scieee Science in your language
[en] (orig)

Resolving Goods Procurement Contract Disputes via Arbitration: An Analysis of the PT Ifani Dewi vs. DKI Jakarta Government Case

Author: Amanda Shofwa Khairunnisa, Fayza Azmina, Juniartha Gladys Naomi Magdalena Gultom
Publisher: Zenodo
DOI: 10.5281/zenodo.17694654
Source: https://zenodo.org/records/17694654/files/395-398.pdf
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-Ilmu Sosial
Volume 3, Nomo 4, No embe 2025, P. 395-398
E-ISSN: 3025-6704
DOI: h ps://doi.o g/10.5281/zenodo.17694654
*Co esponding Au ho
Email: lisnasaha [email protected], [email protected], haikalp [email protected], and ewkz [email protected],
iyansyaha [email protected], [email protected], neysaaulia19[email p o ec ed], [email protected],
hai anisi eg[email p o ec ed]d, be lian [email protected]
Pe spek i BPBD Ko a Medan dalam Pemahaman Konsep Bencana
The Pe spec i e o he Medan Ci y BPBD in Unde s anding he Concep o Disas e
Lisna Saha a1, Dian selasih2, Haikal P imsa Gin ing1, And ew Winp ay Ka o-ka o1, Riyan
Syah E endi2, Dinda Salsabila Ha ahap2, Neysa Aulia Pu i1, Salwa Rizky Adinda1, Hai ani
Si ega 1, Be lian i1
1Uni e si as Suma e a U a a, 2Uni e si as Islam Nege i Suma e a U a a
A B S T R A C T
Peneli ian ini be ujuan un uk memahami pe spek i Badan
Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) Ko a Medan dalam memaknai
konsep bencana, se a bagaimana pemahaman e sebu be penga uh
e hadap pelaksanaan ugas dan koo dinasi lin as lembaga. Me ode
peneli ian yang digunakan adalah pendeka an kuali a i desk ip i melalui
wawanca a mendalam dengan pihak BPBD Ko a Medan dan s udi
dokumen asi e hadap kebijakan se a pe a u an pe undang-undangan
e kai . Hasil peneli ian menunjukkan bahwa BPBD Ko a Medan memiliki
pemahaman konsep ual yang sesuai dengan Undang-Undang Nomo 24
Tahun 2007 en ang Penanggulangan Bencana, namun masih e dapa
kesenjangan pemahaman di ingka masya aka . BPBD be pe an sebagai
komando, koo dina o , dan pelaksana u ama penanggulangan bencana,
se a memben uk im e padu sesuai dengan jenis bencana yang e jadi.
Meskipun demikian, endahnya li e asi masya aka e hadap a i bencana
se ingkali menimbulkan salah pe sepsi mengenai anggung jawab BPBD.
A B S T R A C T
This s udy aims o unde s and he pe spec i e o he Regional Disas e
Managemen Agency (BPBD) o Medan Ci y in in e p e ing he concep o
disas e , as well as how his unde s anding in luences he implemen a ion
o du ies and c oss-agency coo dina ion. The esea ch me hod used is a
desc ip i e quali a i e app oach h ough in-dep h in e iews wi h BPBD
Medan Ci y o icials and documen a ion s udies o ele an policies and legisla ion. The esul s o he s udy
indica e ha BPBD Medan Ci y possesses a concep ual unde s anding consis en wi h Law Numbe 24 o 2007
on Disas e Managemen ; howe e , he e emains a gap in unde s anding a he communi y le el. BPBD se es
as he main command, coo dina o , and execu o o disas e managemen e o s and o ms in eg a ed eams
acco ding o he ype o disas e occu ing. Ne e heless, he low le el o communi y li e acy ega ding he
meaning o disas e s o en leads o misconcep ions abou BPBD’s esponsibili ies.
PENDAHULUAN
Indonesia me upakan salah sa u nega a dengan ingka ke en anan bencana e inggi di
dunia. Le ak geog a is yang be ada di pe emuan iga lempeng ek onik besa , kondisi geologis
yang kompleks, se a ak o sosial ekonomi masya aka menjadikan Indonesia sanga en an
e hadap be bagai jenis bencana, baik alam, non-alam, maupun sosial. Ko a Medan sebagai salah
sa u ko a besa di Pulau Suma e a juga idak e lepas da i po ensi ancaman bencana sepe i
banji , kebaka an, maupun bencana sosial akiba kon lik dan ekanan ekonomi (Rahman e al.,
2021).
Pemahaman e hadap konsep bencana menjadi sanga pen ing dalam upaya pengu angan
isiko bencana (PRB). Menu u Undang-Undang Nomo 24 Tahun 2007 en ang Penanggulangan
Bencana, bencana adalah pe is iwa a au angkaian pe is iwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan masya aka akiba ak o alam, non-alam, maupun manusia yang menimbulkan
ko ban jiwa, ke usakan lingkungan, ke ugian ha a benda, dan dampak psikologis. Namun,
A R T I C L E I N F O
A icle his o y:
Recei ed No embe 05, 2025
Re ised 10 No embe 2025
Accep ed 15 No embe 2025
A ailable online 20 No embe 2025
Keywo ds
BPBD, konsep bencana, pe spek i
kelembagaan, Ko a Medan
Keywo ds:
BPBD, disas e concep , ins i u ional
pe spec i e, Medan Ci y
This is an open access a icle unde he CC BY-SA
license. Copy igh © 2025 by Au ho . Published by
Yayasan Daa ul Huda
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 395-398
Socius E-ISSN: 3025-6704
pemahaman ini belum sepenuhnya e sosialisasikan seca a menyelu uh di masya aka , e u ama
di ingka lokal (Fi iani & Nug oho, 2020).
Badan Penanggulangan Bencana Dae ah (BPBD) Ko a Medan memiliki pe an s a egis
dalam se iap ase penanggulangan bencana, mulai da i p a-bencana, anggap da u a , hingga
pascabencana. BPBD be ungsi sebagai komando, koo dina o , dan pelaksana u ama
penanggulangan bencana di ingka dae ah. Dalam kondisi da u a , BPBD memben uk im
e padu yang e di i da i be bagai unsu sepe i Ta una Siaga Bencana (Tagana), Dinas
Keseha an, TNI, Pol i, dan ins ansi lainnya sesuai dengan jenis bencana yang e jadi (Ku niawan
e al., 2022).
Namun, masih banyak masya aka yang memiliki pemahaman keli u en ang apa yang
dimaksud dengan bencana. Tidak ja ang masya aka menganggap kemiskinan a au masalah
sosial ekonomi sebagai ben uk bencana yang ha us di angani oleh BPBD. Padahal, seca a
konsep ual, kemiskinan me upakan dampak da i bencana, bukan bencana i u sendi i (Fi iani &
Nug oho, 2020). Kesalahpahaman ini menunjukkan pen ingnya edukasi publik dan pengua an
komunikasi isiko oleh lembaga e kai aga masya aka dapa memahami pe bedaan an a a
bencana, isiko, dan dampaknya (Rahman e al., 2021).
Tujuan peneli ian ini adalah un uk menganalisis bagaimana BPBD Ko a Medan
memahami konsep bencana se a mengiden i ikasi ben uk implemen asi pemahaman e sebu
dalam pelaksanaan ugasnya di lapangan, e masuk dalam hal koo dinasi lin as sek o , kajian
cepa , dan pengambilan kebijakan saa e jadi bencana (Sa i e al., 2019).
METODE PENELITIAN
Peneli ian ini menggunakan pendeka an kuali a i desk ip i un uk memahami seca a
mendalam pe spek i BPBD Ko a Medan e hadap konsep bencana. Da a p ime dipe oleh
melalui wawanca a mendalam dengan pejaba dan s a BPBD Ko a Medan yang e liba langsung
dalam kegia an penanggulangan bencana. Selain i u, dilakukan s udi dokumen asi e hadap
dokumen kebijakan, lapo an kegia an, dan pe a u an dae ah e kai kebencanaan. Da a sekunde
dipe oleh da i li e a u , ju nal ilmiah, dan pe a u an nasional sepe i UU Nomo 24 Tahun 2007
dan PP Nomo 21 Tahun 2008.
Da a yang e kumpul dianalisis menggunakan eknik eduksi da a, penyajian da a, dan
pena ikan kesimpulan un uk menemukan pola dan ema u ama dalam pemahaman se a
pelaksanaan konsep bencana oleh BPBD Ko a Medan. Validi as da a dipe kua dengan iangulasi
sumbe dan pengecekan hasil wawanca a dengan dokumen esmi BPBD dan BNPB.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Be dasa kan hasil peneli ian, BPBD Ko a Medan memahami bahwa kemiskinan bukanlah
ben uk bencana, melainkan dampak yang imbul akiba bencana. Pemahaman ini didasa kan
pada pengalaman lapangan sepe i kasus e upsi Gunung Sinabung, di mana masya aka
kehilangan empa inggal, peke jaan, dan sumbe pendapa an, sehingga masuk dalam ka ego i
dampak pascabencana. Pe spek i ini sejalan dengan pandangan eo e is bahwa bencana ha us
dibedakan da i akiba yang di imbulkannya, aga kebijakan penanggulangan dapa lebih okus
pada mi igasi dan pemulihan ekonomi masya aka e dampak (Fi iani & Nug oho, 2020).
Dalam kon eks bencana sosial, BPBD Ko a Medan menekankan bahwa dampaknya e bagi
menjadi iga klasi ikasi u ama yai u psikologis, ekonomi, dan isik. Ke iganya saling be hubungan
dan se ingkali membu uhkan penanganan be beda. Misalnya, dampak psikologis sepe i auma
meme lukan pendampingan men al, sedangkan dampak ekonomi be kai an dengan pemulihan
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 395-398
Salsabila Angg aini Zaka ia, e ., al/ Op imalisasi Pelayanan Adminis asi
ma a pencaha ian, dan dampak isik be hubungan dengan pemulihan in as uk u dan
keseha an masya aka (Rahman e al., 2021).
Dalam pelaksanaan ugasnya, BPBD be pe an sebagai komando, koo dina o , dan
pelaksana u ama penanggulangan bencana di dae ah. Sebagai komando, BPBD memimpin
ope asi penanganan da u a ; sebagai koo dina o , BPBD menjemba ani ke ja sama an a ins ansi;
dan sebagai pelaksana, BPBD menjalankan kebijakan anggap da u a seca a langsung di
lapangan. Fungsi ganda ini menun u kapasi as kelembagaan yang kua , se a komunikasi e ek i
dengan be bagai pihak (Ku niawan e al., 2022).
Pada se iap kejadian bencana, BPBD Ko a Medan memben uk im e padu yang
meliba kan be bagai ins ansi, sepe i Tagana, Dinas Keseha an, Palang Me ah Indonesia, TNI,
Pol i, dan lembaga lain e gan ung jenis bencananya. Dalam kon eks e o isme misalnya,
koo dinasi dilakukan be sama BNPT dan ins ansi keamanan di bawah komando Waliko a Medan.
Model kolabo asi lin as sek o ini mempe cepa pengambilan kepu usan dan mencegah umpang
indih kewenangan an a lembaga (Sa i e al., 2019).
Namun demikian, an angan u ama yang dihadapi BPBD adalah endahnya ingka
pemahaman masya aka e hadap a i ka a “bencana”. Banyak wa ga menganggap segala ben uk
kejadian yang me ugikan sebagai anggung jawab BPBD, e masuk pe soalan sosial-ekonomi
yang idak dika ego ikan sebagai bencana be dasa kan egulasi nasional. Hal ini menimbulkan
kesalahpahaman publik dan menambah beban pe sepsi e hadap kine ja BPBD. Oleh ka ena i u,
peningka an li e asi kebencanaan melalui edukasi publik dan pela ihan masya aka menjadi
sanga pen ing un uk menumbuhkan kesada an isiko di ingka lokal (Rahman e al., 2021).
Selain i u, BPBD Ko a Medan elah melaksanakan kajian cepa (KC) dan kajian cepa da a
(KCD) sebagai bagian da i sis em pengambilan kepu usan anggap da u a . Kajian cepa
dilakukan saa penanganan un uk meme akan kebu uhan dan kondisi lapangan, sedangkan
kajian cepa da a dilakukan sebelumnya sebagai dasa pe encanaan penanganan yang epa .
Kedua mekanisme ini memban u BPBD me espons bencana seca a e ek i dan e isien, sekaligus
meningka kan koo dinasi dengan ins ansi lain (Ku niawan e al., 2022).
Seca a keselu uhan, pe spek i BPBD Ko a Medan dalam memahami konsep bencana
sudah sesuai dengan p insip-p insip penanggulangan bencana nasional. Namun, dipe lukan
upaya be kelanju an un uk mempe kua edukasi masya aka , mempe baiki sis em komunikasi
isiko, dan meningka kan kolabo asi an a ins ansi aga penanggulangan bencana di Ko a Medan
dapa be jalan lebih e ek i dan be o ien asi pada ke ahanan masya aka .
SIMPULAN
Be dasa kan hasil peneli ian, dapa disimpulkan bahwa BPBD Ko a Medan memiliki
pemahaman yang cukup baik e hadap konsep bencana sesuai dengan egulasi nasional,
khususnya Undang-Undang Nomo 24 Tahun 2007 en ang Penanggulangan Bencana. BPBD
memahami bahwa kemiskinan bukan me upakan bencana, melainkan dampak da i bencana yang
e jadi, sepe i pada kasus masya aka e dampak e upsi Gunung Sinabung. Pemahaman ini
menjadi dasa bagi BPBD dalam menyusun s a egi mi igasi dan pemulihan pascabencana.
Selain i u, BPBD menilai bahwa bencana sosial memiliki iga ben uk dampak u ama, yakni
psikologis, ekonomi, dan isik, yang saling be kai an dan membu uhkan penanganan e in eg asi.
Dalam melaksanakan ugasnya, BPBD be pe an sebagai komando, koo dina o , dan pelaksana
u ama penanggulangan bencana di dae ah, se a memben uk im e padu lin as ins ansi yang
disesuaikan dengan jenis dan skala bencana.
Meskipun demikian, peneli ian ini juga menemukan bahwa ingka pemahaman
masya aka e hadap konsep bencana masih endah. Banyak masya aka yang masih
Socius: Ju nal Peneli ian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 395-398
Socius E-ISSN: 3025-6704
menganggap semua pe is iwa me ugikan sebagai anggung jawab BPBD. Hal ini menunjukkan
pe lunya peningka an edukasi publik mengenai de inisi, jenis, dan klasi ikasi bencana aga
masya aka dapa be pa isipasi ak i dalam upaya pengu angan isiko.
Da i sisi kelembagaan, BPBD Ko a Medan elah mene apkan kajian cepa (KC) dan kajian
cepa da a (KCD) sebagai ins umen pen ing dalam penanganan bencana. Kajian ini memban u
menen ukan langkah s a egis dan kebijakan anggap da u a be basis da a lapangan. Seca a
umum, pe spek i BPBD Ko a Medan sudah sejalan dengan p insip manajemen bencana nasional,
namun masih pe lu di ingka kan dalam aspek li e asi kebencanaan masya aka dan sine gi
an a ins ansi.
REFERENSI
Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 24 Tahun 2007 en ang Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2020). Pedoman Umum Penanggulangan
Bencana. Jaka a: BNPB.
Ku niawan e al., 2022. The Role o BPBD in Local Disas e Managemen Coo dina ion in
Indonesia. Jou nal o Disas e S udies.
Rahman e al., 2021. Communi y Awa eness and Unde s anding o Disas e Risk in Indonesia.
In e na ional Jou nal o Disas e Risk Reduc ion.
Fi iani & Nug oho, 2020. Unde s anding Disas e Concep s: Public Pe cep ion and Policy
Challenges in Indonesia. Disas e Go e nance Re iew.
Sa i e al., 2019. Local Go e nmen Coo dina ion in Eme gency Response: A S udy o BPBD
P ac ices. Jou nal o Regional Disas e Managemen .