scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Penerapan Akuntansi Berkelanjutan (Sustainability Accounting) untuk UMKM Ramah Lingkungan di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan

Tyas Andini Cinthya Dewi, Wasniyah W, Ajeng Rahmawati Aprilia Mellayantie, Irma Wati, Rika Kartikasari, Sugiyanto, Suripto

Full text

2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Penerapan Akuntansi Berkelanjutan (Tyas Andini, dkk.) 119-122 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 9, Desember 2025, Halaman 119-122 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17977002 Penerapan Akuntansi Berkelanjutan (Sustainability Accounting) untuk UMKM Ramah Lingkungan di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan Implementation of Sustainability Accounting for Environmentally Friendly MSMEs in Benda Baru Subdistrict, South Tangerang City Tyas Andini Cinthya Dewi, Wasniyah, Ajeng Rahmawati Aprilia Mellayantie, Irma Wati, Rika Kartikasari, Sugiyanto, Suripto Universitas pamulang Email: [email protected], abimanyu07[email protected], rapriliaajen[email protected], watiirma03[email protected]m, rikarikaka1[email protected]m Abstrak Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi tekanan ekonomi dan ekologi saat ini. Krgiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akuntansi berkelanjutan (sustainability accounting) pada UMKM ramah lingkungan di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pengelolaan sumber daya, efisiensi biaya, dan reputasi usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi berkelanjutan mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pengelolaan limbah, penggunaan energi secara efisien, dan pencatatan biaya lingkungan, sehingga berkontribusi pada kinerja ekonomi dan lingkungan secara simultan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pelaku UMKM dalam mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kata kunci: akuntansi berkelanjutan, UMKM, ramah lingkungan, Kelurahan Benda Baru, Tangerang Selatan Abstract The development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) oriented toward environmental sustainability has become a strategic necessity in responding to current economic and ecological pressures. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the understanding of sustainability accounting among environmentally friendly MSMEs in Benda Baru Subdistrict, South Tangerang City, and to evaluate its impact on resource management, cost efficiency, and business reputation. The research method employed is a case study with a qualitative approach through in-depth interviews and field observations. The results indicate that the implementation of sustainability accounting increases MSME actors’ awareness of waste management, efficient energy use, and the recording of environmental costs, thereby contributing simultaneously to economic and environmental performance. These findings provide practical implications for policymakers and MSME practitioners in promoting responsible and sustainable business practices. Keywords: sustainability accounting, MSMEs, environmentally friendly, Benda Baru Subdistrict, South Tangerang Article Info Received date: 20 November 2025 Revised date: 30 November 2025 Accepted date: 18 Desember 2025 PENDAHULUAN UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian lokal maupun nasional, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan penggerakan roda ekonomi masyarakat. Namun, kegiatan usaha yang tidak memperhatikan aspek lingkungan berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem dan biaya sosial jangka panjang. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, akuntansi berkelanjutan muncul sebagai instrumen yang mampu memadukan tujuan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini berfokus pada UMKM ramah lingkungan di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan, dengan tujuan menganalisis bagaimana prinsip akuntansi berkelanjutan diterapkan dalam praktik usaha sehari-hari dan dampaknya terhadap kinerja operasional serta lingkungan. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Penerapan Akuntansi Berkelanjutan (Tyas Andini, dkk.) 119-122 TINJAUAN PUSTAKA Akuntansi Berkelanjutan (Sustainability Accounting) Akuntansi berkelanjutan adalah pendekatan akuntansi yang tidak hanya mencatat aspek finansial, tetapi juga memperhitungkan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnis. Menurut Gray (2010), sustainability accounting membantu organisasi untuk menilai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu, serta memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab. UMKM dan Lingkungan UMKM sering menghadapi keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun teknis, sehingga pengelolaan lingkungan terkadang terabaikan. Penelitian oleh Nugroho & Susanto (2022) menunjukkan bahwa UMKM yang menerapkan prinsip bisnis ramah lingkungan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan reputasi usaha, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Penerapan Akuntansi Berkelanjutan pada UMKM Penerapan akuntansi berkelanjutan pada UMKM meliputi pencatatan biaya lingkungan, pengelolaan limbah, penggunaan energi hemat, serta pelaporan kinerja sosial dan lingkungan. Langkahlangkah ini tidak hanya mendukung keberlanjutan ekologis, tetapi juga dapat menjadi alat promosi yang meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ramah lingkungan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif pada UMKM ramah lingkungan di Kelurahan Benda Baru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: 1. Sosialisasi dan lokakarya (workshop) interaktif, yang melibatkan penyampaian materi, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab terkait sustainability accounting (akuntansi keberlanjutan) untuk UMKM ramah lingkungan. 2. Observasi lapangan terhadap proses produksi, pengelolaan limbah, dan praktik pencatatan biaya. 3. Wawancara mendalam dengan pemilik dan pengelola UMKM untuk memperoleh informasi mengenai praktik pencatatan, pertimbangan lingkungan, serta tantangan yang dihadapi dalam menerapkan akuntansi keberlanjutan. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi praktik akuntansi berkelanjutan dan dampaknya terhadap kinerja usaha. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dilaksanakan di Kelurahan Benda Baru, Kota Tangerang Selatan, dengan fokus pada penerapan akuntansi berkelanjutan bagi pelaku UMKM yang mulai menerapkan prinsip usaha ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Pamulang beserta dosen pendamping dengan tujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap praktik pencatatan yang tidak hanya menilai aspek keuangan, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan usaha. UMKM di Kelurahan Benda Baru masih menghadapi berbagai kendala dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan, khususnya dalam hal pencatatan biaya lingkungan, pengelolaan limbah, penggunaan energi, serta pelaporan aktivitas ramah lingkungan yang dapat meningkatkan nilai usaha di mata konsumen maupun pemangku kepentingan. Sebagian besar pelaku UMKM sebelumnya hanya berfokus pada pencatatan transaksi keuangan dasar, tanpa memasukkan aspek keberlanjutan yang dapat memperkuat daya saing dan keberlangsungan usaha. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa Magister Akuntansi memberikan pelatihan mengenai konsep dan praktik sustainability accounting yang mencakup identifikasi biaya dan manfaat lingkungan, pencatatan pengeluaran terkait kegiatan ramah lingkungan (seperti penggunaan bahan baku ramah lingkungan, proses produksi yang hemat energi, dan pengelolaan limbah), serta penyusunan 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Penerapan Akuntansi Berkelanjutan (Tyas Andini, dkk.) 119-122 laporan keberlanjutan sederhana yang dapat diterapkan oleh UMKM. Pendekatan berbasis studi kasus diterapkan agar peserta dapat memahami relevansi akuntansi berkelanjutan dengan kegiatan usaha mereka sehari-hari. Sebelum pelatihan, banyak UMKM yang belum mengenali potensi efisiensi serta keunggulan kompetitif yang dapat diperoleh melalui praktik ramah lingkungan. Setelah pendampingan, pelaku UMKM mulai memahami bahwa pencatatan keberlanjutan dapat membantu mengidentifikasi area pemborosan, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat citra usaha. Selain itu, penerapan sistem pencatatan yang lebih terstruktur meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menyusun laporan pertanggungjawaban yang lebih transparan kepada konsumen maupun pihak terkait lainnya. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan akuntansi berkelanjutan bagi UMKM di Kelurahan Benda Baru sangat penting dalam mendorong terciptanya usaha yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pendampingan jangka panjang tetap diperlukan agar pelaku UMKM mampu mengimplementasikan praktik keberlanjutan secara konsisten dan adaptif sesuai perkembangan kebutuhan usaha dan lingkungan. SIMPULAN Program penerapan akuntansi berkelanjutan bagi UMKM ramah lingkungan di Kelurahan Benda Baru menunjukkan bahwa pelaku usaha masih memerlukan bimbingan lebih lanjut terkait pencatatan biaya lingkungan, pengelolaan limbah, serta penggunaan energi yang efisien. Kegiatan pengabdian berikutnya akan difokuskan pada penguatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan aspek-aspek lingkungan dalam kegiatan usahanya, sehingga praktik sustainability accounting dapat diterapkan secara konsisten dan terstruktur. Pendampingan ini juga diarahkan untuk membantu UMKM mengimplementasikan sistem pencatatan keuangan yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan, guna mendorong pengelolaan usaha yang lebih efisien, transparan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran lingkungan, sehingga UMKM mampu menerapkan proses produksi yang lebih bersih, hemat sumber daya, dan memiliki nilai tambah bagi keberlanjutan usaha. Selain itu, pembentukan kelompok-kelompok usaha berbasis keberlanjutan di Kelurahan Benda Baru akan menjadi strategi penting untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku UMKM, memperluas akses terhadap program pendampingan, serta meningkatkan peluang memperoleh dukungan pemerintah dan fasilitas pembiayaan hijau. Dengan langkah ini, UMKM diharapkan mampu berkembang menjadi komunitas usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan di Kota Tangerang Selatan. REFERENSI Gray, R. (2010). Sustainability accounting: A brief history and conceptual framework. Accounting, Organizations and Society, 35(1), 1–15. Nugroho, A., & Susanto, R. (2022). Penerapan prinsip usaha ramah lingkungan pada UMKM untuk meningkatkan daya saing dan kinerja operasional. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Berkelanjutan, 5(2), 112–125. Elkington, J. (1999). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Oxford: Capstone Publishing. Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan pengembangan UMKM berkelanjutan. Jakarta: Kemenkop UKM. Purwanto, A. (2021). Implementasi akuntansi lingkungan pada UMKM sebagai strategi peningkatan efisiensi usaha. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 12(3), 521–534. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Penerapan Akuntansi Berkelanjutan (Tyas Andini, dkk.) 119-122 Sari, D. P., & Wijaya, H. (2020). Pengukuran kinerja lingkungan sebagai bagian dari sustainability accounting pada sektor UMKM. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 17(1), 44–58. Supriyadi, E. (2021). Peran akuntansi berkelanjutan dalam mendukung pelaporan kinerja lingkungan UMKM. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 9(4), 623–632. World Bank. (2020). SME environmental performance and sustainability practices. Washington, DC: World Bank Publications. ISO. (2015). ISO 14001: Environmental Management Systems — Requirements with Guidance for Use. Geneva: International Organization for Standardization. Pemerintah Kota Tangerang Selatan. (2023). Profil dan perkembangan UMKM ramah lingkungan di Kota Tangerang Selatan. Tangerang Selatan: Dinas Koperasi dan UMKM.