yang terpilih kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Teknik ini dilakukan melalui pembacaan mendalam terhadap setiap jurnal, penandaan konsep-konsep penting, pengelompokan temuan berdasarkan tema yang sejenis, serta perbandingan untuk menemukan pola, persamaan, dan perbedaan di antara berbagai sumber (Sumarno, 2020). Hasil analisis kemudian disintesiskan untuk membangun pemahaman komprehensif mengenai bagaimana etos kerja dan etika profesional memengaruhi kualitas kinerja dan perkembangan karir seseorang. Melalui pendekatan ini, penelitian mampu mengintegrasikan berbagai perspektif ilmiah sehingga diperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai peranan etos kerja dan etika profesional dalam dunia kerja modern. HASIL DAN PEMBAHASAN Kajian literatur yang dianalisis menunjukkan bahwa etos kerja dan etika profesional memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas kinerja, tingkat profesionalisme, serta arah perkembangan karir seseorang. Berdasarkan berbagai temuan penelitian, etos kerja yang baik yang tercermin dalam disiplin, komitmen, orientasi terhadap mutu, serta rasa tanggung jawab secara konsisten mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga kestabilan performa dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan penelitian (Kiki Baehaki dan Ahmad Faisal Mahasiswa dan Dosen Manajemen, 2020) yang menegaskan bahwa etos kerja merupakan faktor penting dalam mendorong efektivitas kerja dan meningkatkan loyalitas pegawai terhadap organisasi. Di sisi lain, literatur juga menunjukkan bahwa etika profesional berperan besar dalam membangun reputasi dan kredibilitas seseorang di dunia kerja. Studi yang dilakukan oleh (Handayani & Utami, 2024) menemukan bahwa kepatuhan terhadap prinsip etika—seperti integritas, kejujuran, dan akuntabilitas—berpengaruh langsung terhadap tingkat kepercayaan organisasi serta kualitas interaksi antarpegawai. Pelanggaran terhadap etika kerja terbukti dapat menurunkan kepercayaan, memicu risiko sanksi, dan menghambat perkembangan karir. Hasil penelusuran literatur juga mengonfirmasi bahwa perkembangan karir tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi sangat ditentukan oleh integritas pribadi dan perilaku etis. Wahyuni (2019) menyatakan bahwa organisasi cenderung memberi promosi atau tanggung jawab tambahan kepada individu yang mampu menunjukkan keseimbangan antara performa kerja yang baik dan penerapan etika profesional yang konsisten. Secara keseluruhan, kombinasi antara etos kerja dan etika profesional menciptakan pengaruh simultan yang saling memperkuat dalam pembentukan kualitas kinerja, karakter profesional, dan peluang karir. Individu yang memiliki etos kerja tinggi tetapi mengabaikan etika cenderung mengalami kendala reputasi, sedangkan mereka yang beretika namun kurang memiliki etos kerja akan kesulitan memenuhi standar organisasi. Berbagai penelitian manajemen sumber daya manusia (Hidayat & Yusnandar, n.d.) juga menunjukkan bahwa keberhasilan karir jangka panjang sangat ditentukan oleh integrasi kedua aspek tersebut. Dengan demikian, hasil telaah literatur menegaskan bahwa etos kerja dan etika profesional bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi komponen utama yang berperan dalam membentuk kualitas profesi dan prospek karir seseorang. Pembahasan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja berperan sebagai motor penggerak kinerja individu. Etos kerja yang baik tercermin melalui kedisiplinan, komitmen, ketekunan, dan orientasi terhadap kualitas. Seseorang yang memiliki etos kerja tinggi cenderung menunjukkan performa yang lebih stabil dan mampu memenuhi standar organisasi. Kualitas ini
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 369-375 Ilham Mesalaen, et., al/ Pentingnya Ethos Kerja dan membuat individu lebih mudah dipercaya, lebih sering diberikan tanggung jawab penting, serta lebih unggul dalam proses penilaian kinerja. Selain itu, etika profesional menjadi pedoman moral yang mengatur perilaku seseorang dalam bekerja. Etika yang baik membuat individu mampu bertindak jujur, bertanggung jawab, serta menghormati aturan yang berlaku. Pembahasan literatur menunjukkan bahwa etika profesional tidak hanya menjaga citra diri, tetapi juga memastikan hubungan kerja yang harmonis. Ketika etika terpelihara, individu lebih dihargai, lebih dipercaya, dan tidak rentan terhadap pelanggaran yang dapat merusak karirnya. Hubungan antara etos kerja dan etika profesional terlihat jelas dalam proses perkembangan karir. Etos kerja meningkatkan kualitas output, sedangkan etika profesional menjaga integritas dan kepercayaan. Tanpa etos kerja, individu sulit mencapai target kinerja; tanpa etika, individu kehilangan kredibilitas. Keduanya menjadi kombinasi yang menentukan bagaimana seseorang dinilai oleh organisasi, baik dari sisi kinerja maupun karakter. Pembahasan ini menegaskan bahwa keberhasilan karir tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan menjaga keseimbangan antara performa dan moralitas kerja. (Hilma Harmen, 2024) profesional memiliki pengaruh simultan terhadap keberhasilan profesi dan perkembangan karir. Individu yang mampu memadukan keduanya berpotensi membangun reputasi profesional yang kuat, mendapatkan peluang karir yang lebih luas, serta mencapai stabilitas pekerjaan dalam jangka panjang SIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa etos kerja dan etika profesional merupakan dua faktor utama yang menentukan kualitas kinerja, keberhasilan profesi, dan perkembangan karir seseorang di dunia kerja. Etos kerja yang kuat—seperti disiplin, tanggung jawab, dan komitmen—mendorong individu untuk bekerja secara konsisten dan produktif. Sementara itu, etika profesional menjaga integritas, kejujuran, serta kepercayaan dalam lingkungan kerja, sehingga membentuk reputasi yang baik dan hubungan profesional yang sehat. Kombinasi keduanya menjadi landasan penting bagi individu untuk meraih peluang karir yang lebih luas, memperoleh kepercayaan organisasi, serta mempertahankan posisi dalam jangka panjang. Berdasarkan kesimpulan tersebut, beberapa saran dapat diberikan. Individu perlu terus mengembangkan sikap kerja positif dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam setiap aktivitas profesional agar dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Organisasi disarankan untuk memperkuat budaya etis melalui pedoman perilaku, pelatihan, serta sistem penghargaan yang menilai karakter dan integritas, tidak hanya capaian kerja. Selain itu, lembaga pendidikan perlu mengintegrasikan nilai-nilai etos kerja dan etika profesi dalam proses pembelajaran untuk membentuk lulusan yang siap bekerja sekaligus memiliki karakter profesional yang kuat. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta masukan yang sangat berharga sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis juga berterima kasih kepada pihak institusi dan seluruh penyedia sumber literatur yang memungkinkan penulis mendapatkan referensi ilmiah yang relevan untuk mendukung analisis dalam penelitian ini. Tidak lupa, apresiasi diberikan kepada rekan-rekan yang turut memberikan bantuan, dorongan, dan motivasi selama proses penyusunan jurnal ini. Penulis
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 369-375 Socius E-ISSN: 3025-6704 berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi kontribusi positif bagi pengembangan kajian mengenai etos kerja, etika profesional, dan perkembangan karir di dunia kerja. REFERENSI Aulia Fitriansyah, N., Nurchalizah, N., Ivonne, A., Faiz Al Haq, A., & Bina Sarana Informatika, U. (n.d.). PERAN ETOS KERJA DAN ETIKA PROFESIONAL DALAM MEMBENTUK PROFESIONALISME DAN PERKEMBANGAN KARIR PESERTA MAGANG GENERASI Z DI PT PELABUHAN TANJUNG PRIOK (Vol. 2, Issue 4). Caldeira, R., & Infante-Moro, A. (2025). The Importance of Ethics in Organisations, Their Leaders, and Sustainability. Administrative Sciences, 15(9), 372. https://doi.org/10.3390/admsci15090372 Chrisvo, A. R., Hidayatullah, M. F., & Parhusip, J. (2025). Pentingnya Etika Profesi bagi Pengembangan Karir di Indonesia. Article in Journal of MISTER Cite This Article APA, 2(1b), 1643–1647. https://doi.org/10.32672/mister.v2i1b Handayani, M., & Utami, T. (2024). Pengaruh Perencanaan Pajak, Aset Pajak Tangguhan dan Beban Pajak Tangguhan terhadap Manajemen Laba. In Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis (Vol. 4, Issue 2). Harmen, H., Indriani, R., Mahyundari, A., Wulandari, A., Septanislaus Togatorop, R., Nuansa, A., Nasution, I., Handayani, M., Sinaga, P., Putri, N. A., Masharif Al-Syariah, J., Ekonomi, J., & Syariah, P. (n.d.). DAMPAK ETIKA KERJA DAN PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA CV. SENTOSA DELI MANDIRI MEDAN. https://doi.org/10.30651/jms.v9i3.22786 Hidayat, R., & Yusnandar, W. (n.d.). Kinerja Pegawai: Berpengaruh Etos Kerja dan Kepuasan Kerja. In SiNTESa CERED Seminar Nasional Teknologi Edukasi dan Humaniora (Vol. 2021). Kiki Baehaki dan Ahmad Faisal Mahasiswa dan Dosen Manajemen, M. S. (2020). PENGARUH DISIPLIN KERJA, PELATIHAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN (Studi Kausal Pada Perusahaan Asuransi PT.A.J Sequislife Jakarta). In JURNAL ILMIAH M-PROGRESS (Vol. 10, Issue 1). Nadjib, M. (n.d.). AGAMA, ETIKA DAN ETOS KERJA DALAM AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN JAWA RELIGION, ETHICS AND WORK ETHOS OF THE JAVANESE FISHERMEN’S ECONOMIC ACTIVITY. Nisa, K., Lailani, A. I., Maulana, A., Hasannah, N. A., Rihani, S., Setianingrum, N., Kyai, U., Sidiqq, H. A., Syariah, J. P., & Com, A. (2024). Volume 2 ; Nomor 10. Oktober, 105–109. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i10.963 Purba, B., & Paulina Tinambunan, A. (2023). PENGARUH ETOS KERJA, DISIPLIN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP K INERJA KARYAWAN CU TALENTA PEMATANG RAYA (Vol. 2, Issue 1). Saridawari Saridawari, Kaylah Riduwani Putri, Muhammad Afsal Manaf, Reka Juwita Evalina Situmorang, & Marco Adhitya Rafael. (2025). Peran Etika Bisnis dalam Meningkatkan Citra pada Toko Online Alvasix. Jurnal Kendali Akuntansi, 3(2), 80–86. https://doi.org/10.59581/jka-widyakarya.v3i2.5083 Sikap, P., Kerja, E., Keterampilan, D., Meningkatkan, D., Karyawan, P., Nisa, K., Lailani, A. I., Maulana, A., Hasannah, N. A., Rihani, S., Setianingrum, N., Kyai, U., Sidiqq, H. A., Syariah, J. P., & Com, A. (2024). Volume 2 ; Nomor 10. Oktober, 105–109. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i10.963
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 369-375 Ilham Mesalaen, et., al/ Pentingnya Ethos Kerja dan Sumakul, T., & Moniharapon, S. (2025). THE INFLUENCE OF COMPETENCY, WORK ETHIC AND LEADERSHIP ON CAREER DEVELOPMENT OF EMPLOYEES IN THE DEPARTMENT OF INVESTMENT AND ONE-DOOR INTEGRATED SERVICES (PTSP) OF MANADO CITY. In Saerang 183 Jurnal EMBA (Vol. 13, Issue 1). Sumarno. (2020). dewi_ratnaningsih,+5.+Pak+Marno+(36-55). Venty Dwi Putri, Zulfadil Zulfadil, & Ando Fahda Aulia. (2022). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN ETOS KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI MELALUI KOMITMEN ORGANISASI PADA KANTOR DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KABUPATEN INDRAGIRI HULU. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 5(1). https://doi.org/10.7454/jsht.v5i1.1016