scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Internalisasi Nilai Pancasila dalam Pembentukan Sikap Anti-Korupsi Siswa SMA

Christien Yunike Kournukova Pardede, Ester Enjelika Sianturi, Gracia Ananda, Levi Ritonga, Reny Nadia Rizky, Sindi Novelia Br Sembiring, Anugerah Setiawan

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 5, December 2025, P. 116-119 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17835179 *Corresponding Author Email: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Internalisasi Nilai Pancasila dalam Pembentukan Sikap Anti-Korupsi Siswa SMA Christien Yunike Kournukova Pardede1, Ester Enjelika Sianturi2, Gracia Ananda3, Levi Ritonga4, Reny Nadia Rizky5, Sindi Novelia Br Sembiring6,Anugerah Setiawan7 Universitas Negeri Medan A B S T R A C T This study aims to describe the internalization of Pancasila values in shaping students’ anti-corruption attitudes at SMA HKBP Sidorame Medan. This descriptive qualitative research employed observations, interviews, and documentation, with data analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that the internalization of values is carried out through PPKn learning, school habituation, teacher exemplification, and extracurricular activities. Values such as honesty, responsibility, discipline, deliberation, and justice are integrated into school activities. The internalization of Pancasila values has been shown to shape students’ anti-corruption attitudes, reflected in their avoidance of cheating, compliance with school regulations, and courage to reject unethical behaviors. Supporting factors include school commitment, teacher role modeling, extracurricular involvement, and family support. Inhibiting factors include peer influence, low awareness, and misuse of technology. Overall, Pancasila plays a significant role in strengthening students’ integritybased character. A B S T R A K Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai Pancasila dalam membentuk sikap antikorupsi pada siswa SMA HKBP Sidorame Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui pembelajaran PPKn, pembiasaan sekolah, keteladanan guru, serta kegiatan ekstrakurikuler. Nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, musyawarah, dan keadilan tampak terintegrasi dalam berbagai aktivitas sekolah. Internalisasi nilai Pancasila terbukti membentuk sikap anti-korupsi siswa, terlihat dari perilaku menghindari kecurangan, menaati aturan, dan keberanian menolak tindakan tidak etis. Faktor pendukung terdiri atas komitmen sekolah, keteladanan guru, kegiatan ekstrakurikuler, dan dukungan keluarga. Hambatan meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, rendahnya kesadaran siswa, dan penyalahgunaan teknologi. Secara keseluruhan, nilai Pancasila berperan signifikan dalam memperkuat karakter integritas siswa. PENDAHULUAN Pancasila merupakan dasar negara yang mengandung nilai moral dan etika yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa. Dalam konteks pendidikan modern, penguatan nilai Pancasila menjadi sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik agar mampu menolak tindakan koruptif sejak dini. Fenomena maraknya perilaku koruptif, baik dalam lingkup nasional maupun praktik kecil di sekolah seperti menyontek atau memanipulasi data, menunjukkan bahwa internalisasi nilai Pancasila perlu terus diperkuat sebagai strategi pendidikan karakter. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penguatan nilai Pancasila berkontribusi signifikan terhadap pembentukan sikap kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab siswa. Nilai-nilai ini merupakan fondasi utama dalam pendidikan antikorupsi. Namun, efektivitas internalisasi nilai sangat dipengaruhi oleh budaya sekolah, keteladanan guru, serta konsistensi pelaksanaan kegiatan pembiasaan. Dengan demikian, penelitian ini memiliki unsur novelty A R T I C L E I N F O Article history: Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 Accepted 25 November 2025 Available online 01 December 2025 Keywords Nilai Pancasila, Sikap, Anti Korupsi, Siswa SMA This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 116-119 Socius E-ISSN: 3025-6704 berupa kajian mendalam tentang bagaimana internalisasi nilai Pancasila diterapkan secara praktis di SMA HKBP Sidorame Medan dan bagaimana hal tersebut membentuk sikap antikorupsi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses internalisasi nilai Pancasila di lingkungan sekolah; (2) menganalisis kontribusi nilai Pancasila terhadap pembentukan sikap anti-korupsi siswa; dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam proses tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai proses internalisasi nilai Pancasila dalam membentuk sikap anti-korupsi siswa. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman pengalaman, perilaku, serta interaksi yang terjadi di lingkungan sekolah. Populasi dan sample: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga sekolah SMA HKBP Sidorame Medan, yang meliputi guru dan siswa. Sampel ditentukan secara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa partisipan memahami dan terlibat langsung dalam proses internalisasi nilai di sekolah. Sampel terdiri atas guru PPKn dan beberapa siswa yang aktif dalam kegiatan sekolah. Instrumen dan validasi: Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci (key instrument) yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, serta dokumentasi (foto kegiatan, catatan sekolah, dan arsip terkait). Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, yaitu membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memastikan konsistensi temuan lapangan. Teknik analisis data: Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilih informasi yang relevan terkait proses internalisasi nilai Pancasila. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif sehingga memudahkan interpretasi. Kesimpulan ditarik secara berkelanjutan dengan melihat pola dan hubungan antar temuan yang diperoleh selama penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Internalisasi Nilai Pancasila di Sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai Pancasila di SMA HKBP Sidorame Medan berlangsung melalui pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan guru. Pada pembelajaran PPKn, guru menghubungkan materi Pancasila dengan pengalaman nyata siswa sehingga nilai moral dapat dipahami secara kontekstual. Selain itu, kegiatan rutin seperti upacara bendera, doa bersama, dan kerja bakti menjadi sarana pembiasaan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan. Hasil ini sejalan dengan pendapat Hasibuan (2021), yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis Pancasila efektif membentuk karakter ketika nilai-nilai diterapkan melalui praktik nyata di sekolah. Dengan demikian, internalisasi nilai tidak hanya berlangsung secara kognitif tetapi juga melalui pengalaman langsung. Bentuk Nilai Pancasila yang Diinternalisasikan Penelitian menemukan bahwa seluruh sila Pancasila muncul dalam aktivitas sekolah. Nilai Ketuhanan tampak melalui sikap toleransi antaragama dan doa bersama sebelum pelajaran. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 116-119 Christien, et., al/ Internalisasi Nilai Pancasila Nilai Kemanusiaan terwujud dalam empati siswa terhadap teman yang mengalami kesulitan. Nilai Persatuan terlihat pada kerja sama kelompok dan kegiatan pramuka. Nilai Kerakyatan diterapkan ketika siswa bermusyawarah dalam menentukan keputusan kelas. Nilai Keadilan tampak pada pembagian tugas yang merata dan penerapan aturan sekolah yang sama untuk seluruh siswa. Temuan ini diperkuat oleh Arifin (2019), yang menegaskan bahwa budaya sekolah memainkan peran penting dalam menanamkan nilai Pancasila secara menyeluruh. Kehadiran kelima sila dalam aktivitas sehari-hari memperkuat proses internalisasi karakter. Dampak Internalisasi terhadap Sikap Anti-Korupsi Siswa Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa mulai menampilkan perilaku antikorupsi dalam kehidupan sekolah. Mereka cenderung menghindari menyontek, mengembalikan barang yang ditemukan, serta mengikuti aturan sekolah tanpa paksaan. Beberapa siswa bahkan menunjukkan keberanian untuk menolak ajakan teman yang ingin melanggar aturan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Prasetyo (2019), yang menyatakan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila mampu menumbuhkan kejujuran dan tanggung jawab sebagai dasar utama pembentukan sikap antikorupsi. Artinya, internalisasi nilai Pancasila memberikan dampak nyata pada perilaku siswa. Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor pendukung internalisasi nilai meliputi komitmen sekolah, keteladanan guru, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan keluarga. Guru berperan sebagai teladan utama yang memperlihatkan integritas melalui perilaku sehari-hari. Program ekstrakurikuler membantu siswa membangun disiplin dan kerja sama. Namun, terdapat beberapa hambatan, antara lain pengaruh negatif teman sebaya, rendahnya kesadaran sebagian siswa mengenai pentingnya kejujuran, serta penggunaan teknologi yang mempermudah perilaku tidak etis seperti plagiarisme. Hal ini sejalan dengan Mulyanto (2021), yang menyatakan bahwa lingkungan sosial sangat menentukan keberhasilan pendidikan antikorupsi. Implikasi Terhadap Perilaku Siswa Internalisasi nilai Pancasila berdampak positif terhadap perilaku siswa, terutama dalam hal kedisiplinan, sopan santun, kerja sama, dan kejujuran. Siswa menunjukkan peningkatan kesadaran moral dalam mengambil keputusan, khususnya yang berkaitan dengan perilaku tidak etis. Mereka menjadi lebih kritis dalam membedakan perilaku yang mencerminkan integritas dan yang mengarah pada tindakan koruptif. Hasil ini selaras dengan Safitri (2022), yang menegaskan bahwa nilai Pancasila menjadi landasan etika sosial yang efektif untuk membangun karakter generasi muda. SIMPILAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Pancasila di SMA HKBP Sidorame Medan berlangsung melalui pembelajaran PPKn, pembiasaan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta keteladanan guru. Proses ini secara konsisten menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, musyawarah, dan keadilan pada siswa. Internalisasi nilai tersebut terbukti berkontribusi nyata dalam membentuk sikap anti-korupsi, yang terlihat dari perilaku siswa yang menghindari kecurangan, menaati peraturan, dan mampu menolak tindakan tidak etis. Faktor pendukung meliputi komitmen sekolah, keteladanan guru, dan dukungan keluarga, sedangkan hambatan utamanya berasal dari pengaruh teman sebaya dan penyalahgunaan teknologi. Secara Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 116-119 Socius E-ISSN: 3025-6704 keseluruhan, nilai-nilai Pancasila menjadi dasar penting dalam membentuk karakter siswa yang berintegritas. Berdasarkan temuan penelitian, beberapa rekomendasi dapat diberikan. Pertama, sekolah perlu memperkuat program pembudayaan nilai Pancasila melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Kedua, guru diharapkan menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih partisipatif, seperti studi kasus dan refleksi nilai, agar siswa mampu memahami bentuk-bentuk perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, siswa diharapkan menerapkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan secara konsisten dalam aktivitas sekolah. Keempat, dukungan orang tua perlu ditingkatkan melalui pemberian teladan positif di rumah. REFERENSI Arifin, Z. (2019). Internalisasi nilai karakter melalui budaya sekolah. Jurnal Pendidikan Nilai, 5(2), 89–103. Fajri, R., & Santosa, D. (2020). Pengaruh pendidikan antikorupsi terhadap perilaku siswa di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 14(1), 55–68. Hasibuan, R. (2021). Pancasila sebagai dasar pembentukan moral siswa dalam pendidikan abad 21. Jurnal Ilmiah Wawasan Kebangsaan, 9(3), 144–156. Hidayat, A. (2018). Implementasi pendidikan karakter melalui keteladanan guru. Jurnal Transformasi Pendidikan, 3(2), 67–75. Mulyanto, H. (2021). Efektivitas program sekolah dalam menumbuhkan sikap anti-korupsi peserta didik. Jurnal Etika Publik, 5(1), 28–41. Nugraha, D. (2020). Strategi pembelajaran Pancasila untuk membangun integritas siswa. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 8(2), 201–215. Pane, A., & Darwis, M. (2017). Pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila pada peserta didik. Jurnal Perspektif Pendidikan, 11(1), 32–42. Prasetyo, B. (2019). Pencegahan perilaku koruptif melalui pembiasaan nilai-nilai kejujuran di sekolah. Jurnal Pendidikan Integritas, 4(2), 73–84. Safitri, N. (2022). Nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi penguatan etika sosial siswa SMA. Jurnal Ilmu Sosial dan Kemanusiaan, 7(1), 98–109. Wulandari, S. (2021). Pembentukan karakter peserta didik melalui sinergi sekolah dan keluarga. Jurnal Pendidikan Karakter Bangsa, 6(4), 210–223.