scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Kegiatan Aktualisasi Nilai Pancasila Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas Vi SDN Panggilingan 2

Muzadi Khoirul Amal, Muhammad Syafiq Nur Hamid, Walinda Vivia Salwanah, Zahra Mufidatul Jannah, Aldo Wahyu Ramadhana, Ayu Astuti, Najwan Abdul Jabbar, Mehdivikia Raushanfikr, Naira Denisa, Bayu Permana, Melinda, Dian Herdiana, Eulis Hirawati, Susriati

Full text

2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 5, November 2025, P. 36-45 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17919467 Kegiatan Aktualisasi Nilai Pancasila Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas Vi SDN Panggilingan 2 Actualization of Pancasila Values in the Learning Process in Grade VI at SDN Panggilingan 2 Muzadi Khoirul Amal, Muhammad Syafiq Nur Hamid, Walinda Vivia Salwanah, Zahra Mufidatul Jannah, Aldo Wahyu Ramadhana, Ayu Astuti, Najwan Abdul Jabbar, Mehdivikia Raushanfikr, Naira Denisa, Bayu permana, Melinda, Dian Herdiana, Eulis Hirawati, Susriati Program Studi hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung E-mail: khoru[email protected]m, s.nu[email protected]om, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses aktualisasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dan Sila Ketiga “Persatuan Indonesia”, dalam pembelajaran siswa kelas VI di SDN Panggilingan 2. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan antara pemahaman teoretis siswa mengenai Pancasila dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, pendampingan kegiatan, dan dokumentasi pada berbagai aktivitas pembelajaran berbasis nilai Pancasila. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pemaparan materi, kotak kebaikan, ice breaking, permainan edukatif, mural kebinekaan, serta sesi story telling sebagai bentuk internalisasi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan berbasis praktik nyata mampu meningkatkan pemahaman serta pembiasaan perilaku positif pada siswa, terutama terkait sikap saling menghargai, empati, kerja sama, dan persatuan. Respons siswa yang antusias serta keterlibatan aktif mereka menjadi indikator keberhasilan implementasi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran nilai-nilai Pancasila yang dikemas melalui kegiatan menarik dan kontekstual agar siswa lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pancasila, Sila Kedua, Sila Ketiga, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar Abstract This research aims to analyze the actualization process of Pancasila values, specifically the Second Principle "Just and Civilized Humanity" and the Third Principle "The Unity of Indonesia," in the learning of sixth-grade students at SDN Panggilingan 2. The background of this research stems from the gap between students' theoretical understanding of Pancasila and its application in daily life. The research method used is descriptive qualitative through direct observation, activity accompaniment, and documentation of various Pancasila-based learning activities. The activities carried out included material presentation, a kindness box, ice breaking, educational games, diversity murals, and story telling sessions as a form of value internalization. The results of the activities showed that interactive, creative, and practice-based learning approaches were able to improve students' understanding and habituation of positive behaviors, especially concerning mutual respect, empathy, cooperation, and unity. The enthusiastic response of students and their active involvement became indicators of successful implementation. Thus, this research affirms the importance of learning Pancasila values packaged through interesting and contextual activities so that students can more easily understand and practice these values in their daily lives. Keywords: Pancasila, Second Principle, Third Principle, character education, elementary school. Article Info Received date: 20 November 2025 Revised date: 25 November 2025 Accepted date: 09 December 2025 PENDAHULUAN Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia diharuskan dan bahkan diwajibkan untuk memahami dan menerapkan nilai Pancasila kedalam kehidupan sehari-hari. (Firdiansyah, 2025) Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 fundamental dalam membentuk karakter dan kepribadian warga negara sejak dini. Pancasila memiliki sederet nilai yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan. Pancasila sebagai Ideologi Negara sangat berperan penting bagi kehidupan bangsa dalam menyikapi zaman yang terus berkembang karena nilai–nilai yang terkandung dalam pancasila dapat dikembangkan beriringan dengan kehidupan bangsa Indonesia dari zaman ke zaman. (Hasan, 2024). Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan bersifat universal dan obyektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat digunakan dan diakui oleh negara lain. (Kartini dkk, 2021). Kelima sila dalam Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan teoretis, melainkan nilai-nilai luhur yang harus ditanamkan, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila merupakan peninggalan dari para pendiri bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara harus memahami dan menerapkan nilai-nilai yang ada pada Pancasila dalam kehidupan kita. (Ardhani dkk, 2022). Pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi sangat strategis untuk diimplementasikan pada jenjang pendidikan dasar, mengingat periode ini merupakan fase krusial dalam pembentukan fondasi moral, etika, dan perilaku anak yang akan terbawa hingga dewasa. Sekolah dasar sebagai institusi pendidikan formal pertama yang dialami anak memiliki tanggung jawab besar dalam proses internalisasi nilai-nilai Pancasila. Pada masa ini, peserta didik berada dalam tahap perkembangan kognitif dan moral yang sangat reseptif terhadap pembelajaran nilainilai sosial dan kemasyarakatan. Lingkungan sekolah menjadi laboratorium sosial pertama di mana anak-anak belajar berinteraksi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila di jenjang sekolah dasar tidak dapat dianggap sebagai pelengkap kurikulum, melainkan merupakan inti dari proses pendidikan yang membentuk karakter bangsa. Dari kelima sila Pancasila, sila kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" dan sila ketiga "Persatuan Indonesia" memiliki relevansi yang sangat kuat dengan dinamika kehidupan sosial siswa, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sila kedua mengajarkan tentang penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia, sikap toleran, empati, serta kepedulian sosial terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. Kemanusian yang adil dan beradab, pada sila kedua ini memiliki peran yaitu sebagai acuan guru bagaimana cara yang benar dalam mendidik anak dengan mengutamakan rasa kemanusiaan. Dari segi pendidikan sila ini berperan dalam memperoleh pengetahuan yang berasal dari diri sendiri. Contohnya seperti dalam perumusan pancasila yang berawal dari gagasan-gagasan yang muncul, yang akhirnya terciptalah pancasila yang seperti sekarang ini yang menjadi landasan dalam pendidikan. (Putri, 2020). Sementara sila ketiga menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, semangat gotong royong, dan rasa cinta tanah air di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa. Kedua nilai ini sangat esensial untuk ditanamkan sejak dini guna mempersiapkan generasi yang mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang pluralistik dan menghadapi tantangan global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keindonesiaan. Mempelajari dan menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi anak-anak sangat penting terutama di kalangan SD. Perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan periode kritis dalam pembentukan kemampuan kognitif mereka (Saputra, 2024). Pendidikan nilai Pancasila merupakan salah satu cara yang digunakan sekolah untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 Pasal 2, setiap lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. (Apriani dkk, 2022). Namun, masih banyak siswa SD yang belum bisa merealisasikannya dalam kehidupan. Kebanyakan dari mereka hanya memahami secara teorinya saja tidak dengan praktiknya. Banyak siswa SD yang masih belum bisa mengamalkan Pancasila terutama sila ke-2 dan sila ke-3. Seperti kurangnya kegiatan yang mendorong kekompakan antar kelompok atau hal lainnya. Hal ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku siswa baik di dalam kelas maupun di lingkungan. Fenomena kesenjangan antara pemahaman konseptual dan implementasi praktis nilai-nilai 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 Pancasila ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama praktisi pendidikan. Kesenjangan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari metode pembelajaran yang terlalu teoritis, kurangnya model dan teladan yang konkret, minimnya kegiatan yang melibatkan praktik langsung nilai-nilai Pancasila, hingga kurangnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Kondisi ini menuntut adanya evaluasi dan inovasi dalam strategi pembelajaran dan penanaman karakter berbasis Pancasila di sekolah dasar. Penelitian-penelitian sebelumnya memang sudah banyak yang membahas mengenai aktualisasi Pancasila seperti dalam artikel tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila mengenai hak asasi manusia (Hamdani, 2021), Aktualisasi nilai-nilai pancasila dalam kegiatan P5 pada kurikukum merdeka (Putro, 2024) dan masih banyak lagi. Namun, yang membahas nilai Pancasila sila ke-2 dan ke-3 masih sangat jarang ditemukan sehingga celah penelitian terletak pada kurangnya analisis mendalam terhadap praktik aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada sila tersebut. Studi kasus pada sekolah tertentu menjadi penting untuk memahami secara komprehensif bagaimana sekolah menerjemahkan nilai-nilai abstrak Pancasila menjadi program nyata yang dapat dirasakan dan dipraktikkan oleh siswa. Setiap sekolah memiliki konteks, kultur, dan strategi yang berbeda dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Dengan mempelajari praktik baik (best practices) yang dilakukan oleh sebuah sekolah, kita dapat mengidentifikasi model-model efektif yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan program pembelajaran, kurikulum, serta budaya sekolah di SDN Panggilingan 2 merefleksikan dan menerjemahkan kedua sila tersebut menjadi praktik nyata. Dengan melakukan kegiatan aktualisasi nilai-nilai pancasila di SDN Panggilingan 2, kami berharap dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila di tingkat dasar, serta mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi sekolah dalam upaya membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupannya. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran dan penanaman nilai-nilai Pancasila yang lebih efektif dan kontekstual di jenjang pendidikan dasar. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan program pendidikan karakter berbasis Pancasila, khususnya dalam mengimplementasikan sila kedua dan ketiga secara konkret dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Studi kasus pada sekolah tertentu menjadi penting untuk memahami secara komprehensif bagaimana sekolah menerjemahkan nilai-nilai abstrak Pancasila menjadi program nyata yang dapat dirasakan dan dipraktikkan oleh siswa. Setiap sekolah memiliki konteks, kultur, dan strategi yang berbeda dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Dengan mempelajari praktik baik (best practices) yang dilakukan oleh sebuah sekolah, kita dapat mengidentifikasi model-model efektif yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana program, kurikulum, serta budaya sekolah di SDN Panggilingan 2 merefleksikan dan menerjemahkan kedua sila tersebut menjadi praktik nyata. Dengan melakukan studi kasus di SDN Panggilingan 2, kami berharap dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila di tingkat dasar, serta mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi sekolah dalam upaya membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupannya. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran dan penanaman nilai-nilai Pancasila yang lebih efektif dan kontekstual di jenjang pendidikan dasar. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan program pendidikan karakter berbasis 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 Pancasila, khususnya dalam mengimplementasikan sila kedua dan ketiga secara konkret dalam kehidupan sekolah sehari-hari. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif, yaitu metode yang bertujuan memahami berbagai gejala yang muncul pada peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan sila ketiga. Selain itu, metode ini digunakan untuk menganalisis, mendeskripsikan, mencatat, serta menginterpretasikan kondisi yang sedang berlangsung. Metode kualitatif dipilih karena lebih responsif dan mudah menyesuaikan dengan pola nilai-nilai yang ditemukan di lapangan. Kegiatan aktualisasi nilai Pancasila sila kedua dan ketiga dilaksanakan di lokasi yang sama, yaitu SDN Panggilingan 2, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dengan jumlah anggota tim sebanyak 11 orang. Pembagian tugas anggota sebagai berikut: NO. NAMA ANGGOTA TUGAS 1. Aldo Wahyu Ramadhana (1253020001) Mendampingi siswa dalam memahami materi. 2. Ayu Astuti (1253020012) Mendampingi siswa dalam memahami materi. 3. Bayu Permana (1253020180) Mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan. 4. Mehdivikia Raushanfikr (1253020199) MC. 5. Melinda (1253020070) Mendampingi siswa dalam memahami materi. 6. Muhammad Syafiq Nur Hamid (1253020003) MC. 7. Muzadi Khorul Amal (1253020190) Pemateri. 8. Naira Denisa (1253020192) Mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan. 9. Najwan Abdul Jabbar (1253020189) Berhalangan hadir dikarenakan mengikuti sosialisasi KIP 10. Walinda Vivia Salwanah (1253020200) MC. 11. Zahra Mufidatul Jannah (1253020004) Mendampingi siswa dalam memahami materi dan memandu ice breaking. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan dan pembahasan dalam makalah ini berupa deskripsi mengenai pengenalan nilainilai Pancasila melalui beberapa metode pembelajaran. Kegiatan tersebut meliputi kotak kebaikan sebagai sarana pembiasaan perilaku positif, mural kebinekaan sebagai media ekspresi nilai persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman, serta story telling yang digunakan untuk menanamkan nilainilai moral dan kebangsaan secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. a. Gambaran Umum Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, sehingga dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta bagian pertahanan bangsa dan negara (Anggraini dkk, 2020). KBBI mendefinisikan Pancasila sebagai dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa,(2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Unggul dkk, 2022). Penerapan pancasila sebagai dasar negara memberikan pengertian bahwa negara indonesia merupakan negara pancasila. (Handayani dkk, 2021). Pada kesempatan kali ini, kami menggunakan sila kedua sebagai penerapan nilai-nilai Pancasila 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 dalam kehidupan sehari-hari. Sila kedua Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini menegaskan pentingnya perlakuan yang manusiawi terhadap setiap individu tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun latar belakang lainnya. Makna keadilan dalam sila ini menuntut masyarakat untuk saling menghargai hak dan kewajiban, sedangkan nilai beradab mengarah pada perilaku yang sopan, bermoral, dan menghormati martabat manusia. Penerapan sila kedua tercermin dalam sikap saling membantu, menghormati perbedaan, menolak kekerasan, serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan bagi seluruh warga negara Selanjutnya, sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Sila ini mengandung makna bahwa bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, dan rasa kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Istilah persatuan mengarah pada penyatuan berbagai perbedaan budaya, suku, bahasa, dan keyakinan dalam satu identitas nasional. Sila ini menekankan pentingnya menjaga keharmonisan, menghindari konflik yang memecah belah, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Penerapannya tampak dalam semangat gotong royong, menjaga kerukunan, serta mendorong kerja sama demi tercapainya tujuan nasional. Sekolah SDN Panggilingan 02 merupakan tempat kami melaksanakan kegiatan aktualisasi. Dalam proses pembelajarannya, sekolah ini mengikuti kurikulum dari Kemendikbud. Pada kegiatan aktualisasi yang kami jalankan, metode yang digunakan meliputi permainan edukatif, kotak kebaikan, serta mural kebinekaan sebagai sarana pembiasaan nilai-nilai positif bagi para siswa. Kami memegang dua kelas yang digabung dalam satu ruangan, dengan total jumlah siswa sebanyak 62 peserta didik. Rinciannya terdiri dari 32 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan. Kegiatan ini berlangsung pada rentang usia peserta didik yang berada dalam jenjang sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Panggilingan 02 yang beralamat di Cimenyan, Jawa Barat, RT 02/02, Desa/Kelurahan Sindanglaya, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. SDN Panggilingan 02 merupakan salah satu sekolah negeri yang menyediakan layanan pendidikan bagi masyarakat, baik penduduk di wilayah Cimenyan maupun dari daerah lain. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 07.00–12.00 . b. Mekanisme Penentuan fokus dan tujuan penelitian dilakukan dengan menetapkan ruang lingkup kajian pada implementasi nilai Pancasila sila kedua dan ketiga pada peserta didik di SDN Panggilingan 2, serta merumuskan tujuan penelitian untuk menganalisis bentuk penerapan nilai kemanusiaan dan persatuan dalam kegiatan pembelajaran maupun budaya sekolah. Kajian literatur disusun dengan mengumpulkan referensi dari jurnal ilmiah, buku, serta sumber relevan yang membahas aktualisasi nilai Pancasila, pendidikan karakter, dan pembelajaran di sekolah dasar sebagai landasan teori dalam penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data langsung dari situasi lapangan, sehingga mampu memberikan gambaran nyata terkait proses internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa. Lokasi penelitian ditetapkan di SDN Panggilingan 2, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dengan subjek utama siswa yang mengikuti kegiatan implementasi nilai Pancasila di lingkungan sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada kegiatan pembelajaran dan berbagai program praktik nilai Pancasila seperti kotak kebaikan, mural kebinekaan, permainan edukatif, dan story telling, di mana peneliti turut melakukan pendampingan siswa dalam proses tersebut. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan optimal, setiap anggota tim memperoleh pembagian tugas berbeda mulai dari pemateri, pendamping kegiatan, fasilitator permainan, hingga dokumentator sebagai bentuk koordinasi penelitian yang efektif. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk mengungkap sejauh mana pemahaman dan sikap siswa mencerminkan nilai kemanusiaan serta persatuan dalam interaksi sosial dan kegiatan sekolah. Selanjutnya, hasil analisis disusun dalam bentuk artikel ilmiah yang terdiri dari bagian pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan serta rekomendasi yang 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 bermanfaat bagi pihak sekolah dan penelitian ke depan. Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran nilai-nilai Pancasila di kelas 6 SDN Panggilingan 2 disusun dengan mengacu pada penerapan Sila Kedua dan Sila Ketiga. Pembelajaran dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membiasakan sikap yang sesuai dengan nilai kemanusiaan dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Pematerian Gambar 1 Peyampaian Materi Pada tahap pematerian, siswa diperkenalkan dengan nilai Sila Kedua melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti pentingnya bersikap sopan, saling menolong, dan menghargai perbedaan. Untuk sila Ketiga, pemateri mengajak siswa melihat bagaimana kerja sama dan gotong royong dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Melalui pematerian tentang memahami sila kedua dan ketiga ini, siswa diajak menyadari bahwa persatuan dapat diwujudkan melalui tindakan kecil, seperti bekerja bersama atau menjaga kekompakan kelas. 2. Kotak Kebaikan Gambar 2 Kegiatan Menulis Kebaikan Untuk memperkuat pemahaman materi, kegiatan dilanjutkan dengan penerapan Kotak Kebaikan. Pada kegiatan ini, para siswa didampingi oleh para pembimbing dengan cara membagikan kertas kepada para siswa dan kemudian mengumpulkannya jika sudah selesai. Kotak ini menjadi media bagi siswa menuliskan tindakan positif yang mereka lakukan atau lihat dari teman-temannya. Catatan tersebut mencakup sikap yang mencerminkan nilai Sila Kedua, seperti membantu teman atau bersikap sopan, bekerja sama membersihkan kelas, atau mengajak teman yang menyendiri untuk bermain. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk membiasakan perilaku baik dan belajar menghargai tindakan positif di lingkungan sekolah. 3. Kegiatan permainan (Ice breaking) 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 Gambar 3 Kegiatan Games Permainan merupakan dunia bagi para anak-anak.Maka disela kegiatan,kami memberikan jeda waktu kepada mereka dan mengisinya dengan beberapa permainan.Dengan begitu,kami mengharapkan pada setiap siswa agar tidak adanya rasa tertekan dan jenuh sehingga pembelajaran menjadi efektif dan mudah dipahami untuk dapat diwujudkan baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. 4. Mural Khebinnekaan Gambar 4 Kegiatan Mewarnai Lalu pada kegiatan selanjutnya setelah aktualisasi sila ke-2, kita meaktualisasikan sila ke-3 pancasila dengan kegiatan mural khebinekaan. Jadi dikegiatan ini kita meyiapkan kertas bergambar tentang keanekaragaman nusantara lalu membagikan kepada anak-anak lalu mereka mewarnai dengan se kreatif mungkin setelah anak-anak mewarnai kertas bergambar tersebut lalu dikumpulkan pada para kakak-kakak pembimbing. 5. Story Telling Gambar 5 Menyampaikan Kebaikan Siswa Pada kegiatan kali ini kita mengambil beberapa kertas yang sebelumnya telah dikumpulkan dalam kotak kebaikan dan kertas yang diambil akan kita panggil namanya untuk maju dan menceritakan apa yang sudah mereka tulis 6. Pembagian hadiah 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 Gambar 6 Pemenang Lomba Mewarnai Gambar 7 Pembagian Hadiah Selanjutnya kita akan membagikan hadiah kepada anak-anak sebagai apresiasi, yang dapat hadiah yaitu anak-anak yang berani maju kedepan bagi story telling , bagi yang hasil mewarnainya yang terbagus dan bagi yang berani menyatakan kesan & pesan selama kegiatan aktualisasi Pancasila 7. Penyerahan Cendera Mata Gambar 8 Penyerahan Cinderamata Penyerahan Cendera Mata yang diwakilkan oleh Walikelas kelas VI SDN Panggilingan 2 Sebagai bentuk terima kasih dan kenang kenangan dari kegiatan Aktualisasi Nilai Pancasila, yang telah dilaksanakan dengan sukses. SIMPULAN Tujuan dari pelaksanaan kegiatan adalah untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air para siswa/i melalui berbagai kegiatan menarik yang menekankan pada pengamalan sila pancasila, memotivasi siswa/i agar senantiasa berbuat kebaikan dan menjadi manusia yang bernilai tinggi, mengembangkan 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Muzadi Khoirul Amal, et., al) | 36-45 kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta siswa/i terhadap logo dan kebudayaan bangsa, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini para siswa/i kelas VI A & VI B SDN Panggilingan 02 tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang senantiasa menjunjung tinggi dan mengamalkan setiap sila pancasila. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan ini, kami menyimpulkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar, sukses, dan menyenangkan, sesuai dengan rencana yang telah kami susun. Hal ini terlihat dari respon positif para siswa/i dan tenaga pengajar di sana, serta tidak ada kegiatan yang terlewat dari yang kami rencanakan. Kami sangat bersyukur kegiatan ini terlaksana dengan sebaik-baiknya sesuai dengan yang kami rencanakan, kerja sama serta kekompakan kelompok kami pun berperan dalam suksesnya acara ini. Kami menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu pengalaman berharga dalam hidup, dimana kami bisa berbagi, saling memotivasi, dan bersama-sama menebar kebaikan. SARAN Pembelajaran pada kegiatan belajar mengajar harus terus dilakukan dengan berbagai cara yang inovatif dan kreatif sehingga anak-anak tidak akan jenuh untuk mengikuti pembelajaran yang tengah dilaksanakan, sehingga capaian pembelajaran akan terwujud sebagaimana yang diinginkan dan sesuai dengan rencana awal yang telah direncanakan. UCAPAN TERIMA KASIH Pertama-tama, kami mengucapkan puja serta puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, Dr. Dian Herdiana, S.I.P., M.A.P., yang telah memberikan banyak arahan dan bimbingan dalam perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan ini. Kemudian, kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah beserta para guru di SDN Panggilingan 2 yang telah mengizinkan kami untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka pemenuhan tugas, serta telah memberikan banyak bantuan selama pelaksanaannya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para siswa/i kelas VI A dan VI B SDN Panggilingan 2 atas perhatian, semangat, dan partisipasi mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Tak lupa, apresiasi dan ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anggota Kelompok 3 atas segala usaha yang telah dikerahkan, baik dari segi materi, tenaga, maupun waktu, serta kerja sama yang sangat baik sejak awal perencanaan hingga akhir kegiatan. Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses. Kegiatan ini memberikan banyak pelajaran berharga yang tidak akan kami lupakan. Untuk seluruh pihak yang telah membantu dalam terlaksananya kegiatan ini, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. REFERENSI Apriani, A. N., Septiani, I., & Izzah, L. (2022). Implementasi Pendidikan Pancasila di SD Negeri Bakulan. IJEETI(Indonesia Journal of Elementary Education and Teaching Innovation), 1(2). Anggraini, D., Fathari., F Anggara, J. W., & AI-Amin, M. D. A. (2020). Pengalaman nilai-nilai Pancasila bagi generasi milenial. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan politik (JISoP), 2(1), 11-18 Della Ardhani, M., Utaminingsih, I., Ardana, I ., & Fitriono, R. A. (2022). Implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Gema Keadilan, 9(2), 81-92. Firdiansyah, R. (2025). Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Bernegara . Purbalingga: Eureka Media Aksara. Hamdani A. F (2021). Aktualisasi nilai-nilai pancasila dan konstitusi melalui pelokalan kebijakan HAM didaerah. Jurnal Indonesia Berdaya. Handayani, P. A., & Dewi, D. A (2021). Implementasi pancasila sebagai dasar negara. Jurnal