scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

The Influence of Exposure to Going Seventeen Content on Teenagers' Digital Communication Patterns

Karenina Jasmine, Mulyono M, David Rizar Nugroho, Enden Darjatul Ulya

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 5, December 2025, P. 147-160 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17836999 *Corresponding Author Email: kareninakaren[email protected]pb.ac.id, [email protected], [email protected], [email protected] Pengaruh Terpaan Konten Going Seventeen Terhadap Pola Komunikasi Digital Remaja The Influence of Exposure to Going Seventeen Content on Teenagers’ Digital Communication Patterns Karenina Jasmine, Mulyono, David Rizar Nugroho, Enden Darjatul Ulya 1234 Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor A B S T R A C T This study aims to analyze the influence of exposure to Going Seventeen content on teenagers’ digital communication patterns. The research employed a quantitative method with a descriptive quantitative approach. Data were collected through questionnaires and processed using SPSS and Microsoft Excel. The findings indicate a positive relationship between the level of exposure to Going Seventeen content and teenagers’ digital communication patterns. The higher the exposure, the stronger its influence on how teenagers interact in digital spaces. Going Seventeen functions not only as entertainment but also as a medium that shapes communication styles, self-expression, and social identity within online fan communities. The study also reveals that the level of exposure to Going Seventeen content falls into the very high category, with an average score of 4.29. This suggests that teenagers have a high level of engagement with the show in terms of frequency, duration, and attention. Overall, Going Seventeen has become a highly favored form of digital consumption and an integral part of teenagers’ online routines. A B S T R A K Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh terpaan konten Going Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pengaruh terpaan konten Going Seventeen pada akun Youtube Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengukuran data numerik yang diperoleh melalui kuesioner, kemudian diolah secara statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara terpaan konten Going Seventeen dengan pola komunikasi digital remaja. Semakin tinggi tingkat keterpaparan remaja terhadap konten tersebut, semakin kuat pula pengaruhnya terhadap cara mereka berkomunikasi di ruang digital. Tayangan Going Seventeen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang mampu membentuk gaya interaksi, ekspresi diri, serta identitas sosial dalam komunitas penggemar di platform daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten Going Seventeen berada pada kategori sangat tinggi, dengan rata-rata keseluruhan 4,29. Hal ini menggambarkan bahwa remaja memiliki intensitas tinggi dalam menonton tayangan ini, baik dari aspek frekuensi, durasi, maupun atensi. Mereka tidak hanya menonton secara rutin, tetapi juga memperhatikan isi tayangan, interaksi antaranggota SEVENTEEN, serta memahami alur cerita yang disajikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Going Seventeen menjadi salah satu bentuk konsumsi digital yang sangat digemari oleh remaja dan telah menjadi bagian dari rutinitas mereka di media online.. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam cara remaja berkomunikasi, berinteraksi, dan membentuk identitas diri di era modern. Media digital, terutama platform berbagi video seperti YouTube, menjadi ruang yang sangat penting bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, memperoleh hiburan, serta membangun hubungan sosial. Sebagai bagian dari budaya digital, YouTube tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai arena pembelajaran sosial dan pembentukan gaya komunikasi yang baru. A R T I C L E I N F O Article history: Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 Accepted 25 November 2025 Available online 06 December 2025 Keywords Pengaruh, Konten Going Seventeen, Komunikasi Digital, Remaja Keywords: Influence, Going Seventeen Content, Digital Communication, Teenagers This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Socius E-ISSN: 3025-6704 Penggunaan YouTube di kalangan remaja Indonesia sangat tinggi, di mana mayoritas menjadikannya sebagai sarana utama untuk menonton konten hiburan, mengikuti idola, hingga mengekspresikan opini secara daring (Balqis et al. 2024) Salah satu fenomena yang berkembang di kalangan remaja adalah meningkatnya minat terhadap budaya populer Korea, khususnya dari industri hiburan K-Pop. Melalui platform YouTube, kelompok musik seperti Seventeen menayangkan berbagai konten hiburan digital yang dikemas secara menarik. Salah satu yang paling dikenal adalah Going Seventeen, sebuah variety show yang menampilkan interaksi santai antaranggota, humor, serta nilai-nilai kebersamaan. Tayangan ini dikonsumsi secara luas oleh penggemar di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan secara tidak langsung membentuk cara remaja berinteraksi di dunia maya. Nilai-nilai seperti solidaritas, keakraban, dan semangat kerja sama yang ditampilkan dalam konten tersebut menjadi acuan komunikasi yang diadaptasi oleh penontonnya dalam komunitas digital (Latuni, 2025) Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana terpaan konten audiovisual dapat memengaruhi pola komunikasi digital remaja. Terpaan yang terjadi secara berulang dari konten yang disukai menumbuhkan proses imitasi terhadap gaya berbicara, penggunaan istilah tertentu, hingga cara berinteraksi dengan orang lain di media sosial. Paparan media hiburan seperti Going Seventeen berperan sebagai stimulus komunikasi yang mampu memengaruhi perilaku komunikasi remaja secara sadar maupun tidak sadar (Rizkiyah & Safitri, 2025). Melalui tayangan ini, remaja belajar mengekspresikan emosi, menggunakan bahasa yang santai namun sopan, dan membangun rasa kebersamaan dengan sesama penggemar. Budaya partisipatif di kalangan penggemar K-Pop juga menunjukkan munculnya pola komunikasi digital baru yang lebih interaktif. Komunitas penggemar Seventeen, atau yang dikenal dengan sebutan Carat, memanfaatkan media sosial untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan menciptakan konten turunan seperti meme, fan edit, atau video reaksi. Aktivitas ini memperlihatkan adanya bentuk komunikasi dua arah yang bersifat dinamis antara penggemar dan idola, serta antaranggota komunitas itu sendiri (Yasmara & Huda, 2025). Dalam ruang digital ini, komunikasi bukan lagi sebatas penyampaian pesan, melainkan juga bagian dari pembentukan identitas sosial dan solidaritas kelompok. Paparan konten Going Seventeen juga menciptakan fenomena parasocial relationship, yaitu hubungan semu antara penonton dan tokoh media. Remaja merasa memiliki kedekatan emosional dengan idola mereka meskipun hubungan tersebut bersifat satu arah. Kedekatan ini berdampak pada cara mereka berkomunikasi di dunia digital, di mana gaya bicara, ekspresi, dan humor para anggota Seventeen sering kali ditiru dalam interaksi daring. Fenomena ini menunjukkan bahwa media digital memiliki kekuatan simbolik yang besar dalam membentuk gaya komunikasi generasi muda (Utomo & Baskoro, 2023). Di sisi lain, muncul pula bentuk komunikasi lintas budaya yang unik akibat percampuran antara bahasa lokal dan istilah khas Korea dalam percakapan daring. Remaja mengadopsi gaya berbicara yang terinspirasi dari tayangan K-Pop, termasuk dalam penggunaan istilah sapaan, ekspresi emosional, serta bentuk humor yang khas. Pola komunikasi semacam ini memperlihatkan adanya adaptasi budaya dan pembentukan identitas digital yang berakar pada konsumsi media global (Kartika & Rahastine, 2025) Melihat fenomena tersebut, dapat dipahami bahwa konten hiburan digital seperti Going Seventeen memiliki pengaruh signifikan terhadap cara remaja Indonesia berkomunikasi di dunia maya. Terpaan konten yang bersifat intens tidak hanya menciptakan ketertarikan emosional, tetapi juga menumbuhkan perubahan dalam gaya komunikasi, cara berinteraksi, dan bentuk ekspresi diri. Dalam konteks ini, media digital berfungsi ganda, sebagai sarana hiburan sekaligus Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Karenina Jasmine, et., al/ Pengaruh Terpaan Konten sebagai agen sosialisasi baru yang membentuk norma dan perilaku komunikasi remaja di era globalisasi media. Paparan konten Going Seventeen memperlihatkan bagaimana media hiburan digital dapat menjadi faktor yang membentuk pola komunikasi generasi muda di ruang virtual. Tayangan yang dikonsumsi secara rutin tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berperan dalam membangun cara remaja mengekspresikan diri, menggunakan bahasa, dan berinteraksi dalam komunitas daring. Pola komunikasi yang terbentuk mencerminkan adaptasi terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang ditampilkan dalam konten tersebut, seperti kerja sama, keakraban, dan penghargaan terhadap perbedaan. Oleh karena itu, kajian mengenai pengaruh terpaan konten Going Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja menjadi penting untuk dipelajari lebih dalam, agar dapat memahami bagaimana media digital berkontribusi terhadap pembentukan perilaku komunikasi dan identitas budaya generasi muda di Indonesia. Rumusan Masalah 1. Bagaimana tingkat terpaan remaja terhadap konten Going Seventeen di kalangan remaja penggemar Seventeen (Carat) di Indonesia? 2. Bagaimana bentuk pola komunikasi digital yang muncul pada remaja setelah mengonsumsi konten Going Seventeen? 3. Bagaimana pengaruh terpaan konten going seventeen pada akun youtube METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pengaruh terpaan konten Going Seventeen pada akun Youtube Seventeen terhadap pola komunikasi digital remaja. Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengukuran data numerik yang diperoleh melalui kuesioner, kemudian diolah secara statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS dan Microsoft Excel. Dalam penelitian ini, variabel independen (X) adalah terpaan konten Going Seventeen, sedangkan variabel dependen (Y) adalah pola komunikasi digital remaja yang dianalisis berdasarkan indikator intensitas komunikasi, gaya bahasa digital, partisipasi interaksi, dan ekspresi diri di media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling, yaitu dengan kriteria responden remaja berusia 18–25 tahun. Penentuan rentang usia ini mengacu pada teori Emerging Adulthood yang dikemukakan oleh Arnett, (2000) dalam Prijonggo, et al. (2024) di mana fase usia 18–25 tahun dianggap sebagai masa transisi menuju kedewasaan, saat individu mulai membentuk identitas sosial dan pola komunikasi digital yang lebih matang dan aktif di media daring. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dengan lima pilihan jawaban (1 = sangat tidak setuju hingga 5 = sangat setuju). Instrumen kuesioner dirancang untuk mengukur tingkat terpaan konten Going Seventeen serta pengaruhnya terhadap pola komunikasi digital remaja. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh antara kedua variabel tersebut. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di ranah digital (online), dengan fokus pada media sosial tempat remaja berinteraksi dan membicarakan konten Going Seventeen. Lokasi penelitian meliputi berbagai platform media sosial seperti Youtube, X, Instagram, Telegram, dan Tiktok. Populasi dan Sampel Penelitian Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Socius E-ISSN: 3025-6704 Populasi dalam penelitian ini adalah remaja penggemar SEVENTEEN (Carat) di Indonesia yang aktif mengonsumsi konten Going Seventeen melalui berbagai platform media sosial, terutama YouTube, serta terlibat dalam interaksi digital di platform lain seperti X (Twitter), Instagram, TikTok, dan Telegram. Populasi ini dipilih karena kelompok tersebut merupakan pengguna aktif media sosial dengan kecenderungan tinggi dalam mengonsumsi, mendiskusikan, dan menyebarkan konten yang berkaitan dengan grup SEVENTEEN. Dalam penelitian ini adalah seluruh remaja berusia 18–25 tahun dijadikan populasi yang merupakan penggemar SEVENTEEN dan aktif menonton serta berinteraksi dengan konten Going Seventeen di media sosial. Sampel penelitian diambil menggunakan Non-Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Teknik ini dipilih karena peneliti menetapkan kriteria tertentu yang dianggap paling relevan dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria responden (inclusion criteria) yang ditetapkan adalah sebagai berikut: 1. Remaja berusia 18–25 tahun. 2. Merupakan penggemar SEVENTEEN (Carat) yang aktif mengikuti akun resmi YouTube SEVENTEEN. 3. Pernah menonton konten Going Seventeen minimal tiga episode. 4. Aktif di media sosial (X, Instagram, TikTok, atau Telegram) dan terlibat dalam komunikasi digital terkait SEVENTEEN (misalnya: komentar, membagikan konten, atau diskusi fandom). Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan langkah penting dalam penelitian karena berfungsi untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Menurut Millah et al. (2023) analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap fenomena yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan yang bermakna. Dalam penelitian ini, digunakan tiga tahapan utama dalam analisis data, yaitu analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis inferensial (korelasi dan regresi linier sederhana). HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian ini berfokus pada remaja yang menjadi penonton konten Going Seventeen, yaitu program variety show digital milik grup K-pop SEVENTEEN yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi. Konten ini menjadi bagian dari budaya hiburan digital yang banyak dikonsumsi oleh remaja Indonesia, terutama mereka yang aktif di media sosial dan komunitas penggemar K-pop. Melalui tayangan yang menampilkan interaksi, permainan, dan dinamika antaranggota SEVENTEEN, Going Seventeen berpotensi memengaruhi cara remaja berkomunikasi di ruang digital, baik dalam gaya bahasa, ekspresi, maupun intensitas interaksi dengan sesama penggemar. Terpaan terhadap konten ini mencakup frekuensi, durasi, serta tingkat keterlibatan dalam menonton, yang dapat berpengaruh terhadap pembentukan pola komunikasi digital remaja di media sosial. Dengan demikian, remaja penonton Going Seventeen menjadi objek yang tepat untuk mengkaji bagaimana paparan media hiburan digital berperan dalam membentuk karakteristik komunikasi mereka di era budaya populer dan konektivitas daring saat ini. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Karenina Jasmine, et., al/ Pengaruh Terpaan Konten Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini berjumlah 105 orang dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Seluruh responden merupakan individu yang memiliki ketertarikan terhadap konten hiburan Korea, khususnya program Going Seventeen, sehingga mereka termasuk dalam kelompok yang aktif menonton dan mengikuti perkembangan tayangan tersebut. Kelompok usia ini mencerminkan karakteristik remaja akhir hingga dewasa muda yang umumnya sangat dekat dengan media digital, aktif mengakses platform streaming, dan memiliki pola konsumsi konten yang dinamis. Dengan latar belakang usia dan minat yang relatif homogen, responden ini memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana kelompok muda yang gemar menonton Going Seventeen berinteraksi dan merespons konten hiburan digital pada saat ini. Table 1 Karakteristik usia responden Usia Jumlah Persentase 18 11 10,48% 19 8 7,62% 20 31 29,52% 21 19 18,10% 22 13 12,38% 23 13 12,38% 24 9 8,57% 25 1 0,95% Total 105 100% Analisis Statistik Deskriptif Analisis deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai distribusi data yang diperoleh dari 100 responden terkait variabel Terpaan Konten Going Seventeen (X) dan Pola Komunikasi Digital Remaja (Y). Penilaian responden dilakukan menggunakan Skala Likert 5 poin, dengan kategori penilaian mulai dari 1 = Sangat Tidak Setuju hingga 5 = Sangat Setuju. Analisis ini berfungsi untuk menunjukkan kecenderungan persepsi responden terhadap masing-masing indikator sebelum dilakukan analisis inferensial lebih lanjut. Nilai rata-rata (mean) dari setiap indikator digunakan untuk melihat sejauh mana tingkat terpaan konten Going Seventeen dialami oleh remaja serta bagaimana hal tersebut tercermin dalam pola komunikasi digital mereka. Semakin tinggi nilai rata-rata yang diperoleh, maka semakin besar pula intensitas terpaan dan pengaruhnya terhadap perubahan gaya, frekuensi, serta bentuk komunikasi digital yang dilakukan oleh remaja di berbagai platform media sosial. Terpaan Konten Going Seventeen Table 2 Hasil Analisis Deskriptif variabel Terpaan Konten Going Seventeen No Indikator Mean Keterangan 1. X1. Frekuensi 4,17 Tinggi 2. X2. Durasi 4,37 Sangat Tinggi 3. X3. Atensi 4,34 Sangat Tinggi Mean 4,29 Sangat Tinggi Keterangan Nilai Rata-Rata Keterangan 1.00 – 1.80 : Sangat Rendah Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Socius E-ISSN: 3025-6704 1.81 – 2.60 : Rendah 2.61 – 3.40 : Cukup 3.41 – 4.20 : Tinggi 4.21 – 5.00 : Sangat Tinggi Analisis deskriptif terhadap data yang dikumpulkan dari 100 responden menunjukkan bahwa persepsi terhadap variabel Terpaan Konten Going Seventeen (X) berada pada kategori Sangat Tinggi, dengan nilai mean komposit sebesar 4,29. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki tingkat keterpaparan yang tinggi terhadap konten Going Seventeen. Dari ketiga indikator yang diukur, Durasi menonton (X2) memperoleh skor tertinggi dengan mean 4,37 dan termasuk dalam kategori Sangat Tinggi, yang mengindikasikan bahwa responden menghabiskan waktu cukup lama dalam menonton setiap episode Going Seventeen. Selanjutnya, indikator Atensi (X3) memperoleh mean 4,34 (Sangat Tinggi), menandakan bahwa remaja memberikan perhatian penuh dan keterlibatan emosional saat menikmati tayangan tersebut. Sementara itu, indikator Frekuensi (X1) memperoleh mean 4,17 dengan kategori Tinggi, menunjukkan bahwa responden menonton konten tersebut secara rutin meskipun tidak setiap hari. Secara keseluruhan, hasil ini menggambarkan bahwa remaja memiliki tingkat terpaan yang intens terhadap Going Seventeen, baik dari segi durasi, perhatian, maupun frekuensi konsumsi konten. Table 3 Hasil skor rataan indikator Frekuensi Item Frekuensi Rata - rata Keterangan STS TS N S SS X1.1 1 5 24 33 42 4,04 Tinggi X1.2 1 1 6 38 59 4,45 Sangat Tinggi X1.3 2 6 22 32 43 4,02 Tinggi Rata -rata 4,17 Tinggi Rata-rata tertinggi pada item X1.2 (4,45) menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering menonton konten Going Seventeen secara rutin dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap minggu atau setiap kali episode baru dirilis. Hal ini menggambarkan bahwa frekuensi keterpaparan remaja terhadap program tersebut cukup konsisten dan menjadi bagian dari aktivitas hiburan digital yang mereka lakukan secara berulang. Dengan kata lain, remaja tidak hanya menonton secara acak, tetapi telah menjadikan Going Seventeen sebagai salah satu tayangan yang secara aktif mereka ikuti di platform digital. Table 4 Hasil skor rataan indikator Durasi Item Frekuensi Rata - rata Keterangan STS TS N S SS X2.1 0 2 13 38 52 4,33 Sangat Tinggi X2.2 0 0 20 32 53 4,31 Sangat Tinggi X2.3 0 3 7 31 64 4,48 Sangat Tinggi Rata -rata 4,37 Sangat Tinggi Hasil analisis indikator Durasi (X2) menunjukkan rata-rata sebesar 4,37 yang termasuk dalam kategori Sangat Tinggi, menandakan bahwa remaja cenderung menonton Going Seventeen dalam waktu yang cukup lama setiap kali menonton. Nilai tertinggi terdapat pada item X2.3 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Karenina Jasmine, et., al/ Pengaruh Terpaan Konten (4,48) yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat ketertarikan dan kenyamanan yang tinggi dalam menghabiskan waktu luang untuk menonton tayangan tersebut. Secara keseluruhan, hal ini mencerminkan bahwa Going Seventeen menjadi salah satu bentuk hiburan digital yang mampu menarik perhatian remaja secara berkelanjutan. Table 5 Hasil skor rataan indikator Atensi Item Frekuensi Rata - rata Keterangan STS TS N S SS X3.1 2 3 21 34 45 4,11 Tinggi X3.2 1 0 9 36 59 4,44 Sangat Tinggi X3.3 0 0 3 24 52 4,58 Sangat Tinggi Rata -rata 4,37 Sangat Tinggi Hasil analisis indikator Atensi (X3) menunjukkan rata-rata sebesar 4,37 dengan kategori Sangat Tinggi, menandakan bahwa remaja memberikan perhatian besar saat menonton Going Seventeen. Nilai tertinggi terdapat pada item X3.3 (4,58) yang menunjukkan keterlibatan emosional dan fokus tinggi terhadap tayangan. Selanjutnya, item X3.2 (4,44) juga berada pada kategori Sangat Tinggi, menandakan bahwa responden berusaha memahami isi dan alur cerita. Sedangkan item X3.1 (4,11) menunjukkan bahwa remaja cukup memperhatikan detail isi video yang mereka tonton. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan bahwa Going Seventeen mampu menarik perhatian remaja secara mendalam saat menonton. Pola Komunikasi Digital Remaja Table 6 Hasil Analisis Deskriptif variabel Pola komunikasi Digital Remaja No Indikator Mean Keterangan 1. Y1. Gaya bahasa yang digunakan 3,75 Tinggi 2. Y.2 Intensitas interaksi daring 3,91 Tinggi 3. Y.3 Penggunaan simbol dan istilah khas fandom 4,09 Tinggi Mean 3,91 Tinggi Hasil analisis terhadap variabel Pola Komunikasi Digital Remaja (Y) menunjukkan nilai mean keseluruhan sebesar 3,91, yang termasuk dalam kategori Tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja memiliki pola komunikasi digital yang aktif dan terpengaruh oleh terpaan konten Going Seventeen. Indikator dengan skor tertinggi adalah penggunaan simbol dan istilah khas fandom (Y3) dengan mean 4,09, yang mengindikasikan bahwa remaja sering mengadaptasi gaya komunikasi khas penggemar SEVENTEEN dalam interaksi digital mereka, baik di media sosial maupun komunitas daring. Keterangan Nilai Rata-Rata Keterangan 1.00 – 1.80 : Sangat Rendah 1.81 – 2.60 : Rendah 2.61 – 3.40 : Cukup 3.41 – 4.20 : Tinggi 4.21 – 5.00 : Sangat Tinggi Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Socius E-ISSN: 3025-6704 Table 1 Hasil skor rataan indikator Gaya bahasa yang digunakan Item Frekuensi Rata - rata Keterangan STS TS N S SS Y1.1 1 8 26 45 25 3,80 Tinggi Y1.2 4 13 23 34 31 3,71 Tinggi Y1.3 4 11 23 36 31 3,75 Tinggi Rata -rata 3,75 Tinggi Hasil analisis indikator Gaya Bahasa yang Digunakan (Y1) menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,75 dengan kategori Tinggi, yang berarti remaja cenderung meniru atau menggunakan gaya bahasa yang muncul dalam konten Going Seventeen saat berkomunikasi di media digital. Nilai tertinggi terdapat pada item Y1.1 (3,80), yang menunjukkan bahwa responden paling banyak memperhatikan dan meniru cara berbicara atau ekspresi khas yang digunakan oleh anggota SEVENTEEN dalam tayangan tersebut. Table 2 Hasil skor rataan indikator Intensitas interaksi daring Item Frekuensi Rata - rata Keterangan STS TS N S SS Y2.1 2 11 30 31 31 3,74 Tinggi Y2.2 1 12 32 28 32 3,74 Tinggi Y2.3 0 0 18 42 45 4,25 Sangat Tinggi Rata -rata 3,91 Tinggi Hasil analisis indikator Intensitas Interaksi Daring (Y2) menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,91 dengan kategori Tinggi, yang mengindikasikan bahwa remaja aktif berinteraksi di media sosial setelah menonton Going Seventeen. Nilai tertinggi terdapat pada item Y2.3 (4,25), yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat sering berpartisipasi dalam diskusi atau interaksi daring yang berkaitan dengan konten Going Seventeen, menandakan tingginya keterlibatan mereka dalam komunitas digital fandom. Table 3 Hasil skor rataan indikator Penggunaan simbol dan istilah khas fandom Item Frekuensi Rata - rata Keterangan STS TS N S SS Y3.1 0 3 21 39 42 4,14 Tinggi Y3.2 2 6 29 38 30 3,83 Tinggi Y3.3 0 1 15 41 48 4,29 Sangat Tinggi Rata -rata 4,08 Tinggi Hasil analisis indikator Penggunaan Simbol dan Istilah Khas Fandom (Y3) menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,08 dengan kategori Tinggi, yang menandakan bahwa remaja cukup sering menggunakan atau mengenali simbol serta istilah khas fandom SEVENTEEN dalam aktivitas komunikasi digital mereka. Nilai tertinggi terdapat pada item Y3.3 (4,29) yang menunjukkan bahwa paparan konten tersebut berperan besar dalam membentuk pemahaman dan kebiasaan remaja menggunakan elemen khas fandom dalam interaksi daring mereka. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 5 Tahun 2025, P. 147-160 Karenina Jasmine, et., al/ Pengaruh Terpaan Konten Analisis Inferensial (Uji Statistik) Uji Korelasi Spearman Tabel 11. Figure 1 Hasil Uji Spearman Correlations X Y Spearman's rho X Correlation Coefficient 1.000 .624** Sig. (2-tailed) . .000 N 105 105 Y Correlation Coefficient .624** 1.000 Sig. (2-tailed) .000 . N 105 105 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa variabel X dan variabel Y memiliki hubungan yang positif dan kuat, dengan koefisien korelasi sebesar 0,624. Nilai ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi skor pada variabel X, maka kecenderungan nilai pada variabel Y juga meningkat. Uji signifikansi menghasilkan nilai Sig. = 0,000, yang berada jauh di bawah batas α = 0,01. Hal ini menegaskan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan secara statistik dan tidak terjadi secara kebetulan. Dengan jumlah responden 105 orang, temuan ini cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang nyata dan konsisten antara variabel X dan Y. Regresi linear sederhana Table 4 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana X Terpaan Konten Going Seventeen Y Pola Komunikasi Digital Remaja Y1 Gaya bahasa yang digunakan Y.2 Intensitas interaksi daring Y.3 Penggunaan simbol dan istilah khas fandom X1 Durasi <0,001 <0,001 <0,001 X2 Frekuensi >0,001 >0,001 <0,001 X3 Atensi <0,001 <0,001 <0,001 Tabel tersebut menunjukkan hasil pengujian pengaruh masing-masing indikator Terpaan Konten Going Seventeen (X1 Durasi, X2 Frekuensi, X3 Atensi) terhadap tiga indikator Pola Komunikasi Digital Remaja (Y1 Gaya bahasa, Y2 Intensitas interaksi daring, Y3 Penggunaan simbol dan istilah khas fandom). Seluruh nilai signifikansi pada tabel tercatat < 0,001, yang berarti lebih kecil dari batas α = 0,05. Dengan demikian, setiap kombinasi variabel X dan Y yang memiliki nilai < 0,001 dapat disimpulkan berpengaruh signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Durasi menonton (X1) secara signifikan memengaruhi gaya bahasa, intensitas interaksi daring, dan penggunaan simbol fandom yang dilakukan remaja. Begitu pula Atensi (X3) yang juga memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh aspek komunikasi digital remaja. Sementara itu, Frekuensi menonton (X2) juga tercatat signifikan terhadap ketiga indikator Y, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin sering remaja menonton Going Seventeen, semakin kuat pula perubahan pada gaya bahasa, interaksi online,