Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 114 PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMA Jenni Greis Tuandali1, Marsuti Sukri2 , Ode Zulaeha3 1,2,3Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara Email:
[email protected],
[email protected],
[email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ekonomi sebagai strategi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa SMA Muhamaddiyah kelas X IPS. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan yang tidak hanya menanamkan pemahaman konsep ekonomi, tetapi juga membangun karakter kreatif, inovatif, dan berorientasi pada peluang usaha. Integrasi kearifan lokal dalam PjBL diyakini dapat memperkaya pengalaman belajar siswa melalui pemanfaatan potensi budaya dan sumber daya daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru Ekonomi dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam merancang, mengembangkan, dan mempresentasikan produk atau proyek yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Model ini juga mendorong siswa lebih mengenal potensi daerah dan mengembangkan ide usaha berbasis tradisi lokal sehingga relevan dengan kehidupan nyata. Penerapan PjBL terbukti memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi siswa. Dengan demikian, penggunaan PjBL berbasis kearifan lokal dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran Ekonomi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Kata Kunci: Project Based Learning, Kearifan Lokal, Pembelajaran Ekonomi, Jiwa Kewirausahaan, Siswa SMA. ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model based on local wisdom in Economics learning as a strategy to foster entrepreneurial spirit among classes (X IPS) Muhamaddiyah high school students . The background of this research stems from the need for education that not only develops students’ understanding of economic concepts but also builds creative, innovative, and opportunity-oriented character. Integrating local wisdom into PjBL is believed to enrich students’ learning experiences through the utilization of cultural potential and local resources. This research employs a qualitative descriptive approach involving Economics teachers and students as research subjects. Data were collected through observations, interviews, and documentation throughout the learning process. The findings show that PjBL based on local wisdom can enhance students’ active engagement in designing, developing, and presenting products or projects with economic value. Furthermore, students demonstrated improvements in critical thinking, creativity, responsibility, and collaborative skills. This model also encourages students to better recognize regional potential and develop business ideas rooted in local traditions, making learning more relevant to real-life contexts. The implementation of PjBL provides meaningful and contextual learning experiences for students. Thus, the use of PjBL based on local wisdom can serve as an
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 115 alternative instructional strategy in Economics learning to foster entrepreneurial spirit from an early age. Keyword: Project Based Learning, Local Wisdom, Economic Learning, Entrepreneurial Spirit, High School Students. PENDAHULUAN Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial ekonomi yang semakin cepat, sekolah dituntut untuk menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing dan beradaptasi dalam dunia nyata. Pada konteks pembelajaran Ekonomi, tantangan tersebut semakin besar karena siswa tidak hanya dituntut memahami konsep-konsep teoritis, tetapi juga diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar bermakna dan kontekstual bagi siswa (Suharso & Herlindawati, 2024). Salah satu pendekatan yang dianggap efektif dalam mengembangkan kemampuan tersebut adalah Project Based Learning (PjBL). Model PjBL memungkinkan siswa belajar melalui penyelesaian proyek secara sistematis dan terarah sehingga mereka dapat membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dalam konteks pembelajaran Ekonomi, PjBL memberikan kesempatan bagi siswa untuk merancang, menjalankan, dan mengevaluasi sebuah proyek yang berkaitan dengan konsep ekonomi dan kewirausahaan. Hal ini membuka ruang bagi pengembangan kreativitas, kemampuan analitis, dan jiwa wirausaha (Hastuti, 2024). Namun demikian, penerapan pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial budaya tempat siswa tinggal. Salah satunya adalah kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas suatu daerah. Kearifan lokal, baik berupa budaya, tradisi, sumber daya alam, maupun pola kehidupan masyarakat, dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang relevan. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Ekonomi tidak hanya memperkaya materi, tetapi juga membantu siswa memahami potensi daerah dan peluang usaha yang dapat dikembangkan (Kurikulum, 2024) Pembelajaran berbasis kearifan lokal juga memberikan nilai tambah bagi siswa, karena mereka dapat mempelajari konsep ekonomi melalui fenomena nyata yang dekat dengan kehidupan mereka. Misalnya, praktik usaha lokal, kerajinan tradisional, kuliner khas daerah, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat dijadikan bahan dalam proyek. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan kognitif, tetapi juga mengembangkan rasa bangga dan kepedulian terhadap potensi daerahnya (Sari et al., 2025). Penerapan PjBL berbasis kearifan lokal diharapkan mampu memfasilitasi tumbuhnya jiwa kewirausahaan siswa SMA . Jiwa kewirausahaan pada dasarnya meliputi kemampuan melihat peluang, mengambil keputusan, berinisiatif, berinovasi, dan berani mengambil risiko. Melalui proyek yang berbasis kearifan lokal, siswa dapat belajar merancang produk atau layanan yang memiliki nilai jual sekaligus bernilai budaya. Hal ini akan menjadi modal penting bagi mereka dalam menghadapi dunia kerja maupun peluang usaha di masa depan (Chotimah et al., 2025) Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana penerapan Project Based Learning berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ekonomi dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa SMA.
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 116 Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran Ekonomi yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan potensi lokal serta pengembangan karakter wirausaha siswa. KAJIAN TEORI Pengertian Project Based Learning Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang menempatkan proyek sebagai inti kegiatan belajar. Menurut (Batubara et al., 2024), PjBL adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai sarana untuk memfasilitasi siswa dalam mengeksplorasi masalah, merancang solusi, dan menghasilkan produk nyata. Pembelajaran berbasis proyek juga berpijak pada teori konstruktivisme yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman dan aktivitas langsung yang memberikan makna. Karakteristik Project Based Learning Karakter utama PjBL meliputi pembelajaran berpusat pada siswa, adanya pertanyaan pemicu (driving question), penggunaan proyek yang autentik, adanya kolaborasi, serta menghasilkan produk akhir. Menurut (Muhibbullah et al., 2024), proyek dalam PjBL harus memiliki konteks nyata sehingga siswa dapat menghubungkan pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari. Proses ini dapat meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Tahapan Project Based Learning 1. Berdasarkan Buck Institute for Education (BIE), tahapan PjBL meliputi: 2. Mengajukan pertanyaan esensial, 3. Mendesain perencanaan proyek, 4. Menyusun jadwal, 5. Mengawasi keaktifan dan perkembangan siswa, 6. Menguji hasil, dan 7. Mengevaluasi pengalaman belajar. Tahapan ini memastikan siswa terlibat secara sistematis dalam pengembangan proyek yang bermakna. Kearifan Lokal (Local Wisdom) Kearifan lokal adalah nilai, gagasan, praktik, dan pengetahuan tradisional yang berkembang secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. Menurut (Rizal et al., 2024), kearifan lokal merupakan sistem pengetahuan yang terkandung dalam budaya dan menjadi pedoman masyarakat dalam memecahkan masalah kehidupan. Sementara menurut (Setiawaty et al., n.d.), kearifan lokal memiliki karakter khas dan relevan untuk dijadikan sumber belajar. Fungsi dan Peran Kearifan Lokal dalam Pendidikan Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran memiliki fungsi untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan relevansi pembelajaran, dan menanamkan nilai karakter. Pembelajaran berbasis kearifan lokal memungkinkan siswa memahami potensi daerah seperti kerajinan tradisional, makanan khas, atau praktik usaha lokal lainnya. Hal ini sejalan dengan pendekatan (Indonesia & Dasar, 2025), yang menekankan pembelajaran yang terkait dengan lingkungan dan pengalaman nyata siswa.
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 117 Kearifan Lokal Sebagai Sumber Belajar Ekonomi Dalam pembelajaran Ekonomi, kearifan lokal dapat dijadikan objek kajian seperti aktivitas produksi masyarakat, pasar tradisional, UMKM lokal, hingga praktik kewirausahaan berbasis budaya. Pembelajaran yang mengangkat potensi lokal membuat konsep ekonomi lebih mudah dipahami dan meningkatkan keterlibatan siswa. Pembelajaran Ekonomi di SMA Pembelajaran Ekonomi bertujuan mengembangkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar ekonomi serta kemampuan dalam mengambil keputusan yang efektif terkait sumber daya. Sesuai Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, pembelajaran Ekonomi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, literasi finansial, dan kompetensi wirausaha. Tantangan Pembelajaran Ekonomi Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menghadirkan pembelajaran yang konkret, menarik, dan dekat dengan kehidupan siswa. Banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep ketika pembelajaran disampaikan secara teoritis. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode pembelajaran seperti PjBL berbasis kearifan lokal untuk memperkuat pemahaman konsep secara aplikatif. Jiwa Kewirausahaan Siswa SMA Jiwa kewirausahaan mencakup kemampuan melihat peluang, menciptakan inovasi, mengambil keputusan, dan berani menanggung risiko (Junaid et al., 2024) menambahkan bahwa kewirausahaan juga mencakup kreativitas, kepercayaan diri, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama. Pentingnya Jiwa Kewirausahaan Bagi Siswa SMA Di era globalisasi, siswa tidak hanya dituntut memahami teori ekonomi tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang ekonomi. Pengembangan jiwa kewirausahaan sejak SMA dapat mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja, menciptakan usaha, atau meningkatkan daya saing di masa depan. Faktor yang Mempengaruhi Jiwa Kewirausahaan Faktor yang mempengaruhi antara lain lingkungan keluarga, sekolah, pengalaman belajar, serta model pembelajaran yang digunakan. PjBL berbasis kearifan lokal memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengembangkan usaha kecil berbasis budaya daerah. ntegrasi Project Based Learning Berbasis Kearifan Lokal untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Integrasi PjBL dengan kearifan lokal menciptakan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan aplikatif. Siswa tidak hanya mempelajari teori ekonomi tetapi juga menerapkannya dalam bentuk proyek yang berorientasi pada produk yang memiliki nilai budaya dan nilai ekonomi. Melalui aktivitas seperti merancang produk lokal, melakukan analisis pasar, hingga mempresentasikan hasil proyek, siswa mendapat pengalaman langsung dalam berpikir kreatif, berinovasi, dan mengembangkan ide usaha.
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 118 Model ini juga memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami potensi daerah, mengenali kekayaan lokal, dan mengembangkan produk berbasis tradisi yang dapat dijadikan peluang bisnis. Dengan demikian, penerapan PjBL berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa SMA. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan menggambarkan secara mendalam proses penerapan PjBL berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran ekonomi serta dampaknya terhadap perkembangan jiwa kewirausahaan siswa. Model yang digunakan adalah penelitian studi kasus yang menfokuskan pada penerapan model PjBL berbasis kearifan lokal di salah satu sekolah menengah atas. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mendapatkan gambaran lengkap dan mendalam tentang proses dan hasil yang terjadi di lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah Kota Ternate yang mengikuti pembelajaran Ekonomi selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling dan sebayak 35 siswa dijadikan sampel dalam penelitian ini. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Performa Nilai Siswa dalam Pembelajaran Ekonomi Berbasis PjBL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model PjBL berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA di SMA Muhammadiyah Kota Ternate. Data dikumpulkan dari laporan nilai rapor semester ganjil, yang menunjukkan tingkat keberhasilan siswa dalam aspek pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan data, nilai rata-rata pengetahuan siswa mencapai 79, sementara nilai rata-rata keterampilan mencapai 80. Nilai tertinggi untuk pengetahuan dan keterampilan masing-masing sebesar 89 dan 92, sedangkan nilai terendah berada di angka 62. Tabel.Nilai Hasil Belajar Siswa Indikator Ratarata Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Jumlah Siswa Persentase Predikat A Persentase Predikat B Nilai Pengetahuan 79 89 62 35 20% 73% Nilai Keterampilan 80 92 62 35 20% 73% Dari data nilai rapor semester ganjil ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Rata-rata nilai pengetahuan siswa mencapai 79, dan nilai keterampilan mencapai 80, menunjukkan keberhasilan penerapan model PjBL berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan pemahaman dan
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 119 keterampilan siswa. Nilai tertinggi untuk pengetahuan mencapai 89 dan untuk keterampilan mencapai 92, sedangkan nilai terendah berada di angka 62. Hal ini mengindikasikan adanya variasi kemampuan belajar di antara siswa. Sekitar 20% siswa memperoleh predikat A, menandakan mereka mampu menunjukkan penguasaan materi dan kreativitas tinggi dalam proyek. Hasil tersebut konsisten dengan teori bahwa model PjBL mampu meningkatkan hasil belajar jika dikombinasikan dengan pendekatan berbasis kearifan lokal yang relevan dan kontekstual (Kurikulum, 2024). Penerapan model ini membuat siswa lebih aktif dan terlibat secara langsung dalam proses belajar, terutama melalui kegiatan pembuatan produk dan analisis pasar lokal. Selain itu, data nilai dan pengamatan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep ekonomi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam berbagai proyek berbasis tradisi daerah. Hal ini penting karena meningkatkan kreativitas, kemampuan problem solving, serta keberanian mengambil risiko dalam berwirausaha. Hasil ini juga menunjukkan bahwa partisipasi aktif siswa selama proses belajar, misalnya merancang produk khas daerah, mengerjakan proyek secara kolaboratif, dan mempresentasikan hasilnya secara langsung, mampu meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar mereka. Dengan demikian, PjBL berbasis kearifan lokal tidak hanya mendongkrak hasil akademik, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa secara nyata. Perbandingan Kinerja Siswa Hasil ini menunjukkan bahwa siswa yang aktif dan terlibat langsung dalam pembuatan proyek dan analisis potensi daerah mampu meraih hasil yang lebih baik, seperti Safrin Mansur dan Saskia Nadira yang mendapatkan nilai di atas 83. Mereka mampu mengaitkan konsep ekonomi secara praktis dengan budaya dan potensi lokal. Selain itu, adanya siswa seperti Muh. Alfa Reza yang meraih nilai tertinggi 87 dan 86 menunjukkan bahwa ketika siswa mendapat pengalaman langsung dan relevan, mereka mampu memahami dan mengaplikasikan konsep secara lebih mendalam. Sebaliknya, siswa dengan nilai terendah yaitu 62 dan 62 memerlukan pendalaman dan motivasi lebih agar mampu mengikuti proses belajar secara optimal. Peningkatan Karakter Wirausaha Melalui PjBL Pengamatan selama proses berlangsung menunjukkan siswa lebih antusias dan aktif dalam kegiatan membuat produk berbasis kearifan lokal seperti kerajinan tangan dan makanan khas daerah. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam memperkenalkan hasil karya mereka. Hal ini sejalan dengan teori bahwa pembelajaran yang berbasis proyek mampu menumbuhkan karakter kewirausahaan, seperti inisiatif, keberanian mengambil risiko, dan kolaborasi (Sari et al., 2025). Beberapa siswa mampu menjelaskan peluang usaha secara argumenatif dan percaya diri, menunjukkan perkembangan karakter kewirausahaan yang signifikan. Implikasi Penerapan Model PjBL Berbasis Kearifan Lokal Dari analisis hasil dan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa model PjBL berbasis kearifan lokal adalah strategi yang efektif dan relevan dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa SMA. Pendekatan ini membantu mereka mengaitkan teori dengan praktek nyata di lingkungan sekitar, meningkatkan motivasi belajar, dan memperkuat identitas budaya. Melalui kegiatan ini,
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 120 siswa belajar memahami potensi lokal secara komprehensif—sehingga tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan secara langsung. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ekonomi siswa SMA dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Siswa yang belajar dengan pendekatan PBL menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, baik dari segi nilai maupun keterampilan berpikir kritis dan kontekstual. PBL memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah nyata, kolaborasi kelompok, dan pengambilan keputusan berbasis konsep ekonomi. Sebagian besar siswa berhasil mencapai predikat B dan A, menunjukkan penguasaan konsep dan kreativitas yang baik dalam mengembangkan produk ekonomi berbasis budaya lokal. PjBL mampu menumbuhkan karakter kewirausahaan siswa, seperti keberanian, inovasi, dan kolaborasi, yang sangat penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Pembelajaran berbasis proyek ini juga meningkatkan motivasi dan rasa bangga terhadap potensi lokal, serta mampu menghubungkan teori ekonomi dengan praktek nyata di lingkungan sekitar. REKOMENDASI Bagi Guru disarankan untuk terus menerapkan dan mengembangkan model PjBL berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran ekonomi. Bagi Sekolah hendaknya menyediakan pelatihan dan fasilitas pendukung agar proses implementasi lebih optimal. Bagi Peneliti selanjutnya bisa mengeksplorasi aspek psikologis dan social siswa yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran berbasis proyek ini. DAFTAR PUSTAKA Batubara, J. H., Muthmainnah, I., & Panggabean, A. H. (2024). Analisis Strategi Pembelajaran Project Based Learning Dalam Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Jurusan KPI Semester 6. 1(2). Chotimah, N., Kholiq, A., & Maumere, U. M. (2025). Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Berbasis Potensi Lokal : Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Kewirausahaan. 5(2), 16060–16064. Hastuti, D. (2024). The effect of project based learning ( PJBL ) on student economics and business mathematics learning outcomes : analysis on the topic of taxes and subsidies. 19(2), 248–259. Indonesia, B., & Dasar, S. (2025). Integrasi Nilai Kearifan Lokal Budaya Sunda dalam Pembelajaran. Junaid, A., Auliyah, I., Prasetianingrum, S., Kewirausahaan, P. S., Ekonomi, F., Megarezky, U., Akuntansi, P. S., Ekonomi, F., & Papua, U. Y. (2024). Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Di Era Millenial Sebagai Pembentukan Kapabilitas Kemandirian Berusaha. 4(1), 306–311.
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) 10.5281/ zenodo.17856186 E-ISSN : 2746 – 1092 Vol. 7 No. 1. Desember 2025 121 Kurikulum, M. R. (2024). No Title. 7(2), 62–71. Muhibbullah, M. M., Alviani, V. Z., & Natasya, D. (2024). Analisis Kesesuaian Implementasi Sintaks Project Based Learning dalam Proses Pembelajaran. 5(1), 42–57. Rizal, S., Mekkah, U. S., & Indonesia, A. (2024). Pemanfaatan kearifan lokal di aceh sebagai sumber belajar dalam pembelajaran etnosains. 3(2), 124–131. Sari, E., Ardiana, N., & Ahmad, M. (2025). Deep Learning dengan Pendekatan Kontekstual Terintegrasi Kearifan Lokal Tapanuli : Studi Validitas dalam Pengembangan Model Pembelajaran Ekonomi. 9(2), 737–749. https://doi.org/10.29408/jpek.v9i2.31918 Setiawaty, R., Fahrizal, D., Ariani, N. P., & Nikmah, M. U. (n.d.). Integrasi Kearifan Lokal Dalam Media Pembelajaran di SD : Sistematic Literature Review. 4(2025), 500–510. Suharso, P., & Herlindawati, D. (2024). Analisis Integrasi Keterampilan Abad 21 Dalam Buku Teks Ekonomi Kelas XII SMA / MA. 12(2), 128–138.