scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Pengaruh Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha pada KSPPS Nur Insani

Aliffia Rosada Nibros, Afifah Putri Salamah, Dina Era Ermawati, Sri Utami, Sukamah, Gurhanawan

Full text

2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Volume 3, Nomor 4, December 2025, P. 87-96 Licenced by CC BY-SA 4.0 ISSN: 2302-6219 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18051190 Pengaruh Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha pada KSPPS Nur Insani The Effect of Members’ Principal Savings and Mudharabah Financing on the Acquisition of Remaining Operating Results (SHU) at KSPPS Nur Insani Aliffia Rosada Nibros, Afifah Putri Salamah, Dina Era Ermawati, Sri Utami, Sukamah, Gurhanawan Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika email: [email protected], [email protected], [email protected], afifahputrisalamah20[email protected], sukamah[email protected], gurhanawan[email protected] Abstrak Mengamati signifikansi simpanan pokok sebagai sumber utama modal serta pembiayaan mudharabah sebagai alat pendapatan bagi koperasi, penelitian mengenai dampak kedua variabel ini terhadap SHU menjadi relevan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris tentang seberapa besar kontribusi simpanan pokok anggota dan pembiayaan mudharabah dalam menentukan ukuran SHU pada KSPPS Nur Insani. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antara variabel–variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil uji t (parsial) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,724, yang lebih besar dari α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka H₀1 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menyatakan bahwa secara parsial, Simpanan Pokok Anggota tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) di KSPPS Nur Insani. Hasil uji t (parsial) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,199, yang lebih besar dari α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka H₀2 diterima dan H2 ditolak. Hal ini menyatakan bahwa secara parsial, Pinjaman Mudharabah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) di KSPPS Nur Insani. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,277, yang lebih besar dari α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka H₀3 diterima dan H3 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama, Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU). Walaupun demikian, nilai R Square sebesar 0,723 mengindikasikan bahwa kedua variabel ini sebenarnya memiliki kontribusi sebesar 72,3% terhadap variasi SHU, namun tidak mencapai taraf signifikansi karena keterbatasan jumlah sampel data. Kata Kunci: Simpanan Pokok Anggota, Pinjaman Mudharabah, Sisa Hasil Usaha Abstract Considering the significance of members’ principal savings as a primary source of capital and mudharabah financing as an income-generating instrument for cooperatives, examining the impact of these two variables on the Remaining Operating Results (Sisa Hasil Usaha / SHU) is highly relevant. This study aims to provide empirical evidence regarding the extent to which members’ principal savings and mudharabah financing contribute to determining the level of SHU at KSPPS Nur Insani. This research employs a quantitative method with a descriptive-associative approach, intended to analyze the relationships and effects among the research variables. The results of the partial t-test indicate a significance value of 0.724, which is greater than α = 0.05. Accordingly, H₀₁ is accepted and H₁ is rejected, indicating that, partially, members’ principal savings do not have a significant effect on SHU at KSPPS Nur Insani. Furthermore, the partial t-test for mudharabah financing shows a significance value of 0.199, which is also greater than α = 0.05. Based on this result, H₀₂ is accepted and H₂ is rejected, suggesting that mudharabah financing does not have a significant partial effect on SHU. The simultaneous F-test yields a significance value of 0.277, which exceeds α = 0.05. Therefore, H₀₃ is accepted and H₃ is rejected, indicating that members’ principal savings and mudharabah financing simultaneously do not have a significant effect on SHU. Nevertheless, the R-square value of 0.723 suggests that these two variables collectively account for 72.3% of the variation in SHU, although this contribution does not reach statistical significance due to limitations in the sample size. Keywords: Members’ Principal Savings, Mudharabah Financing, Remaining Operating Results (SHU) Article Info Received date: 25 November 2025 Revised date: 30 November 2025 Accepted date: 18 December 2025 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 PENDAHULUAN Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) adalah lembaga keuangan mikro yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama bagi anggotanya. Salah satu tolak ukur yang paling signifikan dalam mengevaluasi keberhasilan operasional koperasi syariah adalah Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU tidak hanya mencerminkan tingkat keuntungan, tetapi juga menunjukkan seberapa baik dana anggota dikelola, efisiensi dalam operasi, serta kesehatan finansial koperasi secara keseluruhan. Dalam konteks koperasi syariah, SHU menjadi ukuran yang tepat karena menggambarkan kinerja yang sejalan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan. Oleh sebab itu, peningkatan SHU menjadi perhatian utama bagi setiap koperasi untuk mempertahankan kepercayaan anggota dan keberlangsungan usaha. Salah satu elemen yang sangat berkontribusi dalam struktur keuangan koperasi syariah adalah simpanan pokok anggota. Simpanan pokok adalah iuran yang harus dibayarkan oleh setiap anggota ketika mereka pertama kali bergabung sebagai tanda partisipasi dan komitmen mereka terhadap koperasi. Simpanan ini berfungsi strategis sebagai modal jangka panjang yang cukup stabil, sehingga dapat memperkuat likuiditas koperasi. Jumlah simpanan pokok anggota yang tinggi memberikan kesempatan bagi koperasi untuk mengembangkan kapasitas pembiayaan, meningkatkan ketahanan terhadap risiko likuiditas, serta mendukung berbagai kegiatan operasional lainnya. Dalam berbagai penelitian, modal yang berasal dari anggota termasuk simpanan pokok menunjukkan hubungan positif terhadap peningkatan pendapatan koperasi karena menjadi sumber modal inti yang dapat dikelola dengan baik. Namun, dalam pelaksanaannya, sejumlah koperasi syariah, termasuk KSPPS Nur Insani, mengalami kesulitan yang berkaitan dengan fluktuasi SHU selama tahun 2021 hingga 2023.Variasi dalam tingkat pembiayaan, serta pertumbuhan jumlah simpanan anggota berkontribusi pada variasi SHU yang diterima setiap tahunnya. Fluktuasi ini menunjukkan adanya perubahan pada struktur pendapatan dan pembiayaan koperasi yang perlu dianalisis lebih lanjut. Ketidakstabilan pada SHU dapat mempengaruhi kemampuan koperasi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada anggota, termasuk pembagian hasil usaha, penyediaan modal usaha, serta pengembangan program pemberdayaan. Mengamati signifikansi simpanan pokok sebagai sumber utama modal serta pembiayaan mudharabah sebagai alat pendapatan bagi koperasi, penelitian mengenai dampak kedua variabel ini terhadap SHU menjadi relevan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris tentang seberapa besar kontribusi simpanan pokok anggota dan pembiayaan mudharabah dalam menentukan ukuran SHU pada KSPPS Nur Insani. Selain itu, hasil dari penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengurus koperasi untuk membuat kebijakan strategis, memperkuat sistem keuangan, serta meningkatkan pengelolaan lembaga secara keseluruhan. Oleh karena itu, studi mengenai “Pengaruh Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah terhadap Sisa Hasil Usaha pada KSPPS Nur Insani” sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk meningkatkan stabilitas kinerja keuangan koperasi, mengoptimalkan kontribusi anggota, serta memperkuat penerapan akad-akad syariah dalam kegiatan operasional koperasi. Rumusan Masalah 1. Apakah Simpanan Pokok Anggota Berpengaruh Terhadap SHU? 2. Apakah Pinjaman Mudharabah Berpengaruh Terhadap SHU? 3. Apakah kedua variabel berpengaruh terhadap SHU? METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antara variabel–variabel penelitian. Penelitian kuantitatif mengutamakan pengukuran data numerik dan analisis statistik, sehingga hasil penelitian 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 dapat dievaluasi secara objektif melalui teknik statistik. Pendekatan deskriptif asosiatif digunakan untuk menggambarkan hubungan antara Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada KSPPS Nur Insani. Penelitian ini menggunakan informasi kuantitatif, yaitu informasi yang disajikan dalam bentuk angka. Sumber informasi yang digunakan adalah informasi sekunder, yaitu information yang diperoleh secara tidak langsung melalui dokumen resmi KSPPS Nur Insani, seperti laporan keuangan tahunan, laporan perhitungan SHU, laporan simpanan pokok, dan laporan pinjaman mudharabah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, yaitu pengumpulan data dengan cara menelaah, mempelajari, dan menganalisis dokumen–dokumen terkait yang dimiliki oleh KSPPS Nur Insani. Dokumen yang digunakan antara lain laporan keuangan tahunan, laporan SHU, dan laporan pembiayaan. Data yang sudah terkumpul dianalisis secara kuantitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum KSPPS Nur Insani KSPPS Nur Insani merupakan singkatan dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Nur Insani, yang berfungsi sebagai lembaga keuangan mikro yang beroperasi dengan mengikuti prinsipprinsip syariah Islam sejak tahun pendiriannya pada tahun 2011. Tujuan utama dari lembaga ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, terutama melalui pemberdayaan di sektor usaha mikro dan kecil. Meskipun berlokasi di Tangerang Selatan, KSPPS Nur Insani memiliki area operasional yang luas dengan 12 cabang yang terdistribusi di berbagai lokasi di Pulau Jawa, termasuk Bogor, Semarang, dan sekitarnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, KSPPS Nur Insani memfokuskan diri pada dua kegiatan utama: pengumpulan dana melalui simpanan yang mengikuti prinsip Wadiah (titipan) dan penyaluran dana melalui pembiayaan syariah. Jenis pembiayaan yang paling umum dilakukan adalah Piutang Murabahah (jual beli), yang menggambarkan perhatian utama lembaga ini terhadap pembiayaan barang serta modal kerja. Tabel Data Simpanan Anggota Tahun 2019-2023 Tahun Jumlah Simpanan Pokok Anggota (Rp) Perubahan (Rp) Keterangan % 2019 2.954.889.000 2020 3.723.475.000 768.586.000 0,27% Naik 2021 3.802.595.800 79.120.800 0,02% Naik 2022 3.418.400.000 -384.195.800 -0,10% Turun 2023 3.305.100.000 -113.300.000 -0,03% Turun Rata-rata 3.440.891.960 Sumber : Data Koperasi KSPPS Nur Insani Dapat dilihat dari table di atas bahwa perkembangan jumlah simpanan pokok anggota pada koperasi selama 5 tahun periode penelitian, koperasi mengalami perubahan yang fluktuatif. Penulis dapat menganalisis perkembangan jumlah simpanan pada KPSPPS Nur Insani Periode 2019-2023. Peningkatan tertinggi jumlah simpanan pada tahun 2019 sebesar 0,27%, dan penurunan tertinggi pada tahun 2021 sebesar -0,03%. Adapun Tahun 2019-2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan akan tetapi pada tahun 2021-2023 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tabel Data Pinjaman Mudharabah Tahun 2019-2023 Tahun Jumlah Pinjaman (Rp) Perubahan (Rp) Keterangan % 2019 10.098.841.879 - - - 2020 27.922.308.619 17.823.466.740 +176.49% Naik 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 2021 15.920.638.832 -12.001.669.787 −43.00% Turun 2022 12.611.195.513 -3.309.443.319 −20.79% Turun 2023 10.831.446.267 -1.779.749.246 −14.11% Turun Rata-rata 15.476.886.222 Sumber : Data Koperasi KSPPS Nur Insani Bila melihat perkembangan jumlah pinjaman pada koperasi selama lima tahun periode penelitian (2019-2023), koperasi mengalami perubahan yang sangat ekstrem dan fluktuatif. Berdasarkan tabel data, dapat dianalisis perkembangan jumlah pinjaman ini secara tahunan. Pada tahun 2020, terjadi lonjakan tertinggi jumlah pinjaman, yang naik secara drastis sebesar +176.49% (Rp17.823.466.740), menjadikan total pinjaman mencapai Rp27.922.308.619 dari Rp10.098.841.879 di tahun 2019. Setelah puncak yang signifikan ini, tren berbalik drastis, memasuki periode penurunan berturut-turut selama tiga tahun. Penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar -43.00% (setara dengan penurunan Rp12.001.669.787). Penurunan ini berlanjut pada tahun 2022 sebesar -20.79% (atau Rp3.309.443.319) dan kembali menurun di tahun 2023 sebesar -14.11% (atau Rp1.779.749.246), dengan jumlah pinjaman akhir tahun sebesar Rp10.831.446.267. Tren penurunan tiga tahun ini, terutama yang paling tajam di tahun 2021, menunjukkan adanya koreksi besar atau mungkin dipengaruhi oleh faktor eksternal (seperti dampak ekonomi pasca-lonjakan) yang menyebabkan anggota mengurangi atau menunda pinjaman. Tabel Data Sisa Hasil Usaha Tahun Jumlah Sisa Hasil Usaha (Rp) Perubahan (Rp) Keterangan % 2019 411.749.738 2020 55.332.352 -356.417.386 -0,87% Turun 2021 350.129.334 294.796.982 5,32% Naik 2022 573.596.694 223.467.360 0,63% Naik 2023 795.006.729 221.410.035 0,39% Naik Rata-rata 437.162.694 Sumber : Data Koperasi KSPPS Nur Insani Data Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi KSPPS Nur Insani menunjukkan dinamika kinerja keuangan yang signifikan selama periode 2019 hingga 2023. Pada tahun awal, 2019, SHU tercatat sebesar Rp411.749.738. Namun, koperasi mengalami tantangan besar pada tahun berikutnya, di mana SHU anjlok drastis menjadi hanya Rp55.332.352 di tahun 2020, mencatat penurunan nominal tertinggi sebesar Rp356.417.386 atau -0,87% dari tahun sebelumnya. Setelah kemerosotan tersebut, koperasi menunjukkan pemulihan yang kuat dan stabil. SHU melonjak di tahun 2021 menjadi Rp350.129.334 (naik 5,32%), dan tren pertumbuhan positif ini berlanjut hingga mencapai puncak kinerja pada tahun 2023 dengan SHU tertinggi sebesar Rp795.006.729. Secara rata-rata, SHU koperasi selama lima tahun periode tersebut adalah Rp437.162.694, menunjukkan kemampuan koperasi untuk meningkatkan profitabilitasnya secara konsisten setelah menghadapi penurunan tajam di awal periode. Analisis Data Statistik Statistik Deskriptif Berikut ini hasil statistik deskriptif: Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 Simpanan Pokok Anggota 5 2954889000 3802595800 3440891960,00 341257624,149 Pinjaman Mudharabah 5 10098841879 27922308619 15476886222,00 7310969696,098 Sisa Hasil Usaha 5 55332352 795006729 437162969,40 274172219,553 Valid N (listwise) 5 Berdasarkan hasil statistik deskriptif pada tabel tersebut, dapat dijelaskan bahwa Simpanan Pokok Anggota menunjukkan nilai yang relatif stabil selama lima periode pengamatan. Hal ini terlihat dari nilai minimum sebesar Rp295.488.900 dan maksimum Rp380.259.580 dengan rata-rata Rp344.089.196, sementara standar deviasi yang kecil (Rp34.125.762) menunjukkan bahwa perubahan simpanan pokok antar tahun tidak terlalu signifikan. Berbeda dengan itu, Pinjaman Mudharabah memiliki rentang nilai yang sangat besar, yaitu dari Rp1.009.884.187 hingga Rp2.792.230.861, dengan rata-rata Rp1.547.688.622. Standar deviasinya yang tinggi (Rp731.096.996) menandakan adanya fluktuasi besar dalam penyaluran pinjaman mudharabah, sehingga mencerminkan dinamika kebutuhan modal dan aktivitas ekonomi anggota yang tidak stabil dari tahun ke tahun. Adapun Sisa Hasil Usaha (SHU) juga menunjukkan variasi yang cukup besar, dengan nilai minimum Rp55.332.352 dan maksimum mencapai Rp795.006.729. Rata-rata SHU sebesar Rp437.162.969 serta standar deviasi yang tinggi (Rp274.172.219) mengindikasikan bahwa kinerja keuntungan koperasi berfluktuasi secara signifikan. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 Simpanan Pokok Anggota 0,510 1,961 Pinjaman Mudharabah 0,510 1,961 a. Dependent Variable: Sisa Hasil Usaha Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas melalui Nilai Tolerance = 0,510 dan VIF = 1,961 untuk kedua variabel (Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah) menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Tolerance masih jauh di atas batas minimal 0,10 dan VIF masih berada di bawah batas umum 10 (bahkan di bawah 5), sehingga kedua variabel tidak saling memengaruhi secara berlebihan dan aman digunakan dalam model regresi. 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 5 Normal Parametersa,b Mean 0,0000000 Std. Deviation 144361752,14290600 Absolute 0,220 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 Most Extreme Differences Positive 0,220 Negative -0,182 Test Statistic 0,220 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan hasil pengujian One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test pada tabel sebelumnya, diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,200. Karena nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 (0,200 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi ini berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas telah terpenuhi dan model layak digunakan untuk analisis regresi linear berganda lebih lanjut. 3. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan grafik scatterplot pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa titik-titik penyebaran data tidak membentuk suatu pola yang jelas dan titik-titik tersebut menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi untuk pengaruh Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah terhadap Sisa Hasil Usaha terbebas dari masalah heteroskedastisitas, sehingga model ini layak dan memenuhi syarat asumsi klasik untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut. Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 422424660,60 5 1251701735,38 4 0,337 0,768 Simpanan Pokok Anggota 0,170 0,419 0,212 0,407 0,724 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 Pinjaman Mudharaba h -0,037 0,020 -0,985 -1,889 0,199 a. Dependent Variable: Sisa Hasil Usaha Persamaan regresi yang dihasilkan dari tabel Coefficients adalah: Y = 422.424.660,605 + 0,170X1 - 0,037X2 Interpretasi dari model tersebut adalah: • Konstanta (422.424.660,605): Nilai ini menunjukkan bahwa jika variabel Simpanan Pokok Anggota (X1) dan Pinjaman Mudharabah (X2) bernilai nol atau konstan, maka estimasi perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah sebesar Rp422.424.660,605. • Koefisien Regresi X1 (0,170): Nilai positif ini menunjukkan hubungan yang searah antara Simpanan Pokok dan SHU. Secara teoritis, setiap kenaikan Simpanan Pokok sebesar Rp1, maka diprediksi akan meningkatkan SHU sebesar Rp0,170. • Koefisien Regresi X2 (-0,037): Nilai negatif ini menunjukkan hubungan terbalik. Setiap kenaikan Pinjaman Mudharabah sebesar Rp1 justru diprediksi akan menurunkan SHU sebesar Rp0,037. Uji Hipotesis 1. Uji T (Uji Signifikan Parameter Individual) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 422424660,60 5 1251701735,38 4 0,337 0,768 Simpanan Pokok Anggota 0,170 0,419 0,212 0,407 0,724 Pinjaman Mudharaba h -0,037 0,020 -0,985 -1,889 0,199 a. Dependent Variable: Sisa Hasil Usaha Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen secara individu terhadap variabel dependen:. a. Pengaruh Simpanan Pokok Anggota (Hipotesis 1) Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai Sig. = 0,724. Karena nilai 0,724 > 0,05, maka H₀1 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial, Simpanan Pokok Anggota tidak berpengaruh signifikan terhadap perolehan SHU pada KSPPS Nur Insani b. Pengaruh Pinjaman Mudharabah (Hipotesis 2) Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai Sig. = 0,199. Karena nilai 0,199 > 0,05, maka H₀2 diterima dan H2 ditolak. Hal ini berarti Pinjaman Mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap SHU 2. Uji F (Simultan) ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regressio n 217320361971008000,0 00 2 108660180985504000,0 00 2,607 .277b Residual 83361261927078800,00 0 2 41680630963539400,00 0 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 Total 300681623898086000,0 00 4 a. Dependent Variable: Sisa Hasil Usaha b. Predictors: (Constant), Pinjaman Mudharabah, Simpanan Pokok Anggota Berdasarkan tabel ANOVA, nilai signifikansi untuk pengaruh simultan adalah 0,277. Karena nilai 0,277 > 0,05, maka H₀3 diterima dan H3 ditolak. Kesimpulannya, Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha pada KSPPS Nur Insani selama periode pengamatan. 3. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .850a 0,723 0,446 204158347,768 a. Predictors: (Constant), Pinjaman Mudharabah, Simpanan Pokok Anggota b. Dependent Variable: Sisa Hasil Usaha Meskipun hasil uji signifikansi (t dan F) tidak menunjukkan pengaruh yang nyata, nilai R Square yang diperoleh cukup besar, yaitu 0,723. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel Simpanan Pokok dan Pinjaman Mudharabah mampu menjelaskan variasi naik-turunnya SHU sebesar 72,3%. Sisanya sebesar 27,7% dijelaskan oleh variabel lain seperti modal wajib, piutang murabahah, atau efisiensi biaya operasional. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: • Pengujian Hipotesis 1 (Simpanan Pokok Anggota terhadap SHU) Hasil uji t (parsial) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,724, yang lebih besar dari α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka H₀1 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menyatakan bahwa secara parsial, Simpanan Pokok Anggota tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) di KSPPS Nur Insani. • Pengujian Hipotesis 2 (Pinjaman Mudharabah terhadap SHU) Hasil uji t (parsial) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,199, yang lebih besar dari α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka H₀2 diterima dan H2 ditolak. Hal ini menyatakan bahwa secara parsial, Pinjaman Mudharabah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) di KSPPS Nur Insani. • Pengujian Hipotesis 3 (Simultan) Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,277, yang lebih besar dari α = 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka H₀3 diterima dan H3 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama, Simpanan Pokok Anggota dan Pinjaman Mudharabah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU). Walaupun demikian, nilai R Square sebesar 0,723 mengindikasikan bahwa kedua variabel ini sebenarnya memiliki kontribusi sebesar 72,3% terhadap variasi SHU, namun tidak mencapai taraf signifikansi karena keterbatasan jumlah sampel data. 2025 JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar Vol. 3 No. 4 Pengaruh Simpanan Pokok (Aliffia Rosada Nibros, dkk) | 87-96 SARAN • Untuk KSPPS Nur Insani a. Optimalisasi Sumber Pendapatan Lain: Memfokuskan pada peningkatan efisiensi dan volume pembiayaan utama, terutama Piutang Murabahah. b. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Pembiayaan: Mengatasi tantangan pada akad mudharabah melalui pengawasan dan edukasi anggota serta mitra usaha. c. Memperkuat Modal Sendiri dan Keanggotaan: Meningkatkan simpanan pokok dan wajib guna memperkuat modal internal koperasi. • Untuk Peneliti Selanjutnya a. Menambah Variabel Independen Lain: Seperti Simpanan Wajib, pendapatan pembiayaan, atau variabel manajerial lainnya b. Memperpanjang Periode Penelitian: Menggunakan data dengan rentang waktu lebih panjang agar hasil analisis lebih akurat. REFERENSI Aurelia, N., Nastiti, A. S., & Afroh, I. K. F. (2025). View Of Implementasi Akuntansi Mudharabah Pada Model Pembiayaan Untuk Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) Kspps Nuri Jatim Kc Bangsalsari Jember. 5. Bahri, S. (2022). Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Dan Musyarakah Terhadap Profitabilitas. JAS (Jurnal Akuntansi Syariah), 6(1), 15–27. Https://Doi.Org/10.46367/Jas.V6i1.502 Dwi, Y., Sekolah, P., Ekonomi, T. I., & Majalengka, S. (2018). PENGARUH SIMPANAN POKOK DAN SIMPANAN WAJIB TERHADAP SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI KPRI MITRA SMA NEGERI 1 MAJA KABUPATEN MAJALENGKA (Vol. 3, Issue 5). Dwiaryanti, R., Rahman, F., Badri, Abd. H., & Hasibuddin. (2024). SISTEM BAGI HASIL DALAM TABUNGAN MUDHARABAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT MENABUNG ANGGOTA DI KSPPS NURI JATIM CABANG PAMEKASAN (Vol. 2, Issue 1). Https://Journal.AlKhairat.Ac.Id/Index.Php/Prospek Firmansyah, H., Gosali, I., Mukaromi, C., Rahmatika, W., Mulyana, Y., Ekonomi, F., & Bisnis, D. (2022). Pengaruh Simpanan Anggota Dan Pembiayaan Terhadap SHU Pada KSPPS BMT Sinergi Cendekia Indonesia. Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah, 5(2), 106–115. Https://Doi.Org/10.32627 Lukito, P. (2025). AKAD MUDHARABAH DALAM OPERASIONAL KOPERASI SIMPAN PINJAM MUDHARABAH CONTRACT IN OPERATIONS OF SAVINGS AND LOAN COOPERATIVES. In Margin : Journal Of Islamic Banking (Vol. 5, Issue Tahun). Maidawati. (N.D.). KONVERSI KSPPS BMT ANDURING KE KOPERASI SYARIAH. Doi Ekonomi Islam, 14(1), 2023. Http://Journal.Uhamka.Ac.Id/Index.Php/Jei Marlini, W., Blandina Hendrawardani, & Martini. (2022). Analisis Simpanan Koperasi Terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Pada Koperasi Simpan Pinjam Bina Sejahtera Di Smk Bina Karya 2 Karanganyar Tahun 2012-2014. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisnis), 6(1), 350–365. Https://Doi.Org/10.37339/E-Bis.V6i1.866 Nawawi, A., Nurdiansyah, D. H., Sri, D., & Al Qodliyah, A. (2018). Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Dan Musyarakah Terhadap Profitabilitas (ROA) Pada BPRS HIK Bekasi Kantor Cabang Karawang. Ningsih, W., & Usamah, U. (2025). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) KSPPS BTM Pekalongan Dengan Pemoderasi BTM Mobile. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 7(10). Https://Doi.Org/10.47467/Alkharaj.V7i10.9619