Kegiatan Aktualisasi Nilai Pancasila dalam Proses Pembelajaran di Kelas VI SDN Mekarsari Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung
Full text
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Rivaldi, dkk.) |99-104 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 9, Desember 2025, Halaman 99-104 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17928222 Kegiatan Aktualisasi Nilai Pancasila dalam Proses Pembelajaran di Kelas VI SDN Mekarsari Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung Rivaldi Dwi Syahputra1, Pramadita Rahmala2 Nadia Putri Sahitya3, Soffia Hanipah4, Sarah Minnurillah Iskandar5, Luthfi Haikal Ramadhan6, Aditiya Nurrahman7, Tuah Harti Ansori8, Riva Akmalul Fauzan9, Muhammad Farhan Ramadan10 Dian Herdiana11, Umi Kulsum12 1-12 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Email: [email protected], pramaditarah[email protected]2, pu[email protected]3, shoffiah[email protected]m4, [email protected], [email protected]m6, tu[email protected]7, [email protected], rivaakmalulf[email protected]8,9farhanram[email protected]10 dianherdian[email protected].id11, sdnmekar[email protected]12 Abstract The development of information and communication technology, especially the internet, has driven significant changes in the world of education, including in higher education. One form of its application is the use of a Moodle-based e-learning system as a means of supporting the learning process. This study aims to analyze the implementation of Moodle-based e-learning in improving the effectiveness of learning activities at AMIK Stikom Tunas Bangsa Siantar, and compare it with conventional learning methods. The research method used is a combination of qualitative and quantitative, involving 43 third-semester students in the Computer Architecture and Organization course. Data collection techniques include interviews, open and closed questionnaires, observation, documentation, and tests to measure learning outcomes. The research process is carried out in three stages, namely the preparation stage (preparation of RPS and Moodle-based modules), the implementation stage (implementation of synchronous and asynchronous learning), and the reporting stage (analysis of results and preparation of scientific articles). The research results show that implementing Moodle-based e-learning offers several advantages over conventional methods, such as increased interaction between lecturers and students, flexibility in learning time and location, ease of access to materials, and ease of online learning evaluation. Furthermore, e-learning also encourages lecturers to be more creative in developing digital teaching materials and improving their skills in utilizing educational technology. Therefore, it can be concluded that implementing Moodle-based e-learning can improve the quality of the learning process in higher education. The success of its implementation depends not only on the readiness of software, hardware, and internet networks, but also on the lecturers' competence in effectively managing digital learning systems. Keywords: e-learning, Moodle, online learning, educational technology, higher education Abstrak Era digital memudahkan segala umur untuk mengakses informasi baik dalam lingkup daerah, negara, bahkan global. Kemudahan akses digital tanpa pengawasan yang baik terutama bagi anak-anak menjadi masalah baru yang dihadapi saat ini. Tidak hanya terkait arus informasi yang tidak sesuai usia, tetapi juga melemahnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian, yang tampak dari meningkatnya perilaku menyimpang seperti bullying dan berbagai bentuk kekerasan seksual terhadap anak baik di ruang digital maupun di lingkungan sekolah. Situasi ini menjadi kekhawatiran utama dan melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pembelajaran interaktif di SDN Mekarsari yang bertujuan menanamkan kembali nilai moral, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran untuk menghargai dan melindungi sesama. Melalui pendekatan Pendidikan Kewarganegaraan berbasis kontekstual di era 4.0, kegiatan ini mencakup diskusi nilai Pancasila, permainan edukatif, serta simulasi sosial untuk menumbuhkan empati, sikap anti-kekerasan, penghormatan martabat manusia, dan semangat persatuan. Implementasi nilai-nilai tersebut menjadi langkah konkret dalam mencegah bullying dan kekerasan seksual pada anak sekaligus memperkuat praktik sila kedua dan ketiga Pancasila. Dengan demikian, program ini membantu membentuk karakter peserta didik yang beridentitas kuat, berperilaku beradab, serta memiliki rasa cinta tanah air di tengah tantangan era digital. Kata Kunci: Bullying, Cinta Tanah Air, Era Digital, Pendidikan Kewarganegaraan, Pancasila, Kekerasan Seksual, Moral Bangsa, Nilai, Sekolah Dasar. Article Info Received date: 20 November 2025 Revised date: 30November 2025 Accepted date: 13 Desember 2025
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Rivaldi, dkk.) | 99-104 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan sentral dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sekaligus karakter suatu bangsa. Dalam era globalisasi yang berkembang begitu cepat, pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun generasi yang berkarakter kuat, bermoral, dan memiliki kecintaan terhadap bangsanya (Afriani, 2018). Tantangan dunia modern—mulai dari arus informasi tanpa batas, perubahan nilai sosial, hingga meningkatnya individualisme—menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas utama dalam sistem pendidikan nasional. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), peserta didik berada pada fase perkembangan kognitif dan sosial yang sangat peka terhadap pembentukan moral. Masa ini merupakan periode emas (golden age) di mana pembiasaan positif, nilai kebajikan, dan penguatan karakter dapat ditanamkan melalui kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari (Susanti, 2020). Karena itu, sekolah dasar memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, sikap menghormati sesama, serta kecintaan terhadap tanah air. Pancasila sebagai dasar negara mengandung nilai fundamental yang menjadi pedoman moral kehidupan bangsa. Sila Kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” menekankan pentingnya membangun karakter yang bermoral, adil, menghormati hak orang lain, serta mengutamakan nilai empati dalam pergaulan (Wibowo, 2020). Dalam lingkungan sekolah, nilai ini dapat diinternalisasikan melalui berbagai kegiatan seperti kerja kelompok, berbagi pendapat, saling menghargai, dan menunjukkan sikap peduli kepada teman. Sementara itu, Sila Ketiga “Persatuan Indonesia” mengandung nilai-nilai kebangsaan yang berorientasi pada solidaritas, toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta kecintaan terhadap tanah air (Pratama, 2022). Nilai persatuan menjadi pembentuk identitas nasional sekaligus benteng bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan multikultural dan penetrasi budaya asing. Melalui kegiatan pembelajaran yang inklusif dan pembiasaan positif di lingkungan kelas, siswa dapat memahami bahwa persatuan merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga. Sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang menumbuhkan kedua nilai tersebut. Pembelajaran berbasis karakter yang terencana, kegiatan kooperatif, projek kebangsaan, hingga kegiatan rutin seperti upacara bendera, gotong royong, dan diskusi nilai dapat memperkuat pemahaman serta praktik cinta tanah air dan kemanusiaan dalam keseharian siswa (Sari & Lestari, 2021). Dengan pendekatan yang tepat, siswa tidak hanya memahami nilai tersebut secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata seperti menghargai pendapat teman, menolong sesama, atau menunjukkan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.Kegiatan aktualisasi yang dilakukan peneliti di SDN Mekarsari kelas VI disusun untuk mendukung implementasi nilai-nilai Sila Kedua dan Sila Ketiga secara kontekstual. Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan pembelajaran interaktif, kerja sama kelompok, analisis nilai moral, serta refleksi perilaku diharapkan mampu memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya cinta tanah air dan moral bangsa. Selain itu, kegiatan aktualisasi ini menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung program penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah dasar sebagai bagian dari misi nasional mencetak generasi yang cerdas, beradab, dan beridentitas kebangsaan. Dengan demikian, penelitian dan kegiatan aktualisasi ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi sekolah, guru, dan pemangku kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai kebangsaan dan moral kemanusiaan. Penguatan karakter melalui nilai Pancasila diharapkan menjadi landasan bagi pembentukan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, serta rasa cinta yang mendalam kepada bangsa dan tanah air.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Rivaldi, dkk.) | 99-104 METODE Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan metode penelitian berjenis kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memehami beberapa gejala yang timbul pada peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila khususnya sila yang pertama dan juga untuk menganalisis, mendeskripsikan, mencatat, dan menginterpretasikan terhadap keadaan yang sedang terjadi. Metode kualitatif ini lebih responsif dan mudah untuk penyesuaian dengan pola nilai-nilai yang dihadapi. Kami melakukan aktualisasi nilai Pancasila sila ke-dua dan ke-tiga ini di satu tempat yang sama, yaitu bertempat di SDN Mekarsari Cileunhi kulon di Kab Bandung Jawa Barat. Dengan jumlah anggota 10 orang, yang terdiri dari: Sarah Minnurillah Iskandar, Nadia Putri Sahitya, Soffia Hanipah, Rivaldi Dwi Syahputra, Luthfi Haikal Ramadhan, Aditiya Nurrahman, Tuah Harti Ansori, Riva Akmalul Fauzan, Muhammad Farhan Ramadan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil Aktualisasi Pancasila di lingkungan sekolah dasar sangat penting karena membentuk karakter dasar peserta didik. Di SDN Mekarsari, aktualisasi Sila ke-2 dan Sila ke-3 telah menghasilkan lingkungan belajar yang humanis dan penuh persatuan. Lokasi Lokasi kegiatan bertempat di SD Negeri Mekarsari, Taman Cileunyi, Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Lokasi ini dipilih karena SD Negeri Mekarsari merupakan salah satu sekolah dasar yang aktif mengembangkan kegiatan pembelajaran dan pembiasaan karakter bagi siswa, termasuk nilai-nilai Pancasila seperti cinta tanah air. Subjek Penelitian: Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Mekarsari serta guru kelas IV yang menjadi pendamping dalam kegiatan aktualisasi Pancasila. Penelitian ini berfokus pada menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi generasi muda melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan karakter yang dilakukan di kelas IV. Gambaran Umum Sekolah SD Negeri Mekarsari berlokasi di Taman Cileunyi, Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Sekolah ini memiliki lingkungan yang kondusif untuk kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Sebagai lembaga pendidikan dasar, SD Negeri Mekarsari berkomitmen menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini, termasuk nilai Pancasila seperti cinta tanah air,dan kedisiplinan. Guru-guru di sekolah ini aktif mengembangkan metode pembelajaran menarik dan interaktif guna membentuk generasi muda yang berkarakter. Mekanisme Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data: a. Observasi. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan aktualisasi Pancasila yang berlangsung di kelas IV, untuk melihat interaksi siswa, respons dalam kegiatan, serta suasana pembelajaran b. Dokumentasi. Dokumentasi dilakukan dengan mencatat jalannya kegiatan, mengambil foto, serta mengumpulkan hasil karya siswa seperti konten atau tulisan yang dibuat selama kegiatan. c. Uraian Kegiatan Aktualisasi Pancasila Tema: Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air bagi Generasi Muda Subjek: 30 siswa kelas IV SD Negeri Mekarsari Media: Alat tulis Waktu: Selasa,11 November
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Rivaldi, dkk.) | 99-104 Kegiatan Pembelajaran Mahasiswa membuka buka kegiatan dengan salam, doa, dan apersepsi tentang pentingnya cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memperkenalkan diri serta menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memahami nilai-nilai Pancasila dan bagaimana siswa dapat mengamalkannya sejak dini. Rivaldi Dwi Syahputra dan Pramadita Rahmala bertugas menjadi moderator dan pengisi materi, Luthfi haikal, Aditiya Nurohman, dan Tuah Ansori bertugas sebagai Kemanan dan pengkondusifan siswa. Nadia Putri Sahitiya, Muhammad Farhan, Sarah Minnurillah Iskandar bertugas sebagai pemateri. Riva Akmalul Fauzan dan Soffiah Hanipah bertugas sebagai dokumentasi. Dari kegiatan pembelajaran siswa terlihat sangat antusias dan fokus mengikuti arahan bimbingan dadari Mahasiswa. 1. Kegiatan Inti a. Penyampaian Materi tentang Pancasila Mahasiswa menjelaskan makna Pancasila sebagai dasar negara, lambang, serta nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila. Penjelasan dibuat sederhana dan mudah dipahami siswa, disertai contoh sikap cinta tanah air yang bisa dilakukan sehari-hari (misalnya menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan produk lokal, dan menghormati bendera). b. Sesi Tanya Jawab Siswa diberi kesempatan menjawab pertanyaan seputar materi Pancasila. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian, pemahaman, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Beberapa siswa aktif memberikan pendapat tentang cara mereka mencintai tanah air. c. Game Edukatif Mahasiswa mengajak siswa bermain game ringan yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup, membuat siswa aktif berpartisipasi dan memahami nilai Pancasila dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini berjutuan untuk menumbuhkan rasa kekompakan dan kebersamaan d. Membuat Konten Kreatif Siswa dibagi menjadi dua kelompok untuk membuat konten kreatif yang sedang trending,dan diharapkan siswa menjadi semakin kreatif dan percaya diri.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Rivaldi, dkk.) | 99-104 Kegiatan Penutup Mahasiswa mengajak siswa melakukan refleksi singkat dan pengulangan materi mengenai kegiatan pembalajaran.Mahasiswa memberikan kesimpulan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, dan menanamkan rasa cinta tanah air dapat dimulai dengan mencintai linhkungan sekitar. siswa diharapkan menerapkan nolai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto dokumentasi. SIMPULAN Berdasarkan keseluruhan rangkaian kegiatan, hasil observasi, serta analisis terhadap proses aktualisasi nilai-nilai Pancasila di SDN Mekarsari Cileunyi Wetan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap penguatan karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai Sila Kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta Sila Ketiga “Persatuan Indonesia.” Kegiatan pembelajaran interaktif yang dilakukan oleh mahasiswa mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan humanis sehingga siswa mampu memahami nilainilai Pancasila bukan hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Melalui penyampaian materi, diskusi, permainan edukatif, tanya jawab, dan pembuatan konten kreatif, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif yang menandai keberhasilan proses internalisasi nilai. Penggunaan pendekatan kontekstual membantu siswa melihat relevansi nilai Pancasila dengan kehidupan mereka sehari-hari, misalnya dalam sikap saling menghargai, menolong sesama, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati simbol negara, dan bekerja sama dalam kelompok. Kegiatan yang dirancang secara sistematis ini juga memperkuat empati, sikap antikekerasan, serta kesadaran tentang pentingnya persatuan dan cinta tanah air sejak usia dini. Selain pengalaman pembelajaran langsung, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kritis siswa mengenai bahaya perilaku menyimpang seperti bullying dan kekerasan, baik di sekolah maupun di ruang digital. Mereka semakin memahami bahwa nilai kemanusiaan dan persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar hafalan. Pembiasaan positif yang ditanamkan dalam kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak, beradab, serta memiliki rasa tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, kegiatan aktualisasi nilai Pancasila di SDN Mekarsari membuktikan bahwa penguatan karakter bangsa dapat dilakukan secara efektif melalui pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membangun perilaku yang mencerminkan identitas kebangsaan dan moralitas generasi muda di tengah tantangan era digital. Oleh karena itu, program serupa sangat penting untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya strategis dalam mendukung penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah dasar. UCAPAN TERIMAKASIH Dengan penuh rasa syukur, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dosen Pengampu yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta ilmu yang sangat berharga selama proses penyusunan tugas/artikel ini. Segala masukan dan dukungan yang diberikan telah membantu penulis dalam memahami materi dan menyelesaikan karya ini dengan lebih baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan, fasilitas, dan informasi yang diperlukan sehingga proses pengumpulan data dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Dukungan dari pihak sekolah sangat berarti dalam menghasilkan karya ini. Tidak lupa, ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada rekan-rekan tim yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi dan semangat. Kerjasama, diskusi, serta kontribusi setiap anggota telah menjadi bagian penting dalam menyelesaikan tugas ini secara optimal. Semoga segala
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Kegiatan Aktualisasi Nilai (Rivaldi, dkk.) | 99-104 bantuan, dukungan, dan kebaikan yang diberikan mendapat balasan yang setimpal. Penulis berharap karya ini dapat memberikan manfaat dan menjadi tambahan wawasan bagi semua yang membacanya. REFERENSI Afriani, D. (2018). Pendidikan Karakter di Era Modern. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 115– 123. BPIP. (2020). Bahan Ajar Pembinaan Ideologi Pancasila. Gunawan, H. (2012). Pendidikan karakter. Bandung: Alfabeta. Hidayat, R., & Choirudin. (2020). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 6(2), 101–112. Kemendikbud. (2021). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs. Kemendikbud. (2021). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs. Lickona, T. (1999). Character education: Seven essential virtues. Educational Leadership, 51(3), 14– 20. Nugroho, A. (2021). Penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran kontekstual di era digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(3), 265–276. Pratama, Y. (2022). Penguatan Nilai Persatuan dalam Pembelajaran PPKn. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(3), 201–210. Sari, M., & Lestari, D. (2021). Pembentukan Moral Siswa SD Melalui Nilai Kemanusiaan. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 44–55. Susanti, R. (2020). Perkembangan Peserta Didik dan Pembentukan Karakter. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(1), 34–42. Suyanto. (2011). Urgensi pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Wibowo, A. (2020). Implementasi Nilai Pancasila dalam Pembelajaran Berbasis Karakter. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(1), 443–450.