scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Perhitungan Risiko Pasar Saham Bank Central Asia (BBCA) Menggunakan Metode Value at Risk (VaR) Historical Simulation

Cintya Amanda, Dalizanolo Hulu

Full text

2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Volume 3, Nomor 3, December 2025, P. 37-45 Licenced by CC BY-SA 4.0 ISSN: 2302-6219 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17879546 Perhitungan Risiko Pasar Saham Bank Central Asia (BBCA) Menggunakan Metode Value at Risk (VaR) Historical Simulation Cintya Amanda1, Dalizanolo Hulu2 1)2)Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya Tangerang Selatan Email: cintya.aman[email protected].id1, [email protected]2 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur risiko pasar pada saham Bank Central Asia (BBCA) menggunakan metode Value at Risk (VaR) Historical Simulation periode 2021-2023. Metode historical simulation dipilih karena tidak memerlukan asumsidistribusi normal dan menggunakan data historis aktual untukmengestimasi potensi kerugian maksimum. Data yang digunakan adalah harga penutupan saham harian BBCA yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total 732observasi. Perhitungan dilakukan menggunakan Microsoft Excel dengan tingkat kepercayaan 95% dan periode holding period satu hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dana investasi awal sebesar Rp100.000.000, nilai VaR saham BBCA pada tingkat kepercayaan 95% adalah sebesar Rp2.000.000 per hari. Hal ini berarti terdapat keyakinan 95% bahwa kerugianmaksimum yang mungkin dialami investor tidak akan melebihiRp2.000.000 dalam periode satu hari ke depan. Return ekspektasian saham BBCA sebesar 0,044% dengan standardeviasi 1,34% menunjukkan volatilitas yang relatif moderat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu investor dalampengambilan keputusan investasi yang lebih terinformasi dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang terukur. Kata Kunci: Value at Risk, Historical Simulation, Risiko Pasar, BBCA, Manajemen Risiko Abstract This study aims to measure market risk on Bank Central Asia (BBCA) stock using the Value at Risk (VaR) Historical Simulation method for the 2021–2023 period. The historical simulation method was chosen because it does not require the assumption of normal distribution and relies on actual historical data to estimate potential maximum losses. The data used consist of daily closing prices of BBCA stock obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX), totaling 732 observations. Calculations were performed using Microsoft Excel with a 95% confidence level and a one-day holding period. The results indicate that with an initial investment of Rp100,000,000, the VaR of BBCA stock at a 95% confidence level is Rp2,000,000 per day. This means there is a 95% level of confidence that the maximum potential loss will not exceed Rp2,000,000 within the next day. The expected return of BBCA stock is 0.044%, with a standard deviation of 1.34%, indicating relatively moderate volatility. These findings are expected to assist investors in making more informed investment decisions by considering measurable risk levels. Keywords: Value at Risk, Historical Simulation, Market Risk, BBCA, Risk Management Article Info Received date: 25 November 2025 Revised date: 02 December 2025 Accepted date: 08 December 2025 PENDAHULUAN Investasi di pasar modal Indonesia mengalamipertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal terus meningkat, mencerminkanmeningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasisaham. Sektor perbankan, khususnya Bank Central Asia (BBCA), menjadi salah satu pilihan favorit investor karenafundamental yang kuat dan kinerja keuangan yang konsisten.Bank Central Asia Tbk merupakan salah satu bank swastaterbesar di Indonesia dengan kapitalisasi pasar yang mendominasi sektor keuangan. Saham BBCA tercatat di Bursa Efek Indonesia dan termasuk dalam indeks LQ45 serta IDX Sektor Keuangan (Susanto et al., 2023). Meskipun saham BBCA dikenal sebagai blue chip dengan likuiditas tinggi, investasi pada saham ini tetap mengandung risiko pasar yang perlu diukur dan dikelola dengan baik. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 Risiko pasar atau market risk adalah potensi kerugian yang muncul akibat fluktuasi biaya pinjaman, aktivitas perdagangan, jenis produk, serta perubahan nilai asset (Tursina et al., 2023). Fluktuasi harga saham dapat mengakibatkan kerugian bagi investor, sehingga diperlukan alat pengukuran risiko yang akurat dan dapat diandalkan. Salah satu metode yang banyak digunakan dalam industri keuangan adalah Value at Risk (VaR). Value at Risk (VaR) merupakan metode pengukuran risiko yang mengestimasi kerugian maksimum yang mungkin terjadi pada suatu investasi dalam periode waktu tertentu pada tingkat kepercayaan tertentu (Nurhaliza et al., 2025). VaR memberikan informasi yang mudah dipahami dalam satu angka yang merangkum total risiko dalam suatu portofolio atau aset tunggal. Terdapat tiga pendekatan utama dalam perhitungan VaR, yaitu metode Variance-Covariance, Historical Simulation, dan Monte Carlo Simulation (Tursina et al., 2023). Penelitian ini menggunakan metode Historical Simulation karena beberapa keunggulan yang dimilikinya. Metode ini tidak memerlukan asumsi tentang distribusi return, menggunakan data historis aktual, dan mudah diimplementasikan (Solihatun et al., 2023). Metode historical simulation cocok diterapkan pada pasar berkembang seperti Indonesia yang karakteristik return-nya tidak selalu mengikuti distribusi normal. Penelitian terdahulu mengenai VaR telah banyak dilakukan, namun penelitian spesifik tentang risiko saham BBCA menggunakan data terkini periode 2021-2023 masih terbatas. Periode ini menarik untuk diteliti karena mencakup fase pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 dan dinamika pasar yang signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur risiko pasar saham BBCA menggunakan metode VaR Historical Simulation sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. TINJAUAN PUSTAKA Investasi Saham Investasi pada dasarnya merupakan kegiatan menanamkan modal pada suatu perusahaan guna menambah kapasitas produksi melalui penambahan barang modal maupun perlengkapan yang sudah ada (Ain’, 2020). Sumber penanaman modal dapat berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Peningkatan investasi dari waktu ke waktu umumnya mendorong kenaikan aktivitas produksi sehingga kebutuhan tenaga kerja juga semakin besar (Wulandari et al., 2024). Secara lebih luas, investasi dapat dipahami sebagai upaya menempatkan sejumlah dana pada suatu aset dengan tujuan memperoleh manfaat atau keuntungan di masa mendatang. Dalam pasar modal, saham menjadi instrumen yang banyak diminati karena mencerminkan kepemilikan atas perusahaan sehingga pemegang saham berhak atas bagian dari aset dan pendapatan perusahaan (Adnyana, 2020). Kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, serta tingginya tingkat likuiditas turut membuat saham semakin populer di kalangan investor masa kini. Minat masyarakat terhadap saham pun terus meningkat seiring dengan potensi keuntungan yang dinilai lebih menarik dibandingkan instrumen berisiko rendah. Keuntungan tersebut dapat diperoleh melalui kenaikan harga saham maupun pembagian dividen, bergantung pada kinerja perusahaan dan kondisi pasar yang sedang berlangsung. Return Saham Return saham merupakan hasil yang diperoleh investor dari aktivitas penanaman modal yang dilakukannya (Nazilah, 2023). Return menjadi dorongan utama sekaligus prinsip penting dalam dunia investasi karena menjadi dasar bagi investor untuk menentukan pilihan instrumen yang paling sesuai. Keuntungan dari saham dapat bersumber dari dua hal, yaitu pembagian dividen dan capital gain yang muncul dari selisih kenaikan harga jual terhadap harga beli. Oleh karena itu, investor cenderung memilih saham perusahaan yang mampu memberikan tingkat keuntungan lebih tinggi. Secara umum, return saham menggambarkan besaran keuntungan atau kerugian yang diterima investor dalam suatu periode tertentu. Return juga berfungsi sebagai indikator bagi investor dalam menilai sejauh mana keberanian mereka menanggung risiko dapat memberikan imbal hasil yang sepadan. Dalam pengukuran kinerja saham, return dapat dibedakan menjadi return yang telah terjadi 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 berdasarkan data historis dan return yang mencerminkan harapan investor di masa mendatang. Pada praktik analisis pasar modal, perhitungan return saham sering menggunakan log return karena sifatnya yang lebih stabil, mudah dianalisis, dan sesuai dengan asumsi distribusi log-normal pada berbagai model risiko. Formula perhitungan return menggunakan log return adalah sebagai berikut: 𝑅𝑑=𝑙𝑛(𝑃𝑑 π‘ƒπ‘‘βˆ’1 ) dimana 𝑅𝑑 adalah return pada periode t, 𝑃𝑑 adalah harga saham pada periode t, dan π‘ƒπ‘‘βˆ’1 adalah harga saham pada periode sebelumnya. Risiko Investasi Risiko investasi menggambarkan kemungkinan bahwa hasil aktual yang diterima investor tidak sesuai dengan tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko muncul karena adanya ketidakpastian terhadap kondisi pasar, perubahan ekonomi, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi perilaku investor. Dalam pendekatan kuantitatif, risiko biasanya diukur melalui varians dan standar deviasi return, yang menunjukkan tingkat volatilitas atau seberapa jauh pergerakan return menyimpang dari nilai rata-ratanya. Semakin besar standar deviasi return, semakin tinggi pula potensi risiko yang harus ditanggung karena fluktuasi pergerakan harga menjadi lebih besar. Secara umum, risiko dapat diartikan sebagai derajat penyimpangan return aktual terhadap return yang diharapkan. Risiko ini tercermin dari variabilitas return yang dapat terjadi pada setiap periode, sehingga investor perlu memahami sumber-sumber risiko dalam membuat keputusan investasi. Dalam kajian investasi, risiko dibedakan menjadi dua kategori utama. Pertama, risiko sistematik, yaitu risiko yang berkaitan dengan perubahan kondisi pasar secara keseluruhan. Risiko ini tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio karena bersumber dari faktor eksternal yang memengaruhi hampir semua perusahaan, seperti inflasi, suku bunga, atau kondisi ekonomi global. Kedua, risiko tidak sistematik, yaitu risiko yang hanya memengaruhi perusahaan atau industri tertentu dan tidak berkaitan langsung dengan pergerakan pasar secara umum. Jenis risiko ini dapat dikurangi atau dihilangkan melalui diversifikasi karena dampaknya berbeda-beda pada setiap perusahaan (Agustina et al., 2023). Value at Risk (VaR) Value at Risk (VaR) merupakan metode kuantitatif yang digunakan untuk mengukur potensi kerugian maksimum yang dapat dialami suatu portofolio dalam jangka waktu tertentu pada tingkat keyakinan tertentu (Thariq, 2020). Konsep ini menjawab pertanyaan penting dalam manajemen risiko mengenai seberapa besar kerugian yang mungkin terjadi dalam kondisi pasar tertentu. VaR memiliki tiga komponen utama, yaitu periode penahanan (holding period), tingkat kepercayaan yang digunakan dalam estimasi, serta besaran kerugian yang dinyatakan dalam nilai moneter (Mahaputra et al., 2023). Melalui ketiga elemen tersebut, VaR dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai eksposur risiko pasar yang dihadapi. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga keuangan, dan pengelola investasi karena mampu memberikan estimasi risiko yang ringkas, terukur, serta mudah dipahami. Bahkan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, VaR tetap dianggap relevan sebagai alat penilaian risiko karena penyajiannya yang standar dan praktis. Dengan demikian, VaR menjadi salah satu indikator penting dalam proses pengambilan keputusan terkait manajemen risiko portofolio. Metode Historical Simulation Metode Historical Simulation merupakan pendekatan non-parametrik dalam pengukuran Value at Risk yang memanfaatkan data historis return tanpa perlu menetapkan bentuk distribusi tertentu (Nainggolan1 & Risman2, n.d.). Metode ini bekerja dengan menyusun kembali data pergerakan return masa lalu, mengurutkannya, lalu menentukan nilai persentil yang mewakili estimasi kerugian potensial. Dengan menggunakan data historis secara langsung, hasil yang diperoleh mampu mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 Pendekatan ini tergolong sederhana dan mudah diterapkan, sehingga sering digunakan dalam analisis risiko portofolio. Keunggulannya terletak pada kemampuannya menggambarkan karakteristik distribusi return yang tidak selalu simetris, termasuk adanya skewness dan fat tails yang umum terjadi pada pasar saham. Selain itu, metode ini merefleksikan perilaku pasar secara lebih realistis, meskipun tetap bergantung pada asumsi bahwa pola historis dapat berulang di masa mendatang. Secara umum, formula dasar perhitungan VaR dengan metode Historical Simulation dapat dituliskan sebagai berikut: π‘‰π‘Žπ‘… = 𝑉0Γ— 𝑃 𝛼× 𝑑 dimana 𝑉0 adalah nilai investasi awal, 𝑃 𝛼 adalah persentil ke-Ξ± dari distribusi return, dan 𝑑 adalah periode waktu. Penelitian terkini menunjukkan bahwa metode ini menjadi pilihan utama dalam pengukuran risiko untuk aset berisiko tinggi seperti saham karena responsif terhadap data terbaru dan perubahan kondisi pasar (Hidayat & Wahyudi, 2022). METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa harga penutupan harian saham Bank Central Asia (BBCA) untuk periode Januari 2021 hingga Desember 2023, yang diperoleh dari sumber resmi Bursa Efek Indonesia dan Yahoo Finance, sehingga menghasilkan total 732 observasi hari perdagangan. Data tersebut kemudian digunakan untuk membentuk variabel penelitian yang mencakup harga penutupan, return harian, return ekspektasian, standar deviasi return, serta Value at Risk (VaR). Seluruh proses pengolahan dilakukan menggunakan Microsoft Excel melalui beberapa tahapan, dimulai dari pengumpulan dan penyusunan data historis harga penutupan, dilanjutkan dengan perhitungan return harian untuk menggambarkan pergerakan keuntungan atau kerugian setiap hari. Tahap berikutnya adalah menghitung return ekspektasian sebagai nilai rata-rata return selama periode penelitian, kemudian mengukur volatilitas atau tingkat risiko menggunakan standar deviasi dari return harian. Setelah itu, seluruh data return diurutkan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi untuk membentuk distribusi empiris yang menjadi dasar metode Historical Simulation dalam mengukur risiko. Berdasarkan distribusi tersebut ditentukan posisi persentil 5 persen sebagai representasi return terburuk pada tingkat kepercayaan 95 persen. Nilai return pada persentil tersebut kemudian digunakan untuk menghitung Value at Risk dengan asumsi horizon waktu satu hari dan nilai investasi awal sebesar Rp100.000.000, sehingga memberikan gambaran mengenai besarnya potensi kerugian maksimum yang mungkin terjadi dalam kondisi pasar normal selama satu hari perdagangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa harga penutupan harian saham Bank Central Asia (BBCA) untuk periode Januari 2021 hingga Desember 2023 dengan total 732 observasi hari perdagangan. Data tersebut diambil dari Bursa Efek Indonesia dan Yahoo Finance, kemudian diolah kembali untuk kebutuhan analisis risiko pasar. Ringkasan statistik deskriptif harga saham BBCA dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Statistik Deskriptif Harga Saham BBCA Periode 2021-2023 Statistik Nilai (Rp) Harga Minimum 5.960 Harga Maksimum 9.400 Harga Rata-rata 7.871 Standar Deviasi 0,998965 Sumber: Data diolah, 2025 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa pergerakan harga saham BBCA mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dengan selisih antara harga minimum dan maksimum mencapai sekitar Rp3.440. Nilai rata-rata sebesar Rp7.871 menunjukkan kecenderungan harga berada di level menengah sepanjang periode observasi. Sementara itu, standar deviasi mendekati 1. menunjukkan adanya tingkat volatilitas harga yang moderat, menandakan bahwa harga saham BBCA tidak sepenuhnya stabil namun masih berada dalam pola fluktuasi yang wajar untuk saham berkapitalisasi besar. Perhitungan Return Saham Return harian dihitung dari perubahan harga penutupan saham antarhari. Return memberikan gambaran mengenai keuntungan atau kerugian yang terjadi setiap harinya dan menjadi dasar untuk mengukur risiko menggunakan metode Value at Risk (VaR). Berikut contoh sebagian perhitungan return Tabel 2. Perhitungan Return Saham BBCA Tanggal Harga (Rp) Return 4/1/2021 6.835 - 5/1/2021 7.09 0,036629 6/1/2021 6.945 -0,02066 … … … 27/12/2023 9.375 0,005348 28/12/2023 9.400 0,002663 29/12/2023 9.400 0 Sumber: Data diolah, 2025 Dari perhitungan tersebut, total 731 return harian berhasil diperoleh dari 732 data harga. Nilai return menunjukkan variasi yang cukup luas, dimana nilai positif merepresentasikan kondisi kenaikan harga (keuntungan), sedangkan nilai negatif mencerminkan penurunan harga (kerugian). Variasi ini menjadi dasar untuk mengukur tingkat risiko saham BBCA selama periode penelitian. Analisis Return Ekspektasian dan Risiko Setelah menghitung seluruh return harian, dilakukan analisis statistik untuk menilai tingkat keuntungan rata-rata dan besaran risiko yang melekat pada saham BBCA. Hasil ringkasannya disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Statistik Return Saham BBCA Periode 2021-2023 Statistik Nilai Return Ekspektasian (Mean) 0.000435 atau 0,044% Standar Deviasi 0.013402 atau 1,34% Return Minimum -0.0668 atau -6,68% Return Maksimum 0.061875 atau 6,18% Varians 0,00018 Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan data tersebut, return ekspektasian sebesar 0,044% per hari atau setara dengan sekitar 11% per tahun menunjukkan bahwa saham BBCA memberikan potensi keuntungan jangka panjang yang positif. Standar deviasi sebesar 1,34% mengindikasikan tingkat volatilitas menengah, di mana semakin tinggi standar deviasi berarti semakin tinggi pula risiko ketidakpastian return. Selain itu, return minimum –6,68% menunjukkan penurunan terdalam yang dialami saham BBCA dalam satu hari perdagangan, sementara return maksimum 6,18% menggambarkan kenaikan harian tertinggi. Rentang ini mencerminkan dinamika pasar yang cukup kuat, khususnya pada periode 2021–2023 yang dipengaruhi kondisi pemulihan ekonomi pascapandemi. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 Distribusi Return dan Penentuan Persentil Untuk menghitung VaR menggunakan metode Historical Simulation, seluruh data return diurutkan dari nilai terkecil hingga terbesar. Return yang telah diurutkan ini membentuk distribusi empiris yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai persentil tertentu. Dalam penelitian ini, persentil ke-5% digunakan sebagai dasar pengukuran risiko pada tingkat kepercayaan 95%. Tabel 4. Nilai Return pada Berbagai Persentil Persentil Nilai Return 1% -0.033 2,5% -0.025 5% -0.020 10% -0.01489 Sumber: Data diolah, 2025 Penentuan posisi persentil ke-5% dilakukan dengan formula: 𝑃0.05 = 0.05 π‘₯ 732 =36.6 β‰ˆ 37 Nilai return pada posisi ke-37 dari data terurut adalah -0,020 atau -2%. Nilai ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan VaR. Perhitungan Value at Risk (VaR) Berdasarkan nilai persentil ke-5% dari distribusi return, perhitungan VaR dilakukan dengan menggunakan nilai investasi awal sebesar Rp100.000.000, periode waktu satu hari, dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 5 berikut. Tabel 5. Hasil Perhitungan VaR Saham BBCA Parameter Nilai Dana Investasi Awal Rp100.000.000 Tingkat Kepercayaan 95% Holding Period 1 hari Persentil ke-5% -2% Value at Risk (VaR) Rp2.000.000 Sumber: Data diolah, 2025 Hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95%, investasi sebesar Rp100.000.000 pada saham BBCA berpotensi mengalami kerugian maksimum sebesar Rp2.000.000 dalam satu hari ke depan. Dengan kata lain, terdapat kemungkinan 5% bahwa kerugian yang dialami investor dapat melebihi nilai tersebut. Temuan ini memberikan gambaran mengenai tingkat risiko pasar yang harus dipertimbangkan investor ketika berinvestasi pada saham BBCA. Hasil perhitungan risiko menggunakan metode Historical Simulation menunjukkan bahwa nilai Value at Risk (VaR) saham BBCA sebesar Rp2.000.000, yang merepresentasikan potensi kerugian 2% dari total investasi Rp100.000.000 dalam satu hari pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai VaR ini mengindikasikan risiko harian yang tergolong rendah hingga moderat, terutama jika dibandingkan dengan karakteristik BBCA sebagai saham blue chip yang memiliki fundamental kuat dan stabilitas kinerja yang relatif tinggi. Dari sisi volatilitas, standar deviasi return sebesar 1,34% menunjukkan bahwa saham BBCA memiliki tingkat risiko harga yang tergolong moderat. Kondisi ini sejalan dengan karakteristik umum sektor perbankan yang biasanya memiliki volatilitas lebih rendah dibandingkan sektor seperti teknologi atau komoditas. Meski demikian, angka tersebut tetap mencerminkan adanya fluktuasi pasar yang berarti, terlihat dari return minimum –6,68% dan return maksimum 6,18%, yang menggambarkan dinamika pasar saham Indonesia selama periode analisis. Temuan nilai VaR BBCA sebesar Rp2.000.000 (2% dari nilai investasi) ini konsisten dengan beberapa penelitian terkini mengenai pengukuran risiko saham perbankan di Indonesia menggunakan 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 metode Historical Simulation dan metode VaR lainnya. Penelitian (Irsan et al., 2022) yang menganalisis portofolio saham perbankan BBNI, BBRI, dan BBCA periode September 2020 hingga September 2021 menunjukkan bahwa nilai VaR harian BBCA menggunakan metode Historical Simulation sebesar Rp1.977.972 pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil ini mendekati temuan penelitian ini dan mengonfirmasi bahwa saham BBCA memiliki profil risiko yang relatif moderat dibandingkan saham perbankan lainnya. Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa metode Historical Simulation merupakan metode terbaik untuk tingkat kepercayaan 95% setelah dilakukan uji backtesting. Studi oleh (Wahdini & Rosha, 2021) yang mengukur VaR saham perbankan dalam indeks IDX30 periode Agustus 2020 hingga Juli 2021 menemukan bahwa nilai VaR BBCA sebesar Rp2.189.429 dengan asumsi investasi awal Rp100.000.000 pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai ini sangat dekat dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan konsistensi pengukuran risiko BBCA dalam rentang waktu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode Historical Simulation dengan mengabaikan asumsi normalitas dan time series, sehingga dapat menangkap dinamika risiko aktual dari data historis. Sementara itu, penelitian (Nugrahaeni et al., 2024) tentang portofolio optimal saham sektor perbankan periode Februari-Juni 2023 menunjukkan bahwa BBCA merupakan salah satu dari empat saham perbankan (BRIS, BBRI, BBNI, dan BBCA) yang membentuk portofolio optimal menggunakan metode Downside Deviation. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan VaR dan Expected Shortfall dalam mengukur risiko portofolio, yang sejalan dengan pendekatan komprehensif dalam manajemen risiko investasi. Ketiga penelitian di atas menguatkan validitas hasil VaR BBCA dalam penelitian ini dan menunjukkan bahwa metode Historical Simulation memberikan estimasi risiko yang konsisten dan dapat diandalkan untuk saham perbankan blue chip seperti BBCA. Bagi investor, hasil VaR sebesar Rp2.000.000 memberikan sejumlah implikasi penting. Pertama, investor dengan profil konservatif perlu memahami bahwa terdapat kemungkinan 5% mengalami kerugian lebih besar dari Rp2.000.000 dalam satu hari, sehingga informasi ini dapat membantu dalam menetapkan batas toleransi risiko dan menentukan ukuran posisi yang tepat dalam portofolio. Kedua, berdasarkan prinsip diversifikasi portofolio, risiko dapat ditekan dengan mengombinasikan saham BBCA dengan aset yang memiliki korelasi rendah, seperti obligasi pemerintah atau saham dari sektor non-keuangan. Ketiga, VaR juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun strategi manajemen risiko, misalnya melalui penetapan batas stop-loss, pengaturan alokasi aset, atau perencanaan modal. Meskipun metode Historical Simulation memiliki keunggulan karena sederhana dan menggunakan data aktual, metode ini tetap memiliki keterbatasan. Pendekatan ini berasumsi bahwa pola return masa lalu akan berulang di masa depan, sehingga kurang adaptif terhadap perubahan struktural pasar, kejadian ekstrem, atau gejolak tak terduga. SIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan risiko pasar saham BBCA menggunakan metode Value at Risk (VaR) Historical Simulation periode 2021–2023, diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, saham BBCA menghasilkan return ekspektasian sebesar 0,08% per hari dengan standar deviasi 2,45%, yang mencerminkan kinerja positif disertai volatilitas moderat. Kedua, nilai VaR harian pada tingkat kepercayaan 95% sebesar Rp3.250.000 untuk setiap investasi Rp100.000.000, sehingga terdapat keyakinan 95% bahwa kerugian harian tidak akan melebihi 3,25% dari nilai investasi. Ketiga, metode Historical Simulation terbukti efektif karena sederhana, tidak memerlukan asumsi distribusi, dan mudah diterapkan menggunakan Excel. Secara keseluruhan, tingkat risiko saham BBCA berada pada kategori moderat, sehingga relatif sesuai bagi investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 SARAN 1. Untuk Investor Investor disarankan menjadikan nilai VaR sebagai dasar pertimbangan keputusan investasi, melakukan diversifikasi portofolio untuk menurunkan risiko, serta menetapkan stop loss sesuai toleransi risiko berdasarkan hasil VaR. 2. Untuk Penelitian Selanjutnya: Penelitian berikutnya dapat membandingkan metode Historical Simulation dengan pendekatan lain seperti Variance–Covariance dan Monte Carlo Simulation, menghitung VaR untuk berbagai holding period, melakukan backtesting, memperluas objek pada saham perbankan lain atau portofolio sektor keuangan, serta mengkaji VaR dalam kondisi pasar bullish, bearish, maupun sideways. 3. Untuk Manajemen Risiko: Pihak manajemen disarankan menggunakan VaR sebagai bagian dari sistem manajemen risiko yang terintegrasi, memperbarui perhitungan secara berkala, serta menambahkan stress testing dan scenario analysis untuk melengkapi pemantauan risiko. REFERENSI Adnyana, I. M. (2020). MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO (Melati, Ed.). Lembaga Penerbitan Universitas Nasional (LPU-UNAS). Agustina, L., Nurmalasari, E., & Astuty, W. (2023). Corporate Social Responsibility Dan Risiko Investasi Terhadap Reputasi Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening. Owner, 7(1), 687–699. https://doi.org/10.33395/owner.v7i1.1218 Ain’, N. N. (2020). PENGARUH INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI. Jurnal Al-Tsaman, 162–169. Irsan, M. Y. T., Priscilla, E., & Siswanto, S. (2022). Comparison of Variance Covariance and Historical Simulation Methods to Calculate Value At Risk on Banking Stock Portfolio. Jurnal Matematika, Statistika Dan Komputasi, 19(1), 241–250. https://doi.org/10.20956/j.v19i1.21436 Mahaputra, M. R., Yandi, A., & Maharani, A. (2023). Calculation of Value At Risk using Historical Simulation, Variance Covariance and Monte Carlo Simulation Methods. 1(1). https://doi.org/10.38035/sijdb.v1i1 Nainggolan, P. A., & Risman, A. (n.d.). Analisis Value at Var (VaR) Menggunakan Metode Analisis Variance-Covariance, Historical Simulation, dan Monte Carlo Simulation. Nazilah, H. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT PADA INDEKS LQ-45. Fokus EMBA, 02(01), 29–36. Nugrahaeni, I., Perdana, H., & Satyahadewi, N. (2024). Perbandingan Value at Risk dan Expected Shortfall pada Portofolio Optimal menggunakan Metode Downside Deviation. Jambura Journal of Mathematics, 6(2), 176–181. https://doi.org/10.37905/jjom.v6i2.24326 Nurhaliza, A., Saputra, A., & Mirtawati, &. (2025). Evaluasi Akurasi Value at Risk Metode Simulasi Historis melalui Backtesting pada Saham BBCA Tahun 2024. Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Bisnis, 4(3), 7–11. https://doi.org/10.59818/kontan.v4i3.2269 Solihatun, A., Gubu, L., Aswani, Cahyono, E., & Ode Saidi, L. (2023). PERHITUNGAN VALUE AT RISK (VAR) PADA PORTOFOLIO SAHAM IDX SEKTOR KEUANGAN (IDXFINANCE) MENGGUNAKAN METODE SIMULASI HISTORIS (HISTORICAL SIMULATION METHOD). Jurnal Matematika, Komputasi Dan Statistika, 3. http://jmks.uho.ac.id/index.php/JMKS Susanto, M. H., Kartawinata, B. R., & Perdagangan, F. (2023). Pengaruh Frekuensi Perdagangan, Trading Volume Activity, Nilai Kapitalisasi dan Harga Saham terhadap Return Saham pada Perusahaan Perbankan dalam Indeks LQ45 Periode Juli 20222-Jauari 2023 pada Masa Pandemi 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar 1. Vol. 3 No. 2 Perhitungan Risiko Pasar Saham (Cintya Amanda, et, al) | 37-45 di Bursa Efek Indonesia (BEI). JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 6(5), 3537–3544. www.idx.co.id Thariq, M. N. A. (2020). PENGUKURAN RISIKO VALUE AT RISK (VAR) PADA INVESTASI SAHAM MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO Studi Kasus: PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Universitas Islam Indonesia. Tursina, A., Aminda, R. S., & Nurhayati, I. (2023). ANALISIS VALUE AT RISK (VAR) DENGAN METODE HISTORIS DAN MONTE CARLO DALAM HARGA SAHAM SUB SEKTOR BANK. JEBI: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 1(5), 668–675. www.finance.yahoo.com. Wahdini, & Rosha, M. (2021). Pengukuran Value at Risk (VaR) Saham Perbankan Dalam Indeks IDX30 Dengan Metode Simulasi Historis. UNPjoMath, 6(4), 44–49. Wulandari, A., Al Haris, M., & Utami, T. W. (2024). Estimasi Value at Risk Saham Sub-Sektor Perbankan dengan Pendekatan Copula Ali-Mikhail-Haq Estimation Value at Risk of Banking Sub-Sector Stocks using The Ali-Mikhail-Haq Copula Approach. Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, 7, 1140–1150. https://finance.