scieee Science in your language
[en] (orig)

The Challenges of the Medan City BPBD in Enhancing Community Participation in Disaster Management

Author: Septira Razin Fadhilah, Riska Akila Zahra, Widya Yossi Hutapea, Arnold Jeferson Munthe, Muhammad Aqsha Rangkuti, Diki Pratama, Ilya Zahra, Rini Mayang Sari
Publisher: Zenodo
DOI: 10.5281/zenodo.17686201
Source: https://zenodo.org/records/17686201/files/376-384.pdf
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-Ilmu Sosial
Volume 3, Nomo 4, No embe 2025, P. 376-384
E-ISSN: 3025-6704
DOI: h ps://doi.o g/10.5281/zenodo.17686201
*Co esponding Au ho
Email: sep i a [email protected]¹, iskaakila@s uden s.usu.ac.id², widyayossi@s uden s.usu.ac.id³, a noldje e son@s uden s.usu.ac.id⁴,
muhammadaqsha@s uden s.usu.ac.id⁵, [email protected]⁶, [email protected]⁷, [email protected]⁸
Tan angan BPBD Ko a Medan dalam Membangun Pa isipasi Masya aka
pada Penanggulangan Bencana
The Challenges o he Medan Ci y BPBD in Enhancing Communi y Pa icipa ion in Disas e
Managemen
Sep i a Razin Fadhilah¹, Riska Akila Zah a², Widya Yossi Hu apea³, A nold Je e son
Mun he⁴, Muhammad Aqsha Rangku i⁵, Diki P a ama⁶, Ilya Zah a⁷, Rini Mayang Sa i⁸
¹²³⁴⁵ P og am S udi Kesejah e aan Sosial, Fakul as Ilmu Sosial dan Ilmu Poli ik, Uni e si as Suma e a U a a,
⁶⁷⁸ P og am S udi Pengembangan Masya aka Islam (PMI), Fakul as Dakwah dan Komunikasi, Uni e si as Islam
Nege i Suma e a U a a
A B S T R A C T
Peneli ian ini be ujuan un uk menganalisis be bagai an angan yang
dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) Ko a Medan
dalam membangun pa isipasi masya aka pada penanggulangan bencana.
Menggunakan pendeka an kuali a i dengan me ode desk ip i , peneli ian
ini menggali pengalaman dan in e aksi sosial melalui wawanca a mendalam
dengan pegawai BPBD da i be bagai bidang. Hasil peneli ian menunjukkan
bahwa meskipun BPBD elah melaksanakan manajemen bencana seca a
sis ema is melalui iga ase (p a-bencana, anggap da u a , dan pasca-
bencana), ingka pa isipasi masya aka masih e golong endah dan
be si a eak i . Tan angan u ama yang dihadapi melipu i lemahnya
koo dinasi an a ins ansi, minimnya li e asi dan kesada an kolek i
masya aka e hadap isiko bencana, ke e ba asan sumbe daya manusia dan
pendanaan, se a ku ang e ek i nya me ode komunikasi yang digunakan
dalam sosialisasi kebencanaan. Be dasa kan eo i communi y pa icipa ion
dan social awa eness, pola pa isipasi masya aka masih be si a op-down
dan e ba as pada ahap pelaksanaan, belum mencakup pe encanaan dan
e aluasi p og am. Peneli ian ini me ekomendasikan pengua an edukasi
be basis kea i an lokal, pembangunan sis em komunikasi dua a ah,
peningka an koo dinasi lin as sek o , se a pene apan pendeka an
communi y-based disas e managemen un uk mewujudkan masya aka
angguh bencana yang mandi i dan adap i .
A B S T R A C T
This s udy aims o analyze he challenges aced by he Badan Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) o
Medan Ci y in building communi y pa icipa ion in disas e managemen . Using a quali a i e app oach wi h
desc ip i e me hods, his esea ch explo es expe iences and social in e ac ions h ough in-dep h in e iews wi h
BPBD s a om a ious di isions. The indings indica e ha al hough BPBD has sys ema ically implemen ed
disas e managemen h ough h ee phases (p e-disas e , eme gency esponse, and pos -disas e ), he le el o
communi y pa icipa ion emains low and eac i e. The main challenges include weak in e -agency coo dina ion,
limi ed li e acy and collec i e awa eness ega ding disas e isks, cons ain s in human esou ces and unding,
and ine ec i e communica ion me hods used in disas e socializa ion. Based on communi y pa icipa ion and
social awa eness heo ies, communi y pa icipa ion pa e ns emain op-down and limi ed o he implemen a ion
s age, no ye encompassing planning and e alua ion. This s udy ecommends s eng hening educa ion based on
local wisdom, de eloping wo-way communica ion sys ems, enhancing c oss-sec o coo dina ion, and
implemen ing communi y-based disas e managemen app oaches o ealize independen and adap i e disas e -
esilien communi ies.
PENDAHULUAN
Indonesia me upakan salah sa u nega a dengan ingka ke awanan bencana alam yang
inggi, sepe i banji , gempa bumi, dan kebaka an pe mukiman. Kondisi e sebu menun u
adanya lembaga yang memiliki pe an s a egis dalam upaya penanggulangan bencana di ingka
dae ah, yai u Badan Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD). BNPB me upakan ealisasi Pasal
A R T I C L E I N F O
A icle his o y:
Recei ed No embe 05, 2025
Re ised 10 No embe 2025
Accep ed 15 No embe 2025
A ailable online 20 No embe 2025
Keywo ds
disas e managemen , communi y
pa icipa ion, BPBD Medan Ci y, social
awa eness, communi y-based disas e
managemen
Keywo ds:
disas e managemen , communi y
pa icipa ion, BPBD Medan Ci y, social
awa eness, communi y-based disas e
managemen
This is an open access a icle unde he CC BY-SA
license. Copy igh © 2025 by Au ho . Published by
Yayasan Daa ul Huda
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Socius E-ISSN: 3025-6704
10 aya (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 24 ahun 2007 en ang Penanggulangan
Bencana. Pasal 10 aya (2) da i Undang-Undang yang sama menya akan bahwa lembaga ini
me upakan Lembaga Peme in ah Non Kemen e ian (LPNK) se ingka men e i. Pasal 18 di dalam
Undang–Undang Nomo 24 ahun 2007 mengamana kan diben uknya Badan Penanggulangan
Bencana Dae ah (BPBD) di ingka p o insi maupun kabupa en/ko a madya.
BPBD be ungsi melaksanakan penanggulangan bencana pada ahap p a-bencana, saa
anggap da u a , hingga pasca-bencana. Fungsi ini mencakup kegia an pencegahan, mi igasi,
e akuasi, logis ik, hingga ehabili asi dan ekons uksi. Dalam pelaksanaannya, BPBD juga
beke ja sama dengan be bagai ins ansi peme in ah se a masya aka sebagai unsu pen ing
dalam penanggulangan bencana.
Table 1Rekapi ulasi Kejadian Bencana Pe Tahun (2021-2025)
Table 2Ke ugian Bencana Pe Kecama an Tahun 2024 (Top 7)
Ke e angan:
APB = Angin Pu ing Beliung
KK = Kepala Kelua ga
Da a ahun 2025 mencakup pe iode Janua i - Sep embe
Da a ahun 2021 me upakan da a de ail pe kejadian, es imasi o al be beda dengan
ahun lainnya. Da i da a dia as dapa disimpulkan bahwa bencana dominan yang e jadi yai u
kebaka an dengan 477 kejadian (74% da i o al). Lalu diiku i dengan Angin Pu ing Beliung (127
kejadian) dan Banji (36 kejadian). Pada ahun 2022 menca a kejadian e inggi dengan 187 o al
bencana dan juga menca a ko ban e dampak paling banyak yai u sebanyak 20.385 KK dan
53.451 jiwa. Wilayah paling awan (2024) yai u Medan Maimun (10 kejadian, 28.817 jiwa
e dampak, ke ugian Rp 4 milia ), Medan Ma elan (12 kejadian), Medan Pe juangan (11
kejadian).
Be dasa kan da a ekapi ulasi kejadian bencana ahun 2021–2025 (Tabel 1), dapa
dike ahui bahwa banji me upakan bencana yang paling se ing e jadi di Ko a Medan. Tingginya
ekuensi kejadian ini menun u kesiapsiagaan masya aka yang inggi pula. Namun, hasil
wawanca a menunjukkan bahwa ingka pa isipasi masya aka dalam kegia an mi igasi masih
endah. Hal ini menjadi salah sa u an angan u ama BPBD dalam membangun kesada an
kesiapsiagaan di wilayah awan bencana.
Tahun
Kebaka an
Banji
Angin
Pu ing
Beliung
Tanah
Longso
To al
Kejadian
Meninggal
Luka-
Luka
KK
Te dampak
Jiwa
Te dampak
2021
90
3
15
0
108
4
4
1.500+
5.000+
2022
138
15
33
1
187
10
10
20.385
53.451
2023
87
4
25
0
116
11
10
2.579
11.510
2024
107
10
22
3
142
4
2
13.752
35.224
2025
55
4
32
0
91
2
4
701
2.377
TOTAL
477
36
127
4
644
31
30
38.917+
107.562+
Kecama an
To al
Kejadian
Kebaka an
Banji
APB
KK
Jiwa
Ke ugian
Milya
(Rp)
Medan Ba a
5
5
0
0
43
146
4.36
Medan
Maimun
10
2
4
3
10.667
28.817
4.03
Medan A ea
7
7
0
0
71
140
1.95
Medan
Pe juangan
11
10
0
1
32
115
1.85
Medan
Polonia
9
8
0
1
18
58
1.74
Medan Deli
9
7
0
2
68
258
1.50
Medan
Ma elan
12
7
1
4
974
1.822
1.14
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Sep i a Razin Fadhilah, e ., al/ Tan angan BPBD Ko a Medan
Menu u Cohen dan Upho (1980), kebe hasilan sua u p og am pembangunan
be gan ung pada ke e liba an ak i masya aka dalam selu uh ahapan kegia an, mulai da i
pe encanaan hingga e aluasi. Banyak wa ga yang belum memahami langkah mi igasi sede hana,
belum ak i dalam kegia an pela ihan, se a cende ung be gan ung pada apa a peme in ah
ke ika bencana e jadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pemben ukan masya aka angguh
bencana masih menghadapi be bagai kendala, baik da i sisi sosial, budaya, maupun kelembagaan.
Be dasa kan kondisi e sebu , peneli ian ini dilakukan un uk menganalisis be bagai
an angan yang dihadapi BPBD Ko a Medan dalam membangun pa isipasi masya aka pada
penanggulangan bencana. Peneli ian ini diha apkan dapa membe ikan kon ibusi bagi
pengua an kolabo asi an a a peme in ah dae ah dan masya aka dalam mewujudkan
ke angguhan bencana di wilayah pe ko aan.
METODE
Peneli ian ini menggunakan pendeka an kuali a i dengan me ode desk ip i , yang
be ujuan un uk memahami seca a mendalam be bagai an angan yang dihadapi oleh Badan
Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) Ko a Medan dalam membangun pa isipasi masya aka
pada penanggulangan bencana. Pendeka an ini digunakan un uk menggali seca a mendalam
pengalaman dan in e aksi sosial yang e jadi di lapangan. Jenis peneli ian ini adalah peneli ian
lapangan ( ield esea ch). Peneli i e jun langsung ke lokasi peneli ian un uk mempe oleh da a
p ime melalui obse asi dan wawanca a dengan pihak-pihak yang be pe an dalam
penanggulangan bencana di BPBD Ko a Medan.
Peneli ian dilakukan di kan o BPBD Ko a Medan, yang menjadi pusa koo dinasi kegia an
penanggulangan bencana di wilayah ko a. Subjek peneli ian melipu i pegawai BPBD da i
bebe apa bidang, sepe i bidang kesiapsiagaan dan pencegahan, bidang anggap da u a dan
logis ik, se a bidang ehabili asi dan ekons uksi. Pemilihan in o man dilakukan seca a
pu posi e sampling, dengan mempe imbangkan bahwa in o man memiliki pengalaman langsung
dalam pelaksanaan p og am dan in e aksi dengan masya aka .
HASIL DAN PEMBAHASAN
Be dasa kan hasil wawanca a dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Dae ah
(BPBD) Ko a Medan, dapa dipahami bahwa pelaksanaan penanggulangan bencana di Ko a
Medan mencakup iga ahap u ama, yai u p a-bencana, anggap da u a , dan pasca-bencana.
Se iap ahap memiliki okus ke ja dan an angan e sendi i, e u ama dalam membangun
pa isipasi masya aka sebagai elemen pen ing dalam manajemen kebencanaan.
Tahap P a-Bencana: Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Pada ahap p a-bencana, BPBD Ko a Medan menekankan pen ingnya upaya pencegahan
dan kesiapsiagaan melalui pemben ukan posko siaga 24 jam dan Tim Reaksi Cepa (TRC) yang
selalu siap melakukan indakan saa bencana e jadi. Kebe adaan posko ini menunjukkan ben uk
kesiapan s uk u al lembaga, namun pada a a an sosial, pa isipasi masya aka masih
be gan ung pada sejauh mana sosialisasi dilakukan.
Dalam bidang pencegahan, BPBD melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada
masya aka , lembaga pendidikan, ins ansi peme in ah, BUMN, se a pe usahaan swas a. Kegia an
ini dikemas dalam p og am Komunikasi, In o masi, dan Edukasi (KIE) mengenai mi igasi
bencana. Upaya ini menjadi salah sa u ben uk implemen asi communi y engagemen di le el
p e en i . Namun, da i wawanca a e ungkap bahwa cakupan kegia an sosialisasi masih e ba as
oleh sumbe daya dan angga an, sehingga belum mampu menjangkau selu uh lapisan
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Socius E-ISSN: 3025-6704
masya aka . Kondisi ini menjadi an angan u ama dalam membangun kesada an kesada an
u ama dan pa isipasi ak i masya aka sebelum e jadinya bencana.
Tahap Tanggap Da u a : Koo dinasi dan Respon Cepa
Pada ahap anggap da u a , BPBD Ko a Medan be pe an dalam melakukan e akuasi
ko ban, penyediaan posko pengungsian, se a pemenuhan kebu uhan dasa sepe i makanan,
sandang, dan empa inggal semen a a. Kegia an anggap da u a biasanya be langsung selama
iga ha i, namun dapa dipe panjang hingga ujuh ha i e gan ung pada kondisi di lapangan.
Dalam pelaksanaan ahap ini, BPBD beke ja sama dengan ins ansi sosial un uk penyediaan dapu
umum lapangan dan penyalu an logis ik da u a .
Meskipun sis em anggap da u a elah be jalan dengan baik, masih e dapa an angan
dalam hal koo dinasi lin as sek o dan pe an se a masya aka lokal. Wawanca a
mengungkapkan bahwa masya aka se ing kali masih be gan ung pada indakan apa a , belum
sepenuhnya memiliki inisia i dalam penanganan awal bencana di lingkungannya. Hal ini
menunjukkan adanya kesenjangan an a a kesiapsiagaan ins i usional dan kesiapsiagaan
komuni as.
Selain i u, e dapa ke e ba asan pada aspek kewenangan BPBD. Misalnya, dalam kasus
kebaka an pe mukiman, BPBD be pe an hanya pada ahap penda aan dan penanganan ko ban
ka ena seca a egulasi penanganan u ama be ada di dinas lain. Namun, masya aka cende ung
meliha BPBD sebagai lembaga u ama dalam segala ben uk bencana, sehingga muncul ekspek asi
yang inggi e hadap lembaga ini. Pe bedaan pe sepsi ini u u menjadi hamba an dalam
membangun pa isipasi yang e ek i dan e a ah.
Tahap Pasca-Bencana: Rehabili asi dan Rekons uksi
Tahap pasca-bencana mencakup kegia an ehabili asi dan ekons uksi. Pada ahap ini,
BPBD be okus pada pemulihan kondisi masya aka dan in as uk u yang e dampak. Ben uk
kegia an ekons uksi melipu i pembangunan kembali asili as publik sepe i jemba an, anggul,
dan asili as umum lainnya, semen a a ehabili asi lebih menekankan pada pemulihan kondisi
psikologis ko ban melalui kegia an auma healing, e u ama bagi anak-anak dan lansia.
BPBD mengakui bahwa pelaksanaan ahap pasca-bencana meme lukan kolabo asi lin as
sek o dan dukungan masya aka . Namun, pa isipasi masya aka se ing kali hanya be si a
eak i , yakni muncul se elah bencana e jadi, bukan dalam ben uk ke e liba an jangka panjang
un uk membangun ke ahanan komuni as. Minimnya kesada an se a ke e ba asan pemahaman
masya aka en ang ungsi BPBD menjadi hamba an e sendi i bagi upaya pengua an kapasi as
sosial pasca-bencana.
Tan angan dalam Penanggulangan Bencana di Ko a Medan
Hasil wawanca a menunjukkan bahwa an angan u ama BPBD Ko a Medan dalam
membangun pa isipasi masya aka e le ak pada aspek edukasi, kesada an kolek i , se a
koo dinasi lin as sek o . Pihak BPBD menegaskan bahwa ujuan u ama penanggulangan bencana
bukan hanya sekada penanganan saa bencana e jadi, e api mewujudkan masya aka yang
angguh e hadap bencana. Namun, eali as di lapangan menunjukkan bahwa ingka
kesiapsiagaan masya aka masih endah. Sepe i dijelaskan Pak Bayu Pegawai BPBD Ko a Medan
, “p og am kami i u di kesiapsiagaan i u bukan hanya kami sebena nya yang siap siaga. Masya aka
juga ha us siap siaga. Cuman i u adi, kadang ku angnya ben uk pe ha ian a au ku angnya a ensi
da i masya aka .”
Peningka an ke e liba an masya aka dalam kegia an penanggulangan bencana
me upakan komponen pen ing dalam sis em manajemen bencana di ingka dae ah. Sebagai
lembaga yang be wenang dalam bidang e sebu , Badan Penanggulangan Bencana Dae ah
(BPBD) Ko a Medan memiliki anggung jawab s a egis un uk memas ikan selu uh ahapan
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Sep i a Razin Fadhilah, e ., al/ Tan angan BPBD Ko a Medan
penanggulangan bencana mulai da i ase p abencana, anggap da u a , hingga pasca-bencana
dapa e laksana seca a e ek i dan pa isipasi . Namun, implemen asi anggung jawab e sebu
idak e lepas da i be bagai kendala s uk u al maupun sosial yang saling be kai an. Hamba an-
hamba an e sebu idak hanya muncul akiba ke e ba asan kapasi as kelembagaan, e api juga
dipenga uhi oleh minimnya pa isipasi masya aka yang disebabkan oleh ak o sosial, ekonomi,
dan budaya yang kompleks.
Salah sa u pe soalan mendasa yang dihadapi BPBD Ko a Medan e le ak pada lemahnya
koo dinasi an a ins ansi peme in ah, o ganisasi masya aka , dan wa ga sebagai pihak yang
langsung e dampak bencana. Seca a ideal, koo dinasi lin as sek o seha usnya be langsung
seca a sine gis dan e in eg asi, e api kenya aannya se ing kali e hamba oleh umpang- indih
kewenangan dan pe bedaan pandangan mengenai pe an masing-masing lembaga. Dalam kondisi
da u a , komunikasi yang ku ang e ek i an a ins ansi dapa mempe lamba p oses dis ibusi
ban uan logis ik, sedangkan pada ahap p abencana, pe bedaan p io i as p og am an a a
lembaga menyebabkan kegia an mi igasi idak be jalan se empak. Si uasi ini menunjukkan
bahwa mekanisme koo dinasi yang di e apkan BPBD masih be si a pa sial dan belum didukung
oleh sis em in o masi e padu yang mampu mem asili asi kebu uhan lin as sek o . Di samping
i u, lemahnya jeja ing kemi aan dengan ak o lokal sepe i lembaga swadaya masya aka ,
komuni as elawan, maupun okoh masya aka juga menghamba p oses mobilisasi pa isipasi
publik dalam kegia an kesiapsiagaan bencana.
Da i pe spek i sosial, endahnya kesada an masya aka e hadap isiko bencana menjadi
ak o penghamba yang signi ikan. Banyak wa ga di Ko a Medan masih memandang bencana
sebagai pe is iwa alam yang idak dapa dihinda i, sehingga pa isipasi me eka dalam kegia an
mi igasi, pela ihan, maupun simulasi kebencanaan cende ung endah. Ku angnya pemahaman
akan pen ingnya kesiapsiagaan menyebabkan p og am sosialisasi yang dilaksanakan BPBD
belum sepenuhnya be hasil mengubah pe ilaku masya aka . Tekanan ekonomi juga menjadi
ak o lain yang be kon ibusi pada endahnya ingka ke e liba an publik. Dalam kon eks
masya aka pe ko aan yang sibuk, kegia an sosial dan komuni as se ing kali dianggap idak
p io i as ka ena idak membe ikan man aa ekonomi langsung.
Ke e ba asan sumbe daya manusia dan pendanaan di lingkungan BPBD juga menjadi
kendala yang cukup dominan. Sebagian besa pegawai BPBD masih be okus pada kegia an
ope asional selama masa anggap da u a , semen a a kemampuan dalam bidang komunikasi
isiko, pembe dayaan masya aka , dan asili asi pa isipa i belum op imal. Di sisi lain, sebagian
besa angga an dialokasikan un uk kegia an penanganan pasca-bencana sepe i ehabili asi dan
ekons uksi, semen a a p og am eduka i dan p e en i belum mendapa kan po si yang
memadai. Akiba ke e ba asan e sebu , kegia an pengua an kapasi as masya aka sepe i
pela ihan kesiapsiagaan, simulasi e akuasi, dan pemben ukan elawan angguh bencana idak
dapa dilakukan seca a u in dan be kelanju an. Kondisi ini be implikasi pada melemahnya pe an
BPBD sebagai lembaga yang seha usnya menjadi pengge ak u ama dalam pembe dayaan
masya aka di bidang kebencanaan.
Selain aspek kelembagaan dan sumbe daya, dimensi sosial-budaya juga u u
memenga uhi ingka pa isipasi masya aka . Dalam bebe apa kasus, masya aka masih
menunjukkan sikap skep is e hadap e ek i i as lembaga peme in ah dalam menangani bencana.
Minimnya anspa ansi dalam dis ibusi ban uan dan pengalaman nega i di masa lalu
menimbulkan ke idakpe cayaan publik e hadap kine ja peme in ah. Di sisi lain, me ode
komunikasi yang digunakan dalam sosialisasi kebencanaan se ing kali idak disesuaikan dengan
ka ak e is ik sosial dan ingka li e asi masya aka . Ma e i yang disampaikan cende ung eknis
dan o mal, sehingga suli dipahami oleh sebagian wa ga. Padahal, e ek i i as komunikasi isiko

Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Socius E-ISSN: 3025-6704
sanga be gan ung pada kemampuan lembaga un uk menyampaikan pesan dengan bahasa yang
sede hana, media yang epa , se a pendeka an yang kon eks ual aga mudah di e ima oleh
selu uh lapisan masya aka .
Aspek lain yang mempe umi upaya peningka an pa isipasi masya aka adalah
lemahnya sis em in o masi kebencanaan di ingka lokal. Da a mengenai pe a isiko, po ensi
ancaman, dan langkah mi igasi belum sepenuhnya e sedia dan dapa diakses masya aka seca a
e buka. Akiba nya, ke ika bencana e jadi, masih banyak wa ga yang idak memahami p osedu
e akuasi a au lokasi pengungsian yang aman. Di sisi lain, munculnya in o masi keli u di media
sosial ke ap menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman e hadap a ahan esmi BPBD. Kondisi
ini mengga isbawahi pen ingnya sis em komunikasi dua a ah yang memungkinkan masya aka
idak hanya menjadi pene ima in o masi, e api juga be pe an ak i dalam membe ikan umpan
balik dan melapo kan kondisi lapangan seca a langsung kepada pihak be wenang.
Ke e kai an Temuan dengan Teo i Communi y Pa icipa ion dan Social Awa eness
Jika di injau da i pe spek i eo i communi y pa icipa ion, pa isipasi masya aka dalam
penanggulangan bencana idak hanya dimaknai sebagai ke e liba an isik dalam kegia an, e api
juga sebagai ben uk pembe dayaan sosial dan kesada an kolek i e hadap anggung jawab
be sama. Menu u Cohen dan Upho (1980), communi y pa icipa ion mencakup empa dimensi
u ama: pengambilan kepu usan (decision making), pelaksanaan (implemen a ion), peman aa an
hasil (bene i sha ing), dan e aluasi (e alua ion). Be dasa kan hasil peneli ian, pe an masya aka
di Ko a Medan masih e ba as pada dimensi pelaksanaan dan belum banyak e liba dalam
pengambilan kepu usan a aupun e aluasi kebijakan kebencanaan. Hal ini menunjukkan bahwa
pola pa isipasi yang e jadi masih be si a ins umen al dan op-down, di mana masya aka lebih
be pe an sebagai pelaksana ins uksi da ipada mi a ak i dalam p oses mi igasi bencana.
Kondisi ini juga mempe kua emuan bahwa pa isipasi masya aka akan be jalan e ek i
apabila masya aka memiliki asa memiliki (sense o belonging) e hadap p og am yang
dijalankan. Dalam kon eks BPBD Ko a Medan, kegia an sosialisasi dan edukasi belum sepenuhnya
mencip akan asa kepemilikan e sebu ka ena belum dilaksanakan seca a be kelanju an dan
pa isipa i . Menu u eo i ini, pa isipasi seja i hanya dapa e wujud apabila masya aka e liba
sejak ahap pe encanaan hingga e aluasi kebijakan kebencanaan. Oleh ka ena i u, dipe lukan
pendeka an be basis komuni as (communi y-based disas e managemen ) yang menempa kan
masya aka sebagai ak o u ama, bukan sekada objek da i p og am peme in ah.
Semen a a i u, da i sudu pandang eo i social awa eness, an angan yang dihadapi BPBD
juga be aka pada endahnya kesada an sosial e hadap isiko bencana. Social awa eness
menu u Goleman (2006) adalah kemampuan indi idu maupun kelompok un uk memahami
kondisi sosial di seki a nya, e masuk kebu uhan, emosi, dan dampak pe ilaku e hadap o ang
lain. Dalam kon eks kebencanaan, kesada an sosial mencakup pemahaman bahwa bencana
bukan sema a-ma a pe is iwa alam, e api enomena sosial yang dapa diminimalkan isikonya
melalui pe ilaku kolek i yang sada dan waspada.
Temuan lapangan menunjukkan bahwa sebagian besa masya aka Ko a Medan masih
memiliki o ien asi pasi e hadap bencana me eka ba u be eaksi se elah bencana e jadi. Hal ini
menandakan bahwa social awa eness masya aka masih be ada pada ahap kesada an dasa ,
belum be kembang menjadi kesada an ak i yang mendo ong indakan p e en i . Menu u eo i
ini, kesada an sosial dapa di ingka kan melalui edukasi be ulang, komunikasi empa ik, dan
pembiasaan indakan sosial yang be basis solida i as.
Oleh ka ena i u, pengua an kapasi as masya aka pe lu dilakukan melalui model
pa isipasi be basis komuni as (bo om-up app oach), peningka an komunikasi dua a ah, se a
pembangunan kesada an kolek i yang be kelanju an. Upaya ini diha apkan dapa mewujudkan
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Sep i a Razin Fadhilah, e ., al/ Tan angan BPBD Ko a Medan
masya aka angguh bencana yang mandi i, adap i , dan be daya dalam menghadapi ancaman
bencana di masa depan.
SIMPULAN
Be dasa kan hasil wawanca a, obse asi, se a kajian eo i is mengenai pe an Badan
Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) Ko a Medan dalam meningka kan pa isipasi
masya aka pada penanggulangan bencana, dapa disimpulkan bahwa pelaksanaan manajemen
bencana di Ko a Medan elah e laksana seca a sis ema is melalui iga ase u ama, yai u p a-
bencana, anggap da u a , dan pasca-bencana. Meskipun BPBD elah memiliki s uk u
o ganisasi, sumbe daya, dan pe angka ke ja yang cukup memadai, e ek i i as p og am yang
dijalankan sanga be gan ung pada ke e liba an ak i masya aka sebagai mi a s a egis dalam
se iap ahapan manajemen kebencanaan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa
ingka pa isipasi masya aka masih e golong endah dan be si a eak i , belum be kembang
menjadi ben uk ke e liba an yang be kelanju an se a be o ien asi pada pencegahan dan
pengu angan isiko bencana.
Rendahnya ke e liba an masya aka ini idak e lepas da i be agam kendala yang
dihadapi BPBD Ko a Medan, baik da i aspek s uk u al, sosial, maupun kul u al. Da i segi
s uk u al, masih e dapa pe masalahan be upa lemahnya koo dinasi an a ins ansi, umpang
indih kewenangan, dan ke e ba asan angga an un uk kegia an pembe dayaan masya aka .
Fokus BPBD masih lebih banyak dia ahkan pada penanganan anggap da u a dibandingkan
dengan aspek mi igasi dan kesiapsiagaan, sehingga pengua an kapasi as masya aka belum
be jalan op imal. Da i sisi sosial, minimnya li e asi kebencanaan dan endahnya kesada an
kolek i membua masya aka belum sepenuhnya memahami pen ingnya pe an me eka dalam
membangun ke ahanan komuni as. Semen a a i u, da i pe spek i kul u al, kebe agaman la a
belakang sosial masya aka Ko a Medan menun u pendeka an komunikasi yang lebih
kon eks ual aga pesan-pesan kebencanaan dapa di e ima dan dipahami oleh selu uh lapisan
masya aka seca a e ek i .
Apabila dikai kan dengan eo i communi y pa icipa ion, ingka ke e liba an masya aka
Ko a Medan dalam penanggulangan bencana masih e ba as pada ahap pelaksanaan dan belum
mencakup pa isipasi dalam pe encanaan maupun e aluasi p og am. Kondisi ini
mempe liha kan bahwa pola elasi an a a BPBD dan masya aka masih be si a op-down, di
mana peme in ah be pe an sebagai penga ah u ama sedangkan masya aka hanya sebagai
pelaksana kebijakan. Semen a a i u, menu u eo i social awa eness, pa isipasi masya aka idak
dapa umbuh anpa adanya kesada an sosial yang kua e hadap isiko bencana. Kesada an
e sebu hanya dapa be kembang apabila BPBD mampu menyampaikan isu-isu kebencanaan
melalui pendeka an yang empa ik, be kesinambungan, se a disesuaikan dengan kondisi sosial
budaya masya aka . Dengan demikian, peningka an pa isipasi masya aka idak hanya menjadi
pe soalan eknis, melainkan juga pe masalahan sosial yang meme lukan pe ubahan pa adigma
komunikasi, pola kemi aan, dan pengua an nilai-nilai pa isipa i di ingka komuni as.
Dalam jangka panjang, kebe hasilan BPBD Ko a Medan dalam membangun pa isipasi
masya aka sanga di en ukan oleh kemampuannya mencip akan sis em kolabo asi yang inklusi
dan be kesinambungan. Sine gi an a a peme in ah dae ah, lembaga pendidikan, o ganisasi
masya aka sipil, sek o swas a, dan komuni as lokal pe lu dipe kua un uk me ancang p og am
mi igasi bencana be basis pa isipasi. Pendeka an communi y-based disas e managemen ha us
di e apkan dengan meliba kan masya aka seca a ak i sejak ahap pe encanaan, pelaksanaan,
hingga e aluasi kebijakan. Dengan ca a ini, masya aka idak lagi di empa kan sebagai pene ima
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Socius E-ISSN: 3025-6704
ban uan sema a, e api sebagai ak o u ama yang memiliki pe an pen ing dalam menjaga
keselama an, ke ahanan, dan kebe lanju an lingkungan hidupnya.
SARAN
BPBD Ko a Medan pe lu mempe kua upaya edukasi kebencanaan dengan mene apkan
pendeka an yang lebih kon eks ual, komunika i , se a be landaskan kea i an lokal melalui
kegia an sosial, budaya, dan keagamaan yang ak ab dengan masya aka . Penggunaan media
sosial dan eknologi digi al juga memiliki pe an pen ing dalam mempe luas li e asi kebencanaan,
e u ama di kalangan gene asi muda. Selain i u, pen ing un uk membangun sis em komunikasi
dua a ah an a a BPBD dan masya aka melalui o um diskusi, pela ihan komuni as, se a simulasi
lapangan seca a u in guna menumbuhkan asa anggung jawab dan ke e liba an ak i wa ga.
Dalam aspek kelembagaan, BPBD ha us mempe luas koo dinasi lin as sek o dan mempe e a
kolabo asi dengan peme in ah dae ah, akademisi, o ganisasi masya aka sipil, se a sek o
swas a guna mencip akan sine gi yang be kelanju an. Selain i u, pengua an kapasi as in e nal
dalam bidang komunikasi isiko, pengelolaan da a be basis eknologi, dan asili asi pa isipa i
pe lu menjadi pe ha ian u ama, dise ai pembangunan sis em in o masi kebencanaan yang
anspa an dan mudah diakses un uk menumbuhkan kepe cayaan publik se a kesada an sosial
e hadap po ensi bencana.
REFERENSI
Angkasa, Z., Alexsande , A., Ha mia i, H., Pu nawan, H., & Pa wi o, P. (2022). Analysis o
communi y pa icipa ion in ma i ime ou ism p oduc i i y de elopmen based on social
capi al (S udy in Padang Be uah Village, Pondok Kelapa Dis ic , Cen al Bengkulu
Regency). Jou nal o Social Science and Humani ies, 1(1), 7-12.
Badan Penanggulangan Bencana Dae ah Ko a Medan. (2024). Home – Badan Penanggulangan
Bencana Dae ah Ko a Medan. Diakses anggal 24 Ok obe 2025, h ps://bpbd.medan.go.id/.
Bencana, B. N. P. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020-2024. BNPB,
Jaka a, 1, 115.
Kabau, S. A. (2022). Pe an Bpbd Dalam Penanggulangan Bencana Banji Di Kabupa en Bu u
P o insi Maluku (Doc o al disse a ion, Ins i u Peme in ahan Dalam Nege i).
Musa, W. A., O hman, N., Shaa i, S. S., & Jalaludin, M. N. H. (2016). Hubungan An a a Keseda an
Kendi i Dengan Teo i Kogni i Sosial, Teo i Goleman Dan Teo i As in. Jou nal o Global
Business and Social En ep eneu ship, 2(2), 62-68.
Nu ikhsan, M., Kama uddin, S. A., & Awa u, A. O. T. (2025). E olusi Pa adigma Respon Sosial
e hadap Bencana: Analisis Li e a u da i Pendeka an Reak i ke P oak i . Jou nal O
Adminis a i e And Social Science, 6(2), 78-87.
Rachma, S. (2025). Fak o -Fak o S a egi Komunikasi Bencana Dalam Sosialisasi Komunikasi
Bencana Kebaka an 14 Ma e 2024 Yang Mempenga uhi Sikap Mi igasi Bencana (S udi
Kuan i a i Ka yawan P . Muliapack In i Sempu na) (Doc o al Disse a ion, Uni e si as Nege i
Jaka a).
Ra im, G. F. T. T. (2025). P oses Communi y Engagemen Un uk Mengge akkan Pa isipasi
Masya aka Pada P og am Pembangunan (S udi Kasus P og am Pembangunan Pa iwisa a
T adisi Tinju Ada E u Di Kabupa en Nagekeo, Nusa Tengga a Timu ) (Doc o al Disse a ion,
Uni e si as A ma Jaya Yogyaka a).
Syuk on, D., Sihabudin, A., & Widyas u i, N. W. (2023). Analisis In o masi O ganisasional
Kelompok Masya aka Siaga Bencana Dalam Upaya Mengu angi Risiko Bencana. Inno a i e:
Jou nal O Social Science Resea ch, 3(4), 4780-4791.
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 376-384
Sep i a Razin Fadhilah, e ., al/ Tan angan BPBD Ko a Medan
T isa io, C. (2022). Pe an Badan Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) Dalam
Penanggulangan Bencana Pada Tahap P a Bencana Banji di Kabupa en Aceh Ba a P o insi
Aceh (Doc o al disse a ion, Ins i u Peme in ahan Dalam Nege i).
Undang-undang (UU) Nomo 24 Tahun 2007 en ang Penanggulangan Bencana