scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Home / Archives / Vol. 3 No. 4 (2025): December / Articles Implementasi Media Sosial sebagai Alat Publikasi dan Branding Perusahaan Properti: Pengalaman PKL di PT Karya Pesona Nusantara

Reggi Ermila Fasila, Hasan Sazali

Full text

2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Implementasi Media Sosial sebagai (Reggi Ermila Fasila, et, al) | 62-67 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Volume 3, Nomor 4, December 2025, P. 62-67 Licenced by CC BY-SA 4.0 ISSN: 2302-6219 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18042320 Implementasi Media Sosial sebagai Alat Publikasi dan Branding Perusahaan Properti: Pengalaman PKL di PT Karya Pesona Nusantara The Implementation of Social Media as a Publication and Branding Tool in a Property Company: A Field Work Practice Experience at PT Karya Pesona Nusantara Reggi Ermila Fasila1, Hasan Sazali2 1,2Prodi Ilmu Komunikasi, Fakltas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Koresponden: reggi06[email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media sosial sebagai alat publikasi dan branding pada perusahaan properti melalui studi kasus pengalaman Praktik Kerja Lapangan di PT Karya Pesona Nusantara. Industri properti merupakan sektor yang sangat bergantung pada kredibilitas, transparansi, dan reputasi, sehingga pemanfaatan media sosial menjadi strategi penting untuk membangun kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengandalkan observasi langsung, dokumentasi visual, serta pengalaman partisipatif selama enam minggu di lingkungan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten visual berupa foto, video, dan narasi pemasaran menjadi instrumen utama dalam membentuk citra perusahaan sebagai pengembang yang profesional, progresif, dan transparan. Konten visual tersebut mampu menampilkan progres pembangunan secara real time, memperlihatkan aktivitas lapangan, serta menghadirkan storytelling yang efektif dalam memperkuat identitas perusahaan. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan perangkat dokumentasi, proses persetujuan konten yang berjenjang, dan penyesuaian standar visual perusahaan, namun dapat diatasi melalui koordinasi intensif dan penyesuaian desain. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara strategi digital dan aktivitas lapangan menjadi faktor penting dalam membangun reputasi perusahaan properti di era kompetisi digital yang semakin dinamis. Kata Kunci: Praktik Kerja Lapangan, Industri, Branding, Perusahaan Abstract This study aims to analyze the implementation of social media as a publication and branding tool in a property company through a case study of Field Work Practice experience at PT Karya Pesona Nusantara. The property industry is a sector that heavily relies on credibility, transparency, and reputation; therefore, the utilization of social media has become an essential strategy for building public trust. This research employs a descriptive qualitative approach based on direct observation, visual documentation, and participatory experience over a sixweek period within the company environment. The results indicate that visual content in the form of photos, videos, and marketing narratives serves as the primary instrument in shaping the company’s image as a professional, progressive, and transparent developer. Such visual content is effective in presenting real-time construction progress, showcasing on-site activities, and delivering storytelling that strengthens corporate identity. The challenges encountered include limitations in documentation equipment, multi-level content approval processes, and the need to align with corporate visual standards; however, these challenges can be addressed through intensive coordination and design adjustments. This study confirms that synergy between digital strategies and on-site activities is a crucial factor in building the reputation of property companies in an increasingly dynamic digital competition era. Keywords: Field Work Practice, Industry, Branding, Company Article Info Received date: 25 November 2025 Revised date: 30 November 2025 Accepted date: 18 December 2025 PENDAHULUAN Pada era ketika industri properti menghadapi tingkat kompetisi yang semakin tinggi, perusahaan dituntut untuk mampu membangun citra yang kuat dan kredibel di mata publik. Pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih banyak mencari informasi melalui platform digital membuat media sosial memainkan peran signifikan dalam proses pengambilan keputusan, terutama dalam sektor properti yang sangat bergantung pada kepercayaan dan reputasi perusahaan. Di sinilah publikasi digital dan branding melalui media sosial menjadi strategi komunikasi yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan hunian dan investasi. Media sosial menyediakan 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Implementasi Media Sosial sebagai (Reggi Ermila Fasila, et, al) | 62-67 ruang yang memungkinkan perusahaan menyampaikan informasi secara visual, interaktif, dan real time, sehingga membantu membangun eksposur merek secara konsisten. PT Karya Pesona Nusantara sebagai perusahaan pengembang properti yang mengelola proyek Green Hill Resort City dan Green Hill Agro menjadi contoh menarik bagaimana media sosial dimanfaatkan untuk memperkuat identitas perusahaan. Melalui laporan PKL terlihat bahwa perusahaan secara aktif menggunakan dokumentasi visual, publikasi kegiatan lapangan, dan penyusunan narasi pemasaran sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan proyek dan membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Penggunaan foto, video, dan konten promosi menjadi instrumen penting dalam mengomunikasikan nilai properti, fasilitas, serta keunggulan proyek yang sedang dibangun. Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan audiens, tetapi juga mempercepat proses pembentukan citra dan persepsi publik. Dalam konteks industri properti, konten visual seperti progres pembangunan, aktivitas lapangan, dan suasana lokasi proyek memiliki efek besar dalam meningkatkan ketertarikan calon pembeli. Publik kini cenderung mempertimbangkan kredibilitas perusahaan berdasarkan konsistensi publikasi dan kualitas gambaran visual yang ditampilkan melalui media sosial. Oleh karena itu, branding digital tidak lagi menjadi sekadar aktivitas tambahan, tetapi berubah menjadi bagian esensial dari strategi pemasaran modern di sektor properti. Pengalaman PKL di PT Karya Pesona Nusantara menunjukkan bahwa media sosial digunakan secara terintegrasi dengan aktivitas komunikasi lapangan. Mahasiswa terlibat dalam pengambilan foto, pembuatan konten visual, penyusunan narasi pemasaran, serta pendistribusian informasi melalui platform digital perusahaan. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana proses branding digital dilakukan secara langsung untuk mendukung promosi proyek Green Hill Resort City dan Green Hill Agro. Selain itu, dokumentasi kegiatan lapangan menjadi bahan publikasi yang memperkuat pesan keberlanjutan proyek dan profesionalitas perusahaan. Namun, implementasi media sosial sebagai alat publikasi dan branding tidak terlepas dari tantangan teknis dan operasional. Laporan PKL mencatat bahwa mahasiswa menghadapi kendala dalam hal perangkat dokumentasi yang terbatas, standar desain perusahaan yang ketat, serta proses persetujuan konten yang membutuhkan waktu karena harus melalui alur berjenjang. Tantangan ini menggambarkan bahwa pengelolaan media sosial perusahaan memerlukan koordinasi, ketepatan waktu, serta kemampuan adaptif untuk menyesuaikan diri dengan dinamika organisasi. Di balik tantangan tersebut, praktik PKL juga memperlihatkan adanya upaya perusahaan membangun sinergi antara strategi digital dan aktivitas tatap muka. Kegiatan seperti open house, rapat pemasaran, customer visit, dan diskusi bersama tim lapangan menjadi bagian dari proses penguatan citra yang dilakukan secara langsung kepada calon pembeli. Strategi ini menunjukkan bahwa branding yang kuat tidak hanya dibangun melalui media sosial, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang diberikan perusahaan kepada konsumen. Konsistensi antara pesan digital dan interaksi langsung menjadi faktor penting dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap perusahaan. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami bagaimana perusahaan properti membangun citra dan meningkatkan kepercayaan publik melalui pemanfaatan media sosial sebagai alat publikasi utama. Industri properti merupakan sektor yang sangat bergantung pada reputasi, kredibilitas informasi, serta kemampuan perusahaan menampilkan bukti visual perkembangan proyek secara konsisten. Melalui pengalaman PKL di PT Karya Pesona Nusantara, terlihat bahwa media sosial bukan hanya sekadar kanal promosi, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam membentuk persepsi konsumen tentang profesionalitas dan transparansi perusahaan melalui konten visual, narasi pemasaran, dan dokumentasi kegiatan lapangan. Di tengah persaingan digital yang semakin intens, penelitian ini menjadi penting untuk menggambarkan bagaimana proses branding digital diimplementasikan secara nyata, tantangan yang dihadapi perusahaan, serta bagaimana integrasi antara strategi online dan aktivitas lapangan dapat berkontribusi pada penguatan citra perusahaan secara berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam bagaimana media sosial diimplementasikan sebagai alat publikasi dan branding pada perusahaan properti. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti menggali proses, pengalaman, serta dinamika komunikasi yang berlangsung secara natural dalam konteks kerja nyata. Pengumpulan data dilakukan melalui keterlibatan langsung peneliti selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di PT 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Implementasi Media Sosial sebagai (Reggi Ermila Fasila, et, al) | 62-67 Karya Pesona Nusantara, sehingga seluruh fenomena komunikasi dapat diamati secara kontekstual. Situasi ini memberikan peluang untuk memahami praktik komunikasi digital dari dalam organisasi, bukan sekadar melihatnya dari perspektif luar. Sumber data penelitian berasal dari tiga komponen utama, yaitu observasi aktivitas komunikasi perusahaan, dokumentasi kegiatan pemasaran dan media sosial, serta pengalaman partisipatif peneliti ketika terlibat dalam produksi konten, publikasi visual, dan kegiatan humas. Laporan mingguan, dokumentasi foto dan video, hasil diskusi dengan supervisor, serta analisis konten promosi yang dibuat selama PKL menjadi bagian integral dari data penelitian. Seluruh data ini kemudian dibaca sebagai representasi praktik branding digital yang dijalankan perusahaan dalam mempromosikan proyek Green Hill Resort City dan Green Hill Agro. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi untuk menemukan pola, strategi, serta tantangan yang muncul dalam implementasi media sosial. Setiap temuan lapangan dihubungkan dengan konsep komunikasi pemasaran digital dan teori branding untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana perusahaan mengelola citra dan pesan publiknya. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya menggambarkan aktivitas PKL, tetapi juga memberi kontribusi teoritis dan praktis mengenai strategi komunikasi digital yang relevan bagi perusahaan properti di era media sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Penguatan Citra Perusahaan Melalui Konten Visual Konten visual menjadi salah satu elemen utama dalam strategi komunikasi digital PT Karya Pesona Nusantara karena mampu menyampaikan informasi secara cepat, jelas, dan menarik. Dalam industri properti, konsumen sangat membutuhkan gambaran konkret mengenai lokasi, progres pembangunan, serta kualitas proyek yang ditawarkan. Konten visual berupa foto maupun video memberikan bukti langsung yang sulit dipungkiri, sehingga membantu konsumen membangun persepsi awal terhadap profesionalitas dan kredibilitas perusahaan. Melalui visual yang konsisten dan tertata rapi, perusahaan dapat memperkuat citra sebagai pengembang yang serius, transparan, dan dapat dipercaya. Selama kegiatan PKL, mahasiswa terlibat dalam proses pengambilan foto dan video berbagai kegiatan proyek, termasuk dokumentasi pembangunan Green Hill Resort City dan Green Hill Agro. Dokumentasi ini mencakup visualisasi lingkungan kerja, progres fisik bangunan, aktivitas lapangan, serta suasana proyek yang relevan untuk dipublikasikan di media sosial perusahaan. Konten visual semacam ini sangat penting karena memperlihatkan perkembangan nyata yang tidak hanya bersifat promosi, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk transparansi perusahaan terhadap publik. Proses dokumentasi visual tersebut tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga nilai informatif yang ingin ditonjolkan perusahaan. Foto progres pembangunan, misalnya, menggambarkan bagaimana proyek bergerak secara bertahap sesuai rencana, sehingga konsumen dapat mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Sementara itu, video aktivitas lapangan memberikan dimensi emosional dan kedekatan melalui gerak, suara, dan suasana nyata proyek. Penggabungan elemen informatif dan emosional ini menjadikan konten visual sebagai media yang efektif dalam membentuk citra perusahaan. Citra perusahaan semakin diperkuat melalui visual yang mencerminkan profesionalitas dan kualitas kerja. Setiap konten yang diunggah ke media sosial menunjukkan bahwa perusahaan memiliki alur kerja yang rapi, manajemen yang terstruktur, dan komitmen yang jelas terhadap pembangunan. Melalui tayangan seperti aktivitas pemasaran, customer visit, atau dokumentasi kegiatan lapangan, publik dapat melihat bahwa perusahaan tidak hanya sekadar mempromosikan produk, tetapi juga menghadirkan proses kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi faktor kunci pembentukan citra positif di mata calon konsumen. Konsistensi visual menjadi elemen penting dalam memperkuat identitas perusahaan. Konten yang diproduksi selama PKL mengikuti standar identitas visual perusahaan, termasuk komposisi warna, gaya desain, dan karakter penyajian informasi. Konsistensi ini menciptakan kesan yang profesional dan membantu perusahaan mempertahankan kesatuan citra di berbagai platform digital. Dampaknya, audiens mengenali merek dengan lebih mudah dan menghubungkannya dengan nilai kualitas yang ingin ditonjolkan perusahaan. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Implementasi Media Sosial sebagai (Reggi Ermila Fasila, et, al) | 62-67 Penggunaan konten visual juga menjadi strategi untuk meningkatkan engagement di media sosial. Foto bangunan, video progres proyek, dan dokumentasi interaksi dengan konsumen mampu menarik perhatian audiens karena sifatnya yang mudah dicerna dan cepat dipahami. Konten semacam ini lebih mudah dibagikan dan memicu respons publik, sehingga memperluas jangkauan informasi perusahaan secara organik. Semakin tinggi partisipasi audiens, semakin kuat pula citra perusahaan terbentuk dalam persepsi publik. Penguatan citra perusahaan melalui konten visual tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan visibilitas, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Visual yang informatif, nyata, dan berkualitas tinggi membantu perusahaan menunjukkan komitmen dan integritasnya dalam setiap tahap pembangunan. Pengalaman PKL menunjukkan bahwa konten visual yang diproduksi secara terstruktur dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun reputasi perusahaan properti, terutama dalam konteks persaingan digital yang semakin ketat. Melalui pendekatan ini, PT Karya Pesona Nusantara berhasil memanfaatkan media sosial untuk menciptakan citra yang relevan, meyakinkan, dan berdaya saing tinggi. Tabel 1. Penguatan Citra Perusahaan melalui Konten Visual di PT Karya Pesona Nusantara No Aspek Analisis Temuan Lapangan Implikasi Ilmiah 1 Fungsi Konten Visual Konten foto dan video digunakan untuk menampilkan progres proyek, aktivitas lapangan, dan suasana pembangunan Green Hill Resort City dan Green Hill Agro. Visual berfungsi sebagai alat pembentuk persepsi publik karena memberikan bukti konkret yang meningkatkan kredibilitas perusahaan. 2 Nilai Informasi Konten Dokumentasi menampilkan perkembangan proyek secara real time, memperlihatkan kualitas bangunan dan aktivitas kerja di lapangan. Konten visual meningkatkan transparansi perusahaan dan menjadi dasar pembentukan kepercayaan konsumen dalam industri properti. 3 Dimensi Estetika dan Profesionalitas Konten diproduksi dengan mengikuti standar visual perusahaan, termasuk komposisi warna, framing, dan gaya penyajian. Konsistensi estetika memperkuat identitas merek dan menunjukkan profesionalitas perusahaan melalui penataan visual yang seragam. 4 Narasi Pendukung Visual Setiap konten visual dilengkapi caption persuasif yang menjelaskan progres, manfaat investasi, dan keunggulan proyek. Integrasi visual dan narasi menciptakan storytelling yang memperkuat citra dan meningkatkan pemahaman audiens terhadap produk properti. 5 Engagement Media Sosial Konten visual lebih banyak mendapatkan respons dibanding konten teks karena sifatnya yang mudah dipahami dan menarik perhatian. Visual menjadi alat utama untuk meningkatkan interaksi audiens dan memperluas jangkauan komunikasi perusahaan secara organik. 6 Bukti Transparansi Perusahaan Video kegiatan lapangan memperlihatkan proses kerja, koordinasi tim, serta aktivitas real di lokasi proyek. Transparansi visual mendukung reputasi perusahaan sebagai pengembang yang terbuka dan akuntabel dalam setiap tahap pembangunan. 7 Pengaruh terhadap Citra Perusahaan Publik menilai perusahaan sebagai pengembang yang progresif, responsif, dan terpercaya melalui kontinuitas publikasi visual. Citra perusahaan terbentuk melalui akumulasi kesan visual yang positif dan konsisten, sehingga meningkatkan nilai kepercayaan merek dalam kompetisi pasar properti. Sumber: Laporan PKL Peneliti (2025) Konten visual memainkan peran fundamental dalam membentuk citra PT Karya Pesona Nusantara karena memberikan bukti konkret mengenai aktivitas dan progres pembangunan proyek. Foto dan video yang diunggah ke media sosial menampilkan kondisi nyata di lapangan sehingga publik dapat melihat bagaimana proyek Green Hill Resort City dan Green Hill Agro dikerjakan dari waktu ke 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Implementasi Media Sosial sebagai (Reggi Ermila Fasila, et, al) | 62-67 waktu. Representasi visual seperti ini memiliki kekuatan persuasi yang lebih tinggi dibanding narasi teks semata karena mampu menyampaikan informasi secara cepat dan langsung. Dengan menampilkan rangkaian visual yang aktual, perusahaan memperkuat persepsi publik terhadap kredibilitas dan keseriusan dalam menjalankan proyek. Selain berfungsi sebagai alat publikasi, konten visual juga memiliki nilai informasi yang signifikan. Dokumentasi real time yang menunjukkan progres fisik, aktivitas pekerja, serta kondisi proyek menjadi sumber informasi terpercaya bagi calon konsumen. Dalam industri properti, transparansi mengenai tahap pembangunan menjadi faktor penting karena konsumen ingin memastikan bahwa proyek berjalan sesuai rencana. Dengan menghadirkan visual yang detail dan akurat, KPN membangun fondasi kepercayaan yang kuat melalui keterbukaan informasi visual yang mudah diakses. Dimensi estetika juga memainkan peranan penting dalam strategi visual perusahaan. Konten yang diproduksi selama PKL mengikuti standar identitas visual perusahaan, seperti pemilihan warna, framing foto, serta keselarasan desain. Konsistensi visual ini menciptakan kesan profesional dan menunjukkan bahwa perusahaan memiliki pengelolaan brand yang terstruktur. Di mata konsumen, keseragaman estetika bukan hanya soal desain, tetapi refleksi dari kualitas manajerial perusahaan secara keseluruhan. Perusahaan yang mampu menghadirkan konten visual yang rapi dan konsisten akan dipersepsikan sebagai pengembang yang memiliki perhatian serius terhadap detail. Narasi pendukung yang menyertai konten visual memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Caption informatif dan persuasif membantu audiens memahami konteks visual secara lebih mendalam, seperti manfaat investasi, keunggulan fasilitas, atau nilai lokasi. Intepretasi visual yang dibangun melalui narasi ini menciptakan storytelling yang efektif dalam menggambarkan identitas dan keunggulan proyek. Penggabungan elemen visual dan naratif menjadikan strategi publikasi perusahaan lebih menyeluruh, sehingga citra perusahaan terbentuk dari kombinasi estetika dan retorika yang saling melengkapi. Respons audiens terhadap konten visual juga menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam meningkatkan engagement di media sosial. Foto dan video lebih mudah menarik perhatian, lebih sering dibagikan, dan lebih berpotensi mendatangkan interaksi dibanding konten berbasis teks. Tingginya keterlibatan audiens secara organik memperluas jangkauan promosi perusahaan tanpa biaya tambahan. Hal ini memperlihatkan bahwa visual bukan sekadar hiasan, tetapi kunci dalam memperluas keterlihatan merek dan meningkatkan partisipasi publik. Konten visual yang menampilkan aktivitas lapangan secara langsung juga menjadi bukti transparansi perusahaan. Video proses kerja, koordinasi staf, serta dokumentasi kegiatan lapangan memperlihatkan aspek realisme yang jarang didapatkan dalam materi promosi konvensional. Melalui visual semacam ini, KPN menampilkan diri sebagai pengembang yang terbuka terhadap publik dan berani memperlihatkan proses kerja apa adanya. Dalam industri properti, transparansi visual menjadi modal penting untuk menunjukkan akuntabilitas perusahaan dan meyakinkan konsumen mengenai keaslian proyek. Gabungan semua elemen tersebut secara kumulatif memperkuat citra perusahaan sebagai pengembang yang progresif, responsif, dan terpercaya. Konsistensi publikasi visual dari waktu ke waktu menciptakan memori visual dalam benak audiens yang membentuk persepsi positif terhadap perusahaan. Akumulasi kesan visual positif ini tidak hanya membantu meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif di tengah persaingan industri properti. Dengan demikian, konten visual bukan sekadar sarana publikasi, melainkan instrumen strategis dalam membangun citra perusahaan secara berkelanjutan. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran strategis dalam membangun citra dan meningkatkan kredibilitas PT Karya Pesona Nusantara sebagai perusahaan pengembang properti. Melalui pemanfaatan konten visual berupa foto, video, dan narasi pemasaran, perusahaan mampu menghadirkan representasi nyata mengenai progres pembangunan proyek Green Hill Resort City dan Green Hill Agro. Konten visual tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga alat transparansi yang memungkinkan publik melihat kualitas pekerjaan, alur aktivitas lapangan, serta komitmen perusahaan dalam melaksanakan pembangunan. Konsistensi visual, estetika yang terstandarisasi, dan penggunaan storytelling yang persuasif terbukti meningkatkan persepsi profesionalitas dan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Implementasi Media Sosial sebagai (Reggi Ermila Fasila, et, al) | 62-67 Selain memperkuat citra digital, integrasi antara aktivitas online dan kegiatan lapangan seperti open house, customer visit, serta dokumentasi proyek berperan penting dalam membangun pengalaman langsung yang mendukung pesan branding perusahaan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa branding digital yang efektif tidak hanya bergantung pada publikasi media sosial, tetapi juga pada sinergi antara transparansi visual, interaksi nyata dengan konsumen, serta pengelolaan konten yang terstruktur. Dengan demikian, pemanfaatan media sosial dapat menjadi instrumen yang sangat efektif bagi perusahaan properti dalam menciptakan reputasi positif secara berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah dalam menghadapi kompetisi industri yang semakin intens.