Preserving Environmental Sustainability in Pisitan Village, Cianjur Regency
Full text
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Volume 3, Nomor 11, December 2025, P. 232-238 E-ISSN: 2986-6340 Licenced by CC BY-SA 4.0 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17918678 Menjaga Kelestarian Alam di Kampung Pisitan Kabupaten Cianjur Preserving Environmental Sustainability in Pisitan Village, Cianjur Regency Aini Nurazijah Munawar 1), Dwi Ratno Niscahyo2) , Fitria Nuraeni3) , Giovani Oktaviano 4), Hadiqotul Jannah 5), Kineisha Malika Priya Diantha 6), Muhammad Habibur Rohman 7), Muhammad Hafiz Rasinul Fuadi 8), Muhammad Nabil Syuhada 9), Puspa Dewi Pratusha 10) Tamami 11), Suhendar 12), Dian Herdiana 13) 1-13Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung E-mail: 1[email protected], 2[email protected] , 3[email protected], 4[email protected] , 5[email protected], 6[email protected] , 7burahm[email protected] , 8[email protected] 9nabilllmuhamma[email protected],10 pspa[email protected] 11[email protected] 12[email protected] 13[email protected] Abstrak Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak hanya menjadi landasan persatuan bangsa, tetapi juga sebagai panduan moral dalam menjaga kelestarian alam. Prinsip pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan rasa hormat terhadap ciptaan Tuhan yang terwujud dalam pelestarian lingkungan. Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, menuntut kesadaran untuk melindungi alam agar tetap layak huni bagi generasi sekarang dan mendatang. Prinsip ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi kunci karena kelestarian alam tidak mengenal batas wilayah, membutuhkan kerja sama seluruh warga negara tanpa memandang suku, agama, atau asal-usul. Keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait lingkungan. Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memastikan manfaat pelestarian alam dirasakan secara merata. Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, bangsa Indonesia dapat memperkuat persatuan sambil melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang menjadi harta kekayaan bangsa. Kata Kunci: Aktualisasi Nilai Pancasila, Nilai Persatuan, Kelestarian Alam, Partisipasi Mahasiswa Abstract Pancasila as the basis of the Indonesian state is not only the basis for national unity, but also as a moral guide in preserving nature.The first principle, Belief in One Almighty God, teaches respect for God's creation which is manifested in environmental conservation.Second, Just and Civilized Humanity, demands awareness to protect nature so that it remains habitable for present and future generations.The third principle, Indonesian Unity, is key because nature conservation knows no territorial boundaries, requiring the cooperation of all citizens regardless of ethnicity, religion or origin.Fourth, democracy led by wisdom in deliberation and representation, encouraging community participation in decision making related to the environment.Fifth, Social Justice for All Indonesian People, ensuring that the benefits of nature conservation are felt equally.Through consistent application of Pancasila values, the Indonesian nation can strengthen unity while protecting biodiversity and ecosystems which are the nation's treasures. Keywords: Actualization of Pancasila Values, Unity Values, Nature Conservation, Student Participation Article Info Received date: 25 November 2025 Revised date: 30 November 2025 Accepted date: 05 December 2025 PENDAHULUAN Pancasila sebagai Landasan Persatuan Bangsa dalam Menjaga Kelestarian Alam Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian alam. Namun, tantangan lingkungan hidup seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, dan polusi semakin meningkat, mengancam keberlanjutan hidup masyarakat dan ekosistem (BPS, 2020). Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2020), Indonesia mengalami kehilangan hutan seluas 115.460 hektar pada tahun 2019, yang merupakan salah satu yang
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 tertinggi di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian alam masih jauh dari target yang diinginkan. Sebagai bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika kita harus dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila agar tetap terjaga sampai akhir nanti, oleh karenanya sebagai generasi bangsa kita betul-betul harus menyiapkan diri agar dapat menghadapi dan dapat bersaing dalam segala bidang dalam menyongsong kehidupan yang berkemajuan tentunya dengan tetap membawa Indonesia menjadi lebih baik tanpa mengenyampingkan ciri khas bangsa Indonesia. Sementara itu nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter bersumber dari: 1) Agama, 2) Pancasila, 3)Budaya, dan 4) Tujuan Pendidikan Nasional. Dalam menghadapi tantangan ini, persatuan bangsa menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjaga kelestarian alam.Pancasila merupakan dasar sekaligus sebagai ideologi bangsa Indonesia menegakkan prinsip-prinsip kehidupan bernegara. Pancasila yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan diuraikan secara mendalam pada pasal-pasalnya yang Artinya, nilai -nilai dalam Pancasila menjadi nilai yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara baik bidang, pendidikan, hukum, politik, ekonomi,seni budaya, dan kemasyarakatan. Pendidikan budaya dan karakter bangsa mempunyai tujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik, yaitu warga bermampuan,berkemauan, serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sebagai warga negara. Bangsa ini membutuhkan generasi yang benarbenar mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari karena dapat dilihat dari hari kehari semakin nampak tandatanda surutnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan (Khoisiah, 2020).Dengan nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan cinta lingkungan, Pancasila dapat menjadi landasan bagi upaya pelestarian alam dan memperkuat persatuan bangsa. Subyek pengabdian dalam artikel ini adalah komunitas dampingan di Desa Campaka Mulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, yang memiliki potensi besar dalam menjaga kelestarian alam, namun masih menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Fokus pengabdian adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam melalui pendidikan dan pelatihan berbasis Pancasila. Alasan memilih subyek pengabdian ini adalah karena Desa memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, namun masih menghadapi tantangan lingkungan hidup seperti kerusakan hutan dan polusi. Perubahan sosial yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, serta memperkuat persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam perilaku dan sikap masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila khususnya Sila Ketiga, yaitu “Persatuan Indonesia,” dalam usaha menjaga kelestarian alam. Metode kualitatif ini digunakan untuk menganalisis, mendeskripsikan, mencatat, serta menginterpretasikan kondisi sosial dan aktivitas nyata terkait pelestarian lingkungan. Pendekatan ini bersifat responsif dan fleksibel sesuai dengan situasi lapangan, sehingga mampu menyesuaikan dengan dinamika masyarakat dan nilai-nilai lingkungan yang dihadapi (Sugiyono, 2010). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cempaka Mulya Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung, sebagai tempat implementasi nilai persatuan dalam kegiatan pelestarian lingkungan bersama masyarakat setempat. Penelitian dilakukan oleh tujuh orang anggota yang memiliki tanggung jawab berbeda namun saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama. Setiap anggota berperan dalam edukasi cinta tanah air, pendampingan kegiatan penanaman pohon, sosialisasi bahaya sampah plastik, penguatan gotong royong dalam menjaga lingkungan, pembimbingan anak-anak melalui permainan
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 edukatif cinta alam, serta pendokumentasian dan wawancara dengan masyarakat. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi langsung pada kegiatan pelestarian lingkungan, wawancara dengan masyarakat dan tokoh setempat untuk mendapatkan informasi yang akurat, serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Melalui metode ini, penelitian mampu menggambarkan secara jelas bagaimana nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan bagaimana semangat persatuan memberikan dampak positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan dan pembahasan dalam makalah ini berupa deskripsi mengenai pelaksanaan edukasi lingkungan yang mengaktualisasikan nilai Persatuan Indonesia. Kegiatan dilakukan melalui pengamatan proses budidaya tanaman serta praktik langsung memetik cabai bersama petani. Pembahasan diperoleh dari hasil wawancara dengan petani dan observasi lapangan mengenai cara menjaga kelestarian alam. Gambaran umum Pancasila adalah dasar dan landasan ideologi Bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan. 1. Peran Sila Ketiga: Persatuan Indonesia Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan pentingnya kekompakan, gotong royong, dan kerja sama antarwarga dalam memelihara lingkungan hidup (Kaelan, 2016). a. Relevansi Pertanian: Dalam kegiatan edukasi lingkungan di lapangan, peserta mengamati bagaimana petani bekerja sama dalam menanam, merawat, hingga memanen cabai. Petani menjelaskan bahwa kegiatan ini membutuhkan kebersamaan untuk menjaga kualitas tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa persatuan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif (Susanto, 2016). b. Tanggung Jawab Kolektif: Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan kerja bersama yang melibatkan seluruh masyarakat (Widiatama, Mahmud & Suparwi, 2020). c. Simbolisme Pohon Beringin: Sila ketiga dilambangkan dengan Pohon Beringin yang besar, tempat banyak orang dapat berteduh di bawah naungan Negara Republik Indonesia. Sulur dan akar yang menjalar melambangkan keragaman suku, budaya, dan agama yang menyatu di bawah nama Indonesia. Persatuan ini terwujud ketika pemerintah, sekolah, dan masyarakat bersatu menjaga kelestarian hutan sebagai aset bangsa. 2. Teori Kewarganegaraan Ekologis (Ecological Citizenship) Dari sisi teori kewarganegaraan ekologis (Andrew Dobson, 2003), kewarganegaraan modern harus mencakup tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang dan lingkungan alam. Gagasan ini selaras dengan semangat Pancasila yang menempatkan manusia sebagai bagian integral dari alam semesta. Pendidikan PPKN berperan penting dalam mentransformasi kesadaran ekologis menjadi praktik keseharian warga sekolah, misalnya melalui: a. Diskusi isu lingkungan. b. Simulasi musyawarah kebijakan hijau. c. Kolaborasi dengan instansi lingkungan hidup. B. Metode Aktualisasi Lingkungan Alam Metode aktualisasi lingkungan alam disusun berdasarkan pendekatan teoritis untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku ekologis masyarakat.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 1. Pendekatan Teoritis a. Ecological Awareness (Kesadaran Ekologis) Pemahaman Keterhubungan. Menekankan bahwa setiap aktivitas manusia memiliki dampak ekologis, sehingga individu harus memandang lingkungan sebagai bagian integral dari kehidupan yang wajib dijaga. b. Behavioral Change (Perubahan Perilaku)Pembentukan Kebiasaan difokuskan pada pembentukan kebiasaan ramah lingkungan melalui edukasi, pemberian contoh, pembiasaan, serta umpan balik (feedback) agar perilaku peduli lingkungan menjadi pola jangka panjang. 2. Teknik Implementatif Proses aktualisasi lingkungan alam dilakukan melalui tiga teknik utama: 1). Observasi Lingkungan: a. Mengenali kondisi awal lingkungan (tingkat kebersihan, kondisi ruang hijau). b. Memetakan permasalahan lingkungan secara faktual (keberadaan sampah, potensi bahaya lingkungan). 2). Edukasi dan Sosialisasi: c. Penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan. d. Seminar kecil mengenai sampah plastik, energi, dan ekosistem. e. Kampanye melalui poster, media sosial, atau diskusi kelompok. 3). Aksi Nyata (Action-Oriented Activities): a. Gotong royong membersihkan area tertentu. b. Penghijauan atau urban planting. c. Pembuatan dan pengelolaan bank sampah. d. Pemilahan sampah organik dan anorganik. e. Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan. C. Kegiatan Pembelajaran Kunjungan Lapangan Kunjungan lapangan ke sentra pertanian diatur dalam serangkaian kegiatan yang berfokus pada aktualisasi Sila Ketiga Pancasila. 1. Panen dan Pelestarian Alam Bersama Petani Lokal Gambar 1. Kegiatan panen cabai Rawit Kegiatan ini merupakan inti program, dirancang untuk memberikan pengalaman nyata sekaligus menumbuhkan rasa persatuan dalam menjaga alam. a. Pengalaman Autentik: Peserta terjun langsung memanen sayuran dan buah-buahan dengan didampingi petani. b. Wujud Aktualisasi: Keterlibatan langsung ini adalah wujud nyata dari tema Persatuan Bangsa dalam Menjaga Kelestarian Alam dan aktualisasi Sila Ketiga.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 c. Nilai yang Ditanamkan: Peserta belajar bahwa menjaga alam membutuhkan kolaborasi dan kebersamaan (Persatuan Indonesia) yang terwujud melalui tindakan nyata saat bahu-membahu memanfaatkan alam secara bijak. d. Tindak Lanjut: Diskusi ringan bersama petani mengenai perawatan tanaman dan kelestarian alam memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan berkelanjutan. 2. Penguatan Persatuan Indonesia melalui Wawancara dan Edukasi Gambar 2. Kegiatan mewancarai seorang petani Selain panen, dilakukan wawancara mendalam dengan petani sebagai pemilik kebun. a. Tujuan Wawancara: Menggali pengalaman dan pandangan petani terkait persatuan dan kelestarian alam sebagai bentuk aktualisasi Sila Ketiga. b. Fokus Pertanyaan: Kondisi lingkungan, peran masyarakat dalam pelestarian, dan pandangan petani terhadap kegiatan bercocok tanam yang melibatkan generasi muda. Tujuan Program (Tiga Utama): 1 Meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan melalui kerja sama. 2 Melestarikan lingkungan hidup dengan menambahkan tanaman hijau. 3 Mengajarkan generasi muda untuk mencintai alam melalui keterlibatan langsung. Dampak dan Manfaat: a. Ekonomi: Hasil panen meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan petani. b. Ekologis: Bertambahnya tanaman hijau menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, membantu menyerap karbon, dan memperbaiki kualitas udara. 3. Membangun Persatuan Indonesia melalui Sosialisasi dengan Warga Lokal Sosialisasi langsung dengan warga setempat dilakukan untuk memahami pandangan masyarakat mengenai "Persatuan Bangsa dalam Menjaga Kelestarian Alam. a. Interaksi Langsung: Mengunjungi rumah warga dan berbincang mendalam mengenai pandangan serta pengalaman mereka terkait pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama. b. Refleksi Lapangan: Terlihat bagaimana kesadaran lingkungan tumbuh dari keseharian mereka, dan nilai persatuan tercermin dari kerja sama antarwarga. Pelestarian alam adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. c. Penguatan Nilai: Obrolan hangat mengenai kehidupan di Cianjur memunculkan pemahaman bahwa nilai persatuan dan pelestarian lingkungan tumbuh secara alami dalam kehidupan masyarakat pedesaan (lingkungan lebih tenang, udara segar, rasa kebersamaan lebih kuat). d. Kesimpulan Kegiatan: Sosialisasi dan interaksi dengan warga lokal menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan lingkungan, serta memperkuat persatuan demi lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 SIMPULAN Kegiatan ini berfokus pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam melalui praktik pertanian serta penguatan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian kegiatan yang kami lakukan meliputi wawancara dengan para petani tentang implementasi nilai Pancasila dalam menjaga lingkungan, observasi lapangan mengenai proses budidaya tanaman, serta praktik langsung memetik hasil panen bersama petani. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan pemahaman baru tentang pentingnya gotong royong, kekompakan, dan kerja sama dalam menjaga kualitas lingkungan. Para petani menjelaskan setiap tahap budidaya mulai dari pemupukan, penyiraman, hingga teknik pemetikan yang benar, sehingga kami memperoleh pengalaman nyata dan pemahaman yang lebih mendalam terkait hubungan antara persatuan masyarakat dan kelestarian alam. Melalui kegiatan ini, kami menyimpulkan bahwa nilai Persatuan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam. Kerja sama yang terbangun antarmasyarakat dalam pertanian menjadi contoh nyata bahwa persatuan dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Namun, kami juga menemukan beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian, terutama dari segi waktu yang seharusnya dilakukan lebih lama agar hasil observasi dan wawancara lebih mendalam. Meskipun demikian, kegiatan aktualisasi tetap berjalan efektif dan memberikan wawasan serta pengalaman baru bagi kami dalam memahami penerapan nilai Pancasila, terutama dalam aspek pelestarian lingkungan. SARAN Kami menyarankan agar penelitian serupa dapat dilakukan dengan perencanaan waktu yang lebih panjang sehingga proses observasi, wawancara, dan pendalaman materi dapat dilakukan lebih maksimal. Selain itu, pihak yang ingin melaksanakan kegiatan aktualisasi Pancasila dalam konteks pelestarian alam dianjurkan untuk menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan kondisi masyarakat lokal agar kegiatan lebih menarik dan mudah diterima. Pembelajaran mengenai pentingnya menjaga alam perlu terus dilakukan melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak merasa jenuh dan mampu memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan demikian, diharapkan capaian pembelajaran dan tujuan pelestarian alam dapat terwujud sesuai rencana, serta nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Desa Cemapaka Mulya serta para petani Desa Cemapaka Mulya yang telah berkenan memberikan waktu, informasi, dan pengalaman berharga selama proses penyusunan artikel ini. Dukungan dan keterbukaan Bapak/Ibu sekalian sangat membantu dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tahun Akademik 2025/2026. Semoga segala kebaikan dan kerja samanya menjadi amal yang membawa manfaat bagi kita semua. REFERENSI Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2020. BPS RI. Dobson, A. (2003). Citizenship and the Environment. Oxford University Press. Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Data dan Informasi Lingkungan Hidup Indonesia 2020. KLHK RI. Khoisiah, N. (2020). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pancasila. CV Pena Persada.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Menjaga Kelestarian Alam (Aini Nurazijah Munawar, et., al) | 232-238 Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta. Susanto, A. (2016). Pendidikan Nilai dan Karakter dalam Penerapan Pancasila. Rajawali Pers. Widiatama, K., Mahmud, & Suparwi. (2020). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga lingkungan hidup. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 55–64.