scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Edukasi dan Implementasi Manajemen Keuangan dalam Upaya Peningkatan Kapasitas UMKM di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan

Ani Suryani, Melly Andini, Rina Sulistiawati, Ismail Nur Hidayat, Nofryanti N, Baharudin Saga

Full text

2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Edukasi dan Implementasi (Ani Suryani, dkk) | 6-11 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 9, December 2025, P. 6-11 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17850869 Edukasi dan Implementasi Manajemen Keuangan dalam Upaya Peningkatan Kapasitas UMKM di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan Ani Suryani, Melly Andini, Rina Sulistiawati, Ismail Nur Hidayat, Nofryanti, Baharudin Saga 1-6Universitas Pamulang E-mail: anisuryani171[email protected]1, [email protected], rinasulistiawati51[email protected]3, ismailnurh[email protected]4 Asbtrak Rendahnya literasi Manajemen keuangan pada pelaku UMKM masih menjadi hambatan utama dalam pengelolaan usaha yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan arus kas, analisis SWOT, serta pengambilan keputusan finansial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi praktik pencatatan, pendampingan teknis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta mencatat transaksi harian, menyusun arus kas, menghitung harga pokok produksi, serta memahami posisi usaha melalui analisis SWOT. Selain peningkatan pengetahuan, terjadi perubahan perilaku finansial dan munculnya pemimpin lokal yang mendorong praktik pembukuan bersama di komunitas UMKM. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas keuangan UMKM menuju tata kelola usaha yang lebih akuntabel dan berkelanjutan. Kata kunci: UMKM, literasi keuangan, manajemen keuangan, pendampingan, pemberdayaan. Abstract The low level of financial management literacy among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) remains a key barrier to effective and sustainable business operations. This community service program aims to enhance the understanding and skills of MSME actors in basic financial recording, cash flow management, SWOT analysis, and financial decision-making. The methods applied include socialization, technical training, practical simulations, technical assistance, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results indicate a significant improvement in participants’ abilities to record daily transactions, prepare cash flow statements, calculate cost of goods sold, and assess their business position using SWOT analysis. Beyond knowledge enhancement, the program also generated positive behavioral changes and fostered the emergence of local leaders who initiated collaborative bookkeeping practices within the MSME community. This program proved effective in strengthening MSME financial capacity and promoting more accountable and sustainable business governance. Keywords: MSMEs, financial literacy, financial management, mentoring, empowerment. Article Info Received date: 31 Oktober 2025 Revised date: 30 November 2025 Accepted date: 05 December 2025 PENDAHULUAN UMKM merupakan sektor yang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia. Data Kemenkop UKM (2022) menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Peran strategis ini menjadikan UMKM sebagai fondasi utama dalam penguatan ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika pasar dan tuntutan digitalisasi. Namun demikian, tingginya kontribusi tersebut belum diikuti dengan kapasitas manajerial yang memadai, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha. Hasil pemetaan kondisi objektif UMKM di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan, 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Edukasi dan Implementasi (Ani Suryani, dkk) | 6-11 menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih menjalankan aktivitas bisnis secara konvensional. Survei awal terhadap 30 pelaku UMKM memperlihatkan bahwa 82% tidak memiliki pencatatan transaksi harian, 76% masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, 71% tidak memahami struktur laporan laba rugi, dan 68% tidak memiliki rencana keuangan jangka pendek. Secara kualitatif, wawancara mendalam menunjukkan bahwa pengambilan keputusan usaha mayoritas didasarkan pada intuisi, bukan pada analisis data finansial. Kondisi ini mengindikasikan rendahnya literasi keuangan yang berimplikasi pada minimnya kemampuan pelaku UMKM dalam mengontrol arus kas, mengelola modal kerja, dan memantau kinerja usaha secara berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa lemahnya literasi keuangan merupakan salah satu penyebab utama keterbatasan produktivitas dan keberlanjutan UMKM di Indonesia (Hery, 2017; Sujarweni, 2019). Lusardi dan Mitchell (2014) juga menegaskan bahwa literasi keuangan berperan besar dalam perilaku pengambilan keputusan yang rasional, termasuk dalam penyusunan anggaran, evaluasi kinerja, dan perencanaan usaha. Selain itu, penelitian Putra dan Wirawan (2020) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pencatatan keuangan digital mampu meningkatkan efisiensi serta akurasi data usaha, sehingga dapat memperkuat daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif. Pemilihan Kelurahan Benda Baru sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada dua alasan utama. Pertama, wilayah ini memiliki konsentrasi UMKM yang tinggi dan sebagian besar belum mendapatkan pendampingan komprehensif terkait manajemen keuangan. Kedua, kondisi objektif hasil pemetaan kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara tuntutan pengelolaan usaha modern dan kemampuan aktual pelaku usaha dalam mengelola aspek keuangan. Hal ini menjadikan UMKM di kawasan tersebut sebagai subjek yang relevan dan membutuhkan intervensi berbasis edukasi serta implementasi langsung. Isu utama dalam pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya literasi dan praktik manajemen keuangan pada pelaku UMKM. Oleh karena itu, fokus kegiatan PKM diarahkan pada edukasi dan implementasi prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan yang meliputi penyusunan anggaran, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta penyusunan rencana keuangan jangka pendek. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan secara disiplin, akuntabel, dan berbasis data. Perubahan sosial yang diharapkan dari program pengabdian ini mencakup meningkatnya kapasitas manajerial pelaku UMKM, terbentuknya kebiasaan pencatatan keuangan yang sistematis, meningkatnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan usaha, serta meningkatnya kemampuan dalam menganalisis kondisi keuangan untuk pengambilan keputusan strategis. Selain itu, penguatan kapasitas keuangan diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Benda Baru dalam menghadapi perubahan ekonomi dan transformasi digital. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan pada hari Minggu, 16 November 2025 di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan, dengan menggunakan pendekatan sosialisasi edukatif, pelatihan praktis, dan pendampingan teknis dalam bidang manajemen keuangan bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator untuk memastikan proses alih pengetahuan dan implementasi berlangsung efektif serta mampu menjawab kebutuhan peserta. Metode yang digunakan dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengelola keuangan usaha secara terstruktur, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Adapun tahapan metode yang dilaksanakan meliputi: 1. Sosialisasi Literasi Manajemen Keuangan 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Edukasi dan Implementasi (Ani Suryani, dkk) | 6-11 Tahap awal ini bertujuan membangun pemahaman dasar pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha serta memberikan pengenalan terhadap analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Penggunaan SWOT diperlukan agar peserta mampu mengidentifikasi kekuatan internal, kelemahan usaha, peluang pengembangan, dan potensi ancaman yang memengaruhi keberlanjutan usaha mereka. Kegiatan disusun sebagai proses pemberian pemahaman konseptual yang relevan dengan karakteristik UMKM di Kelurahan Benda Baru. Pada tahapan ini, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan, meliputi: a) Pemahaman analisis SWOT dan penggunaannya dalam perencanaan usaha) b) Prinsip pemisahan keuangan pribadi dan usaha c) Pemahaman dasar arus kas (cash flow) d) Pentingnya pencatatan transaksi sebagai dasar pengambilan keputusan e) Perhitungan sederhana harga pokok penjualan (HPP), dan f) Pengenalan laporan keuangan sederhana. Tahapan sosialisasi ini menjadi fondasi bagi peserta sebelum memasuki proses pelatihan teknis dan pendampingan implementasi. 2. Pelatihan Teknis dan Simulasi Pelatihan teknis dan simulasi merupakan tahap inti dalam peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan peserta. Pada tahap ini, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan praktik langsung (learning by doing) untuk memastikan mereka memahami prosedur pencatatan dan pelaporan secara benar. Fokus pelatihan mencakup : a) Teknik pencatatan transaksi harian secara sistematis b) Penyusunan arus kas masuk dan keluar c) Perhitungan harga pokok penjualan (HPP) dan penentuan harga jual d) Penyusunan laporan laba rugi sederhana e) Praktik penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital yang sesuai bagi UMKM. Simulasi dilakukan menggunakan studi kasus usaha peserta agar materi pelatihan relevan dengan kondisi nyata yang mereka hadapi. 3. Pendampingan Teknis Pendampingan teknis dilakukan untuk memastikan peserta mampu menerapkan seluruh materi yang telah diberikan secara berkelanjutan. Pada tahap ini, tim pelaksana melakukan monitoring langsung terhadap praktik pencatatan keuangan peserta, memberikan arahan apabila terdapat kesalahan, serta membantu peserta mengoptimalkan penerapan sistem keuangan usaha. Pendampingan dilakukan melalui diskusi terarah, peninjauan buku atau aplikasi pencatatan yang digunakan peserta, serta konsultasi terhadap kendala yang muncul dalam proses implementasi. Peserta juga difasilitasi untuk menyusun rencana keuangan usaha, termasuk proyeksi pendapatan, estimasi biaya, serta strategi pengelolaan modal berdasarkan hasil analisis sederhana, termasuk evaluasi SWOT yang telah mereka lakukan. Tahap ini diharapkan mampu membentuk konsistensi, kemandirian, dan adaptabilitas pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha mereka secara profesional. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Edukasi dan Implementasi Manajemen Keuangan dalam Upaya Peningkatan Kapasitas UMKM di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan” telah dilaksanakan pada 16 November 2025. Proses pelaksnaan meliputi sosialisasi literasi manajemen keuangan, pelatihan teknis dan simulasi, pendampingan teknis, serta pengukuran 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Edukasi dan Implementasi (Ani Suryani, dkk) | 6-11 tingkat pemahaman melalui pre-test dan post-test. Seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan dinamika yang positif dan menghasilkan perubahan perilaku keuangan pada pelaku UMKM. 1. Dinamika Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan PKM berlangsung secara interaktif. Pada fase awal sosialisasi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami konsep dasar manajemen keuangan, terutama terkait pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan sederhana. Selain itu, pengenalan analisis SWOT membantu peserta lebih memahami posisi bisnis mereka dalam konteks kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang relevan. Pada tahap pelatihan teknis, proses simulasi pencatatan keuangan dan penyusunan arus kas membawa peserta pada pengalaman langsung dalam praktik akuntansi sederhana. Peserta mencoba membuat catatan harian transaksi, menghitung HPP, serta menyusun format laporan laba rugi sederhana sesuai dengan tipe usaha masing-masing. Proses pendampingan teknis menjadi tahap yang paling memberi perubahan karena peserta mendapatkan konsultasi langsung mengenai kondisi keuangan dan struktur usaha mereka. Banyak pelaku UMKM mulai mampu mengidentifikasi kesalahan pola keuangan sebelumnya, seperti pembukuan yang tidak rapi atau pembauran keuangan pribadi dengan usaha. 2. Bentuk Aksi Teknis dan Pemecahan Masalah Komunitas Beberapa bentuk aksi teknis yang dilaksanakan meliputi: • Penyusunan template pembukuan sederhana (arus kas, buku kas harian, perhitungan HPP). • Simulasi pelacakan transaksi secara harian untuk mengurangi risiko kehilangan data keuangan. • Pendampingan identifikasi SWOT usaha, sehingga peserta mampu membuat strategi perkembangan jangka pendek. • Konsultasi struktur biaya untuk membantu menentukan harga jual yang tepat. Masalah umum UMKM seperti minimnya pencatatan transaksi, salah menentukan harga jual, serta tidak memahami aliran arus kas berhasil diatasi melalui proses teknis ini. 3. Munculnya Perubahan Sosial dan Transformasi Kapasitas UMKM Program PKM ini memunculkan beberapa perubahan sosial yang signifikan, antara lain: a) Perubahan Perilaku Finansial Peserta mulai menerapkan pencatatan transaksi harian, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta melakukan evaluasi arus kas setiap akhir periode. Ini menunjukkan munculnya kesadaran baru terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas keuangan. b) Terbentuknya Pola Berpikir Strategis Melalui SWOT Setelah diperkenalkan dan dibimbing menggunakan analisis SWOT, peserta mulai mampu membuat rencana pengembangan usaha berbasis identifikasi kekuatan dan peluang, serta lebih waspada terhadap kelemahan dan ancaman. c) Munculnya Pemimpin Lokal (Local Leader) Selama proses pendampingan, beberapa peserta menunjukkan peran kepemimpinan alami. Mereka membantu peserta lain memahami materi, mengarahkan diskusi, dan menginisiasi kelompok kecil untuk praktik pembukuan bersama. Hal ini membentuk embrio pemimpin lokal yang dapat menjadi penggerak komunitas UMKM di wilayah tersebut. d) Terbentuknya Kesadaran Kolektif untuk Transformasi UMKM e) Muncul kesadaran bersama bahwa pengelolaan keuangan bukan sekadar administrasi, melainkan pondasi utama untuk memperluas usaha, mengakses permodalan, dan meningkatkan daya saing. Kesadaran kolektif ini menjadi modal sosial yang penting untuk keberlanjutan pengembangan UMKM di Kelurahan Benda Baru. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Edukasi dan Implementasi (Ani Suryani, dkk) | 6-11 Gambar 1. Penyuluhan Manajemen Keuangan Gambar 2. Tanya Jawab Peserta UMKM terkait Manajemen Keuangan usahanya SIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada edukasi dan implementasi manajemen keuangan bagi UMKM di Kelurahan Benda Baru telah berjalan dengan efektif dan memberikan dampak positif. Melalui sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pencatatan transaksi, menyusun arus kas, menghitung HPP, serta membuat laporan keuangan sederhana. Selain peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menghasilkan perubahan perilaku keuangan, munculnya pola pikir strategis melalui pemanfaatan analisis SWOT, serta tumbuhnya pemimpin lokal yang membantu mendorong transformasi komunitas UMKM. Kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu perubahan sosial utama yang muncul. Secara keseluruhan, PKM ini berhasil meningkatkan kapasitas manajemen keuangan peserta dan memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan usaha mereka ke arah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. ACKNOWLEDGEMENTS Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menyampaikan terima kasih kepada Kelurahan Benda Baru atas dukungan fasilitas dan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Penghargaan juga diberikan kepada para pelaku UMKM peserta kegiatan atas partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Edukasi dan Implementasi (Ani Suryani, dkk) | 6-11 Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Dosen Pembimbing Ibu Dr. Nofryanti, S.E., M.Akt dan Bapak Dr. Baharudin Saga, S.E., M.M., BKP yang telah memberikan bimbingan sejak awal hingga akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para dosen yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan, di antaranya Dr. Iin Rosini, SE., M.Si.; Dr. Ani Kusumaningsih, ST., MM.; serta Andry Sugeng, SE., M.Ak. serta rekan-rakan mahasiswa yang telah membantu dalam persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Dukungan semua pihak telah memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi UMKM di Kelurahan Benda Baru. REFERENSI Dwiputra, R. D., & Barus, A. C. (2022). Peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan, 11(1), 35–47 Hery. (2017). Akuntansi untuk UKM dan UMKM: Panduan praktis penyusunan laporan keuangan. Jakarta: Grasindo. Aidah, R. N., Pinandhito, G. S., Ayu, L. I., Ramadhan, L., & Tiara, A. (2023). UMKM dalam perspektif keuangan dan manajemen. Ratio: Reviu Akuntansi Kontemporer Indonesia, 4(2), 149–156. Febriyanti, A. I., Kurniawan, M. Z., & Safrizal, H. B. A. (2024). Manajemen keuangan UMKM: Love of Money, Financial Self-Efficacy, dan Financial Technology Payment. Akuntabilitas: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 17(1) Hidayat, A., Sari, D. F., & Purnama, L. (2022). Peranan UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia: Tinjauan empiris dan kebijakan pemerintah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan, 12(3), 201–210. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2020). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2022). Data Statistik UMKM tahun 2022. Jakarta: Kemenkop UKM. Meilani, A., & Andriana, I. (2023). Pengaruh manajemen keuangan terhadap kinerja UMKM pada usaha kecil menengah di Kota Palembang. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(10). Nugroho, R., Santosa, D., & Ramdhani, A. (2020). Peningkatan kapasitas UMKM melalui literasi keuangan dan akses pembiayaan digital. Jurnal Pengembangan Ekonomi Lokal, 9(2), 112– 125. Rahmawati, E. (2020). Efektivitas metode pelatihan berbasis praktik dalam meningkatkan pemahaman akuntansi pelaku UMKM. Jurnal Akuntansi dan Kewirausahaan, 8(1), 55–66. Santosa, D. (2022). Peningkatan literasi keuangan masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Jurnal Pemberdayaan dan Ekonomi Rakyat, 5(2), 121–133. Setiawan, M., & Darmawan, Y. (2021). Pengaruh penggunaan aplikasi keuangan digital terhadap efektivitas pencatatan transaksi UMKM. Jurnal Ekonomi Digital dan Inovasi, 3(1), 45–58. Sujarweni, V. W. (2019). Akuntansi untuk UMKM: Teori dan praktik penyusunan laporan keuangan usaha kecil. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Susanti, E. (2023). Business plan sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM. Jurnal Manajemen dan Inovasi Bisnis, 5(3), 203–212. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93. Zulfitra, Z., Supriyanto, B. E., Zai, M., Hia, A. L., & Adrianto, N. (2023). Implementasi manajemen keuangan dalam pengembangan UMKM Cibodas Jasa Kota Tangerang. Jurnal Padma: Pengabdian Dharma Masyarakat, 2(2).