Peran Digital Transformation dan Teknologi Digital dalam Memacu Corporate Entrepreneurship: Tinjauan Literatur
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 5, December 2025, P. 67-74 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17810214 *Corresponding Author Email: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Peran Digital Transformation dan Teknologi Digital dalam Memacu Corporate Entrepreneurship: Tinjauan Literatur Haniatur Rofiqoh Umar1*, Dinda Syafitri2, Agung Winarno3, Heny Kusdiyanti4 1-4 1,2,3,4 State University of Malang A B S T R A C T This research aims to analyze how digital transformation and digital technology drive corporate entrepreneurship in incumbent companies. The method used is a narrative literature review of books, articles, and academic journals published between 2018 and 2025 that discuss digital transformation, the utilization of digital technology, and corporate entrepreneurship mechanisms. The study results indicate that digital technologies—such as cloud computing, big data analytics, artificial intelligence, and collaborative platforms—serve as an innovation infrastructure enabling rapid experimentation, cross-functional collaboration, and data-driven decision-making. This technology has been proven to foster intrapreneurial behavior and strengthen the process of creating new value. Beside technological aspects, the effectiveness of corporate entrepreneurship is significantly influenced by organizational factors such as ambidextrous leadership, mature digital governance, and agile-based intrapreneurship programs. External collaboration thru partnerships with startups also plays a crucial role in accelerating innovation, as long as the organization can manage the integration of knowledge and differences in institutional logic. Overall, this review confirms that digital transformation and corporate entrepreneurship are two mutually reinforcing strategic agendas for enhancing organizational competitiveness. Harmonious integration between digital technology, governance structures, agile culture, and visionary leadership is key to maximizing the potential of corporate entrepreneurship in the digital age. A B S T R A K Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi digital dan teknologi digital memacu corporate entrepreneurship pada perusahaan incumbent. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif terhadap buku, artikel, dan jurnal akademik terbitan 2018–2025 yang membahas transformasi digital, pemanfaatan teknologi digital, dan mekanisme kewirausahaan korporasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital—seperti cloud computing, big data analytics, kecerdasan buatan, serta platform kolaboratif—berperan sebagai infrastruktur inovasi yang memungkinkan eksperimen cepat, kolaborasi lintas fungsi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Teknologi ini terbukti mendorong perilaku intrapreneurial dan memperkuat proses penciptaan nilai baru. Selain aspek teknologi, efektivitas corporate entrepreneurship sangat dipengaruhi oleh faktor organisasional, seperti kepemimpinan ambidextrous, tata kelola digital yang matang, serta program intrapreneurship berbasis agile. Kolaborasi eksternal melalui kerja sama dengan startup juga berperan penting dalam mempercepat inovasi, selama organisasi mampu mengelola integrasi pengetahuan dan perbedaan logika institusional. Secara keseluruhan, tinjauan ini menegaskan bahwa transformasi digital dan corporate entrepreneurship merupakan dua agenda strategis yang saling memperkuat dalam meningkatkan daya saing organisasi. Integrasi yang selaras antara teknologi digital, struktur tata kelola, budaya agile, dan kepemimpinan visioner menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi kewirausahaan korporasi di era digital. PENDAHULUAN Dalam era ekonomi digital yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan volatilitas pasar, kemampuan organisasi untuk berinovasi dan beradaptasi menjadi penentu utama daya saing dan kelangsungan hidup. Konsep Corporate Entrepreneurship (CE) yang mencakup intrapreneurship, corporate venturing, dan inisiatif strategis lainnya, telah lama diakui A R T I C L E I N F O Article history: Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 Accepted 25 November 2025 Available online 01 December 2025 Keywords Digital Transformation, Digital Technology, Corporate Entrepreneurship, Intrapreneurship, Digital Governance. Keywords Transformasi Digital, Teknologi Digital, Corporate Entrepreneurship, Intrapreneurship, Digital Governance. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Socius E-ISSN: 3025-6704 sebagai katalis vital untuk mendorong pertumbuhan dan pembaruan organisasi (Kuratko et al., 2020). Namun, lanskap digital kontemporer telah mengubah paradigma ini secara fundamental. Transformasi digital tidak lagi sekadar menjadi alat pendukung efisiensi operasional, melainkan telah berevolusi menjadi kekuatan pendisrupsi dan sekaligus enabler yang merekonfigurasi cara organisasi menciptakan, menangkap, dan memberikan nilai (Nambisan et al., 2019; Warner & Wäger, 2019). Digital Corporate Entrepreneurship adalah salah satu bidang penelitian yang dinamis yang dihasilkan oleh kombinasi kekuatan transformasi digital dan semangat entrepreneurship perusahaan. Fenomena ini merepresentasikan pendekatan strategis di mana teknologi digital dimanfaatkan secara sistematis untuk mempercepat, memperluas, dan mentransformasi proses kewirausahaan di dalam organisasi yang mapan. Teknologi seperti cloud computing, big data analytics, kecerdasan buatan (AI), dan platform kolaboratif menyediakan digital affordances yang memungkinkan eksperimen dengan biaya rendah, kolaborasi lintas batas, dan identifikasi peluang yang digerakkan oleh data (Autio et al., 2018; D'Angelo et al., 2023). Sementara itu, kerangka CE memberikan strategi dan struktur untuk menyalurkan potensi teknologi ini menjadi inovasi yang bernilai komersial. Meskipun potensinya besar, untuk Digital Corporate Entrepreneurship yang sukses dipenuhi dengan tantangan kompleks. Organisasi sering kali menghadapi digital assimilation gap yaitu kesenjangan antara mengadopsi teknologi dan mengintegrasikannya secara mendalam ke dalam proses kerja dan model bisnis inti (Kohli & Melville, 2019). Tantangan lain mencakup resistensi budaya, kesenjangan keterampilan, benturan logika institusional dalam kolaborasi, serta kebutuhan mendesak untuk tata kelola dan kepemimpinan yang efektif (D'Angelo et al., 2023; Prügl & Spitzley, 2021; Sebastian et al., 2020). Banyak penelitian membahas transformasi digital dan corporate entrepreneurship secara terpisah, tetapi hanya sedikit penelitian yang menggabungkan keduanya untuk menciptakan dinamika inovasi dalam perusahaan modern. Selain itu, penelitian dalam literatur menunjukkan bahwa hasil yang terkait dengan mekanisme digital yang secara langsung memengaruhi perilaku kewirausahaan dipisahkan. Akibatnya, untuk mengatasi perbedaan ini, diperlukan tinjauan literatur yang lebih terorganisir. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan analisis mendalam dan komprehensif tentang peran transformasi digital dan teknologi digital dalam mendorong kewirausahaan perusahaan. Secara khusus, penelitian ini akan menganalisis peran teknologi digital sebagai infrastruktur inovasi dan penggerak perilaku intrapreneurial. Penelitian ini juga akan mengkaji mekanisme formal, seperti program intrapreneurship digital dan agile, untuk menyebarkan energi kewirausahaan. dan mengidentifikasi masalah utama dan menggambarkan prospek di masa depan, seperti kolaborasi manusia dan AI dalam proses kewirausahaan. Tinjauan ini berfokus pada organisasi besar (incumbents) di berbagai industri, karena organisasi jenis ini menghadapi kompleksitas terbesar dalam mengintegrasikan teknologi digital dan memobilisasi corporate entrepreneurship. Dengan mensintesis temuan dari berbagai studi empiris dan konseptual terkini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang holistik dan kerangka pemikiran yang berguna bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mengelola dan memanfaatkan sinergi antara transformasi digital dan kewirausahaan korporat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur naratif untuk menyelidiki hubungan antara transformasi digital, teknologi digital, dan kewirausahaan perusahaan (CE). Ini dipilih
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Haniatur Rofiqoh Umar, et., al/ Peran Digital Transformation karena sesuai dengan tujuan penelitian: menggabungkan konsep, hasil empiris, dan kemajuan teori tanpa mengikuti standar teknis yang ketat seperti Systematic Literature Review (SLR). Studi literatur dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang berupaya memahami hubungan konseptual dan empiris antara perkembangan transformasi digital dan dorongan inovasi kewirausahaan perusahaan berdasarkan temuan penelitian sebelumnya (Yusuf, S. A., & Khasanah, U. (2019) Metode studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada serangkaian prosedur sistematis yang mencakup kegiatan mengumpulkan, membaca, mencatat, dan mengelola informasi dari sumber tertulis ilmiah(Verdianto, V., & Muspawi, M. (2025). Sumber data diperoleh dari jurnal internasional, artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui eksplorasi database Google Scholar, dengan batasan tahun publikasi 2018–2025 untuk memastikan keterbaruan penelitian dan kesesuaian dengan dinamika perkembangan teknologi digital dalam konteks organisasi modern. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yakni informasi yang diperoleh dari hasil penelitian terdahulu dan sumber literatur terpercaya. Analisis data melalui tiga tahapan sistematis (Sujiono, H. N., & Astuti, A. W. (2023). Reduksi Data, Pada tahap pertama, literatur yang dikumpulkan dipilah, dipersempit, dan disaring berdasarkan topik penelitian: bagaimana teknologi digital dan transformasi digital mendorong entrepreneurship perusahaan. Tujuan proses reduksi adalah untuk menemukan variabel utama, hasil utama, dan hubungan antar konsep yang mendukung tujuan penelitian serta menghilangkan informasi yang tidak relevan. Penyajian Data, Setelah proses reduksi, data disusun dan diorganisasi kembali dalam struktur tematik. Mereka dikategorikan berdasarkan topik. Contohnya termasuk jenis transformasi digital yang terjadi dalam organisasi, cara teknologi digital digunakan untuk inovasi, indikator entrepreneurship perusahaan, dan bagaimana digitalisasi mempengaruhi penciptaan nilai dan keunggulan kompetitif. Tahap ini membuat interpretasi dan analisis temuan lebih mudah. Penarikan Kesimpulan, Tahap terakhir adalah menginterpretasikan data secara menyeluruh untuk memahami arti dan dampak dari hasil. Pada titik ini, peneliti menemukan hubungan yang kuat dan logis antara transformasi digital, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan entrepreneurship perusahaan. Penemuannya mencakup kontribusi teoretis dan praktis untuk kemajuan ilmu manajemen dan kewirausahaan perusahaan, menjawab pertanyaan penelitian, dan memastikan bahwa temuan literatur dengan benar. Penelitian ini menggunakan metodologi studi literatur, tidak hanya mengumpulkan data tetapi juga membangun pemahaman konseptual dan praktis tentang bagaimana transformasi digital dan teknologi digital menjadi katalis penting dalam mendorong entrepreneurship perusahaan dalam organisasi yang berbasis inovasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Transformasi digital telah berevolusi dari peran pendukung menjadi elemen strategis kritis yang membentuk keunggulan kompetitif berkelanjutan organisasi (Nambisan et al., 2019). Dalam kerangka Corporate Entrepreneurship (CE), inisiatif seperti ventura korporat dan transformasi strategis berbasis teknologi berfungsi sebagai pilar utama yang memperkuat kapasitas inovasi perusahaan, termasuk kegiatan intrapreneurship (Kuratko & Audretsch, 2022). Berdasarkan sintesis literatur terkini, penelitian ini menganalisis secara mendalam dampak transformasi digital terhadap kewirausahaan korporat serta menginvestigasi mekanisme yang mendasari hubungan tersebut (Ferreira et al., 2023).
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Socius E-ISSN: 3025-6704 Teknologi Digital sebagai Infrastruktur dan Katalis Inovasi Teknologi digital membentuk infrastruktur yang memungkinkan eksperimen dan pengembangan konsep baru dengan kecepatan dan efisiensi tinggi (D'Angelo et al., 2023). Penelitian Nambisan et al., (2019) menjelaskan terkait konsep digital affordances. Teknologi seperti cloud, analitik data besar, dan IoT menyediakan "digital affordances" yaitu kemampuan yang memungkinkan individu dan tim untuk bereksperimen dan berkolaborasi dengan biaya rendah dan risiko kegagalan yang minimal. Affordances ini mencakup, kombinasi sumber daya, menggabungkan dan mengatur ulang aset digital dengan mudah (Autio et al., 2018). Perkembangan teknologi digital juga melahirkan kolaborasi kolaborasi platform digital. Platform ini tidak hanya menghubungkan orang, tetapi menciptakan ekosistem untuk berbagi pengetahuan tacit dan eksplisit, yang dapat memunculkan peluang inovasi radikal yang mungkin terlewatkan dalam proses tradisional (Bogers et al., 2019). Teknologi digital berperan sebagai lingkungan generatif aktif dan katalis terpenting untuk kewirausahaan korporat. Teknologi tidak hanya membuka ruang teknis, tetapi juga menciptakan kondisi sosial dan kognitif yang mendorong eksperimentasi, kolaborasi kaya, dan wawasan berbasis data, sehingga mempercepat perilaku intrapreneurial dalam organisasi. Program Intrapreneurship dan Transformasi Organisasi Mekanisme resmi seperti program intrapreneurship diperlukan untuk memanfaatkan infrastruktur digital secara maksimal. Program ini meningkatkan kapabilitas organisasi dan menciptakan budaya inovasi, baik dari proyek yang berhasil maupun yang gagal (Bitzer et al., 2024). Program intrapreneurship tradisional telah berevolusi menjadi "Agile Intrapreneurship", yang menggabungkan kelincahan eksekusi dengan semangat kewirausahaan (Grebić et al., 2025). Pendekatan ini menekankan: 1. Tim lintas fungsi yang otonom. 2. Pengembangan iteratif berdasarkan umpan balik pelanggan (Ciriello et al., 2023). 3. Kemampuan untuk "berputar" (pivot) tanpa stigma kegagalan. 4. Ritme kerja yang cepat dan terprediksi melalui ritual agile (Goncalves et al., 2020). Peran Kegagalan dan Kepemimpinan: 1. Kegagalan yang Terkelola: Kegagalan yang "cerdas" (intelligent failure)—dicirikan oleh eksperimen kecil, hipotesis jelas, dan pembelajaran cepat—merupakan umpan balik berharga dan bagian integral dari pembelajaran organisasi serta membangun ketahanan (corporate entrepreneurship resilience) (Kuratko et al., 2020; Cannon & Edmondson, 2018). 2. Kepemimpinan Pengelola Ketegangan: Keberhasilan membutuhkan pemimpin yang bertindak sebagai "pengelola ketegangan" (tension managers) yang menyeimbangkan otonomi tim dengan kohesi strategis, serta mendorong eksperimen sambil melindungi bisnis inti (Hampel et al., 2020). Program intrapreneurship yang efektif telah berevolusi menjadi jaringan tim agile yang diberdayakan. Keberhasilannya bergantung pada budaya yang mendukung pembelajaran, metodologi yang terstruktur namun adaptif, dan kepemimpinan yang mampu mengelola kompleksitas inovasi. Mekanisme ini mengubah organisasi dari reaktif menjadi proaktif dalam menciptakan perubahan. Strategi Venturing Eksternal: Digital Innopreneurship Inovasi internal yang seringkali terlalu lambat, perusahaan mapan beralih ke venturing eksternal melalui kolaborasi dengan startup. Kerangka dan Kriteria Keberhasilan:
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Haniatur Rofiqoh Umar, et., al/ Peran Digital Transformation 1. Konsep "Digital Innopreneurship" menekankan kolaborasi simbiosis yang memerlukan kerangka evaluasi sistematis, seperti mempertimbangkan 'Digital-Management-IndividualFit' untuk memilih mitra yang tepat (Kollmann, 2025). 2. Keberhasilan bergantung pada kedewasaan proses manajemen pengetahuan perusahaan induk untuk menyerap, mengasimilasi, dan mengintegrasikan pengetahuan dari startup (Gutmann et al., 2021; Weiblen & Chesbrough, 2018). 3. Narasi strategis yang efektif (strategic stories of connection) dibutuhkan untuk menjembatani janji inovasi startup dengan realitas korporat guna mendapatkan dukungan internal (Mikhalkina & Cabantous, 2018). Tantangan dan Penyeimbang: 1. Benturan Logika Institusional: Terdapat perbedaan mendasar antara logika operasi korporat (efisiensi, manajemen risiko) dan startup (kecepatan, eksperimen) (Kohler, 2021). 2. Pengaruh Konteks Organisasi: Dinamika unik seperti identitas keluarga yang kuat dalam perusahaan keluarga dapat menghambat prioritas strategis untuk venturing eksternal (Prügl & Spitzley, 2021). Solusinya perlu pembentukan unit perantara (boundary-spanning units) atau lab inovasi berfungsi sebagai buffer dan penerjemah budaya untuk mengatasi benturan logika dan memfasilitasi kolaborasi tanpa mengganggu operasi inti (Bacq et al., 2022). Venturing eksternal memberi akses pada inovasi radikal, namun memerlukan mekanisme integrasi yang jelas, kemampuan manajemen pengetahuan yang matang, serta strategi (seperti unit perantara dan narasi) untuk menjembatani perbedaan budaya dan logika antara korporat dan startup Fondasi Kesuksesan: Kepemimpinan Strategis dan Tata Kelola Digital Keberhasilan transformasi digital bergantung pada integrasi kepemimpinan strategis dan tata kelola digital (Simsek et al., 2024; Sebastian et al., 2020). 1. Kepemimpinan Strategis sebagai Arsitek Pemimpin harus menerapkan "strategic entrepreneurship framing" untuk menyeimbangkan eksploitasi bisnis inti dengan eksplorasi peluang digital (Simsek et al., 2024). Mereka perlu membangun kapabilitas dinamik untuk merasakan, menangkap, dan mentransformasi peluang digital (Warner & Wäger, 2019), serta menjadi pengelola ambidexterity yang mengelola ketegangan antara stabilitas dan inovasi (Kretschmer & Khashabi, 2020) 2. Fondasi Tata Kelola Digital yang Kuat Tanpa tata kelola yang baik, investasi digital gagal mencapai dampak optimal. Pengendalian internal adalah mediator kritis antara transformasi digital dan produktivitas (Li et al., 2024). Kerangka Tata Kelola Digital yang matang diperlukan untuk mengelola investasi, risiko, dan kinerja inovasi (Mikalef & Krogstie, 2020). Struktur seperti Unit Inovasi Digital (DIU) dapat menjadi wadah eksperimen yang gesit namun terhubung dengan strategi (Tumbas et al., 2018). Keterlibatan Dewan Direksi (misalnya melalui komite dan metrik khusus) juga penting untuk mendorong nilai bisnis (Sebastian et al., 2020). Transformasi memerlukan simbiosis antara pemimpin yang ambidextrous dan fondasi tata kelola yang memungkinkan eksperimen gesit dengan pengendalian dan akuntabilitas yang kuat. Tantangan dan Arah Masa Depan Perjalanan menuju Digital Corporate Entrepreneurship menghadapi tantangan signifikan namun juga membuka peluang transformatif.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Socius E-ISSN: 3025-6704 Tantangan Utama: 1. Resistensi Budaya & Kesenjangan Keterampilan: Merupakan penghambat utama, sering berakar pada ketidaknyamanan akan perubahan (D'Angelo et al., 2023). 2. Kesenjangan Asimilasi Digital: Banyak perusahaan terjebak pada fase "penggunaan" teknologi tanpa mencapai integrasi mendalam ke dalam proses inti untuk menciptakan nilai baru (Kohli & Melville, 2019). 3. Beban Warisan Digital (Digital Debt): Akumulasi sistem warisan, data terisolasi, dan proses kaku menghambat kelincahan dan inovasi, memerlukan "pembayaran hutang" yang signifikan (Hanelt et al., 2021). 4. Perangkap Kapabilitas: Organisasi bisa terlalu terampil mengeksploitasi model bisnis lama sehingga mematikan kemampuan eksplorasi inovasi radikal (Benner & Tushman, 2020). Peluang Transformatif: 1. Kolaborasi Manusia-AI: Teknologi seperti AI tidak hanya mengotomasi, tetapi dapat membantu identifikasi peluang, pembuatan prototipe, dan pengambilan keputusan strategis, membuka bidang "Digital Corporate Entrepreneurship with AI" (Autio et al., 2022). 2. Identifikasi Peluang yang Lebih Baik: Algoritma dapat mengungkap pola pasar atau celah teknologi yang halus, yang mungkin luput dari analisis manusia (Fountaine et al., 2021). 3. Keunggulan Imajinatif: Platform AI memungkinkan perusahaan tidak hanya merespons pasar, tetapi secara proaktif membayangkan dan membentuk masa depan melalui generasi ide (Nambisan et al., 2019). SIMPULAN Transformasi digital dan corporate entrepreneurship saling mendukung. Teknologi (cloud, AI, analitik) berfungsi sebagai infrastruktur inovasi dan alat operasional, namun efektivitasnya bergantung pada integrasi dengan budaya agile, tata kelola digital, dan kepemimpinan visioner. Intrapreneurship, venturing, dan kepemimpinan ambidexter adalah kerangka strategis untuk memanfaatkan potensi ini. Tantangan utama meliputi resistensi budaya, kesenjangan digital, dan struktur lama. Peluang terbesar terletak pada kolaborasi manusia-AI, di mana AI menjadi mitra kreatif, bukan sekadar alat otomatisasi.Integrasi holistik kedua agenda ini membangun model bisnis yang fleksibel, keunggulan kompetitif berbasis data, dan portofolio inovasi yang adaptif. Penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai pengembangan kapabilitas di berbagai skala industri, serta dampak teknologi generatif AI pada proses kewirausahaan di masa depan. REKOMENDASI 1. Pemerintah: Mengembangkan program pelatihan digital dan kewirausahaan nasional., mendorong kolaborasi terbuka antara perusahaan, startup, dan akademisi dengan insentif kebijakan. 2. Dewan Direksi & Manajemen Puncak:Menerapkan framing entrepreneurship strategis dengan mengelola portofolio inovasi (eksploitasi & eksplorasi), memperkuat tata kelola digital (komite, metrik, manajemen risiko), mengembangkan kepemimpinan ambidextrous yang mampu menyeimbangkan operasi stabil dan inovasi disruptif. 3. Manajer & Pelaksana: membangun program intrapreneurship agile terstruktur (seperti innovation labs) dengan budaya belajar dari kegagalan, menginstitusionalkan proses kemitraan dengan startup, mengeksplorasi penerapan AI untuk identifikasi tren, generasi ide, dan pengambilan keputusan inovasi,
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Haniatur Rofiqoh Umar, et., al/ Peran Digital Transformation Dengan rekomendasi ini, organisasi dapat bertransformasi menjadi organisasi entrepreneurial yang adaptif dan proaktif. REFERENSI Autio, E., Nambisan, S., Thomas, L. D. W., & Wright, M. (2022). Digital affordances, spatial affordances, and the genesis of entrepreneurial ecosystems. Strategic Entrepreneurship Journal. Bacq, S., Hertel, C., & Lumpkin, G. T. (2022). Governance in digital corporate venturing: How to manage the inherent tensions. Journal of Business Venturing Insights, 18, e00332. Benner, M. J., & Tushman, M. L. (2020). Reflections on the 2020 AMR Decade Award: Incremental versus Radical Change and the Importance of Opportunities. Academy of Management Review, 45(4), 725-729. Bitzer, M., Pätzmann, L. M., & Buck, C. (2024). The Effects Of Intrapreneurship Programs On Digital Transformation-A Multiple Case Study. Cannon, M. D., & Edmondson, A. C. (2018). Failing to learn and learning to fail (intelligently): How great organizations put failure to work to innovate and improve. In The Oxford Handbook of Organizational Psychology. Ciriello, R. F., Richter, A., & Schwabe, G. (2023). The disruptive impact of design thinking on corporate innovation. Journal of Product Innovation Management. D'Angelo, S., Ghezzi, A., Cavallo, A., Rangone, A., & Gatti, M. (2023). Digital Corporate Entrepreneurship: How Digital Technologies Are Reshaping Entrepreneurship in Incumbents. In ICEIS (2) (pp. 514-521). Fountaine, T., McCarthy, B., & Saleh, T. (2021). Building the AI-powered organization. Harvard Business Review, 99(4), 62-73. Goncalves, D., Bergquist, M., Bunk, R., & Alänge, S. (2020). The role of Innovation Labs in advancing Corporate Entrepreneurship and Innovation: A systematic literature review. Journal of Engineering and Technology Management, 58, 101603. Kohler, T. (2021). Corporate accelerators: Building bridges between corporations and startups. In The Palgrave Handbook of Corporate Venturing (pp. 1-23). Palgrave Macmillan. Kohli, R., & Melville, N. P. (2019). Digital innovation: A review and synthesis. Information Systems Journal. Kollmann, T., & Kollmann, N. (2025). Digital Innopreneurship 1: The Basics of Collaboration Between Corporates and Startups in the Digital Economy. Science, 13(2), 118-134. Kretschmer, T., & Khashabi, P. (2020). Digital transformation and organization design: An integrated approach. California Management Review, 62(4), 86-104. Kuratko, D. F., Hornsby, J. S., & Hayton, J. (2020). Corporate entrepreneurship: A research agenda. Journal of Management. Kuratko, Donald F. & Audretsch, David B. (2022). "The future of entrepreneurship: the few or the many?," Small Business Economics, Springer, vol. 59(1), pages 269-278, June. Li, X., Zhao, F., & Zhao, Z. (2024). Corporate digital transformation, internal control and total factor productivity. PloS one, 19(3), e0298633. Mikalef, P., & Krogstie, J. (2020). Examining the interplay between big data analytics and contextual factors in driving process innovation capabilities. European Journal of Information Systems. Mikhalkina, T., & Cabantous, L. (2018). Strategic stories of connection: How established firms form ties with disruptive startups. Strategic Management Journal, 39(10), 2672-2698.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 67-74 Socius E-ISSN: 3025-6704 Nambisan, S., Wright, M., & Feldman, M. (2019). The digital transformation of innovation and entrepreneurship: Progress, challenges and key themes. Research Policy. Prügl, R., & Spitzley, D. I. (2021). Responding to digital transformation by external corporate venturing: An enterprising family identity and communication patterns perspective. Journal of Management Studies, 58(1), 135-164. Sebastian, I. M., Ross, J. W., Beath, C., Mocker, M., Moloney, K. G., & Fonstad, N. O. (2020). How big old companies navigate digital transformation. MIS Quarterly Executive, 19(3), 145-161. Simsek, Z., Heavey, C., König, A., & Stam, W. (2024). Leading digital transformation in incumbent firms: A strategic entrepreneurship framing. Strategic Entrepreneurship Journal, 18(1), 91102. Sujiono, H. N., & Astuti, A. W. (2023). Peran corporate entrepreneurship dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Jurnal Locus Penelitian Dan Pengabdian, 2(12), 1218-1225 Syafitri, D., Wardani, A. K., & Zanky, M. N. (2025). The Innovative Role of Entrepreneurship Courses in Shaping The Entrepreneurial Mindset of Generation Z: A Systematic Literature Review. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(4), 297-305. Tumbas, S., Berente, N., & Vom Brocke, J. (2018). Digital innovation and institutional entrepreneurship: How Google Cloud is transforming the traditional university. In Proceedings of the International Conference on Information Systems. Umar, H. R., Mariana, Y., & Zanky, M. N. (2026). Analysis Of The Impact Of The High School Double Track waProgramme On Student Skill And Character Development. Jurnal Penelitian Progresif, 5(1), 12-23 Warner, K. S. R., & Wäger, M. (2019). Building dynamic capabilities for digital transformation: An ongoing process of strategic renewal. Long Range Planning. Weiblen, T., & Chesbrough, H. W. (2018). Engaging with startups to enhance corporate innovation. California Management Review, 57(2), 66-90. Verdianto, V., & Muspawi, M. (2025). Studi Literatur: Daftar Pustaka Dalam Pembuatan Karya Ilmiah. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(1), 1-9. Yusuf, S. A., & Khasanah, U. (2019). Kajian literatur dan teori sosial dalam penelitian. Metode penelitian ekonomi syariah, 80, 1-23.