scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DAN TINGKAT LITERASI DIGITAL TERHADAP PERAN DAN PRAKTIK ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN DAN TUGAS AKUNTANSI

Rahmania; Anugerah Andyni, Lopang; Niastri Gala, Datuan; Erna, Pasanda; Beatrix Putri, Danduru

Abstract

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan teknologi yang berkembang pesat dan telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi mahasiswa akuntansi dan tingkat literasi digital terhadap peran dan praktik AI dalam pembelajaran serta tugas-tugas akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Sampel penelitian terdiri dari 254 mahasiswa akuntansi dari enam universitas di Makassar, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan AI dalam kegiatan akademik, dengan koefisien regresi sebesar 0,404 dan nilai signifikansi 0,000. Demikian pula, tingkat literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,468 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap integrasi AI dengan nilai F hitung 112,691. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi positif dan literasi digital yang baik menjadi faktor utama dalam keberhasilan adopsi AI di pendidikan akuntansi.

Full text

14 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) ANALISIS PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DAN TINGKAT LITERASI DIGITAL TERHADAP PERAN DAN PRAKTIK ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN DAN TUGAS AKUNTANSI Rahmania1, Anugerah Andyni Lopang2, Niastri Gala Datuan3, Erna Pasanda4, Beatrix Putri Danduru5 [email protected], anugerahandyni[email protected]m2, [email protected], [email protected], putridandur[email protected]m5 Universitas Kristen Indonesia Paulus ABSTRAK Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan teknologi yang berkembang pesat dan telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi mahasiswa akuntansi dan tingkat literasi digital terhadap peran dan praktik AI dalam pembelajaran serta tugas-tugas akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Sampel penelitian terdiri dari 254 mahasiswa akuntansi dari enam universitas di Makassar, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan AI dalam kegiatan akademik, dengan koefisien regresi sebesar 0,404 dan nilai signifikansi 0,000. Demikian pula, tingkat literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,468 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap integrasi AI dengan nilai F hitung 112,691. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi positif dan literasi digital yang baik menjadi faktor utama dalam keberhasilan adopsi AI di pendidikan akuntansi. Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa, Literasi Digital, Artificial Intelligence, Pendidikan Akuntansi, Technology Acceptance Model. ABSTRACT Artificial Intelligence (AI) is a rapidly developing technology that has transformed various aspects of life, including higher education. This study aims to analyze the influence of accounting students’ perceptions and digital literacy levels on the role and practice of AI in learning and accounting tasks. The research employed a quantitative causal design with a sample of 254 accounting students from six universities in Makassar, selected using purposive sampling. Data were collected using a Likertscale questionnaire and analyzed through multiple linear regression with SPSS. The findings reveal that accounting students’ perceptions have a positive and significant effect on the role and practice of AI in academic activities, with a regression coefficient of 0.404 and a significance value of 0.000. Similarly, digital literacy levels positively and significantly influence AI utilization, with a regression coefficient of 0.468 and a significance value of 0.000. Simultaneously, both variables significantly affect AI integration, as indicated by an F-value of 112.691. These results emphasize that positive perceptions and strong digital literacy are crucial factors in the successful adoption of AI in accounting education. Keywords: Student Perception, Digital Literacy, Artificial Intelligence, Accounting Education, Technology Acceptance Model. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan tinggi. Salah satu inovasi yang paling berpengaruh adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang memungkinkan sistem komputer meniru kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan manusia. Dalam konteks akademik, berbagai penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran (Alqahtani et al., 2023); (de Queiroz et al., 2024). Volume 16 Nomor 11 | 15 Artificial Intelligence (AI) didefinisikan sebagai sistem yang mampu melakukan proses berpikir dan pengambilan keputusan seperti manusia (Yadav et al., 2023). Dalam praktik akuntansi, AI digunakan untuk menganalisis data keuangan, melakukan audit digital, serta mendeteksi kecurangan (Oc et al., 2024). Namun, pemanfaatan AI menuntut mahasiswa memiliki pemahaman teknologi yang baik serta persepsi positif agar dapat menggunakannya secara maksimal (chelsya & Cindy, 2025). Namun demikian, sebagian besar penelitian masih berfokus pada penerimaan teknologi secara umum dan belum secara khusus menyoroti bagaimana persepsi mahasiswa serta tingkat literasi digital memengaruhi penerapan AI dalam bidang akuntansi yang menuntut ketelitian dan analisis rasional. AI kini mulai banyak digunakan dalam bidang akuntansi, baik melalui perangkat lunak analisis data, otomasi pencatatan transaksi, maupun audit digital (Ikraharjo & Lestari, 2024). Pemanfaatan teknologi ini memberikan berbagai kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan baru seperti risiko plagiarisme, etika akademik, serta penurunan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi secara etis dan efektif (Celik, 2023). Literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap cara kerja, risiko, serta implikasi sosial penggunaan teknologi digital (Aswan, 2025). Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989), penerimaan teknologi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Dalam konteks pendidikan akuntansi, persepsi mahasiswa terhadap kemanfaatan dan kemudahan AI menjadi faktor penting yang menentukan sejauh mana mereka dapat menerima dan memanfaatkan teknologi tersebut dalam aktivitas akademik (Pakpahan & Nikmah, 2023). Semakin positif persepsi mahasiswa terhadap AI, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menggunakan teknologi ini secara efektif dalam pembelajaran dan tugas-tugas akuntansi. Selain persepsi, literasi digital juga berperan besar dalam kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi digital di era modern (Wahyuni et al., 2025). Literasi digital yang baik membantu mahasiswa memahami serta mengevaluasi informasi dengan kritis, sekaligus meningkatkan persepsi etis terhadap penggunaan AI (Aswan, 2023). Dengan demikian, mahasiswa dengan literasi digital yang tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk menggunakan AI secara bijak dan produktif dalam proses akademik. Melihat pentingnya kedua aspek tersebut, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan kajian sebelumnya dengan mengkaji secara simultan pengaruh persepsi dan literasi digital terhadap praktik penggunaan AI dalam pembelajaran akuntansi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana persepsi mahasiswa akuntansi serta kemampuan digital mereka berkontribusi terhadap perilaku adopsi AI dalam konteks akademik. Secara implisit, penelitian ini diarahkan untuk menelaah apakah persepsi mahasiswa akuntansi dan tingkat literasi digital berpengaruh secara sendiri maupun bersamasama terhadap peran serta praktik Artificial Intelligence dalam mendukung pembelajaran dan pelaksanaan tugas-tugas akuntansi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Populasi penelitian meliputi mahasiswa program studi Akuntansi dari enam universitas di Makassar: Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Fajar, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Sampel sebanyak 254 mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria: (1) mahasiswa aktif minimal semester tiga, (2) pernah menggunakan aplikasi berbasis AI dalam kegiatan akademik, dan (3) bersedia menjadi responden. 16 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert lima poin yang mengukur tiga variabel: persepsi mahasiswa terhadap AI (X1), tingkat literasi digital (X2), serta peran dan praktik AI (Y). Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelum digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan tahapan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Uji t digunakan untuk mengukur pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan uji F digunakan untuk melihat pengaruh simultan dengan tingkat signifikansi 5 persen. HASIL Pada peneltian ini analisis dilakukan melalui beberapa tahapan uji statistik menggunakan regresi linear berganda untuk melihat arah dan besarnya pengaruh masingmasing variabel independen, uji F untuk mengetahui pengaruh kedua variabel secara simultan, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk mengukur seberapa besar kontribusi persepsi mahasiswa dan literasi digital dalam menjelaskan variasi penggunaan AI oleh mahasiswa akuntansi. Analisis Regresi Linear Berganda Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan maupun parsial antara dua variabel independent yaitu Persepsi Mahasiswa Terhadap AI dan Tingkat Literasi Digital terhadap variabel dependen yaitu Peran dan Praktik AI Dalam dan Tugas Akuntansi. Tabel 1.1 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 16.506 1.680 9.826 .000 Persepsi Mahasiswa Akuntansi .404 .057 .379 7.074 .000 Tingkat Literasi Digital .468 .061 .411 7.676 .000 a. Dependent Variable: Peran dan Praktik AI Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran dan praktik AI dalam pembelajaran dan tugas akuntansi. Berdasarkan diatas menunjukkan bahwa : 1. Variabel Persepsi Mahasiswa Akuntansi (X1) memiliki nilai koefisien regresi 0,404 dengan t hitung 7,074 dan sig. 0,000 < 0,05. Hal ini berarti X1 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y. 2. Variabel Tingkat Literasi Digital (X2) memiliki nilai koefisien regresi 0,468 dengan t hitung 7,676 dan sig. 0,000 < 0,05. Hal ini berarti X2 juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y. 3. Persamaan regresi linear berganda yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah: Y = 16,506 + 0,404X₁ + 0,468X₂ + e. Artinya: Nilai konstanta 16,506 menunjukkan bahwa jika persepsi mahasiswa (X₁) dan tingkat literasi digital (X₂) bernilai nol, maka peran dan praktik AI (Y) memiliki nilai sebesar 16,506 satuan. Koefisien regresi untuk variabel persepsi mahasiswa (0,404) berarti setiap peningkatan satu unit persepsi mahasiswa akan meningkatkan peran dan praktik AI sebesar 0,404 poin, dengan asumsi variabel lain tetap. Koefisien regresi untuk variabel tingkat literasi digital (0,468) berarti setiap peningkatan satu unit tingkat literasi digital akan meningkatkan peran dan praktik AI sebesar 0,468 poin. Volume 16 Nomor 11 | 17 Uji T Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) secara parsial (individu), dengan asumsi variabel independen lain dianggap konstan. Tabel 1.2 Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 16.506 1.680 9.826 .000 Persepsi Mahasiswa Akuntansi .404 .057 .379 7.074 .000 Tingkat Literasi Digital .468 .061 .411 7.676 .000 a. Dependent Variable: Peran dan Praktik AI Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa : 1. Nilai konstanta sebesar 16,506 dengan t hitung 9,826 dan sig. 0,000. 2. Variabel Persepsi Mahasiswa Akuntansi memiliki nilai sig. 0,000 < 0,05 yang artinya Variabel Persepsi Mahasiswa Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peran dan Praktik AI. Semakin baik persepsi mahasiswa akuntansi, maka semakin meningkat pula peran dan praktik. 3. Variabel Tingkat Literasi Digital juga memiliki nilai sig. 0,000 < 0,05 yang artinya variabel Tingkat Literasi Digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peran dan Praktik AI. Artinya, semakin tinggi tingkat literasi digital mahasiswa, maka semakin tinggi pula peran dan praktik AI yang dilakukan. Uji F Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen (X) yang dimasukkan ke dalam model regresi secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Y). Tabel 1.3 Hasil Uji F Berdasarkan tabel ANOVA, diperoleh nilai F hitung = 112,691 dengan tingkat ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regressio n 1086.013 2 543.007 112.691 .000b Residual 1209.455 251 4.819 Total 2295.469 253 a. Dependent Variable: Peran dan Praktik AI a. Predictors: (Constant), Tingkat Literasi Digital, Presepsi Mahasiswa Akuntansi 18 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Persepsi Mahasiswa Akuntansi (X1) dan Tingkat Literasi Digital (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Peran dan Praktik AI (Y). Dengan kata lain, model regresi yang digunakan layak dipakai dalam penelitian ini. Uji Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Nilai R² berkisar antara 0 sampai 1. Semakin mendekati angka 1, berarti variabel independen memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menjelaskan variasi dari variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai R² mendekati 0, maka kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat lemah. Tabel 1.4 Hasil Uji R2 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .688a .473 .469 2.19512 a. Predictors: (Constant), Tingkat Literasi Digital, Persepsi Mahasiswa Akuntansi b. Dependent Variable: Peran dan Praktik AI Berdasarkan hasil analisis yang ditunjukkan pada Tabel Model Summary, diperoleh nilai R = 0,688, R Square = 0,473, dan Adjusted R Square = 0,469. Nilai R sebesar 0,688 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel independen, yaitu Tingkat Literasi Digital dan Persepsi Mahasiswa Akuntansi, dengan variabel dependen Peran dan Praktik AI tergolong kuat, karena berada di atas 0,6. PEMBAHASAN Pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi terhadap Peran dan Praktik Artificial Intelligence (AI) Berdasarkan hasil uji t pada tabel Coefficients, variabel Persepsi Mahasiswa Akuntansi (X1) memperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,404, nilai t hitung sebesar 7,074, dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peran dan Praktik AI (Y). Hal ini menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,404 pada variabel persepsi mahasiswa akuntansi menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit skor persepsi akan meningkatkan peran dan praktik AI sebesar 0,404 poin. Artinya, semakin baik persepsi mahasiswa akuntansi, maka semakin meningkat pula peran dan praktik penggunaan AI. Berdasarkan hasil uji hipotesis, maka H₁ diterima, karena persepsi mahasiswa akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran dan praktik AI dalam pembelajaran dan tugas akuntansi. Pengaruh Tingkat Literasi Digital MahasiswaAkuntansi tehadap Peran dan Praktik Artificial intelligence (AI) Berdasarkan hasil uji t pada tabel Coefficients, variabel Tingkat Literasi Digital (X2) memperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,468, nilai t hitung sebesar 7,676, dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Tingkat Literasi Digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peran dan Praktik Artificial intelligence (AI). koefisien regresi 0,468 pada variabel literasi digital Volume 16 Nomor 11 | 19 menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital satu unit lebih berdampak besar dibanding persepsi, sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi digital merupakan determinan dominan terhadap praktik AI. Berdasarkan hasil uji hipotesis, maka H₂ diterima, karena tingkat literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran dan praktik AI dalam pembelajaran dan tugas akuntansi. Pengaruh Persepsi Mahasiswa dan Tingkat Literasi Digital terhadap Peran dan Praktik AI (Uji F) Berdasarkan hasil uji F yang disajikan pada Tabel ANOVA diperoleh nilai F hitung sebesar 112,691 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Persepsi Mahasiswa Akuntansi (X₁) dan Tingkat Literasi Digital (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Peran dan Praktik Artificial Intelligence (Y) dalam pembelajaran dan tugas akuntansi. Dengan kata lain, model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak untuk digunakan karena kedua variabel independen secara bersamasama mampu menjelaskan variasi pada variabel dependen. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis simultan, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga (H₃) yang menyatakan bahwa Persepsi Mahasiswa Akuntansi dan Tingkat Literasi Digital secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Peran dan Praktik Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran dan Tugas Akuntansi diterima. Koefisien Determinasi (Uji R²) Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar proporsi variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam suatu model regresi. Dalam penelitian ini, koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel Persepsi Mahasiswa Akuntansi (X₁) dan Tingkat Literasi Digital (X₂) mampu menjelaskan variasi dari variabel dependen yaitu Peran dan Praktik Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran dan Tugas Akuntansi (Y). Berdasarkan hasil analisis regresi pada Tabel Model Summary, diperoleh nilai R Square sebesar 0,473 dan Adjusted R Square sebesar 0,469. Nilai ini menunjukkan bahwa sebesar 47,3% variasi yang terjadi pada Peran dan Praktik AI dapat dijelaskan oleh dua variabel independen, yakni Persepsi Mahasiswa Akuntansi dan Tingkat Literasi Digital, sedangkan sisanya sebesar 52,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model, seperti pengalaman penggunaan teknologi, dukungan institusi pendidikan, serta faktor lingkungan akademik mahasiswa. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,469 mengindikasikan bahwa setelah disesuaikan dengan jumlah variabel bebas, kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen tetap kuat dan stabil. Hal ini berarti bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini cukup baik dan layak digunakan untuk menggambarkan hubungan antara persepsi mahasiswa, literasi digital, dan pemanfaatan AI dalam konteks pendidikan akuntansi. Nilai R sebesar 0,688 juga memperlihatkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara ketiga variabel tersebut Temuan ini sejalan dengan penelitian Aswan yang menyatakan bahwa literasi digital berpengaruh terhadap perilaku etis dalam penggunaan AI (Aswan, 2023), dan mendukung model TAM yang menegaskan pentingnya persepsi kegunaan dan kemudahan dalam penerimaan teknologi (Davis 1989). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa akuntansi yang memiliki persepsi positif serta tingkat literasi digital tinggi lebih siap dan percaya diri dalam mengintegrasikan AI ke dalam kegiatan akademik mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis digital yang mendorong keterampilan teknologi dan kesadaran etis mahasiswa. Selain itu, hasil penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan sinergis antara persepsi 20 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) mahasiswa akuntansi dan tingkat literasi digital yang tinggi dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi digital di bidang akuntansi. Mahasiswa yang memahami teknologi AI tidak hanya menggunakannya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam analisis data akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan memperluas kemampuan analitis dan reflektif yang dibutuhkan dalam profesi akuntansi. Dari sisi praktis, temuan ini memberikan implikasi penting bagi institusi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum akuntansi dengan memasukkan pelatihan berbasis AI, analitik data, dan literasi digital sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Selain itu, dosen diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi AI sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknologis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran etis terhadap penggunaan AI secara bertanggung jawab. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa akuntansi dan tingkat literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran dan praktik Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran dan tugas akuntansi. Persepsi yang positif mendorong motivasi untuk menggunakan teknologi, sedangkan literasi digital memastikan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan AI secara efektif dan bertanggung jawab. Hasil penelitian ini memperkuat relevansi Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks pendidikan akuntansi serta menunjukkan pentingnya integrasi AI ke dalam kurikulum untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa. Kekuatan artikel ini terletak pada pengujian empiris hubungan antara persepsi, literasi digital, dan praktik AI dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, yang masih jarang diteliti sebelumnya. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan dengan mempertimbangkan variabel moderasi seperti pengalaman teknologi atau faktor institusional. SARAN Berdasarkan hasil temuan tersebut, disarankan agar perguruan tinggi memperkuat kurikulum akuntansi dengan menambahkan pembelajaran yang berfokus pada teknologi, khususnya yang berkaitan dengan Artificial Intelligence, analisis data, dan literasi digital. Dosen diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa, sekaligus menanamkan nilainilai etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Bagi mahasiswa, penting untuk terus mengembangkan kemampuan literasi digital serta sikap kritis dan bijak dalam memanfaatkan AI agar teknologi tersebut benar-benar menjadi alat bantu yang mendukung proses belajar dan pengembangan profesionalisme. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas lingkup kajian dengan menambahkan variabel lain seperti pengalaman teknologi, dukungan institusional, atau faktor motivasi belajar, sehingga hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap pengaruh AI dalam dunia pendidikan akuntansi. DAFTAR PUSTAKA Alqahtani, T., Badreldin, H. A., Alrashed, M., Alshaya, A. I., Alghamdi, S. S., bin Saleh, K., Alowais, S. A., Alshaya, O. A., Rahman, I., Al Yami, M. S., & Albekairy, A. M. (2023). The emergent role of artificial intelligence, natural learning processing, and large language models in higher education and research. Research in Social and Administrative Pharmacy, 19(8), 1236–1242. https://doi.org/10.1016/j.sapharm.2023.05.016 Aswan, D. (2023). Analisis Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Volume 16 Nomor 11 | 21 dalam Era Internet. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(20), 949–955. https://doi.org/10.5281/zenodo.10362490 Aswan, D. (2025). Hubungan antara Literasi Digital dan Persepsi Mahasiswa tentang Etika Penggunaan AI di Kalangan Akademik. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(D), 283–294. Celik, I. (2023). Exploring the Determinants of Artificial Intelligence (AI) Literacy: Digital Divide, Computational Thinking, Cognitive Absorption. Telematics and Informatics, 83(July), 102026. https://doi.org/10.1016/j.tele.2023.102026 chelsya, C., & Cindy, N. (2025). Persepsi Mahasiswa Terhadap Peran Dan Praktik Artificial Intelligence Akuntansi Di Indonesia. Economics and Digital Business Review, 6(1), 168– 184. de Queiroz, D. C., do Nascimento, J. L. G., de Oliveira Nunes, P. H., Gomes, A. M. P., de Souza, J. T., & de Oliveira, I. N. (2024). Artificial Intelligence in Education: an Overview of Distance Education Courses. Revista de Gestao Social e Ambiental, 18(5), 1–9. https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n5-169 Ikraharjo, A. F., & Lestari, T. U. (2024). Perspektif Mahasiswa Akuntansi Terhadap Kesiapan Menggunakan Teknologi Dan Adopsi Teknologi Pada Artificial Intelligence Dalam Bidang Akuntansi. 11(6), 6497–6509. Oc, Y., Gonsalves, C., & Quamina, L. T. (2024). Generative AI in Higher Education Assessments: Examining Risk and Tech-Savviness on Student’s Adoption. Journal of Marketing Education. https://doi.org/10.1177/02734753241302459 Pakpahan, S. R., & Nikmah, N. (2023). Kesiapan Kerja Mahasiswa Akuntansi Di Era Disrupsi Teknologi Digital: Peran Keahlian Akuntansi, Literasi Digital, Literasi Manusia, Dan Adaptabilitas Karir. Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(3), 3796– 3811. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v6i3.5592 Wahyuni, C. S., Afriza, E. F., & Srigustini, A. (2025). Pengaruh Literasi Ekonomi, Literasi Digital Dan Adversity Quotient Terhadap Digital Entrepreneurship Intention Mahasiswa. Jurnal Akademik Ekonomi Dan Manajemen, 2(2), 38–47. Yadav, A., Gupta, V., Sahu, H., & Shrimal, S. (2023). Artificial Intelligence, N. Oxford English Dictionary, 3, 30–33. https://doi.org/10.1093/oed/3194963277