Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
Upaya Pengelolaan Limbah P oduksi E anol Melalui Rencana Pembangunan
IPAL di Desa Ngombakan, Kecama an Poloka o, Kabupa en Sukoha jo
E o s o Manage E hanol P oduc ion Was e Th ough he Planned Cons uc ion o a Was ewa e
T ea men Plan (WWTP) in Ngombakan Village, Poloka o Subdis ic , Sukoha jo Regency
Salsabila Angg aini Zaka ia1, S i Suma iningsih2, Sumidi3
1,2,3Uni e si as Nege i Sema ang, Seka an, Gunungpa i, Sema ang, Jawa Tengah 50229
Email: salsabilaangg aini71@s uden s.unnes.ac.id1, s i.su[email p o ec ed]nnes.ac.id2,
pemdesngombak[email p o ec ed]3
Abs ac : This s udy examines he legal amewo k and local e o s o
managing e hanol p oduc ion was e in Ngombakan Village, Poloka o
Dis ic , Sukoha jo Regency. The analysis employs a no ma i e ju idical
app oach suppo ed by empi ical da a ga he ed om in e iews wi h illage
o icials. The legal e iew shows ha e hanol was e managemen is bound by
en i onmen al p o ec ion no ms, e luen quali y s anda ds, isk-based
business licensing, and illage au ho i y in en i onmen al s ewa dship.
Empi ical indings indica e ha he illage go e nmen has planned he
cons uc ion o a communal was ewa e ea men acili y (IPAL) o add ess
pollu ion, ye aces challenges ela ed o land a ailabili y and unding. The
s udy concludes ha s onge egula o y suppo , echnical assis ance, and
communi y pa icipa ion a e essen ial o achie ing sus ainable e hanol was e
managemen .
Abs ac : Peneli ian ini mengkaji ke en uan hukum dan upaya pengelolaan
limbah p oduksi e anol di Desa Ngombakan, Kecama an Poloka o,
Kabupa en Sukoha jo. Kajian dilakukan dengan pendeka an yu idis no ma i
yang dipe kua da a empi is da i wawanca a dengan pe angka desa. Analisis
no ma menunjukkan bahwa pengelolaan limbah e anol wajib memenuhi
ke en uan pe lindungan lingkungan, baku mu u ai limbah, pe izinan be usaha
be basis isiko, se a kewenangan desa dalam menjaga keles a ian
lingkungan. Temuan empi is menunjukkan bahwa peme in ah desa elah
me encanakan pembangunan IPAL sebagai langkah pengendalian
pencema an, namun masih menghadapi kendala lahan dan pendanaan. Hasil
peneli ian menegaskan pe lunya pengua an dukungan egula i , eknis, dan
pa isipasi masya aka un uk mewujudkan pengelolaan limbah e anol yang
be kelanju an.
A icle His o y
Recei ed: Ok obe 29, 2025
Re ised: No embe 20, 2025
Published: No embe 22, 20252017
Keywo ds :
E hanol Was e, Was ewa e T ea men
(IPAL), Ngombakan Village
Ka a Kunci :
Limbah E anol, IPAL, Desa
Ngombakan
h ps://doi.o g/10.5281/zenodo.17689881
This is an open-access a icle unde he CC-BY-SA License.
PENDAHULUAN
Pengelolaan limbah selalu menempa i posisi k usial dalam pe jalanan pembangunan pedesaan
di Indonesia.
1
Masya aka Indonesia sejak lama menggan ungkan hidup pada ak i i as ag a is dan
indus i umahan yang be kembang seca a o ganik, e masuk p oduksi e anol yang menjadi bagian da i
dinamika ekonomi desa.
2
Ak i i as e sebu memben uk pola hubungan yang khas an a a kebu uhan
ekonomi, kebe lanju an lingkungan, dan a a kehidupan sosial. Pemiki an en ang pen ingnya menjaga
ha moni an a a peman aa an sumbe daya dan peles a ian lingkungan menjadi ondasi mo al yang e us
hidup dalam p ak ik masya aka , meskipun p oses indus ialisasi skala kecil membawa kompleksi as
1
Asmalinda Sy, Ald i F inaldi, and Remb an , ‘Tanggung Jawab Peme in ah Dalam Pengelolaan Limbah Domes ik’, Ju nal Mul idisiplin
Ilmu, 2.12 (2024).
2
Uswa un Nikmah and o he s, ‘Pe sepsi Masya aka Te hadap Ak i i as P oduksi Alkohol Di Desa Bekonang Be dasa kan La a Belakang
Sosio-Kul u al’, Ju nal Sosial Ekonomi Dan Humanio a, 8.2 (2022).
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
ba u e kai dampak limbah cai . T ans o masi pembangunan nasional mendo ong lahi nya be bagai
a u an un uk menga ahkan ak i i as p oduksi e ap sejalan dengan p insip pe lindungan lingkungan.
Peme in ah mene apkan s anda eknis, p osedu pe izinan, hingga kewajiban pengolahan limbah bagi
se iap pelaku usaha.
3
Regulasi e sebu be kembang da i ke angka dasa pengelolaan lingkungan
menuju mekanisme pengawasan yang lebih e uku . Apa a u desa dan masya aka pe lu memahami
ke en uan e sebu aga p ak ik p oduksi lokal e ap be ada dalam ko ido hukum yang menjamin
keselama an masya aka dan kebe lanju an ekosis em.
Kondisi sosial masya aka pedesaan memben uk espons yang unik e hadap pe soalan limbah.
Wa ga desa e biasa mengelola uang hidupnya seca a kolek i , e masuk ke ika menghadapi pe soalan
pencema an. Ak i i as p oduksi e anol di Desa Ngombakan menimbulkan in e aksi sosial an a a
p odusen, wa ga seki a , dan peme in ah desa. In o masi da i Bapak Su an o selaku Kepala Dusun 1
menunjukkan bahwa desa e us be upaya menca i pola penanganan e baik aga kegia an ekonomi e ap
be jalan anpa memunculkan gangguan lingkungan. Si uasi e sebu mempe liha kan bahwa
pemahaman masya aka e hadap dampak limbah pe lu dipe kua , sekaligus mempe liha kan kebu uhan
akan eknologi yang mampu menjawab pe soalan seca a be kelanju an.
Rencana pembangunan Ins alasi Pengolahan Ai Limbah (IPAL) mulai muncul sebagai jawaban
a as kebu uhan eknis dan sosial e sebu . Peme in ah desa meme lukan dasa hukum yang jelas se a
pemahaman ak ual mengenai ingka pencema an dan kapasi as pengolahan yang dibu uhkan.
Masya aka meme lukan jaminan bahwa ak i i as ekonomi idak mengo bankan kuali as ai dan
keseha an lingkungan. Pe encana pembangunan membu uhkan kejelasan indika o kebe hasilan aga
IPAL bena -bena mampu menjawab pe soalan limbah seca a e ek i . Kompleksi as ini menempa kan
encana pembangunan IPAL sebagai isu s a egis yang membu uhkan kajian mendalam. Kajian ilmiah
pe lu disusun un uk membe ikan gamba an u uh mengenai penga u an hukum yang melandasi
kewajiban pengelolaan limbah p oduksi e anol, se a menggamba kan bagaimana Desa Ngombakan
be upaya memenuhinya melalui encana pembangunan IPAL. Peneli ian ini meme lukan ba asan yang
jelas aga pembahasan e okus dan membe ikan kon ibusi nya a e hadap pemahaman mengenai
pengelolaan limbah di ingka lokal.
Peneli ian ini be angka da i dua pe anyaan u ama yang pe lu dijawab seca a sis ema is.
Pe anyaan pe ama, menyo o i ke en uan hukum pengelolaan limbah p oduksi e anol di Indonesia
sebagai landasan bagi selu uh p oses pe encanaan dan implemen asi pengolahan limbah. Pe anyaan
kedua, menelaah upaya pengelolaan limbah p oduksi e anol melalui encana pembangunan IPAL di
Desa Ngombakan, Kecama an Poloka o, Kabupa en Sukoha jo, sebagai ben uk pene apan kebijakan
di ingka lokal. Kedua umusan ini menjadi pijakan un uk memahami hubungan an a a egulasi
nasional dan p ak ik pengelolaan limbah di desa.
METODE PENELITIAN
Peneli ian ini menggunakan pendeka an hukum no ma i dengan dukungan da a empi is
sebagai dasa analisis. Pendeka an no ma i dilakukan melalui s udi kepus akaan e hadap pe a u an
pe undang-undangan, dok in hukum lingkungan, dan li e a u hukum adminis asi e kai pe lindungan
lingkungan.
4
Analisis dilakukan be dasa kan Undang-Undang Nomo 32 Tahun 2009 en ang
Pe lindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pe a u an Peme in ah Nomo 22 Tahun 2021 en ang
Penyelengga aan Pe lindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomo 11 Tahun
2020 en ang Cip a Ke ja bese a ke en uan pe izinan be basis isiko, Undang-Undang Nomo 6 Tahun
3
Vic o ianus M.H Randa Puang, HUKUM PENDIRIAN USAHA DAN PERIZINAN (Yogyaka a: Deepublish, 2015).
4
I Made Pasek Dian ha, Me odologi Peneli ian Hukum No ma i Dalam Jus i ikasi Teo i Hukum (P enada Media, 2017).
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
2014 en ang Desa, se a pe a u an eknis mengenai baku mu u ai limbah dan pengelolaan ase desa.
Pendeka an ini digunakan un uk menilai kesesuaian kewajiban hukum pengelolaan limbah dengan
kondisi lokal se a memahami ba asan no ma i yang mempenga uhi pe encanaan IPAL di ingka desa.
Pendeka an empi is digunakan un uk mempe oleh gamba an ak ual mengenai kondisi
pengelolaan limbah di Desa Ngombakan. Da a dipe oleh melalui wawanca a singka dengan Bapak
Su an o selaku Kepala Dusun 1, yang membe ikan in o masi mengenai p ak ik p oduksi e anol di
masya aka dan kondisi ak ual e kai penanganan limbah cai . In o masi empi is ini be ungsi sebagai
pengua dalam menilai sejauh mana ke en uan hukum dapa di e apkan pada kon eks desa dan
bagaimana masya aka memahami kewajiban pengelolaan lingkungan.
5
Analisis da a dilakukan seca a
kuali a i melalui penala an deduk i . P oses analisis dimulai da i ke en uan hukum yang be si a umum
menuju pe soalan konk e yang e jadi di Desa Ngombakan.
6
Hasil analisis diha apkan mampu
membe ikan gamba an yang objek i mengenai ele ansi ke angka hukum lingkungan dengan eali as
di lapangan se a membe ikan dasa yang kua bagi pembahasan pada bagian selanju nya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Ke en uan Hukum Pengelolaan Limbah P oduksi E anol di Indonesia
Pengelolaan limbah menjadi kewajiban hukum bagi se iap kegia an p oduksi di Indonesia.
Ak i i as indus i yang menghasilkan limbah pada , cai , maupun gas wajib memenuhi ke en uan
hukum aga idak menimbulkan pencema an lingkungan.
7
P oduksi e anol e masuk kegia an yang
menghasilkan limbah cai dengan kandungan bahan o ganik inggi. Limbah e sebu mengandung
Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) yang inggi sehingga
be po ensi me usak ekosis em ai dan anah jika idak diolah e lebih dahulu.
8
Kewajiban
pengelolaan limbah meleka pada se iap pelaku kegia an p oduksi anpa memandang skala usaha,
e masuk pada ingka lokal sepe i di Desa Ngombakan.
Undang-Undang Nomo 32 Tahun 2009 en ang Pe lindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup (PPLH) menjadi dasa hukum u ama dalam pengelolaan limbah di Indonesia. Pasal 1 angka
32 mene apkan bahwa pencema an lingkungan me upakan masuknya makhluk hidup, za , ene gi,
a au komponen lain ke dalam lingkungan hidup yang melampaui baku mu u lingkungan. Pasal ini
menegaskan anggung jawab hukum se iap pelaku kegia an e hadap lingkungan seki a nya.
Peme in ah desa be wenang mengambil pe an ak i dalam melaksanakan kebijakan e sebu melalui
pengawasan dan inisia i pengelolaan limbah di wilayahnya.
Pe a u an Peme in ah Nomo 22 Tahun 2021 en ang Penyelengga aan Pe lindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup mempe kua ke en uan dalam UU PPLH. Pasal 205 aya (1)
menga u bahwa se iap kegia an yang menghasilkan limbah wajib melakukan pengelolaan sesuai
ka ak e is ik dan jenis limbah yang dihasilkan. Regulasi ini mencakup selu uh ben uk kegia an
p oduksi, e masuk pengolahan e anol. Peme in ah dae ah be anggung jawab membe ikan
pembinaan, pengawasan, dan penegakan hukum e hadap pelaksanaan kewajiban e sebu .
Peme in ah desa memiliki pe an s a egis dalam mendukung pelaksanaan pengelolaan limbah
be basis masya aka melalui mekanisme pe encanaan lingkungan dan penyusunan kebijakan desa.
9
5
Jonaedi E endi and Johnny Ib ahim, Me ode Peneli ian Hukum No ma i Dan Empi is (Depok: P enada Media G oup, 2018).
6
Bahak Udin By A i in and Nu dyansyah, BUKU AJAR Me odologi Peneli ian Pendidikan, ed. by Eni Fa iya ul Fahyuni (Sidoa jo, Jawa
Timu : UMSIDA P ess, 2018).
7
Suwa i Akhmaddhian and Peny Hanipah, ‘Penegakan Hukum Te hadap Tindak Pidana Pencema an Tanah Akiba Limbah Indus i’, Ju nal
Peneli ian Uni e si as Kuningan, 12.02 (2021) <h ps://jou nal.uniku.ac.id/index.php/logika/a icle/ iew/2509>.
8
Annisa and o he s, ‘Re iew Ju nal Pengelolaan Limbah Cai Fa masi Dengan Me ode Ae ob-Anae obDalam Penu unan Kada COD’, Ju nal
Pha macy Genius, 04.02 (2025) <h ps://genius.inspi a.o .id/index.php/pha mgen/a icle/ iew/732>.
9
A ham Abdi and Ha ono Hamzah, ‘Pe an Peme in ah Desa Dalam Menanggulangi Limbah Domes ik Be dasa kan Pe da No . 2 Tahun 2016
Ten ang Pe lindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup’, Ju nal MALREV (Madani Legal Re iew), 9.1 (2025).
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
Undang-Undang Nomo 11 Tahun 2020 en ang Cip a Ke ja menga u hubungan an a a izin
usaha dan kewajiban pengelolaan limbah. Se iap kegia an usaha diwajibkan mempe oleh pe izinan
be usaha be basis isiko melalui sis em Online Single Submission (OSS).
10
P oduksi e anol
e masuk ka ego i kegia an dengan isiko pencema an sedang hingga inggi ka ena menghasilkan
limbah cai o ganik. Pelaku usaha wajib memiliki dokumen Pe se ujuan Lingkungan sebelum
menjalankan kegia an p oduksi. Peme in ah dae ah be wenang melakukan pembinaan dan asili asi
e hadap pelaku usaha yang belum memenuhi ke en uan e sebu .
11
Pendampingan hukum dan
eknis menjadi langkah pen ing dalam memban u masya aka memahami kewajiban pengelolaan
limbah.
Undang-Undang Nomo 6 Tahun 2014 en ang Desa membe ikan dasa hukum bagi desa un uk
u u se a menjaga keles a ian lingkungan hidup. Pasal 26 aya (4) hu u c menga u kewajiban
kepala desa dalam mengembangkan kehidupan sosial masya aka dan meles a ikan lingkungan.
Kewenangan ini memungkinkan desa menyusun kebijakan lokal yang mendukung pengelolaan
limbah dan pencegahan pencema an. Peme in ah desa dapa memben uk pe a u an desa a au
p og am khusus un uk pengendalian limbah sesuai ka ak e is ik wilayah. Rencana pembangunan
IPAL di Desa Ngombakan mence minkan pelaksanaan ungsi hukum e sebu sebagai wujud
anggung jawab ekologis peme in ah desa e hadap ak i i as p oduksi masya aka .
Pe a u an Men e i Lingkungan Hidup dan Kehu anan Nomo 68 Tahun 2016 en ang Baku
Mu u Ai Limbah Domes ik mene apkan ba as kuali as ai limbah yang boleh dibuang ke
lingkungan. Se iap kegia an p oduksi wajib mengolah limbah cai hingga memenuhi baku mu u
sebelum diali kan ke badan ai a au anah. P insip pollu e pays menempa kan anggung jawab
biaya pengelolaan dan pemulihan lingkungan pada pihak yang menimbulkan limbah.
12
S anda ini
be laku un uk semua jenis kegia an yang menghasilkan limbah cai , e masuk p oduksi e anol.
Peme in ah dae ah dapa menggunakan pe a u an ini sebagai acuan eknis dalam me ancang sis em
IPAL di ingka desa. Pene apan baku mu u ai limbah menjadi dasa eknis yang mendukung
pelaksanaan anggung jawab hukum lingkungan.
Pasal 76 Undang-Undang PPLH membe ikan kewenangan kepada peme in ah un uk
menja uhkan sanksi adminis a i e hadap pelangga an kewajiban pengelolaan limbah. Sanksi
e sebu melipu i egu an e ulis, paksaan peme in ah, pembekuan izin, hingga pencabu an izin
lingkungan. Peme in ah dae ah dapa melaksanakan pengawasan p e en i un uk mencegah
pencema an lingkungan oleh kegia an p oduksi e anol. Pendeka an hukum yang be si a eduka i
dan pa isipa i dipe lukan aga masya aka memahami dampak lingkungan da i kegia an
p oduksinya. Peme in ah desa dapa be pe an sebagai media o an a a masya aka dan ins ansi
eknis dalam membangun kesada an hukum lingkungan yang be kelanju an.
Pe a u an Men e i Dalam Nege i Nomo 1 Tahun 2016 en ang Pengelolaan Ase Desa
menga u peman aa an anah kas desa. Tanah kas desa hanya dapa digunakan un uk kegia an yang
membe ikan man aa ekonomi bagi desa dan peman aa annya ha us mendapa pe se ujuan Men e i
Dalam Nege i. Ke en uan ini menjadi ak o hukum pen ing dalam encana pembangunan IPAL di
Desa Ngombakan. Lahan yang semula di encanakan sebagai lokasi IPAL e masuk dalam ka ego i
10
Muhammad Raihan Nug aha, ‘Apa I u Pe izinan Be usaha Be basis Risiko?’, Hukumonline.Com, 2025
<h ps://www.hukumonline.com/klinik/a/apa-i u-pe izinan-be usaha-be basis- isiko-l 60741b4e30518/>.
11
Bakh u Rokhman and o he s, ‘PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO MELALUI SISTEM ONLINE
SINGLE SUBMISSION (OSS)’, Jou nal o Science and Economic Resea ch, 6.1 (2024)
<h ps://idm.o .id/JSER/index.php/JSER/a icle/ iew/399>.
12
Muhammad Khalid Ali, E i Dwi Has i, and AA Muhammad Insany Rachman, ‘ASAS PENCEMAR MEMBAYAR(POLLUTER PAYS
PRINCIPLE): BENTUKPERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PELAKU USAHA YANG MELANGGARBAKU MUTU AIR LIMBAH’,
Ju nal Panah Keadilan, 2.1 (2023) <h ps://www.ju nal.uni aya.ac.id/index.php/PanahKeadilan/a icle/ iew/730>.
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
anah kas desa sehingga idak dapa digunakan anpa izin esmi. Peme in ah desa ha us menca i
al e na i lahan non-kas un uk menghinda i pelangga an adminis a i . Pe soalan lahan e sebu
menunjukkan ke e kai an e a an a a hukum ase desa dan kebijakan lingkungan.
Sis em hukum nasional elah memben uk ke angka yang jelas dalam pengelolaan limbah
be basis p insip pencegahan dan keha i-ha ian. Peme in ah pusa , dae ah, dan desa memiliki
anggung jawab be jenjang dalam memas ikan kepa uhan e hadap egulasi lingkungan.
13
Kegia an
p oduksi e anol di ingka lokal ha us menyesuaikan di i dengan ke en uan hukum e sebu melalui
pengawasan, edukasi, dan pene apan eknologi pengolahan limbah. Peme in ah desa dapa
menjadikan pembangunan IPAL sebagai ben uk adap asi e hadap kewajiban hukum sekaligus
solusi e hadap masalah pencema an. Pengua an koo dinasi an a le el peme in ahan menjadi kunci
kebe hasilan pene apan hukum lingkungan seca a nya a di ingka desa.
Ke angka hukum yang elah di e apkan menegaskan bahwa pengelolaan limbah bukan sekada
kewajiban adminis a i , e api juga ben uk anggung jawab sosial e hadap kebe lanju an
lingkungan. Peme in ah desa dapa mengop imalkan kewenangan yang dibe ikan undang-undang
un uk mewujudkan pengelolaan limbah be basis pa isipasi masya aka . Pe encanaan
pembangunan IPAL di Desa Ngombakan menunjukkan adanya kesada an kolek i un uk
mengin eg asikan ke en uan hukum ke dalam p ak ik pembangunan desa. Pemahaman e hadap
dasa hukum e sebu menjadi ondasi pen ing dalam me ancang s a egi pengelolaan limbah yang
sesuai dengan kebu uhan dan kondisi lokal.
2. Upaya Pengelolaan Limbah P oduksi E anol Rumahan Melalui Rencana Pembangunan IPAL
di Desa Ngombakan, Kecama an Poloka o, Kabupa en Sukoha jo
P oduksi e anol di Desa Ngombakan be kembang sebagai kegia an ekonomi masya aka yang
meman aa kan hasil pe anian lokal sepe i singkong dan ebu. P oses e men asi yang dilakukan
seca a adisional menghasilkan e anol be kada inggi yang dipasa kan un uk kebu uhan indus i
dan umah angga. Ak i i as p oduksi e sebu membe ikan dampak ekonomi signi ikan ka ena
membuka lapangan ke ja ba u dan menambah pendapa an wa ga. Kegia an p oduksi di sisi lain
menghasilkan limbah cai dengan kada bahan o ganik dan alkohol inggi. Limbah e sebu selama
ini diali kan ke salu an e buka anpa pengolahan sehingga menimbulkan pencema an ai dan bau
idak sedap di seki a a ea p oduksi.
Peme in ah Desa Ngombakan be upaya menca i solusi a as pe masalahan limbah e sebu
melalui pe encanaan pembangunan Ins alasi Pengolahan Ai Limbah (IPAL).
14
Rencana ini muncul
sebagai ben uk anggung jawab peme in ah desa e hadap pengelolaan lingkungan dan keseha an
masya aka . Peme in ah desa menilai bahwa sis em pengolahan limbah e pusa me upakan ca a
paling e ek i un uk mengendalikan pencema an akiba ak i i as p oduksi e anol. Upaya ini
be angka da i hasil musyawa ah desa yang menyo o i peningka an keluhan wa ga e hadap kuali as
ai di seki a lokasi p oduksi. Peme in ah desa kemudian mengusulkan gagasan pembangunan IPAL
komunal aga pengelolaan limbah dapa dilakukan seca a kolek i .
Peme in ah Desa Ngombakan elah menyusun ancangan awal pembangunan IPAL melalui
diskusi in e nal dan koo dinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupa en Sukoha jo. Rancangan
e sebu melipu i gamba an desain eknis, es imasi kebu uhan lahan, dan pe ki aan biaya
pembangunan. Lahan yang dibu uhkan un uk pembangunan IPAL dipe ki akan seluas dua ibu
me e pe segi. Peme in ah desa semula be encana meman aa kan anah kas desa un uk lokasi
13
Annisa Sephia Jannah and o he s, ‘Tanggung Jawab Adminis a i Peme in ah Dae ah Dalam Pengawasan Izin Lingkungan’, Ju nal Rise
Hukum Kenega aan & Poli ik, 4.1 (2025) <h ps://ejou nal.s aindi undeng.ac.id/index.php/cons i uo/a icle/ iew/5009>.
14
Damianus B am, ‘Desa Ngombakan Bu uh IPAL Limbah E anol’, Rada solo.Jawapos.Com, 2023
<h ps:// ada solo.jawapos.com/sukoha jo/841699825/desa-ngombakan-bu uh-ipal-limbah-e anol>.
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
pembangunan. Rencana e sebu idak dapa di ealisasikan ka ena a u an penggunaan anah kas
desa mewajibkan izin khusus da i peme in ah pusa . Peme in ah desa akhi nya menunda
pembangunan IPAL sambil menca i lahan al e na i yang dapa digunakan anpa melangga
ke en uan hukum.
Bapak Su an o selaku Kepala Dusun 1 menjelaskan bahwa peme in ah desa elah mene ima
a ahan da i peme in ah pusa un uk menyiapkan sis em pengolahan limbah be basis masya aka .
Peme in ah desa sudah menindaklanju i a ahan e sebu dengan membua ske sa desain de ail dan
menghi ung kebu uhan angga an pembangunan IPAL, namun peme in ah desa belum dapa
melanju kan ahap kons uksi ka ena ke e ba asan angga an dan pe soalan lahan yang belum
e selesaikan. Peme in ah desa be ha ap dapa mengalokasikan dana khusus un uk pembebasan
lahan kosong yang sesuai dengan kebu uhan eknis IPAL. Upaya ini membu uhkan dukungan da i
peme in ah kabupa en maupun lembaga mi a aga pe encanaan dapa sege a diwujudkan.
Peme in ah desa elah mengambil langkah pe siapan dengan memben uk im kecil yang be ugas
melakukan su ei lokasi dan menyusun p oposal eknis. Tim ini beke ja sama dengan pe wakilan
wa ga dan pelaku p oduksi e anol un uk memas ikan sis em IPAL dapa menampung limbah seca a
kolek i . Peme in ah desa mena ge kan sis em IPAL memiliki kapasi as pengolahan minimal
sepuluh me e kubik limbah cai pe ha i. Ta ge e sebu disesuaikan dengan olume p oduksi
e anol a a- a a yang dihasilkan oleh masya aka di Desa Ngombakan. Peme in ah desa be encana
mene apkan sis em pengolahan biologis menggunakan bak pengendapan dan il asi sede hana aga
biaya pembangunan e ap e isien.
Upaya pengelolaan limbah melalui encana pembangunan IPAL menjadi buk i komi men desa
e hadap pene apan p insip pembangunan be kelanju an. Peme in ah desa be pe an sebagai
pelaksana kebijakan lingkungan di ingka lokal sesuai dengan amana Pasal 26 Undang-Undang
Nomo 6 Tahun 2014 en ang Desa. Peme in ah desa memiliki kewajiban menjaga keles a ian
lingkungan se a meningka kan kesejah e aan masya aka melalui pengelolaan sumbe daya yang
be kelanju an. Rencana IPAL menjadi ben uk konk e da i pelaksanaan anggung jawab hukum
e sebu . Pembangunan IPAL idak hanya be ujuan mengendalikan pencema an, e api juga
menjadi sa ana edukasi hukum lingkungan bagi wa ga desa.
15
Bapak Su an o menegaskan bahwa masya aka pada dasa nya mendukung encana
pembangunan IPAL. Wa ga mengakui bahwa limbah hasil p oduksi e anol elah menimbulkan bau
menyenga e u ama saa musim kema au. Peme in ah desa elah melakukan sosialisasi awal kepada
pa a pelaku p oduksi un uk mempe kenalkan konsep IPAL komunal. Hasil sosialisasi menunjukkan
adanya an usiasme wa ga un uk be pa isipasi dalam pembangunan apabila mekanisme pembiayaan
idak membebani indi idu. Peme in ah desa menyiapkan konsep ke ja go ong oyong dalam ahap
pembangunan isik IPAL aga masya aka me asa memiliki dan iku be anggung jawab e hadap
pemeliha aannya.
Peme in ah desa bisa memben uk kelompok pengelola IPAL yang be anggo akan pe wakilan
da i se iap dusun un uk pembe dayaan kebe langsungan p og am ini.
16
Kelompok e sebu akan
mengelola ope asional ha ian IPAL se a melakukan pengawasan e hadap pembuangan limbah da i
pa a pelaku p oduksi. Peme in ah desa menyiapkan ancangan pe a u an desa yang akan menjadi
dasa hukum pemben ukan kelompok e sebu . Rancangan pe a u an ini akan menga u hak dan
15
Maulia Salma Al Fa eena and A i Subowo, ‘Implemen asi P og am Pengadaan Ins alasi Pengolahan Ai Limbah ( IPAL ) Komunal Di Ko a
Sema ang ( S udi Kasus Di Kelu ahan Kuningan Dan Sekayu )’, Jou nal o Managemen & Public Policy, 14.2 (2025)
<h ps://ejou nal3.undip.ac.id/index.php/jppm /a icle/ iew/50796>.
16
Su ayono, Dyah Widu i, and Akhmad Mu ajib, Pengelolaan Ase Desa (Yogyaka a: Fo um Pengembangan Pembaha uan Desa (FPPD),
2014).
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
kewajiban pengguna IPAL, mekanisme pe awa an, se a sanksi bagi pelangga an pembuangan
limbah anpa pengolahan. Pemben ukan kelembagaan lokal ini diha apkan mempe kua a a kelola
lingkungan be basis pa isipasi wa ga.
Peme in ah Desa Ngombakan juga be upaya mengin eg asikan encana pembangunan IPAL
dengan p og am pembe dayaan masya aka . Peme in ah desa be encana menjalin ke ja sama
dengan pe gu uan inggi un uk mendapa kan pendampingan eknis dalam desain dan sis em
pengelolaan limbah. Mahasiswa KKN dan im pengabdian masya aka dapa be pe an dalam
membe ikan edukasi en ang eknologi pengolahan limbah sede hana. Pendeka an ini memban u
meningka kan kapasi as wa ga dalam memahami man aa IPAL se a ca a ke ja sis em pengolahan
ai limbah. Peme in ah desa menilai bahwa sine gi an a a akademisi, peme in ah, dan masya aka
menjadi kunci kebe hasilan pengelolaan lingkungan be basis desa.
Upaya pengelolaan limbah melalui IPAL di Desa Ngombakan memiliki ele ansi dengan
p insip hukum lingkungan nasional. Undang-Undang Nomo 32 Tahun 2009 en ang Pe lindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan pen ingnya pencegahan pencema an melalui
pendeka an eknologi amah lingkungan. Peme in ah desa mene jemahkan p insip e sebu dalam
kon eks lokal melalui encana pembangunan IPAL. Pene apan p insip keha i-ha ian menjadi dasa
dalam menen ukan lokasi, kapasi as, dan sis em pengelolaan aga idak menimbulkan dampak
nega i ba u. Upaya ini mempe liha kan bahwa hukum lingkungan dapa diimplemen asikan seca a
nya a di ingka desa melalui pe encanaan be basis kebu uhan masya aka .
Rencana pembangunan IPAL di Desa Ngombakan idak hanya menjadi jawaban a as pe soalan
limbah e anol, e api juga menjadi simbol pe ubahan pola piki masya aka e hadap pen ingnya
kebe sihan lingkungan. Peme in ah desa be komi men menjadikan p oyek ini sebagai bagian da i
s a egi jangka panjang pembangunan desa be kelanju an. Upaya pengelolaan limbah melalui IPAL
mempe kua kesada an hukum, meningka kan pa isipasi masya aka , dan mencip akan
keseimbangan an a a ekonomi dan lingkungan. Peme in ah desa be ha ap dukungan lin as sek o
dapa menjadikan encana IPAL sebagai con oh kebe hasilan in eg asi hukum, eknologi, dan
pembe dayaan masya aka dalam pengelolaan lingkungan di ingka desa.
REFERENSI
Ke angka hukum pengelolaan lingkungan hidup membe ikan landasan yang egas bahwa se iap
kegia an p oduksi, e masuk pembua an e anol di Desa Ngombakan, wajib melaksanakan pengendalian
limbah sebelum dilepas ke lingkungan. Ke en uan nasional mengenai baku mu u ai limbah, pe izinan
be basis isiko, se a kewenangan desa dalam menjaga keles a ian lingkungan menempa kan isu limbah
e anol sebagai anggung jawab be sama an a a pelaku usaha, peme in ah dae ah, dan peme in ah desa.
Analisis menunjukkan bahwa pe soalan pencema an yang muncul di ingka lokal memiliki hubungan
langsung dengan kewajiban hukum yang elah di e apkan, sehingga pengelolaan limbah menjadi
keha usan no ma i yang pe lu di e apkan seca a konsis en.
Upaya peme in ah desa dalam me encanakan pembangunan IPAL menggamba kan langkah
nya a un uk memenuhi kewajiban hukum e sebu sekaligus menjawab kebu uhan eknis pengolahan
limbah e anol. Peme in ah desa elah menyusun desain awal, menjalin koo dinasi dengan Dinas
Lingkungan Hidup, meliba kan masya aka , dan menyiapkan s uk u kelembagaan un uk pengelolaan
IPAL. In o masi da i Bapak Su an o selaku Kepala Dusun 1 menunjukkan bahwa dukungan wa ga
cukup kua meskipun pe soalan lahan dan pendanaan masih menjadi hamba an u ama. Keselu uhan
upaya e sebu menunjukkan bahwa pembangunan IPAL me upakan solusi s a egis yang
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
mengin eg asikan aspek hukum, eknis, dan pa isipasi masya aka dalam mengendalikan pencema an
se a mewujudkan pengelolaan lingkungan yang be kelanju an di Desa Ngombakan.
REFERENSI
Abdi, A ham, and Ha ono Hamzah, ‘Pe an Peme in ah Desa Dalam Menanggulangi Limbah Domes ik
Be dasa kan Pe da No . 2 Tahun 2016 Ten ang Pe lindungan Dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup’, Ju nal MALREV (Madani Legal Re iew), 9.1 (2025)
Akhmaddhian, Suwa i, and Peny Hanipah, ‘Penegakan Hukum Te hadap Tindak Pidana Pencema an
Tanah Akiba Limbah Indus i’, Ju nal Peneli ian Uni e si as Kuningan, 12.02 (2021)
<h ps://jou nal.uniku.ac.id/index.php/logika/a icle/ iew/2509>
Ali, Muhammad Khalid, E i Dwi Has i, and AA Muhammad Insany Rachman, ‘ASAS PENCEMAR
MEMBAYAR(POLLUTER PAYS PRINCIPLE): BENTUKPERTANGGUNGJAWABAN
HUKUM PELAKU USAHA YANG MELANGGARBAKU MUTU AIR LIMBAH’, Ju nal
Panah Keadilan, 2.1 (2023)
<h ps://www.ju nal.uni aya.ac.id/index.php/PanahKeadilan/a icle/ iew/730>
Annisa, Di a Az-Zah a, Nu Ri a Ashya, and No La i ah, ‘Re iew Ju nal Pengelolaan Limbah Cai
Fa masi Dengan Me ode Ae ob-Anae obDalam Penu unan Kada COD’, Ju nal Pha macy
Genius, 04.02 (2025) <h ps://genius.inspi a.o .id/index.php/pha mgen/a icle/ iew/732>
A i in, Bahak Udin By, and Nu dyansyah, BUKU AJAR Me odologi Peneli ian Pendidikan, ed. by Eni
Fa iya ul Fahyuni (Sidoa jo, Jawa Timu : UMSIDA P ess, 2018)
B am, Damianus, ‘Desa Ngombakan Bu uh IPAL Limbah E anol’, Rada solo.Jawapos.Com, 2023
<h ps:// ada solo.jawapos.com/sukoha jo/841699825/desa-ngombakan-bu uh-ipal-limbah-
e anol>
Dian ha, I Made Pasek, Me odologi Peneli ian Hukum No ma i Dalam Jus i ikasi Teo i Hukum
(P enada Media, 2017)
E endi, Jonaedi, and Johnny Ib ahim, Me ode Peneli ian Hukum No ma i Dan Empi is (Depok:
P enada Media G oup, 2018)
Al Fa eena, Maulia Salma, and A i Subowo, ‘Implemen asi P og am Pengadaan Ins alasi Pengolahan
Ai Limbah ( IPAL ) Komunal Di Ko a Sema ang ( S udi Kasus Di Kelu ahan Kuningan Dan
Sekayu )’, Jou nal o Managemen & Public Policy, 14.2 (2025)
<h ps://ejou nal3.undip.ac.id/index.php/jppm /a icle/ iew/50796>
Jannah, Annisa Sephia, Najmi Fauzia us Salma, A ikah Salma, and Muhammad Vi as Maulana,
‘Tanggung Jawab Adminis a i Peme in ah Dae ah Dalam Pengawasan Izin Lingkungan’, Ju nal
Rise Hukum Kenega aan & Poli ik, 4.1 (2025)
<h ps://ejou nal.s aindi undeng.ac.id/index.php/cons i uo/a icle/ iew/5009>
Nikmah, Uswa un, Nu Aida Fa ani, Faza Mayes ha Aji, Ali Akba I ansyah, VIi a T ansimawa i,
Negal Hend iyan o, and o he s, ‘Pe sepsi Masya aka Te hadap Ak i i as P oduksi Alkohol Di
Desa Bekonang Be dasa kan La a Belakang Sosio-Kul u al’, Ju nal Sosial Ekonomi Dan
Humanio a, 8.2 (2022)
Nug aha, Muhammad Raihan, ‘Apa I u Pe izinan Be usaha Be basis Risiko?’, Hukumonline.Com, 2025
<h ps://www.hukumonline.com/klinik/a/apa-i u-pe izinan-be usaha-be basis- isiko-
l 60741b4e30518/>
Puang, Vic o ianus M.H Randa, HUKUM PENDIRIAN USAHA DAN PERIZINAN (Yogyaka a:
Deepublish, 2015)
Rokhman, Bakh u , Tobi in, Ali Rokhman, and Denok Ku niasih, ‘PENYELENGGARAAN
Media Hukum Indonesia (MHI)
Published by Yayasan Daa ul Huda K ueng Mane
h ps://ojs.daa ulhuda.o .id/index.php/MHI/index
Oc -Dec. 2025, Vol. 3, No. 4
e-ISSN: 3032-6591
pp 627-635
Media Hukum Indonesia, 2025, Vol. 3, No. 4, P. 627-635
PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO MELALUI SISTEM ONLINE SINGLE
SUBMISSION (OSS)’, Jou nal o Science and Economic Resea ch, 6.1 (2024)
<h ps://idm.o .id/JSER/index.php/JSER/a icle/ iew/399>
Su ayono, Dyah Widu i, and Akhmad Mu ajib, Pengelolaan Ase Desa (Yogyaka a: Fo um
Pengembangan Pembaha uan Desa (FPPD), 2014)
Sy, Asmalinda, Ald i F inaldi, and Remb an , ‘Tanggung Jawab Peme in ah Dalam Pengelolaan
Limbah Domes ik’, Ju nal Mul idisiplin Ilmu, 2.12 (2024)